Jumat, 09 Maret 2012

KONSULTASI SYARIAH

Syafa'at



Pertanyaan Apakah yang dimaksud dengan syafa'at seperti daam surat Yunus : 3 ?
Mohon penjelasan dengan lengkap Ust. Jazakallah.
Jawaban

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Makna dari Yunus ayat 3 adalah: "Tuhanmu Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Lalu, Dia bersemayam di atas arasy mengatur seluruh urusan. Tidak ada yang bisa memberi syafaat kecuali setelah mendapat ijin dari-Nya. Itulah Allah Tuhanmu, sembahlah Dia. Apakah kalian tidak mau mengambil pelajaran".

Ayat di atas menurut al-Qurthubi merupakan bantahan terhadap kaum musyrikin yang mengaku bahwa patung-patung yang mereka sembah bisa memberikan syafaat kepada mereka di sisi Tuhan (Yunus:18). Allah menegaskan bahwa tiada yang bisa memberikan syafaat kecuali dengan ijin dari-Nya. Hal senada disebutkan dalam ayat lain,

Pada hari itu tidak berguna syafa'at , kecuali orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya. (QS.Thaha : 109)

Makna syafaat secara bahasa
Secara bahasa makna syafa'at itu adalah meminta dengan perantaraan sebagaimana yang terdapat dalam Al-Mishbah Al-Munir.
Atas juga bermakna melakukan sesuatu dengan yang bisa mengantarkan seseorang kepada manfaat duniawi atau ukhrawi atau terlepasnya dari madharat yang menimpanya, sebagaimana yang terdapat dalam Al-Futuhat Al-Ilahiyah.
Atau juga bisa bermakna : Penghapusan dosa dari seorang yang terhukum, sebagaimana ditulis dalam kitab At-Ta;rifat oleh Al-Jurjani.

Di hari akhir nanti, para ulama mengatakan bahwa ada 5 buah syafaat yang akan diberikannya kepada orang mukmin:

Syafa'at Uzhma, yaitu syafaat yang paling besar. Berbentuk pencepatan hisab dan irahah min haulil mauqif. Syafaat jenis ini khusus wewenang Rasulullah SAW.

Syafaat untuk memasukkan suatu kaum ke dalam surga. Syafaat jenis ini khusus wewenang Rasulullah SAW juga.

Syafaat kepada orang yang seharusnya masuk neraka lalu tidak jadi berkat syafaat dari nabi kita dan dari orang yang Allah SWT kehendaki.

Syafaat berbentuk dikeluarkannya orang-orang dari dalam neraka. Yaitu dengan syafaat nabi kita, syafaat para malaikat dan saudara-saudara mereka yang mukmin.

Syafaat berbentuk penambahan derajat di dalam surga bagi para penghuninya.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.








Pacaran

Pertanyaan SAYA INGIN BERTANYA APAKAH PACARAN ITU DILARANG.
TOLONG BERI PENJELASAN ?
Jawaban Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,
Islam sudah memperingatkan laki-laki dan wanita yang bukan mahram untuk tidak menyepi berduaan karena yang ketiganya adalah setan. Rasulullah SAW bersabda,
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan." (Riwayat Ahmad)

"Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu menyendiri dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya."


Imam Qurthubi dalam menafsirkan firman Allah yang berkenaan dengan isteri-isteri Nabi, yaitu yang tersebut dalam surah al-Ahzab ayat 53, yang artinya:
"Apabila kamu minta sesuatu (makanan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Karena yang demikian itu lebih dapat membersihkan hati-hati kamu dan hati-hati mereka itu,"
mengatakan: maksudnya perasaan-perasaan yang timbul dari orang laki-laki terhadap orang perempuan, dan perasaan-perasaan perempuan terhadap laki-laki. Yakni cara seperti itu lebih ampuh untuk meniadakan perasaan-perasaan bimbang dan lebih dapat menjauhkan dari tuduhan yang bukan-bukan dan lebih positif untuk melindungi keluarga.

Ini berarti, bahwa manusia tidak boleh percaya pada diri sendiri dalam hubungannya dengan masalah bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya. Oleh karena itu menjauhi hal tersebut akan lebih baik dan lebih dapat melindungi serta lebih sempurna penjagaannya.

Istilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum, karena pengertian dan batasannya tidak sama buat setiap orang dan sangat mungkin bebeda dalam setiap budaya. Karena itu kami tidak akan menggunakan istilah `pacaran` dalam masalah ini, agar tidak salah konotasi.

Yang jelas Islam itu mengakui adanya rasa CINTA yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.
Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik . ?(QS. Ali Imran :14).


Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mengejawantahkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semau itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.
Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku”


Tanggung jawab ini tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi ikrar dan pernyataan tanggung-jawab ini harus disaksikan oleh orang banyak termasuk yang paling utama adalah dari ayah kandung (wali) wanita. Kepada ayah kandung wanita itu, seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.

Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `the real gentleman`. Karena dia telah menjadi SUAMI dari seorang wnaita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi the real man.

Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Kecuali memang ada hubungan `mahram` (keharaman untuk menikahi). Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana.

Sedangkan pemandangan yang terlihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama.
Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah.


Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Wr.wb





Bertobat dari Praktek mistik

Pertanyaan Assalaamu'alaykum Wr Wb.

Ust yth.
Langsung saja, Ust. Apa yg seharus nya di lakukan oleh seseorang yg pernah bersinggungan dgn praktik mistik ? Jika ia telah meninggalkan perbuatan2 tsb, apakah secara otomatis dpt di katakan telah memenuhi kriteria bertaubat ? Bagaimana kah jika ia meninggal, apakah dosa syirik nya di ampuni ?
Afwan jika pertanyaan nya terlalu banyak. Jzklh khair atas jawaban Ust, krn hal tsb sangat mengusik hati saya.

Wassalaamu'alaykum Wr Wb.
Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.
Siapapun yang pernah berbuat dosa, termasuk di dalamnya melakukan praktek mistik yang dilarang oleh agama, cukup baginya melakukan tobat nasuha.
Yang dimaksud dengan tobat nasuha adalah tobat yang memenuhi tiga unsur:

1. Harus ada penyesalan yang sangat mendalam terhadap perbuatan dosa yang dilakukan.
2. Perbuatan dosa tersebut harus segera ditinggalkan.
3. Harus ada tekad untuk tidak kembali kepada perbuatan dosa tersebut.

Jika ketiga syarat tersebut dipenuhi maka mudah-mudahan tobat tersebut diterima oleh Allah sebesar apapun dosa Anda. Allah sendiri menyebutkan dalam Alquran, "Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Allah Maha mengampuni semua dosa. Dia Maha Maha Pengampun dan Maha penyayang." (az-Zumar: 53)

Dalam sebuah hadis juga disebutkan ada seseorang yang pernah membunuh seratus jiwa. Namun karena ia telah bertekad bulat untuk bertobat, meski belum sempat melakukan amal kebaikan, Allah menerima tobatnya. lantaran ia telah lebih dekat ke negeri tempat untuk tobat.

Demikian Allah Maha pengampun dan Maha Penyayang. karena itu, bertobatlah segera dari dosa dan maksiat yang pernah kita lakukan. Bukalah lembaran baru dalam kehidupan ini selagi Allah masih memberikan peluang dan kesempatan kepada kita. Janganlah Anda mengulangi semua perbuatan yang tidak berguna dan hanya mendatangkan malapetaka itu.

Tobat nasuha tadi akan menjadi lengkap dan sempurna, manakala kita setelah itu melakukan banyak amal salih.
Lalu, kalau dampak dari perbuatan mistiknya masih terasa, entah lewat gangguan dan sebagainya, maka bisa dengan membaca zikir dan doa pengusir setan secara mandiri. Atau, meminta ruqyah kepada orang yang dianggap bisa membantu.

Wallahu a'lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb.







buku mujarobat yang menyesatkan

Pertanyaan sebuah buku yg laris manis dipasaran dan sudah cukup lama beredar, berjudul "Mujarobat". Berisi mulai dari tata cara sholat, doa2,bahkan hingga ramalan dan jimat2 yg setahu sy ramalan dan jimat2 sangat dilarang oleh islam.
mohon penjelasan, karena sy rasa buku tersebut sengaja dibuat untuk mencemarkan aqidah umat islam.

Terimakasih..
Jawaban Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Di dalam Al-Quran Al-Karim sendiri memang ada keterangan tentang Al-Quran Al-Karim yang menjadi penyembuh.

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.(QS. Yunus : 57)

Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS. Al-Isra? : 82)

? Katakanlah: "Al Quraan itu adalah petunjuk dan penawar (penyembuh) bagi orang-orang mu'min. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quraan itu suatu kegelapan bagi mereka . Mereka itu adalah yang dipanggil dari tempat yang jauh".(QS. Fushshilat : 44)

Namun dalam penerapannya agar Al-Quran Al-Karim bisa juga berfungsi sebagai penyembuh, haruslah kita mengikuti metode yang masyru' serta telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Karena bila tidak, yang terjadi bisa jadi malah sebuah penghinaan dan ketidak-sopanan atas ayat-ayat Al-Quran Al-Karim itu sendiri.

Ada beberapa ayat tertentu yang oleh Rasulullah SAW diajarkan untuk dibaca manakala seseorang tertimpa sihir atau gangguan syetan. Begitu juga bisa merasa diri selalu was-was dan tertkan. Namun baik pilihan ayat maupun metode membacanya harus selaras dengan petunjuk dari Rasulullah SAW.

Sedangkan metode dengan menulis ayat-ayat Al-Quran Al-Karim dengan cara yang salah, terputus-putus, terbalik atau sengaja dibuat salah, semua praktek itu tidak lain adalah tipu daya syetan yang memperdaya kebodohan umat Islam. Padahal yang dilakukan tidak lain sebuah penghinaan terhadap ayat-ayaat yang mulia itu.

Bahkan sebagian dukun ada yang menulis ayat Al-Quran Al-Karim dengan darah wanita yang haidh, atau meletakkan di telapak kaki, atau ditulis pada sepatu kuda (ladam) atau pada benda-benda yang tidak terhormat. Semua itu selain berdosa karena menghina ayat Al-Quran Al-Karim, juga merupakan perbuatan syirik karena mengantungkan diri kepada tulisan-tulisan itu. Seolah-olah bukan Allah SWT yang menjadi tempat meminta, tetapi kepada tulisan-tulisan itu.

Apalagi bila seorang yang mengantungi tulisan itu merasa bisa jadi kebal dan tidak mempan dibacok, atau bisa menghilang dan berjalan di atas air atau berbagai keajaiban lainnya, maka semua itu adalah kerjaan syetan yang ikut bermain dan menipu, padahal saat itu orang itu sudah melakukan tindakan syirik dan sekaligus menghina Allah SWT dan kalam-Nya.

Kitab semacam mujarrobat dan yang sejenisnya memang kitab yang sesat dan menyesatkan. Karena tidak ada dasar masyru'iyahnya baik dari tafsir Al-Quran Al-Karim maupun hadits Rasulullah SAW. Kitab itu ditulis oleh mereka yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya, sebagiannya lagi malah anonim alias tidak pernah diketahui pengarangnya. Sehingga tidak bisa diterima kebenaran isinya. Apalagi isinya justru sangat bertentangan dengan aqidah Islamiyah dan ajaran yang lurus dari syariat Islam.

Sebaiknya seorang muslim menghindari praktek seperti itu agar aqidahnya bisa terjaga dan baik. Dan kita semua punya kewajiban untuk memberikan penjelasan yang sejals-jelasnya kepada khalayak umat Islam atas penyimpangan seperti ini dan mengarahkan mereka untuk kembali kepada praktek yang sesuai dengan syariat Islam.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar