Sabtu, 13 April 2013

ILMU JIWA

TIPS SEHAT

Menurut Dennis G West, pengarang buku kesehatan best seller, hal2 yg hrs diperhatikan:
* jawablah telepon menggunakan telinga sebelah kiri
* jangan minum obat dg air dingin
* jgn makan makanan berat setelah jam 6 malam
* minum lebih byk air putih di pagi hari, malam lbh sedikit
* jam tidur yg paling baik jam 10 malam sampai jam 5 pagi
*jangan terlalu cepat berbaring setelah minum obat
* ketika battery hp tinggal satu jgn angkat telp krn radiasi meningkat  hingga 100 kali.
Forward ini ke org2 terdekat Anda, kebaikan hati tdk pernah merugikan kita, mudah2n kepake infonya – I told you because I care!




INI TANDA SI DIA SELINGKUH SAAT LDR



Kebohongan bisa ditebak dari tatapan wajah dan mata, namun ketika menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR) tentu Anda sulit mengindentifikasi ‘kecurangan’ si dia. Bagaimana Anda tahu bahwa dia berselingkuh?
Saat menjalani LDR pasangan memang lebih rentan untuk berselingkuh. Jarak yang memisahkan, membuat keduanya merasa kesepian. Ketika hadir seseorang yang menarik dan bisa mengisi kekosongan tersebut, maka perselingkuhan bisa saja terjadi. Inilah beberapa tanda bahwa kekasih Anda kemungkinan berselingkuh ketika menjalani hubungan jarak jauh, seperti dirangkum Mag for Woman.
1. Sulit Dihubungi
Belakangan dia jadi sulit untuk dihubungi, entah ponselnya yang tidak aktif atau ketika Anda menelepon dia mencari alasan untuk mengakhiri pembicaraan. Ini salah satu indikasi bahwa dia tidak tertarik pada Anda dan mungkin telah memiliki tambatan hati lain. Dalam menjalin asmara, komunikasi sangat penting. Pacaran satu kota saja dibutuhkan komunikasi, apalagi LDR. Karena kedua belah pihak butuh mendapatkan kepercayaan satu sama lain. Jika salah satu pihak sulit dihubungi, tentu menimbulkan kecurigaan.
2. Tidak Tertarik untuk Bertemu
Jika biasanya dalam sebulan sekali dia berkunjung ke kota Anda atau sebaliknya. Kini, si dia seperti tidak tertarik lagi untuk bertemu Anda. Bahkan Anda pun dilarang ke kotanya. Waspada lah ketika si dia mencegah Anda untuk datang ke kotanya.
3. Jadi Sering Bertengkar
Berhubungan hanya melalui telepon dan pesan singkat memang dapat menimbulkan kesalahpahaman, yang berujung dengan pertengkaran. Namun, jika belakangan ini dia memulai pertengkaran karena hal-hal kecil, mungkin dia mulai menunjukkan ketidak tertarikannya dengan hubungannya bersama Anda. Bisa jadi, penyebabnya karena wanita lain.
4. Selidiki Media Sosialnya
Lihat Twitter dan Facebooknya. Jika dia dan si wanita yang tidak Anda kenal tiba-tiba menjadi sering membalas wall dan mention, maka Anda perlu menaruh curiga. Mungkin mereka berdua terlihat teman biasa dengan saling melemparkan candaan, tapi Anda perlu berhati-hati. Candaan bisa menjadi ‘tanda’ bahwa ada hubungan lebih di antara pria dan wanita.




KOMITMEN PRIA



Mengapa pria kerap menghindar saat wanita mempertanyakan komitmen yang lebih tegas?
Hubungan sudah terjalin mesra. Komunikasi nyambung. Perasaan sayang dan takut kehilangan pun tumbuh kuat. Tapi, mengapa pria kerap menghindar saat wanita mempertanyakan komitmen yang lebih tegas?
John Gray, pakar perkawinan dan penulis buku ‘Men are from Mars, Women are from Venus’ mengatakan bahwa pria memandang komitmen sebagai rantai. Mereka melihat komitmen sebagai sebagai ikatan yang membelenggu langkah dan sarat dengan tanggung jawab.
“Bagi sebagian pria, menjalani sebuah komitmen hanya akan membuat hidup tak santai. Mendengar kata komitmen, kepala mereka langsung dipenuhi dengan rongrongan tagihan, kontrol ketat pasangan, biaya pernikahan dan tabungan untuk masa depan,” kata Gray, seperti dikutip Shine.
Berikut empat alasan jamak yang membuat pria menunda-nunda atau malah mundur dari komitmen?
Takut salah pilih
Tak melulu soal perasaan, sejumlah pria menunda berkomitmen lantaran takut salah pilih. Dengan ego yang selangit, pria cenderung berpikir seribu kali saat mencintai wanita yang memiliki pendidikan dan karier yang lebih bagus. Mereka cenderung khawatir akan hidup dalam belenggu atau kuasa wanita.
Selain itu, pria juga cenderung khawatir dengan kesetiaannya sendiri. Mereka takut tak bisa menjaga kepercayaan yang diberikan pasangan. Bagi mereka, menjaga kepercayaan juga tanggung jawab besar.
Belum siap
Konteksnya adalah merasa belum siap secara moral dan finansial. Mayoritas pria merasa bertanggung jawab atas masa depan pasangan setelah memutuskan berkomitmen. Karenanya, mereka kerap menunda berkomitmen hingga merasa mampu menciptakan kehidupan stabil bersama pasangannya.
Mengejar karier
Ini berhubungan dengan ketidaksiapan secara finasial. Setiap pria memiliki takaran kesiapannya sendiri. Mereka memiliki takaran keberhasilan yang umumnya harus lebih baik daripada pasangannya. Sebagian pria merasa baru bisa berkomitmen setelah berhasil mencapai impiannya di tempat kerja. Sebagai pria, mereka tak peduli usia yang terus bertambah.
Trauma perpisahan
Bagi sejumlah pria, lebih baik hidup melajang dibanding mengalami pernikahan yang berantakan. Ini terutama dialami pria yang pernah mengalami perpisahan tragis atau tumbuh di keluarga bercerai. Mereka umumnya lebih selektif dan memiliki banyak pertimbangan sebelum memutuskan berkomitmen.
Meski secara umum banyak alasan yang melatari, membuat komitmen memang tak bisa dipaksakan. Masing-masing memiliki nilai dan standar demi kehidupan bahagia di masa depan.





MINDSET DALAM PIKIRAN MENENTUKAN KEMANA ARAH KEHIDUPAN



Ada sepasang anak kembar (Rolando & Ronaldo) yang terlahir dari keluarga yang berantakan,
dimana ibunya seorang penjudi & ayahnya seorang pemabuk & penjudi.
Ibu mereka lebih dahulu meninggal pada saat kembar tsb masih bayi.
Ayah mereka menemani mereka sampai mereka sekolah,
& meninggal juga.
Karna tak punya keluarga yang bersedia menampung,
mereka tinggal di panti asuhan yang berbeda.
Berita mengenai nasib malang kedua bocah kembar tersebut menghiasi koran berita lokal tempat lahir mereka di negara Mexico.
40 th kemudian setelah kejadian tersebut,
seorang pemimpin redaksi ingin mengetahui di mana kedua bocah tersebut berada & mengutus team wartawan mereka untuk melakukan liputan khusus…
Mereka menemukan Rolando sedang berada di sebuah bar di daerah Guadelajara dalam kondisi mabuk berat dan nampaknya sudah berhari-hari tidak mandi.
Mereka pun mewawancarai si Rolando,
mengapa dia sampai begini?
Katanya sambil berteriak…
“Aku begini karena AYAHKU…
Apa yg bisa anda harapkan dari anak seorang pemabuk…?
Inilah aku, seorang pemabuk juga…!
Buah yang jatuh tidak Jauh dari pohonnya…”
Sementara wartawan yang lain menemukan Ronaldo,
di kota Mexico City sebagai seorang Direktur sebuah Perusahaan Internasional yang memiliki keluarga bahagia & harta yang berkelebihan.
Mereka mewawancarai si Ronaldo,
apa yg menjadi motivasinya sehingga dia bisa menjadi sehebat ini,
jawabnya
“Ayahku dulu seorang pemabuk & penjudi.
Aku akan membuktikan kalo aku bisa menjadi org hebat,
walau lahir dari keluarga pemabuk & penjudi…”
Pesan Moral,
MINDSET dalam pikiran itulah yg menentukan kemana arah kehidupan yg akan kita jalani.
Apakah anda lihat dari sisi NEGATIF ato ambil dari sisi POSITIFnya,
Pilihannya ada di tangan anda masing-masing.





MENGAPA ORANG BAIK BISA JADI JAHAT DAN SEBALIKNYA


 Philip Zimbardo, dalam penelitiannya tentang mengapa orang baik dapat berubah menjadi jahat dan sebaliknya, menemukan bahwa ada tiga faktor utama yang mendasari hal tersebut, yakni:
1. Disposisi (dapat dikatakan sebagai kepribadian bawaan seseorang)
2. Situasi (situasi tertentu dapat membuat orang menjadi jahat atau baik)
3. Sistem (Politik, ekonomi, dll yang menciptakan suatu situasi yang dialami orang-orang)
Dari ketiga hal tersebut, peneliti psikologi terdahulu masih yakin bahwa seseorang memiliki sifat jahat dikarenakan mereka memang memiliki ‘bibit’ jahat sedari lahir. Namun Zimbardo menemukan bahwa hal tersebut tidak benar. Ia menemukan bahwa faktor lingkunganlah yang lebih besar dalam membuat seseorang menjadi jahat. Pada tahun 1970an, ia melakukan eksperimen yang berisiko besar mengenai hal tersebut, yaitu “Stanford Prison Experiment”.Dalam eksperimen ini, ia meminta bantuan sukarelawan untuk rela bermain peran sebagai sipir penjara dan narapidananya untuk 2 minggu penuh. Penelitian ini melibatkan orang-orang yang sama sekali tidak punya sejarah masuk penjara atau melakukan tindak kriminal apapun, dapat dikatakan bahwa mereka semua orang baik-baik. Dari awal penelitian, mereka betul-betul diskenariokan sebagai narapidana, mulai dari dijemput di rumah masing-masing dengan mobil polisi dan borgol dari polisi, hingga aturan-aturan di penjara simulasi yang terletak di ruang bawah tanah Universitas Stanford. Hari-hari pertama penelitian berlangsung sesuai perkiraan, namun pada beberapa hari setelah itu, ada kejadian-kejadian di luar dugaan. Para sipir mulai bertindak di luar instruksi dengan alasan ‘mendidik’ para napi yang tidak disiplin, diikuti dengan reaksi melawan dari napi. Bahkan ada salah satu napi yang sampai tantrum dan akhirnya harus dikeluarkan dari penelitian karena khawatir akan mendapati efek negatif dari eksperimen tersebut. Karena kekacauan yang terus menerus terjadi, penelitian tersebut diakhiri hanya dalam waktu seminggu.
Dari penelitian tersebut, Zimbardo menarik kesimpulan bahwa faktor lingkungan adalah faktor yang sangat kuat dan dominan dalam mengubah seseorang dari baik menjadi jahat ataupun sebaliknya (penemuan yang menentang teori lama bahwa disposisi (kepribadian) seseorang merupakan hal yang dominan dalam merubah tingkah laku seseorang. Dan dari penelitiannya, Zimbardo menawarkan solusi, yaitu Heroism atau ‘kepahlawanan’ untuk melawan bobroknya sistem dan situasi yang dihasilkan demi kebaikan umat manusia.
Kepahlawanan

Yang dimaksud bukanlah pahlawan dalam artian Superman atau hal-hal yang mencengangkan lainnya. Yang dimaksud dengan kepahlawanan adalah kepahlawanan dalam artian berani menentang sistem yang buruk dan fokus pada pemecahan situasi yang buruk menjadi baik dengan menjadi sedikit ‘devian’ atau berbeda dari orang lain. Zimbardo mencontohkan bahwa dalam kasus penjara Abu Ghraib, ada seseorang yang berani mengungkap perlakuan para sipir yang tidak manusia di sana kepada media, yaitu Joe Darby. Ia berani menanggung ancaman-ancaman teror hanya untuk melakukan ‘apa yang seharusnya ia lakukan’. Dan itulah yang disebut dengan kepahlawanan oleh Zimbardo yang ia tuangkan dalam bukunya, “The Lucifer Effect”.






MENJALIN KEDEKATAN DENGAN ANAK MESKI SIBUK BEKERJA


Setiap ibu tentu ingin selalu bersama dengan buah hatinya. Tetapi bagi para ibu bekerja di luar rumah hal itu tak bisa dipenuhi. Menyewa tenaga pengasuh anak adalah solusi alternatif untuk mengurus si kecil. Meski waktu yang Anda miliki terbatas saat di rumah, Anda tetap bisa menjalin kedekatan dengan anak agar ia tak terlalu “lengket” dengan pengasuhnya.
Menurut Rini Hildayani, psikolog Anak dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, secara alamiah anak akan lebih mengenali orang yang berinteraksi lebih baik dengannya. Kedekatan dengan anak ini disebut dengan istilah attachment.
Rini memaparkan, pada usia baru lahir hingga 6 minggu merupakan fase preattachment yaitu anak belum dapat mengetahui siapa orang yang dekat dengannya. Usia 6 minggu hingga 6 atau 8 bulan merupakan fase attachment in the making yaitu anak sudah mulai dapat membedakan orang yang dekat dengannya.
Sedangkan usia 6 atau 8 bulan hingga 18 atau 24 bulan merupakan fase clear-cut attachment yaitu dimana anak sudah dapat membedakan dengan jelas orang yang dekat dengannya. Dan usia 18 atau 24 bulan ke atas, fase formation of reciprocal relationship, anak sudah dapat memberikan aksi timbal balik dari kedekatannya dengan seseorang.
Kesibukan seringkali menjadi halangan untuk bisa dekat dengan anak Anda. Namun untuk dapat menjadi orang yang dekat dengan anak, Anda perlu menyiasati waktu pertemuan Anda yang singkat dengannya secara optimal.
“Meskipun secara kuantitas pertemuan Anda dengan anak sedikit, namun jika kualitasnya baik, anak Anda akan merasa dekat dengan Anda,” tutur Rini.
Lalu bagaimana cara mendekatkan diri dengan anak meski jarang bertemu? Simak kiat dari Rini berikut ini.
1. Sediakan waktu selama mungkin untuk dihabiskan dengan si kecil. Jika Anda harus bekerja dari pagi hingga malam, pastikan setidaknya Anda memberikan setengah jam untuk bermain dengannya.
2. Jangan sibuk dengan yang lain saat bersamanya. Secara fisik dekatnya saja tidak cukup untuk membuat Anda benar-benar menciptakan kedekatan dengan anak. Upayakan untuk benar-benar fokus pada si kecil dan tinggalkan urusan di luar itu.
3. Optimalkan untuk bermain. Permainan-permainan kecil seperti bernyanyi bersama, atau merespon kata-katanya akan semakin mendekatkan Anda dengan si buah hati.
4. Hargai dia. Ingat, anak Anda bukan barang. Saat akan menggendongnya, mengganti popoknya, atau memberinya makan, pastikan Anda mengajaknya bicara dan meminta “izin” padanya saat akan melakukannya. Selain mengajari kata-kata baru padanya, ini juga akan membantu menciptakan kedekatan.






JANGAN MENYESALI MANTAN YANG TELAH LALU



Selalu ada hikmah di balik masalah. Namun kadang orang lupa karena terlanjur terluka. Mantan memang seringkali menjadi masa lalu yang ingin dilupakan, tapi pasti ada yang bisa Anda petik dari masa lalu.   Anda pernah mendengar pepatah seperti ini? Kadang yang Anda rindukan adalah kenangannya, bukan orangnya. Hal itu memang benar.

Pepatah ini menggiring Anda untuk bisa move on. Namun jangan selalu mengutuk dan menyesal masa lalu Anda, karena tanpa dia, mungkin Anda tak sekuat ini sekarang.   Mengambil Pelajaran  Pasti ada kenangan manis dan pahit yang pernah Anda lalui bersamanya. Namun ketika semua itu berakhir, bukan berarti Anda harus mengutuk-ngutuk, atau masih galau karena sulit lepas dari bayang-bayang kenangan Anda bersamanya.

Setiap orang dengan kenangan yang mereka tinggalkan, anggap saja melakukan ‘misi’ mereka di dunia. Bahkan orang yang mengkhianati Anda pun, mengajari Anda tentang mahalnya kepercayaan. Setuju?

Mereka yang meninggalkan Anda karena waktunya sudah habis di dunia ini, mengajarkan Anda tentang berharganya waktu yang pernah Anda lalui bersamanya, segetir apapun itu.   Sama halnya seperti mantan yang telah berlalu, jangan habiskan waktu Anda untuk membencinya, atau galau karenanya.

Positif thinking yang sulit dilakukan itu tetap harus Anda terapkan. Tenangkan diri dengan mensugesti diri dengan berbagai potensi dan kemampuan Anda menghadapi masalah. Anda kuat bisa mengatasi hidup ini walau dia tak lagi di hati.

Mengapa Anda Tak Perlu Menyesalinya?
Ada dua hal yang biasanya bergelayut pada hati yang telah ditinggalkan. Sangat membencinya atau sangat masih tak bisa melupakannya. Ujung-ujungnya, ada penyesalan yang terselip seolah, “..andai kita tak pernah bertemu..”

Jangan bersedih. Dia datang dalam hidup Anda, pernah menjadi bagian hidup Anda, karena ada hal yang perlu Anda pelajari di dunia ini. Ada hal yang perlu Anda upgrade atau Anda tingkatkan di dunia ini.
Jadi, jangan kemudian makin terpuruk setelah ditinggalkannya. Semakin digempur waktu dan peristiwa, akan membuat jiwa kita lebih kuat dan kepekaan hati ini makin tajam. Dia memang salah, namun bungkuslah dia dalam kenangan masa lalu, dan mari berdamai dengan masa lalu agar Anda bisa menjalani hari ini dan hari esok tanpa dendam atau ganjalan.   Dunia tidak selamanya menunggu.
Tetaplah melangkah karena Anda sudah dekat dengan kebahagiaan.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar