Selasa, 16 Oktober 2012

RENUNGAN

KABAR GEMBIRA BAGI PENIKMAT SHOLAT DHUHA

Sahabatku, sudahkah kalian membiasakan sholat dhuha? Bacalah berita gembira dari Rasulullah bagi penikmat dhuha.
  • "Setiap pagi, setiap persendian salah seorang diantara kalian harus (membayar) sedekah, maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, sungguh dua raka’at dhuha sudah mencukupi semua hal tersebut” (HR Muslim).
  • Dari Abu Hurairoh, kekasihku Rasulullah telah berwasiat kepadaku dengan puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha dan witir sebelum tidur. (Bukhari, Muslim, Abu Dawud). 
  • “Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga” (H.R. Tarmiji dan Abu Majah). 
  • “Siapapun yang melaksanakan sholat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (H.R Turmudzi). 
  • “Sholat dhuha itu (shalatul awwabin) shalat orang yang kembali kepada Allah setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak onta untuk bangun karena mulai panas tempat berbaringnya". (HR Muslim). 
  • Allah memberkahi waktu dhuha dengan surah Adh Dhuha...
Sahabatku, ayoo semangat membiasakan sholat dhuha walau hanya dua rakaat.




 YA ALLAH JADIKAN KAMI HAMBA YANG SEDIKIT

 Rasulullah bersabda, Islam itu datang "ghoriiban" atau asing, dan akan kembali asing sebagaimana datangnya, karena itu khabarkan berita gembira bagi orang-orang yang dianggap asing yang tetap istiqomah dan semangat berdakwah ditengah manusia tenggelam dalam kemaksiatan dan kezoliman". (Tafsir : hadist HR Ahmad).

Di zaman modern ini kadang dianggap aneh orang yang jujur ditengah para koruptor, dianggap kampungan orang berpakaian muslimat ditengah orang modern, dianggap sok alim orang berdakwah ditengah meratanya kemaksiatan.

Akhirnya memang asing, aneh dan sedikit hamba-hamba Allah yang sholeh itu (QS 7:16-17), sedikit yang tahajud, sedikit yang subuh berjamaah ke masjid, sedikit pejabat yang jujur, sedikit yang peduli pada saudara yang papa dan tertindas, sedikit yang benar benar serius taat...





KEHIDUPAN MUKMIN YG TERATUR

 "SubhanAllah, alangkah indahnya, bahagianya dan berkahnya hidup seorang mukmin itu, karena hidupnya dalam keteraturan taat.

Ia mulai bangun malam dengan mandi untuk sholat malam, muhasabah diri diiringi dengan istiqfar dan tadabbur quran menjelang fajar, kakinya ia langkahkan untuk sholat subuh berjamaah di masjid.

Sebelum mencari rizki yang halal ia lebih dahulu sholat dhuha, ia jaga kehormatan dirinya dengan rapi, indah, menutupi aurat, tidak mau menyentuh dan disentuh bukan mahramnya, wajahnya bersih dan nyaman dipandang karena selalu terjaga wudhunya, murah senyum dan rendah hatinya, ia selalu syukuri nikmat Allah dengan sedekah, hati dan lisannya bergerak basah dan asyik dalam dzikrullah...

Inilah awal keteraturan keseharian orang beriman itu sahabatku. Allahumma ya Allah tancapkan dihati kami, keluarga kami dan sahabat pengunjung Republika Online kekuatan dan keindahan iman, hiasilah hidup kami dengan kesenangan ibadah dan kemuliaan akhlak, selamatkan kami dari kekufuran, kemusrikan, kefasiqan, kemunafikan, keinginan maksiat dan berbagai fitnah hidup di dunia sebentar ini... Aamiin".




KIAT MENCARI JODOH

 Sahabatku muda, inilah kiat-kiat mencari jodoh yang baik:
  1. Sungguh-sungguh  "Siapa yang sungguh-sunguh bertaqwa maka Allah tunjukkan jalan keluar dari kesulitannya dan Allah beri rizki dari jalan yang tidak pernah terduga" (QS 65: 2-3)
  2. Ikhtiar maksimal
  3. Doa dipenghujung malam, "Robby la tadzarny fardan", Ya Allah, jangan biarkan hamba membujang, (QS 21:89)
  4. Perhebat istigfar
  5. Sholat dhuha, diantara rizki adalah jodoh yang baik
  6. Optimis, insyaAllah, Allah tunjukkan jodohku
  7. Sedekah sebagai pendokrak agar doa mustajab
  8. Mohon doa pada orang tua, keluarga, guru yang istiqomah
  9. Aktifkan diri pada group kajian
  10. Tidak salah bila minta bantuan sahabat
  11. Tawakkal sepenuh hati.

"Semoga Allah mudahkan kalian sahabat mudaku untuk meraih pasangan yang membahagiakan dunia akhirat". Aamiin


 "SubhanAllah, sahabatku, nilai kedudukan kita disisi Allah tergantung pada kekhusyukan sholat malam kita.

Simaklah sabda Rasulullah ini dengan iman, "Sungguh kemuliaan seorang muslim terletak pada shalat malamnya." (HR. At-Thabrani).

Semoga Allah senantiasa memperkenankan kita menikmati hidayah-Nya dipenghujung malam untuk bermuwajahah dengan-Nya hingga akhir hayat kita...aamiin".




MENGAPA SHOLAT KITA TIDAK KHUSYU


 Subhanallah, kujawab kembali permintaan kalian tentang shalat Khusyuk yang pernah kutulis di rubrik ini beberapa tahun lalu.

shalat kita kadang tidak khusuk karena:

Kita belum mengenal kecuali sebatas Tuhan, belum mengenal Sifat, Af'al dan Asma-Nya, Dia yang menciptakan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, semua yang kulihat, kudengar, yg bergerak, yang berada dilangit dan dibumi, semua dihidupkan-Nya "Al Muhyi" dan semua akan dimatikan-Nya "Al Mumiitu", semua tunduk dalam kehendak "Al Muriidu" dan kekuasaan-Nya "Al Qodiiru", Dialah yang mengatur semuanya "Ar Robbu", Dialah yang mengusai sekaligus memiliki semuanya "Al Maaliku" (QS3:26-27).

Dia Maha Menatap "Al Bashiiru" tahu persis hati, pikiran dan lintasan pikiran kita & DIA Maha Mendengar "As Samiiu" mendengar gesekan daun, langkah semut dan rintihan hati hamba-Nya, Lantas sadarkah kita bahwa Dia yang segala-galanya yang kita hadapi dalam sholat selama ini?

Bisakah hati dan pikiran kita lari saat sholat, sementara dia menatap hati pikiran kita?

Sahabatku, coba camkan uraian diatas sebelum sholat dimulai, tambah konsentrasi agar kita tetap fokus


 Kadang kita sulit khusuk dalam sholat karena:

Belum faham makna, hikmah, keutamaan, bacaan dalam sholat, serta syarat dan rukun  sholat, maka jadilah "sukaaro" sholat mabuk alias sholat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyakinan, hampa, seperti robot jasad tanpa ruh, "alkusaala" malah terasa beban, buru-buru pengen cepat selesai, senan
gnya menunda-nunda waktu sholat, gerak sholatnya cepat seperti ayam matok, surah dan bacaan sholatpun komai kamit.

Sahabatku, simaklah Kalam Allah ini, "...Janganlah kalian menegakkan sholat, sedangkan kalian dalam keadaan mabuk, sampai kalian benar-benar faham apa-apa yang kalian baca dalam sholat kalian" (QS4:43).

Lihat orang mabuk berkata berbuat tetapi tidak sadar apa yang dikatakan dan apa yang diperbuat, lihat orang sholat berdiri, bertakbir, baca ayat, ruku', sujud, tahiyyat dan salam, tetapi tidak sadar bahwa ia sedang berdiri, rukuk sujud menghadap pencipta langit dan bumi... tidak sadar bahwa ia sedang berdialog dengan pencipta dirinya, yang maha menentukan segala-galanya!



 Mengapa sulit khusyu' dalam sholat?

Karena kita tidak sadar bahwa sholat itu adalah "Almuhadatsah bainal makhluqi wa Khooliqi" dialog hamba kepada Kholiqnya, "Apabila salah seorang dari kalian sholat, sebenarnya ia sedang berkomunikasi dengan Allah" (HR Bukhori Muslim).

Coba perhatikan dari adzan, panggilan waktu menghadap-Nya, yang dipanggilpun yang ber-syahadat, "Asyhaaduallaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar Rasulullah", yang tidak beriman tidak dipanggil, karena itulah Rasulullah mengingatkan, "Yang membedakan kita dengan orang kafir adalah sholat, maka siapa dengan sengaja meninggalkan sholat maka sunggu ia sudah berperangai seperti orang kafir".

Menutup aurat menghadap-Nya, menghadap qiblat karena memang fokus jasad ruh, hati pikiran kepada-Nya, apalagi berjamaah jadi rapi shof, dan seluruh duniapun satu arah qiblat, lalu bersuci karena memang menghadap maha suci, lalu berdiri tegap, takbir, membaca iftitah "inn wajjahtu wajhiyalilldzi fathoros samaawati wal ardho" hamba datang menghadap-Mu duhai pencipta langit dan bumi, tunduk patuh taat pada-Mu... inilah diantara komunikasi sholat yang belum difahami, lantas bagaimana khusuk tanpa kesadaran ini, sahabatku... berusahalah terus untuk bisa khusuk!


 Mengapa sulit khusyuk dalam sholat?

Karena masih sedikit kita yang faham bahwa ketika sholat itu adalah proses komunikasi, tatkala membaca Alfatihah terjadi dialog seorang hamba dengan Rabbnya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, "Barang siapa membaca surat al-Fatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah", lalu Rasulullah menyampaikan ketika seorang hamba berkata, 'Segala puji bagi Allah, tuhan seru sekalian alam". Allah menjawab, "Hamba-Ku telah memuji-Ku".

Seorang hamba berkata, 'Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang". Allah menjawab, "Hamba-Ku memuji-Ku".

Seorang hamba berkata, ''Raja di hari pengadilan". Allah menjawab, "Hamba-Ku mengagungkan Diri-Ku. Hamba-Ku berserah diri kepada-Ku".

Seorang hamba berkata, 'Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan". Allah menjawab, "Inilah pertengahan antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta Aku berikan".

Seorang hamba berkata, 'Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan yang telah Engkau anugerahkan kepada mereka, bukan mereka yang kena murka dan bukan mereka yang sesat.' Allah menjawab, "Ini milik hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta Aku berikan". (Hadist Qudsi, HR Muslim).

Karena itu sahabatku, mulailah membaca bacaan sholat pelan-pelan, penuh kesadaran dan keyakinan "Thuma'ninah".

Sahabatku, sungguh Allah langsung menjawab setiap ayat yang kita baca...


 Sahabatku fillah, apakah ada diantara kalian yang masih sulit khusyuk dalam shalat? Mungkin saja berikut ini salah satu penyebabnya:

Karena "hubbub dunya" sangat mencintai dunia, "the money is the first and the final of life, no money no happy" sehingga hati dan pikirannya selalu dipenuhi oleh segala sesuatu yang bersifat duniawi, duit, dolar, makan, minum, keluarga, target-target bisnis, berkhayal dan sebagainya.

Itulah yang diingat-ingat dalam sholat, Rasulullah bersabda, "hatta yansa kam rok atan laka" sampai ia lupa sudah berapa rakaat ia sudah sholat", maka tidak heran saat sholat yang semestinya hati pikirannya fokus dalam sholat malah ingat dunia.

Sahabatku, simaklah kalam Allah surah Al Maa'uun ayat 4 & 5, "celakalah orang-orang yang mengerjakan sholat yang hati pikirannya lalai kepada Allah". Lalai hatinya karena dunia "ball tu'tsiruunal hayaatad dunya" (QS 87:16).

Karena itu sadarilah hidup kita tidak lama di dunia yang fana ini, sholatlah seakan sholat terakhir dalam hidupmu, simaklah sabda Rasulullah, "Bila engkau melakukan sholat maka sholatlah kamu, seperti orang yang akan meninggalkan alam fana" (HR Ibnu Majah & Imam Ahmad).







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar