Selasa, 16 Oktober 2012

PERKEMBANGAN BAYI(0-3 bulan)

Manfaat ASI bagi bayi Ibu

ASI dirancang sempurna untuk memenuhi kebutuhan bayi. ASI mengandung prebiotik oligosakarida, zat yang memberi makan bakteri baik yang ada di perut. Bakteri ini bekerja melawan virus, sehingga melindungi bayi dari kemungkinan infeksi yang masuk lewat saluran pencernaan.

ASI juga mengandung asam lemak yang penting dalam membantu perkembangan kecerdasan bayi Ibu.

Mengapa memilih untuk memberikan ASI?

  • ASI bersifat alami.

  • ASI mengandung semua gizi dan antibodi yang diperlukan bayi.

  • Riset menunjukkan bahwa ASI mengurangi risiko diabetes dan leukemia dini.

  • Menyusui membantu melindungi bayi dari infeksi saluran pernafasan dan telinga serta beberapa jenis alergi,seperti asma dan eksim.

  • Riset menunjukkan bahwa bayi yang ASI, cenderung tidak kegemukan saat dewasa kelak.

Riset menunjukkan bahwa bayi yang ASI, cenderung tidak kegemukan saat dewasa kelak.

  • ASI gratis, steril dan suhunya selalu tepat!

  • Saat sedang menyusui, tubuh melepaskan oksitoksin, yang membantu mengerutkan rahim kembali.

  • Menyusui menurunkan risiko terjangkit kanker payudara dan rahim pasca-menopause dan osteoporosis.

  • Menyusui membantu menurunkan berat badan, mempercepat pemulihan bentuk badan Ibu.

  • ASI selalu tersedia, kapan pun dan di mana pun, tanpa perlu disterilkan lagi.

Saran praktis untuk beberapa minggu pertama







Tips menyusui

Ikuti tips ini untuk menyusui dengan nyaman.

  • Duduklah dengan nyaman di kursi bila perlu gunakan bantal untuk menyangga punggung Ibu.

  • Peluk bayi Ibu dengan satu tangan. Usahakan kepala, bahu dan tubuhnya dalam posisi lurus, perutnya menempel ke tubuh Ibu. Posisi tubuh bayi ketika menyusui ini penting untuk kenyamanan bayi dan Ibu sendiri.

  • Sejajarkan hidung bayi dengan puting Ibu. Sentuh pipi bayi Ibu dengan jari Ibu agar ia menengok ke arah puting.

  • Setelah mulutnya membuka lebar, dekatkan mulut bayi ke puting payudara (bukan sebaliknya).

  • Bayi akan minum ASI dengan baik jika area areola (kulit gelap yang mengelilingi puting) berada didalam mulutnya. Bibir bawahnya menekuk ke dalam dan Ibu hanya melihat sedikit bibir atasnya di area areola. Dengarkan suaranya ketika menelan.

  • Jika bayi Ibu selalu menaruh tangannya di tempat yang menghalangi, atur tangannya kembali ke sisi badannya, atau berikan telunjuk Ibu agar bayi Ibu menggenggamnya.

Jangan panik jika bayi Ibu sesekali berhenti minum ASI. Hal ini wajar. Bila Ibu merasa tidak nyaman atau bayi tidak minum ASI dengan baik, mungkin hal ini disebabkan posisi yang kurang nyaman. Ibu juga dapat menggunakan bantal berbentuk U, untuk membantu menyangga bayi Ibu. Lihat gambar berikut untuk mengetahui beberapa posisi dalam menyusui. Bersabarlah, setelah dua atau tiga hari, Ibu bisa menemukan posisi menyusui yang paling nyaman untuk Ibu dan bayi.

Jika Ibu merasa bahwa bayi Ibu tidak minum ASI dengan benar, berbicaralah dengan bidan atau dokter, atau lihat petunjuk dari Club Nutricia mengenai masalah menyusui untuk beberapa petunjuk praktis.








Tanda - tanda bayi Ibu sudah cukup minum ASI

Jika bayi sudah cukup minum ASI atau sudah kenyang, biasanya dia akan melepaskan isapannya. Tapi kadang-kadang bayi juga berhenti sejenak sewaktu minum ASI, Amati sebentar, kalau ia masih ingin mengisap kembali, berarti dia masih belum merasa kenyang.







Berikut beberapa tanda bahwa bayi Ibu cukup minum ASI:

  • Bayi terlihat kenyang setelah minum ASI.
  • Berat badannya bertambah setelah dua minggu pertama.
  • Payudara dan puting Ibu tidak terasa terlalu nyeri.
  • Payudara Ibu kosong dan terasa lebih lembek setelah menyusui.
  • Kulit bayi merona sehat dan pipinya kencang saat Ibu mencubitnya
  • Setelah berumur beberapa hari, Ibu akan perlu mengganti popoknya sekitar 6 - 12 kali sehari.
  • Setelah berumur beberapa hari, bayi akan buang air besar(bab)setidaknya dua kali sehari dengan tinja yang berwarna kuning atau gelap dan mulai berwarna lebih cerah setelah hari kelima belas.

Tanda bahwa bayi Ibu masih perlu minum ASI.

Jika bayi belum cukup minum ASI:

  • Dia tampak bosan dan gelisah sepanjang waktu serta rewel sehabis minum ASI. Bisa jadi ia akan kesulitan tidur dan tidak tampak bahagia dan puas.

  • Dia membuat suara berdecap-decap sewaktu minum ASI, atau Ibu tidak dapat mendengarnya menelan. Ini bisa berarti dia tidak minum ASI dengan benar, sehingga ASI tidak keluar dengan lancar. Lihat tips dari kami tentang menyusui.

  • Warna kulitnya menjadi lebih kuning.

  • Kulitnya tampak masih berkerut setelah seminggu pertama.

Bila Ibu masih khawatir, coba berikan ASI pada bayi dengan jadwal lebih teratur. Dekatkan bayi ke dada Ibu, dan Ibu akan tahu apakah si kecil masih ingin minum ASI. Bila masih mengkhawatirkan, konsultasikan ke dokter atau klinik laktasi.

Masih lapar setelah minum ASI?

Kadang-kadang para ibu mendapati bayinya masih lapar sekalipun sudah diberikan ASI dengan lebih teratur. Jika ini terjadi, Ibu perlu bicara dengan dokter anak.  

Jika umur bayi sudah lebih dari 6 bulan, bisa jadi dia sudah siap untuk mulai mendapatkan makanan tambahan. Ibu dapat membaca lebih lanjut tentang tanda -tanda apa yang perlu dicermati di bagian makanan tambahan.





Bayi Ibu yang mengaturnya!

Ketika baru mulai menyusui, jangan terlalu kaku membuat jadwal menyusui. Usahakan untuk menyusui sesuai permintaan bayi Ibu. Bayilah yang akan menjadi menentukan sendiri seberapa banyak kebutuhannya. Secara perlahan, pola menyusui akan terbentuk dan sebelum Ibu menyadari, bayi Ibu akan menjalani rutinitas menyusui.





Menyusui sesering mungkin

Bayi baru lahir perlu sering disusui, sekalipun waktu pemberiannya tidak lama. Pada hari-hari pertama, jarak waktu antara pemberian ASI kira-kira dua hingga tiga jam sekali. Alasannya, ASI sangat mudah dicerna, sehingga bayi cepat lapar. Selain itu perut mereka masih sangat kecil, sehingga tak bisa diberi sekaligus banyak.

Tapi, untuk selanjutnya ikuti kebutuhan bayi Ibu. Jangan jadikan batas waktu jam sebagai patokan. Bahkan, di malam hari pun Ibu perlu menyusui untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan menjaga kesinambungan produksi ASI. Sebab, semakin banyak ASI dihisap, produksinya pun semakin banyak.

Banyak ibu mengkhawatirkan apakah bayinya mendapatkan cukup ASI. Jika bayi Ibu tampak bersemangat dan bahagia, berarti tidak ada yang perlu dicemaskan. Tetapi jika Ibu masih khawatir,cobalah mempelajari beberapa saran dalam bagian info dan saran praktis.

Kebutuhan bayi Ibu yang makin meningkat

Saat bayi Ibu mulai tumbuh, dia mungkin perlu diberikan ASI lebih lama tapi jarak waktu lebih jarang. Yang perlu diingat, semakin sering Ibu menyusui, semakin banyak susu yang Ibu hasilkan. Jadi jangan panik jika bayi Ibu tampak lahap sepanjang waktu. Tubuh Ibu akan beradaptasi untuk mengimbangi kebutuhan bayi Ibu





Ayahpun bisa membantu

Hari-hari pertama merawat bayi baru lahir merupakan saat-saat yang berat. Rasanya, begitu banyak yang harus dilakukan. Untuk mengatasi itu, banyak hal yang dapat dilakukan oleh seorang suami dalam membantu istrinya. Dari mulai menggantikan popok di malam hari, menggendong si kecil jika rewel, sampai memberikan ASI perah.

  • Memerah ASI memang tidak mudah, sehingga langkah ini tidak selalu menjadi pilihan. Jika Ibu ingin memerah ASI tunggulah hingga bayi berumur 6 hingga 8 minggu. Pada usia itu bayi sudah terbiasa minum ASI, sehingga di antara waktu menyusuiberikutnya, Ibu dapat memerah ASI. Dengan memerah ASI, diharapkan dapat menjaga kesinambungan produksi ASI.

  • Melibatkan ayah untuk memberi makan si kecil, juga membantu mendekatkan ayah dengan si bayi. Tapi, untuk itu bayi Ibu maupun suami Ibu perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Sabar, adalah kuncinya

  • Mengganti popok atau memberi susu di malam hari, akan sangat membantu Ibu . Dengan begitu, Ibu dapat tidur lebih panjang. Disarankan untuk menyusuilangsung termasuk saat. malam hari

 



Sentuhan sang Ayah

Salah satu cara untuk mendekatkan para Ayah dengan bayinya adalah dengan sentuhan langsung dari kulit ke kulit. Minta suami Ibu memeluk si kecil di dadanya agar bayi bergelung, atau bahkan tidur sejenak.

Begitu ikatan batin dengan Ayah terbentuk, bayi Ibu akan merasa lebih nyaman untuk minum ASI perah yang diberikan oleh Ayahnya. Tapi, jangan tersinggung jika bayi Ibu tidak mau minum ASI perah. Sebagian bayi memang tetap lebih suka mengisap ASI langsung dari payudara.

Dukungan suami

Ketika baru melahirkan, tubuh Ibu lemah, hormon belum seimbang, dan repot mengurus bayi. Selama beberapa minggu kondisi seperti ini mungkin tetap berlangsung.

Ayah dapat memberikan dukungan dan pengertian. Terlibat dalam mengatur tugas yang perlu dikerjakan di rumah, dan mengawasi pembantu untuk bersih-bersih, berbelanja, dan memasak.








Puting nyeri, pecah-pecah atau berdarah  

Puting nyeri, pecah-pecah atau berdarah biasanya adalah tanda bahwa bayi Ibu tidak minum ASI dengan benar atau tidak diposisikan dengan benar saat minum ASI, atau karena Ibu menggunakan pompa payudara secara keliru. Bidan atau dokter dapat membantu Ibu tentang teknik menyusui.








Saluran tersumbat 

Ada dua jenis penyumbatan saluran.

  • ik putih kecil di ujung puting: biasanya Ibu dapat membuangnya dengan kuku yang bersih saat kulit payudara Ibu melembek sehabis menyusui.

  • Benjol nyeri di payudara dengan radang kulit di sekelilingnya. Penyumbatan jenis ini bisa jadi merupakan tanda awal mastitis

Jika ada peradangan di payudara, segera konsultasikan dengan dokter agar mastitis tidak menyebar.

Sementara itu:

  • Susui sesering mungkin untuk mengosongkan ASI yang berlebih.
  • Pastikan bayi Ibu minum ASI di payudara Ibu dengan benar. Susui bayi di payudara bergantian, agar kedua payudara kosong.
  • Ibu dapat menggunakan pompa untuk mengosongkan payudara setelah menyusui dan minumlah ibuprofen untuk mengurangi nyerinya. Urut payudara Ibu dengan lembut atau coba konpress dengan air hangat.

Kandida  

Kandida adalah infeksi jamur yang dapat dialami bayi pada alat kelamin dan mulutnya. Infeksi ini juga dapat menyebar ke payudara selama Ibu minum ASIi. Jika bayi Ibu mengalami kandida, akan terlihat bintik-bintik putih di mulutnya dan pada payudara Ibu . Bintik-bintik itu tebal, gatal dan payudara terasa nyeri.

Jika Ibu curiga Ibu atau bayi mengalami kandida, segera konsultasikan ke dokter. Ibu dan bayi perlu dirawat bersamaan untuk mencegah infeksi ulang. Selama itu Ibu masih tetap bisa menyusui, meski mungkin terasa sedikit nyeri!

Payudara bengkak

Dua atau tiga hari setelah melahirkan, payudara Ibu mungkin menjadi penuh, empuk dan menggembung, dengan puting pipih. Pembengkakan ini bahkan bisa menyebar ke bawah ketiak dan Ibu merasa sedikit demam. Rasanya mungkin sakit, tetapi tidak berbahaya dan cepat hilang.

Untuk meredakan gejala ini, kompres dengan kain flanel hangat dan shower air hanya untuk mengurangi sakitnya. Selain itu, relaksasikan payudara Ibu saat tidak sedang menyusui.

Payudara ’bocor’

Payudara Ibu bisa bocor jika penuh dengan ASI, atau jika refleks ‘let down’ Ibu terpicu. Biasanya payudara hanya mengeluarkan ASI jika bayi menyedotnya, tetapi kadang-kadang dengan mendengar tangisan bayi saja payudara Ibu akan ‘let down’ (mengalirkan) ASI-nya!

Semakin teratur Ibu menyusui, semakin kecil kemungkinan payudara Ibu untuk bocor. Kebanyakan ibu mengenakan penyerap ASI (breast pad) di dalam bra untuk jaga-jaga jika terjadi kebocoran. Kemungkinan masalah ini akan hilang nyaris sepenuhnya setelah tujuh hingga sepuluh minggu menyusui.

Masalah seputar ASI Ibu

ASI terlalu sedikit

Semakin banyak ASI yang dikonsumsi bayi, semakin banyak pula yang dihasilkan tubuh Ibu . Jadi, terlalu sedikit ASI bisa jadi merupakan tanda bahwa bayi Ibu tidak minum ASI dengan benar sehingga produksi ASI oleh tubuh juga berkurang. Jika Ibu cemas bayi Ibu tidak mendapatkan cukup susu , bicaralah dengan bidan atau dokter Ibu.

ASI terlalu banyak

Produksi ASI yang terlalu banyak wajar selama beberapa hari pertama. Pada awalnya, tubuh memang memproduksi ASI dalam jumlah banyak untuk mengimbangi tingginya frekuensi menyusui.

Produksi ASI ini akan menjadi teratur setelah bayi minum ASI dengan benar. Jika bayi tidak minum ASI dengan benar, maka keteraturan produksi ini tidak terjadi. Akibatnya, Ibu akan terus memproduksi ASI berlebih, terutama karena bayi perlu minum ASI lebih sering. Jadi pastikan bayi Ibu minum ASI dengan benar. ASI berlebih bisa juga disebabkan oleh refleks 'let down' yang terlalu aktif atau ketidakseimbangan antara foremilk (ASI awal) dan hindmilk (ASI akhir) yang Ibu hasilkan.

Jika Ibu terus memproduksi ASI secara berlebih meski pola penyusuan bayi Ibu sudah tetap, Ibu dapat memerahnya sebagian dan menyimpannya untuk diminumkan nanti. Pastikan tidak memerah terlalu banyak atau memerah di sela-sela menyusui, karena hal ini akan membuat tubuh memproduksi lebih banyak ASI untuk memenuhi permintaan ekstra.

ASI yang menyemprot

Pada sebagian ibu, ASI dapat menyemprot dengan deras, sebagai efek samping dari produksi ASI yang terlalu banyak atau masalah lain. Hal ini dapat membuat bayi kaget dan membuat sebagian bayi menolak mengisap payudara.

Jika itu terjadi, perahlah sedikit ASI Ibu sebelum mengangsurkan payudara ke bayi Ibu . Atau, biarkan dia menyedotnya sampai susunya keluar, kemudian tahan semprotan pertama dengan handuk. Setelan alirannya sedikit tenang, berikan ASI kembali pada bayi Ibu .

Masalah terkait kebiasaan minum ASI bayi Ibu

Menolak payudara:

Jika bayi menolak payudara Ibu, biasanya itu merupakan cara dia untuk memberi tahu Ibu ada sesuatu yang salah. Mungkin karena si kecil nyeri akibat tumbuh gigi, atau sesak bernafas karena pilek.

Jika bayi tetap menolak payudara Ibu , cobalah untuk menyusui bayi Ibu saat dia sangat mengantuk, jaga agar ruangan tenang dan bebas gangguan. Ibu juga dapat mencoba posisi menyusui yang berbeda, atau bahkan mencoba menyusui sambil berjalan-jalan karena gerakan mengayun dapat menenangkan bayi Ibu .

Jika perlu berkonsultasilah ke dokter untuk memastikan tidak ada yang salah, seperti infeksi telinga atau kandida.

Menyusui dari satu payudara saja

Kadang-kadang bayi mengembangkan kesukaan pada salah satu payudara. Itu tidak berbahaya baginya, tapi Ibu perlu memberi kesempatan bagi kedua payudara Ibu untuk sama-sama memproduksi susu.

Jika bayi Ibu pilih-pilih, cobalah menyusui bayi Ibu dengan payudara yang bukan kesukaanya dengan posisi yang sama seperti ketika minum ASI dari payudara pilihannya. Jadi jika biasanya Ibu mengarahkan bayi Ibu ke payudara kiri, sekarang gerakkan menyamping ke payudara kanan (bukan memutar posisinya). Akan lebih nyaman jika Ibu menaruh bantal di bawah lengan penyangga.

Bayi suka menggigit

Biasanya bayi menggigit karena gusinya gatal, akibat tumbuhnya gigi barunya. Jika bayi akan mulai tumbuh gigi, biarkan dia belajar menggigit memakai mainan khusus untuk digigit. Dan jika dia menggigit Ibu, peluk lebih erat ke tubuh Ibu atau pencet hidungnya. Dengan begitu dia akan kesulitan bernafas lewat hidung, sehingga akan membuka mulut dan melepaskan gigitannya!

Mungkin saja kondisi itu dianggap permainan yang mengasyikkan buat si kecil. Membuat ibu berteriak, menurut si kecil merupakan permainan yang asyik. Jika memang begitu, bersikaplah tegas, katakan ‘jangan!’ dan letakkan dia selama beberapa saat. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar