Selasa, 16 Oktober 2012

TAHAP DEMI TAHAP PERKEMBANGAN BAYI(0-3)

  Ciptakan rutinitas bayi
 Dengan belajar memahami bayi Ibu dan bertahap mengajarinya perbedaan siang dan malam, kapan waktu tidur dan bermain, Ibu akan lebih ‘santai’  menghadapi kondisi ini
Pahami kebutuhan bayi Ibu

Minum susu dan tidur adalah dua aktivitas utama bayi baru Ibu. Di minggu-minggu pertama, Ibu mungkin akan sibuk menyeimbangkan dua aktivitas bayi Ibu dan mencoba memahami apa yang diinginkannya.

Tenang saja, Bu. Seiring waktu Ibu akan terbiasa dengan kehidupan baru bersama bayi Ibu. Dan upaya Ibu menciptakan rutinitas bayi, tentu akan memudahkan Ibu merawat bayi di bulan-bulan selanjutnya.

Bayi butuh ASI

Dalam minggu-minggu pertama, kebutuhan bayi untuk diberi ASI masih sulit dipastikan waktunya. Ia masih minta ASI sesuai keinginannya. Jadi Ibu perlu memahami kondisi ini untuk mendapatkan rutinitas yang sesuai bagi Ibu dan bayi. Karena sejalan dengan pertumbuhannya, bayi Ibu butuh ASI yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Rutinitas pemberian ASI

Aktivitas pemberian ASI, tentu cukup menyita waktu Ibu di minggu-minggu pertama. Tapi ini bukan masalah,kok. Ini semua  proses belajar sebagai Ibu baru yang akan berubah seiring pertumbuhan bayi Ibu. Walau pun bayi Ibu yang menentukan kapan saatnya minta ASI, tapi pelan-pelan Ibu bisa menciptakan rutinitas yang sesuai untuk Ibu berdua.

• Hari ke-1 : Bayi Ibu mungkin hanya terlihat antusias minta ASI beberapa jam setelah lahir setelah itu istirahat atau tidur lagi. Tapi Ibu perlu rajin memberinya ASI beberapa kali dalam sehari.

• Hari ke-2: Karena Ibu dan bayi Ibu masih sama-sama memahami kebiasaan masing-masing, maka sebagai panduan berilah ASI setiap 1,5 jam sampai 3 jam sekali atau sekitar 8 sampai 12 kali pemberian ASI dalam 24 jam.

• Hari ke-3 dan ke-4 : Semakin rutin memberi ASI, maka produksi ASI pun meningkat sehingga payudara Ibu akan terasa penuh. Keadaan ini akan membuat bayi Ibu tampak lebih kenyang karena mendapat cukup ASI. Ibu juga bisa melihat perubahan pada kotoran  bayi Ibu.

• Hari ke-5 sampai ke-28 : Pada saat ini, biasanya Ibu dan bayi Ibu merasa lebih rileks dan nyaman dalam pemberian ASI. Karena rutinitas sudah mulai terbentuk. Dan panduan 8 sampai 12 kali pemberian ASI dalam 24 jam selama 10 sampai 30 menit di satu payudara itu cukup sehat untuk Ibu lakukan.

Ibu bisa membuat tabel dengan menuliskan waktu pemberian ASI mulai tengah malam hingga jam 23.00 tiap hari dalam seminggu untuk memudahkan Ibu menepati jadwal pemberian ASI. Beri tanda centang pada tabel bila Ibu sudah memberikan ASI. Anda bahkan dapat menambah kolom untuk mencatat kapan bayi Ibu pipis dan buang air besar (BAB) atau pup. Cara ini membantu Ibu memahami bayi Ibu.
 
Mengatur jadwal tidur bayi.

Tidur merupakan salah satu rangsang bagi tumbuh kembang otak. Sekitar 75% hormon pertumbuhan dikeluarkan pada saat anak tidur. Tingginya kadar hormon pertumbuhan ini erat hubungannya dengan kondisi fisik si kecil.

Hormon ini punya tugas merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan, serta mengatur metabolisme tubuh, termasuk juga otak.Di samping itu, hormon pertumbuhan juga memungkinkan tubuh memperbaiki dan memperbaharui seluruh sel yang ada di tubuh. Mulai dari sel kulit, sel darah sampai sel saraf otak.

Nah, proses pembaharuan sel ini akan berlangsung lebih cepat lagi ketika si kecil terlelap ketimbang saat bangun.

Bayi baru lahir tidak terbiasa tidur panjang dan perubahan yang kontsan. Mungkin keadaan bayi Ibu yang sebentar-sebentar tertidur dan bangun lagi, membuat Ibu berdua tertekan. Tapi jangan khawatir, Bu. Hal berikut mungkin bisa Ibu coba untuk mengatasinya.

• Bayi Anda mungkin hanya butuh tidur sebentar di siang hari. Upayakan agar ia tidak tidur lebih dari 2 jam dan bangunkan saat Ibu harus memberinya ASI. Jangan lupa, saat bayi terlelap, Ibu juga ikut istirahat.

• Kenali tandanya bila bayi Ibu lelah. Dengan demikian Ibu bisa mengatur waktu tidur dan menidurkannya di saat yang tepat.

• Bila tiba saatnya tidur malam, tutup tirai dan ciptakan suasana tenang di rumah. Nyalakan lampu tidur, matikan lampu utama agar bayi bisa mengenal perbedaan siang dan malam. 






CIPTAKAN RUTINITAS TIDUR

Memasuki usia 1 tahun, biasanya bayi akan tidur 10-12 jam dalam semalam. Dan membiasakan bayi Ibu dengan rutinitas tidur  sejak usia 6 sampai 8 minggu, akan memudahkan terciptakanya rutinitas tidur yang baik.

Buat rutinitas tidur lebih awal

Setelah memiliki bayi, pasti Ibu tidak bisa tidur malam dengan nyenyak lagi. Karena sebentar-sebentar bayi Ibu terjaga. Tapi bila Ibu pelan-pelan membiasakan bayi Ibu mematuhi jadwal tidur yang baik, tentu ia akan terbiasa dan Ibu akan bisa cukup beristirahat.

Ciptakan rutinitas ini sejak bayi berusia 6 sampai 8 minggu dimana bayi Ibu sudah mampu secara fisik tidur sepanjang malam tanpa mengganggu waktu tidur Ibu.

Tidur siang yang teratur

Selain membiasakan bayi tidur pada waktu yang tepat, lamanya tidur juga perlu diperhatikan. Atur tidur siang yang sebentar saja dan tidur cukup sepanjang malam. Coba pelajari berapa lama waktu tidur yang dibutuhkan bayi Ibu. Ingat, jangan takut membangunkannya bila menurut Ibu ia tidur terlalu lama.

Perbedaan siang dan malam

Mengenalkan bayi perbedaan siang dan malam, membantu menciptakan rutinitas tidur yang baik. Ciptakan saing hari yang terang, cerah, ramai dan menyenangkan. Bahkan saat ia tidur siang, jangan terlalu menjaga agar suasana rumah tenang. Agar ia tahu bahwa itu adalah siang hari dimana ia tidur sebentar saja, sisanya untuk bermain.

Sebaliknya di malam hari, ciptakan suasana tenang dan hanya menyalakan lampu tidur.

Menyiapkan bayi untuk tidur

Beberapa hal berikut, mungkin bisa membuat bayi tidur dengan nyaman:

• Mandikan bayi dengan air hangat dan ajak main sebentar sebagai awal penurunan intensitas aktivitas sebelum tidur.

• Pakaikan ia baju tidur yang lembut dan nyaman (usahakan dari bahan katun yang mudah menyerap keringat).

• Redupkan lampu kamar bayi dan belai bayi Ibu dengan lembut.

• Putar lagu atau nyanyikan lagu pengantar tidur, atau bacakan cerita dengan suara pelan.

• Beri ciuman sebelum ia tidur dan biarkan ia tidur dengan mainan favoritnya.

Bagaimana Bila Bayi Menangis?

Bayi memang bisa tertidur dengan sendirinya bila ia lelah karena menangis. Tapi Ibu tentu tidak tega membiarkan ia menangis. Jika bayi Ibu mulai merengek saat akan ditinggal, cobalah menenangkannya.

Belai bayi Ibu dengan lembut dan katakan ”selamat tidur, ibu sayang kamu.” Tunggu sebentar sampai ia tertidur baru tinggalkan kamarnya. Walau bagaimana pun , kehadiran Ibu, tentu membuat bayi Ibu tenang saat akan tidur.

Tiap ibu dan bayi berbeda-beda, jadi jangan frustrasi dulu jika rutinitas ini tidak berjalan sesuai harapan. Coba dan bersabarlah. Lakukan apa yang paling sesuai untuk Ibu dan bayi Ibu.




















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar