Selasa, 28 Februari 2012

KONSULTASI SYARIAH

Tanya Jodoh Kepada Orang Pintar


Pertanyaan:

Beberapa hari yang lalu saya datang ke orang yang diaangap "pintar" karena terbukti apa yang dikatakannya selalu benar, lalu saya tanyakan apakah saya dengan kekasih saya sekarang berjodoh? Beliau mengatakan bahwa kami berdua tidak berjodoh, terus terang saya cukup terpukul, pertama karena takut kalau apa yang dikatakannya adalah benar. Kedua dan ini sebenarnya yang lebih saya takuti Saya takut kalo apa yang telah saya lakukan adalah musryik. Yang ingin saya tanyakan Apakah saya harus mempercayai apa yang dikatakannya? Soalnya sering sekali ditemukan kebenaran dari apa yang dikatakannya. Bahkan beliau mampu menebak semua sifat yang kita punya tanpa ada yang memberitahu (kita belum pernah ato kenal sebelumnya) Mohon bantuaannya. Saya sangat bingung.

Jawaban:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Apa yang anda lakukan sebenarnya sudah salah sejak awalnya. Karena ‘orang pintar’ yang anda sebut itu tidak lain adalah ‘‘Arraaf’, yang bila kita terjemahkan artinya adalah tukang tenung atau peramal. Sedangkan istilahnya di komunitas kita bisa bermacam-macam seperti paranormal, orang pintar, orang pandai, indera keenam dan macam-macam lagi. Tapi intinya hanya satu yaitu peramal atau tukang tenung. Rasulullah SAW sejak dini sudah mewanti-wanti para shahabat dan juga seluruh umat Islam untuk menghidari dan tidak bertanya kepada ‘arraaf. Karena selain lebih banyak bohongnya, mereka itu sebenarnya bersahabat dengan jin dengan imbalan kekufuran. Barangkali anda bertanya, ”tapi kok ramalan mereka banyak yang benar?” Memang bisa saja ada satu dua ramalan yang benar.

Secara syar‘i bisa diterangkan sebagai beikut: Jin dan syetan sejak dahulu menggunakan berita dari langit untuk memberi sugesti pada manusia untuk bisa meramal. Dan hal itu memang terjadi sebelum diutusnya Rasulullah SAW menjadi Rasul terakhir. Para jin dan syetan sering naik ke langit untuk mencuri-dengar berita-berita tentang taqdir yang akan terjadi. Berita ini lantas dijadikan komoditas yang akan dijual kepada para kekasih mereka yaitu tukang sihir dan ahli nujum. Hanya saja sifat khas mereka tetap ada, yaitu berita itu dikemas ulang dan ditambahi dengan seribu kebohongan barulah diberikan kepada para tukang sihir itu. Untuk itu, mereka akan menerima imbalan luar biasa berupa pengbdian dan penyembahan dari tukang sihir. Bahkan mereka minta segala macam bentuk dosa dan kedurhakaan, seperti nyawa manusia, dosa zina, dosa syirik dan sejenisnya.

Sehingga bila ada ramalan dari tukang sihir atau tukang tenung yang sepertinya kok benar, itulah keterangan syariatnya. Memang ada satu dua poin berita dari langit yang berhasil mereka curi dan dijual kepada tukang sihir. Namun selain sudah dikemas ulang dengan sekian banyak kebohongan, Allah sudah mengancam bahwa siapapun yang datang kepada tukang tenung atau peramal, maka telah kafir. Dari Abu Hurairoh RA dari Nabi SAW, beliau bersabda:”Barang siapa yang mendatangi tukang tenung lalu membenarkan apa yang dikatakannya maka ia telah mengkufuri apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW.” (HR Abu Daud, Bukhori, Ahmad dan Tirmidzy) Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, kemudian ia bertanya kepadanya tentang sesuatu hal dan membenarkan apa yang dia katakan, maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (HR Muslim 4/1751)

Karena itu semua yang dikatakan ‘orang pintar’ anda itu harus dibuang jauh-jauh. Lakukanlah sesuai dengan pertimbangan rasio normal. Bila anda ingin tahu apakah pilihan anda itu cocok atau tidak, anda bisa melakukan shalat istikharah yang sudah disyariatkan sejak awal. Dengan demikian, maka anda akan terbebas dari syirik. Wallahu A‘lam Bish-Showab, Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.






Dari Mana Istilah Tauhid Hakimiyah?

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb. Apakah tauhid hakimiyah itu? Yang ana tau, ada 3 kelompok tauhid, uluhiyah, rububiyah, serta asma wa sifat. Lalu, bagaimana dengan yang ini? Kategori tersendiri atau penamaan yang bid‘ah? Terimakasih atas jawabannya.

Jawaban:

Assalamu‘alaikum Wr. Wb. Istilah-istilah itu sebenarnya bukanlah istilah yang secara mentah ada dalam Al-Quran ataupun As-Sunnah. Bukan hanya hakimiyah, tetapi juga istilah rububiyyah dan uluhiyah sekalipun tidak disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah. Silahkan buka Al-Quran dan carilah kata “rububiyah” atau “uluhiyah”, pasti anda tidak akan pernah menemukannya. Demikian juga dengan kata “hakimiyah”. Bahkan Al-Quran pun tidak pernah menyebutkan dalam sebuah ayat yang bunyinya bahwa tauhid itu ada tiga macam yaitu rububiyah, uluhiyah dan asma‘ dan sifat. Begitu juga dengan hadits Rasulullah SAW yang matannya seperti itu.

Namun bila pengertiaannya atau intepretasinya seperti itu bisa saja dan mungkin cukup banyak. Semua itu lebih merupakan kesimpulan atas menelaahan yang mendalam dari para ulama. Dalam bahasa lain disebut dengan ijtihad para ulama. Dalam hal ini, para ulama itu bukan hanya satu versi, tetapi ada beberapa versi. Dan sepanjang sejarah Islam yang kini sudah berusia 15 abad, umat Islam punya khazanah ilmu tauhid yang cukup banyak. Meski intinya sama, namun pola memaparannya bisa saja beragam. Versi tauhid rububiyah, uluhiyah dan asma‘ wa sifat adalah versi yang banyak dipakai oleh ulama di hijaz. Antara lain yang terkenal menggunakanya adalah Imam Muhammad bin Abdul Wahhab dengan Kitabuttauhid-nya.

Para pengikut beliau sering mempopulerkan pembagian ini degan istilahnya. Meski intisarinya berasal dari kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW, namun dalam pola penjabaran dan pengklasifikasian, tiap ulama mungkin saja berbeda-beda. Istilah hakimiyah mungkin tidak digunakan oleh Imam Muhammad bin Abdul Wahhab, meski bila kita merunut dalam surat Al-Fatihah, kita mendapati tiga unsur tersebut: Dalam ayat “alhamdulillah rabbil ‘alamin”, kita menemukan unsur rabb atau rububiyah. Dalam ayat “maliki yaumiddin”, kita menemukan unsur kekuasaan Allah atau mulkiyah. Istilah ini idekntik juga dengan hakimiyah. Dan dalam ayat “Iyyaka na‘budu” kita temukan unsur Uluhiyah. Begitu juga dalam surat terakhir An-Naas, kita menemukan tiga unsur tadi secara berurutan. Rububiyah kita temukan dalam ayat”Qul A‘uzu birabbinnas”. Mulikiyah atau hakimiyah kita temukan dalam “Malikin-nas”. Sedangkan uluhiyah kita temukan dalam “Ilahinnas”.

Dari segi aqidah, hakimiyatullah adalah bentuk pengakuan seorang hamba bahwa Allah adalah hakim yang membuat hukum dan undang-undang. Sehingga implementasinya, bertauhid secara hakimiyah adalah mengakui keabsahan hukum Allah itu dan juga usaha untuk menerapkannya dalam kehidupan pribadi dan bernegara. Jadi mengakui hukum Allah bukan sekedar masalah ibadah, namun masuk wilayah aqidah juga.

Wallahu A‘lam Bish-Showab, Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb





Hasan al-Banna dan IM-nya Bidah?

Pertanyaan:

Assalamu‘alaikum Wr. Wb. Ust, yang kami hormati. Pertanyaan ana ustadz, mengapa masih ada juga orang yang membid‘ahkan syaikh hasan al banna dan IMnya. Dimana letak kebid‘ahannya? tolong dijelaskan ust? Trus, ana juga pernah baca bahwa syaikh Qardhawi adalah seorang aqlaniyyin yang mendahulukan akalnya daripada nash, gimana menurut ustadz? Atas penjelasannya kami ucapkan jazakumullah khairan jaza. Wassalamu ‘alaikum wr. Wb.

Jawaban:

Assalamu‘alaikum Wr. Wb. Umumnya tuduhan seperti datang dari mereka yang tidak mengenal para tokoh ini dengan baik. Termasuk tidak mengenal medan dan kondisi sosial dimana mereka itu hidup. Bid‘ah yang sering dituduhkan ke IM biasanya lebih kepada hal-hal yang masih ikhtilaf di kalangan ulama. Misalnya, dalam beberapa hal, IM menggunakan istilah yang banyak digunakan para tokoh thariqat seperti istilah mursyid, naqib, wazhifah dan sebagainya. Padahal, tidak semua praktek thariqat itu salah. Bahkan bila dilaksanakan dalam koridor yang benar, maka hal itu justru merupakan bentuk ibadah mahdhah yang memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Misalnya wirid al-Ma‘tsurat yang sering dikatakaan bid‘ah dan haditsnya tidak shohih. Tetapi bukankan perintah untuk berrzikir dan berdoa kepada Allah itu memang jelas.

Adapun ada hadits yang dianggap tidak mencapai derajat shahih, itu pun masih perlu dikaji lebih lanjut oleh para muhaddits. Katakanlah, para muhaddits sepakat bahwa ada satu atau dua hadits yang tidak mencapai derajat shahih, tapi tidak ada salahnya untuk berdoa dengan lafaz tersebut. Jangankan yang haditsnya dhaif, bahkan yang Cuma karangan manusia saja pun bisa digunakan untuk berdoa. Anda boleh berdoa kepada Allah dengan menggunakan ayat Al-Quran dan Sunnah dan juga boleh dengan lafaz yang anda gubah sendiri. Dalam masalah ini sebenarnya tidak ada larangan. Mengkritik bahwa dalam Al-Ma‘tsurat itu ada hadits tertentu yang tidak shahih, jelas perbuatan yang tidak terpuji. Karena tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang lepas dari cacat dan cela. Tapi kalau dikatakan bahwa orang yang berzikir dengan lafaz-lafaz yang ada di dalamnya sebagai ahli bid‘ah, maka tentu saja sudah kelewat batas. Karena tuduhan sebagai ahli bid‘ah bukan tuduhan sembarangan, karena ganjarannya adalah api neraka. Masak sih sekian juta orang-orang yang shalih harus masuk neraka hanya karena mereka berdoa bukan dengan teks al-Quran dan As-Sunnah. Tentu saja tidak bukan?

Banyak sekali orang yang tidak suka kepada Al-Qaradhawi, baik dari kalangan orang kafir atau pun dari kalangan muslim sendiri. Mazhab yang digunakan Al-Qaradhawi sendiri sebenarnya sudah lumayan bisa diterima oleh semua kalangan. Beliau biasanya mengambil jalan tengah antara yang memudah-mudahkan dan yang bersempit-sempit dalam masalah hukum Islam. Sebagai seorang yang memang telah memiliki level pemahaman fiqih yang cukup tinggi dibanding ulama kontemporer pada umumnya, sebenarnya Al-Qaradhawi sudah bisa dimasukkan ke dalam barisan para mujtahid, meski beliau sendiri menolak hal itu. Sehingga bila beliau memberi ruang pada nalar atau ra‘yu yang sedikit lebih lebar, itu hak beliau. Toh, dalam dunia fiqih, tokoh-tokoh yang memberi ruang gerak pada ra‘yu sudah ada sejak para imam mazhab, bahkan sejak era shahabat nabi.

Keaneka-ragaman mazhab ini bukan hal yang perlu disesali, tetapi justru merupakan kekayaan dan khazanah dunia Islam. Toh ada sekian banyak masalah fiqih yang tidak bisa dipecahkan hanya oleh satu mazhab. Dihari ini, adanya penggunaan beragam metode istimbath yang pernah digunakan oleh para ulama terdahulu justru memberi kontribusi yang sangat besar sekali. Kita harus banyak bersyukur bahwa Allah telah mengaruniai umat ini para ulama dengan beragam manhaj mazhab fiqih masing-masing. Bila Al-Qaradhawi pada hari ini sesekali menggunakan ra‘yu dan sesekali menggunakan dalil naqli sesuai dengan kebutuhan dan maqashidussyariah, adalah hal yang wajar. Ra‘yu yang digunakan Al-Qardawi pun sebenarnya masih dalam koridor fiqih Islam. Bukan sebagaimana yang disangka orang-orang yang dicitrakan seperti filosof materialis yang membuat hukum hanya berdasarkan nafsunya saja.

Penutup: Sebenarnya, munculnya sekian banyak tuduhan kepada para ulama dan tokoh Islam bukanlah hal yang sehat. Dan justru hanya akan mencoreng muka umat sendiri. Manhaj para salafunashshalih pun tidak pernah mengajarkan kita untuk menguhajat, mencaci, memfitnah atau menuduh ahli bid‘ah kepada para tokoh yang integritas dan kredibilatasnya sudah diakui umat. Kalaupun ada pendapat yang tidak disetujui, maka sikapilah dengan sikap seorang ulama yang hakiki, dimana ada semacam adab dan sopan santun dalam berikhtilaf. Kita kan tidak pernah mendenganr imam Ahmad –misalnya- mengkafirkan imam Abu Hanifah lantaran Abu Hanifah sering menggunakan ra‘yu dalam mengistimbath hukum. Tidak pernah terjadi hal itu di masa lalu. Lalu bagaiman mungkin pada hari ini, ada sejumlah orang yang beru sekedar mengerti alif ba ta ilmu Islam, tiba-tiba tampil mengujat para ulama. Sungguh kurang beradab.

Wallahu A‘lam Bish-Showab, Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.





Teori Evolusi Darwin

Pertanyaan:

Bagaimana cara membantah teori evolusi yang merusah akidah? Terimakasih atas jawabannya.

Jawaban:

Assalamu‘alaikum Wr. Wb.

A. Secara naqli: Apa yang dicetuskan oleh Darwin jelas bertentangan dengan semua agama, bukan hanya agama samawi tetapi juga semua jenis agama Al-Quran sudah menjelaskan asal usul manusia yang disebutkan dari keturunan Nabi Adam as. Kitab samawi lainnya pun sepakat bahwa asal manusia adalah Adam. Bukan kera yang berevolusi menjadi manusia.

B. Secara logika:

Sesungguhnya teori evolusi sudah patah sejak Darwin masih hidup. Bahkan Darwin sendiri tidak 100% yakin atas teorinya itu. Dia masih menyisakan tanda tanya besar dalam teorinya itu. Hal itu membutuhkan satu bab pembahasan tersendiri dalam bukunya “the origin of spicies.”
Terkait dengan tanda tanya besar, sebagai contoh adalah dengan tidak pernah ditemukannya fosil makhluk-makhluk yang sedang mengalami evolusi itu sendiri. Belum pernah ditemukan ada fosil kera yang setengah manusia. Kalau pun ada, ternyata itu penuh dengan manipulasi dan kebohongan semata.
Darwin sendiri bukan orang yang punya kapasitas untuk mengajukan teori seperti itu karena dia bukan ahli biologi. Sehingga ini sungguh menggelikan.
Ketika Darwin mencetuskan teorinya, ilmu hayat (biologi) saat itu masih purba. Mereka belum mengenal inti sel apalagi struktur DNA yang sedemikian rumit. Mikrobiologi jelas belum ada yang ternyata menguak mistieri yang paling penting dalam dunia mikro. Seandainya Darwin pada hari ini hidup kembali, pastilah dia akan buru-buru meralat semua teorinya itu karena tak satupun yang sesuai dengan iptek hari ini. Karena ketika kita bicara mikrobiologi, kita akan dapati bahwa ternyata struktur makhluq hidup itu sedemikian kompleks, sehingga amat mustahil dengan sendirinya akan tercipta, apalagi hanya sekedar kebetulan.
Kalaupun teori evolusi itu benar, mengapa kita juga tidak menyaksikan satu saja diantara manusia di jagad ini yang sedang berproses kembali menjadi makhluq lainnya. Kenapa proses ini harus berhenti di manusia saja. Lalu apakah bentuk manusia itu sudah final?
Bila kita cermati secara mendalam, ternyata Darwin para evolusionis ini punya latar belakang yahudi yang memang sejak awal kerjanya hanya ingkar pada Allah semata. Ini adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan. Dimana pun ada yahudi, maka kerusakan dan kehancuran selalu terjadi disitu.

Wallahu A‘lam Bish-Showab, Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.





Sosok Abdul Qodhir Jaelani

Pertanyaan:

Assalamu‘alaikum. Siapakah Syekh Abdul Qodir Jaelani? Dan mengapakah begitu diagungkan oleh sebagian saudara kita?

Jawaban:

Assalamu‘alaikum Wr. Wb. Syekh Abdur Qadir Jaelany adalah adalah imam yang zuhud dari kalangan sufi. Nama lengkap beliau adalah Abdul Qadir bin Abi Sholih Abdulloh bin Janki Duwast bin Abi Abdillah bin Yahya bin Muhammad bin Daud bin Musa bin Abdillah bin Musa al-Hauzy bin Abdulloh al-mahdh bin Al-Hasan al mutsanna bin al-Hasan bin Ali bin Abi Tholib. Al-Jailani dinisbahkan ke sebuah tempat di dekat thobristan yaitu Jiil, atau Jilan atau Kilan. Beliau lahir tahun 471 H di Jiilan dan Kemudian di masa mudanya beliau pergi ke Baghdad dan belajar dari al-Qadhy Abi Sa’d al-Mukhorromy. Beliau pun banyak meriwayatkan hadits dari sejumlah ulama pada masa itu di antaranya; Abu Gholib al-Baqillany dan Abu Muhammad Ja’far as-Sirraj.

Syekh ‘Izuddin bin Abdissalam mengatakan: “tidak ada seorangpun yang karomahnya diriwayatkan secara mutawatir kecuali syekh Abdul Qadir Jiilany.” Syekh Nuruddin asy-Syathonufy al-Muqry mengarang sebuah buku yang menjelaskan tentang siroh dan karamah beliau dalam 3 jilid, dalam buku tersebut dikumpulkan semua berita yang berkaitan dengan syekh baik itu berita yang benar, palsu maupun hanya cerita rekaan. Di antara cerita yang terdapat dalam buku tersebut adalah sebuah kisah yang diriwayatkan dari Musa bin Syekh Abdul Qadir al-Jilany ia berkata: Aku mendengar ayahku bercerita: Pada suatu waktu, ketika aku sedang berada dalam perjalanan di sebuah gurun. Berhari-hari lamanya aku tidak menemukan air, dan aku sangat kehausan. Tiba-tiba ada awan yang melindungiku dan turun darinya setetes air kemudian aku meminumnya dan hilang rasa dahagaku, kemudian aku melihat cahaya terang benderang, tiba-tiba ada suara memanggilku, "Wahai Abdul Qodir, Aku Rabbmu dan Aku telah halalkan segala yang haram kepadamu.” Maka Abdul Qodir berkata: "Pergilah wahai engkau Syetan terkutuk.” Tiba-tiba berubah menjadi gelap dan berasap, kemudian ada suara yang mengucapkan: "Wahai Abdul Qodir, engkau telah selamat dariku (syetan) dengan amalmu dan fiqihmu.”

Demikian sedikit kisah tentang Abdul Qodir. Syekh Abdul Qadir memiliki 49 orang anak, 27 di antaranya adalah laki-laki. Beliaulah yang mendirikan tariqat al-Qadiriyah. Diantara tulisan beliau antara lain kitab Al-Fathu Ar-Rabbani, Al-Ghunyah li Thalibi Thariq Al-Haq dan Futuh Al-Ghaib. Beliau wafat pada tanggal 10 Rabi’ul Akhir tahun 561 H bertepatan dengan 1166 M pada saat usia beliau 90 tahun. Adapun penyebab kenapa begitu banyak orang di jaman sekarang yang mengagungkan beliau, adalah karena beliau termasuk orang yang sholih dan banyak karomahnya. Hanya saja kebanyakan dari mereka bersikap berlebih-lebihan dalam hal tersebut (al-Ghulu) dan menempatkan beliau di atas derajat para Nabi. Tentunya hal tersebut adalah perbuatan yang dilarang. (Tarikhul Islam Lidz-Dzahaby tahun 561-570 H, Siyar A’lam an-Nubala’ 20/439-451)

Wallahu a‘lam bishshowab. Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.





apakah kecelakaan lalulintas adalah termasuk jihad?

Assalamu alaikum WrWb,

Saya pernah mendengar ada 7 jenis meninggal dlm keadaan jihad. apakah apabila seseorang meninggal karena tertabrak mobil termasuk salah satu jihad tersebut?

terima kasih,

Wassalamu alaikum WrWb

Assalamu alaikum wr.wb.

Rasulullah saw memang pernah bersabda ada tujuh golongan yang mati syahid (di luar syahid karena perang di jalan Allah). Yaitu



mati karena penyakit perut
mati tenggelam
mati karena terserang tumor ganas
mati karena penyakit tha’un
mati terbakar
mati karena tertimbun atau terbentur
mati karena melahirkan



Dalam riwayat Muslim ada lima, yaitu: yang terkena wabah penyakit, yang terkena penyakit perut, yang tenggelam, terkena reruntuhan atau benturan, dan yang syahid di jalan Allah.

Dalam hal ini sebagian ulama memandang bahwa mati akibat tertabrak mobil termasuk kategori shahibul hadm (mati karena terkena reruntuhan atau benturan). sehingga ia juga insya Allah tergolong yang mati syahid. Apalagi jika ia sedang dalam perjalanan ibadah atau sedang melakukan tugas mulia.

Namun demikian syahid dengan ketujuh macam di atas dan yang sejenisnya tidak sama dengan syahid di medan perang. Orang yang syahid di luar jihad disebut syahid akhirat di mana mayatnya tetap dimandikan, dikafani, dishalatkan, dan dikebumikan seperti mayat yang mati biasa. adapun yang mati dalam medan jihad mayatnya tidak dimandikan dan tidak dishalatkan. Tapi langsung dikebumukan bersama pakaiannya yang berlumuran darah.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr.wb.





Ciri-Ciri Dan Fitnah Dajjal

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr. Wb. Langsung saja, Apa, siapa, bagaimana pengaruh dajjal itu di akhir zaman nanti? Terimakasih.

Jawaban:

Assalamu‘alaikum Wr. Wb. Dajjal adalah seorang manusia biasa, ia dinamakan demikian karena ia menutupi kebenaran dengan kebathilan atau dikarenakan ia menyembunyikan kekufurannya di hadapan manusia dengan kedustaan dan tipu dayanya terhadap mereka. Ada sejumlah hadits yang menjelaskan tentang sifat-sifat Dajjal

A. Dalam Sahih Bukhori diriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW pernah memberikan khutbah di hadapan para sahabatnya, lalu beliau menyebutkan Dajjal. Beliau bersabda: “Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) picak (bermata sebelah) sedangkan Allah SWT tidaklah picak.” (Sahih Jami’ shogir 3495/ Al-Bany)

B. Dari Ibnu Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Ketika aku sedang tidur aku mengelilingi di Ka’bah..(beliau menyebutkan bahwasanya ia melihat Nabi Isa bin Maryam, kemudian melihat Dajjal dan menyebutkan sifat-sifatnya) Ibnu Umar berkata: Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang besar tubuhnya, berwarna merah, rambutnya pendek, matanya picak, seakan-akan matanya itu buah anggur yang mengambang, Mereka berkata: “Ini adalah Dajjal, manusia yang paing menyerupainya adalah Ibnu Quthn seorang laki-laki dari Bani Khuza’ah (Sahih Bukhori 13/90 dan Muslim 2/237)

C. Dari Nawwas bin Sam’an RA, ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda berkaitan sifat Dajjal: “Dia itu seorang pemuda, rambutnya pendek, matanya mengambang, seakan-akan aku menyerupakannya denga Abdul ‘izz bin Qathn” (Sahih Muslim 18/65) Dan ia dinamakan dengan Masihid Dajjal karena salah satu matanya, yaitu mata kanannya tertutup (picak). Ia akan keluar pada saat kaum muslimin sedang memiliki kekuatan besar dan dia keluar untuk mengalahkan kekuatan tersebut.

D. Tertulis di antara dua matanya “Kaafir” atau “Kafara” sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW: “sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis kaafir” (HR Bukhori 13/91 dan Muslim 18/59) Keluarnya Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat kubro. Sebelum Dajjal keluar, manusia diuji dengan kemarau dan kelaparan, serta tidak turunnya hujan dan matinya pepohonan. Dajjal akan kelur dari arah timur tepatnya dari negri Khurosan atau syihristaan. Kemudia ia akan mengembara ke seluruh penjuru bumi. Ia akan memasuki setiap negeri kecuali Makkah dan Madinah karena para malaikat menjaganya. Dari Abu Bakar ash-Shidiq RA ia berkata: Rasulullah SAW menceritakan kepada kami tentang Dajjal, beliau bersabda: “Dajjal akan keluar dari negeri sebelah timur yang disebut Khurosan” (Tirmidzy 6/495) Dari Fatimah bin Qais RA; Dajjal berkata: “Maka aku keluar dan aku menelusuri seluruh negeri, aku tidak meninggalkan suatu negeri kecuali aku telah tinggal di dalamnya selam 40 hari. Kecuali kota Makkah dan Madinah. Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Setiap kali aku akan memasuki salah satu dari keduanya. Seorang malaikat akan menghalangiku dengan pedang terhunus. Dan di setiap pelosok negri tersebut ada malaikat yang menjaganya” (Shohih Muslim 18/83)

Dan di antara shifat Dajjal adalah ia akan mengaku dirinya sebagai tuhan dan ia akan melakukan hal-hal yang aneh untuk membenarkan pengakuannya dan menarik orang-orang agar menjadi pengikutnya. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mendengar tentang kedatangan Dajjal, hendaklah ia menjauhinya. Demi Alloh sesungguhnya seseorang akan mendatanginya dan ia menyangka bahwa dirinya seorang yang beriman, lalu ia mengikutinya yang dapat menimbulkan berbagai syubuhaat.” (Sahih Jami’ shogir 6301/ Al-Bany) Dalam sejumlah hadits dijelaskan bahwa Dajjal tersebut akan datang sambil membawa neraka dan surga. Surganya adalah neraka, dan nerakanya adalah surga, dan ia memiliki sungai yang penuh dengan air, gunung dari roti. Ia kan menyuruh langit untuk merunkan hujan, mak hujan pun turun dan menyuruh bumi untuk menumbuhkan beraneka macam tumbuhan maka tumbuhlah tanaman tersebut. Dan ia kan menempuh perjalanan dengan cepat, secepat air hujan yang ditiup angin, dan keanehan-keanehan lainnya (HR Muslim 18/65-66)

Wallahu a‘lam bishshowab. Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.






Khodam Nabi Muhammad SAW
Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr. Wb. Teman saya pernah bilang bahwa Nabi Muhammad itu sebenarnya punya khadam (pelayan/teman virtual) yang namanya Al Huda. Saya belum pernah mendengarnya. Untuk itu saya mohon penjelasannya . Terimakasih.

Jawaban:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Cerita itu jelas sangat bohong dan mengada-ada. Karena kalaupun ada, seharusnya kita akan mendapati keterangan itu dalam nash Al-Qur’an ataupun sunnah. Namun semua itu tidak ada dan hanya akal-akalan orang tertentu dengan niatnya. Kalaupun ada yang bertindak sebagai ‘pelayan’, maka dia adalah malaikat Jibril as yang bertugas membawakan wahyu kepada beliau dari Allah SWT. Atau bertugas mengantar beliau naik (mi‘raj) ke langit tujuh. Atau bentuk-bentuk tugas lain yang kesemuanya bukan kehendak Rasulullah SAW sendiri tetapi semua adalah perintah Allah langsung.

Jadi posisinya bukan tuan dan pelayan. Memang terkadang ada diriwayatkan bahwa malaikat menawarkan bantuan kepada Rasulullah SAW untuk menghukum suatu kaum, tapi tawaran itu ditolak oleh Rasulullah SAW bahkan beliau mengharapkan agar anak cucu qaum itu masuk Islam. Jadi kalaupun ‘fasiltas‘ pelayanan itu ada tapi Rasulullah SAW tidak atau jarang menggunakannya bila memang tidak dibutuhkan sekali. Umumnya Rasulullah SAW langsung berdoa kepada Allah dan tidak meminta ini itu kepada jibril as.

Wallahu A‘lam Bish-Showab, Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb.






Hukum Meramal Masa Depan?

Pertanyaan:

Assalamualaikum. Bagaimana hukum orang yang bisa melihat masa depan? (seperti cenayang) Apakah merusak aqidah? Terimakasih atas jawabannya.

Jawaban:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Jin dan syetan sejak dahulu menggunakan berita dari langit untuk memberi sugesti pada manusia untuk bisa meramal. Dan hal itu memang terjadi sebelum diutusnya Rasulullah SAW menjadi Rasul terakhir. Para jin dan syetan sering naik ke langit untuk mencuri dengar berita-berita tentang taqdir yang akan terjadi. Berita ini lantas dijadikan komoditas yang akan dijual kepada para kekasih mereka yaitu tukang sihir dan ahli nujum. Hanya saja sifat khas mereka tetap ada, yaitu berita itu dikemas ulang dan ditambahi dengan seribu kebohongan barulah diberikan kepada para tukang sihir itu.

Untuk itu, mereka akan menerima imbalan luar biasa berupa pengbdian dan penyembahan dari tukang sihir. Bahkan mereka minta segala macam bentuk dosa dan kedurhakaan, seperti nyawa manusia, dosa zina, dosa syirik dan sejenisnya. Sehingga bila ada ramalan dari tukang sihir atau tukang tenung yang sepertinya kok benar, itulah keterangan syariatnya. Memang ada satu dua poin berita dari langit yang berhasil mereka curi dan dijual kepada tukang sihir. Namun selain sudah dikemas ulang dengan sekian banyak kebohongan, Allah sudah mengancam bahwa siapapun yang datang kepada tukang tenung atau peramal, maka telah kafir.

Dari Abu Hurairoh RA dari Nabi SAW, beliau bersabda: ”Barang siapa yang mendatangi tukang tenung lalu membenarkan apa yang dikatakannya maka ia telah mengkufuri apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW.” (HR Abu Daud, Bukhori, Ahmad dan Tirmidzy) Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, kemudian ia bertanya kepadanya tentang sesuatu hal dan membenarkan apa yang dia katakan, maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (HR Muslim 4/1751)

Wallahu A‘lam Bish-Showab, Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.





Imam Mahdi Sama Dengan Nabi Isa As?

Pertanyaan:

Assalamualaikum, langsung saja, pada banyak hadits diutarakan tentang Imam Mahdi yang akan memimpin umat Islam pada masa-masa menjelang kiamat. Begitu pula dengan akan turunnya Nabi Isa as. Untuk memimpin umat Islam dan memerangi dajjal pada akhir zaman. Pertanyaan saya: Apakah yang disebut Imam Mahdi itu adalah Nabi Isa yang akan turun kembali? Atau dua individu yang berbeda? Terima kasih.

Jawaban:

Assalamu‘alaikum Wr. Wb. Nabi Isa dan imam mahdi adalah dua makhluq yang berbeda. Meski sama-sama akan turun di akhir zaman. Nabi Isa akan menjadi seorang muslim biasa tanpa jabatan kenabian. Karena memang tidak ada lagi nabi setelah kerasulan Muhammad SAW. Beliau akan bersama-sama dengan umat Islam merobohkan patung salib dan bunda maria, membunuh babi dan menghancurkan khamar. Beliau akan shalat bersama dengan umat Islam. Berkitab suci Al-Quran, mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat menghadap ka‘bah, puasa Ramadhan, berhaji ke Mekkah dan menjalankan syariat Islam yang kita terapkan saat itu.

Diantara tanda-tanda datangnya hari kiamat kubro adalah turunnya Nabi Isa as. Beliau akan menjadi muslimin atau bagian dari umat Islam, menghancurkan salib dan menghancurkan berhala. Karena risalah yang beliau bawa adalah risalah yang bersumber dari Allah juga. Semua keterangan itu kita dapatkan dari hadits-hatis Rasulullah yang sampai kepada kita, antara lain: Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, Nyaris akan turun kepada kalian putera Maryam (Nabi Isa as) menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib dan membunuh babi dan memungut jizyah dan memenuhi harta..( HR Muslim dalam kitab Iman bab turunnya Isa) Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu pemimpin umat Islam saat itu berkata kepada Nabi Isa, ”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami.” Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi pemimpin di antara kalian sendiri.” Sebagai bentuk pemuliaan Allah atas umat ini, Rasulullah SAW bersabda, ”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40 tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi)

Begitu juga dengan imam Mahdi yang akan datang di akhir zaman. Dalam pandangan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah, Al-Mahdi dikenal melalui hadits-hadits yang shohih dan hasan yang telah diakui validitasnya oleh jumhur umat Islam. Ada banyak hadits yang menerangkan sosok Al-Mahdi itu dan merupakan kewajiban kita untuk mempercayainya sesuai dengan apa yang kita terima dari Rasulullah SAW, tanpa menafsirkan, mentakwilkan atau menolaknya. Al-Mahdi menurut hadits-hadits yang kita terima adalah sosok manusia yang Allah akan turunkan di akhir zaman, meksi tidak ada riwayat yang memastikan kapan kejadian itu. Selain itu, dijelaskan bahwa beliau adalah merupakan ahli bait Rasulullah SAW. Untuk memastikan apakah dia benar Al-Mahdi yang dimaksud, ada ciri-ciri yang telah disebutkan, yang paling penting diantaranya adalah bahwa beliau akan mengisi bumi ini dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan kerusakan.

Diantara hadits itu antara lain: Dari Ibnu Mas‘ud ra bahwa Rasulullah SAW bersabda “Bila tidak kekal dunia ini kecuali sehari saja, maka Allah akan panjangkan hari itu hingga Dia mengutus seseorang dari aku atau dari ahli baitku, namanya sesuai dengan namaku dan nama ayahnya sesuai dengan nama ayahku. Dia akan memenuhi dunia dengan keadilan dan qisth sebagaimana dunia ini sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan al-Juur. (HR. At-Tirmizy dalam kitab Fitan dan haditsnya hasan shahih). Dijelaskan bahwa kedatangan Al-Mahdi ini sebelum turunnya Nabi Isa as. Yang akan memberi petunjuk kepada banyak manusia dan menegakkan hujjah Allah SWT. Untuk lebih dalamnya pembahasan ini, silahkan merujuk pada kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir.

Wallahu a‘lam bis-shawab. Waassalamu ‘alaikum Wr. Wb.






Tentang Arwah Penasaran

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr. Wb. Ustadz, Mohon penjelasannya mengenai arwah penasaran. Sepengetahuan saya yang sangat terbatas, alam kubur adalah dimensi yang total terpisah dengan alam dunia, dihuni oleh semua yang telah meninggal dengan cara apapun. Tidaklah mungkin penghuni alam kubur berkelana ke alam fana tanpa seijin AllahSWT, apalagi kalau seperti banyak dikisahkan bahwa mereka adalah kaum yang meninggal sebelum waktunya. Apakah dimungkinkan seseorang meninggal sebelum waktunya ataukah penampakan itu hanya tipu muslihat kaum jin kharin yang bermaksud menggoda keimanan kita. Terima kasih. Wassalam. Wr. Wb.

Jawaban:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Arwah adalah bentuk jama‘ dari ruh. Apabila ruh seseorang dicabut meninggalkan jasadnya, maka ruh itu dipanggil mengahadap Allah SWT untuk mempertanggung-jawabkan amalnya selama di dunia. Dalam banyak riwayat dikabarkan bahwa ketika para pengantar jenazah meninggalkan kuburan, ruh mayat itu masih bisa mendengar suara sandal mereka meninggalkan kuburan. Proses selanjutnya adalah ruh itu di alam kubur menghadapi pertanyaan malaikat. Dan apabila hasilnya bagus, maka alam kuburnya dibuat menjadi indah dan menyenangkan. Dan begitu juga sebaliknya.

Namun tidak ada riwayat yang mengatakan bahwa ruh itu kembali ke alam dunia dan berinteraksi dengan manusia yang masih hidup. Apalagi gentayangan dan membalas dendam seperti di film horor. Semua itu hanya karangan belaka. Kalaupun ada, maka tidak lain adalah jin yang merupakan makhluq Allah juga menyamar menyerupai orang yang sudah mati. Oleh jin, suasana itu lalu didramatisir sedemikian rupa untuk menakut-nakuti orang. Intinya agar orang-orang itu percaya dan memberikan sesajen, sesembahan atau apapun yang dimintanya. Jin mampu berubah wujud, namun tidak sempurna seperti malaikat yang mampu berubah wujud dengan bentuk yang sangat sempurna.

Dalam riwayat hadits disebutkan ketika Jibril as mendatangai Rasulullah SAW dan para shahabatnya dengan menyerupai manusia, rambutnya sangat hitam dan bajunya sangat putih, wajahnya berseri dan tidak nampak datang dari perjalanan jauh. Padahal dia bukan orang setempat dan tidak seorangpun mengenalnya. Dalam kisah Nabi Yusuf, para wanita Mesir yang terkesima dengan wajah Nabi Yusuf berkomntar bahwa dia bukan manusia, tetapi adalah malaikat. Artinya, malaikat memang punya kemampuan berwujud manusia dengan bentuk yang sangat sempurna. Jin memang punya kemampuan melakukan perubahan wujud meski tidak pernah bisa sempurna.

Karena itu dari cerita yang sering kita dengar, penampilan ‘hantu’ selalu menyeramkan, mungkin tidak berkepala, tidak berkaki atau gosong sebelah dan sebagainya. Ujung-ujungnya jelas perbuatan musyrik. Ini adalah kerja favorit bangsa jin yang kafir. Menyesatkan dan menjerumuskan manusia ke dalam kemusyrikan. Memang terdapat keterangan bahwa ruh yang telah berpisah dari jasad itu selama di alam kubur menunggu hari kiamat akan dapat menyaksikan keluarganya di alam nyata ini. Bahkan mereka akan ikut bergembira bila keluarganya itu berbuat kebajikan dan akan bersedih bila melakukan kejahatan dan kemungkaran.

Wallahu A‘lam Bish-Showab, Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb.





Model Training Dengan Metode Penyucian Otak

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya dengan penyucian otak di kajian kajian islam? (daurah) Contohnya mengosongkan pikiran para peserta dan mengisinya dengan aqidah seperti yang pernah dilakukan HMI, satu hari tidak percaya tuhan karena di tanyai dengan pembenturan kemudian baru diisi atau juga di suruh berdiri diatas meja dan ditanyai sampai cape, dan juga saya belum pernah menemukan di sirah rasul melakukan itu, apakah itu aktifitas yang kurang mengikuti sunnah? Yang saya mengerti rasul memberikan ajakan dan pilihan kepada ummat bukan pemaksaan secara secara brain washing. Dan apakah materi syahadatain itu seperti brain washing juga?

Jawaban:

Assalamu‘alaikum Wr. Wb. Memang pola training seperti itu sempat berkembang dan menjadi trend di kalangan mahasiswa, pelajar dan pemuda. Dilihat dari efek shok terapi-nya, memang kelihatannya meyakinkan. Apalagi bila mengacu pada metodenya yang sejak awal menafikah nilai-nilai yang pernah ada dan hanya menggunakan otak/akal/nalar/logika semata. Training itu jadi kelihatan semakin ilmiyah. Dalam dunia materialis, pendekatan nalar memang sering lebih diutamakan ketimbang mitos-mitos. Apalagi bila mengingat bahwa kebanyakan anak didik kita sudah lebih dahulu kenyang dengan metode pendidikan yang materialistis yang bila dikupas lebih jauh sebenarnya anti tuhan. Paling tidak dalam buku pelajaran eksak sekolah umum, kita tidak pernah menemukan bahwa kesimpulan pelajaran itu adalah wujudnya Allah. Tetapi yang mereka kibarkan adalah hukum alam, keseimbangan ekosistem, evolusi dan seterusnya.

Lalu ketika ikut training seperti ini, dengan tetap mengacu kepada teori-teori logika dan eksak, mereka malah bisa menemukan tuhan walaupun awalnya mereka dibawa dulu untuk menafikannya. Namun, setiap metode pasti ada celahnya. Meski kelihatan menarik terutama untuk kalangan intelek, metode ini meninggalkan lubang menganga yang cukup parah. Bagaimana itu terjadi?

1. Kenyataan sejarah Meski ateisme dan materialisme itu pada hari ini sedang mendominasi dunia, tetapi bila kita jujur pada sejarah, kita akan menemukan kenyataan bahwa ateisme itu bukan sesuatu yang perlu diperhitungkan. Kita mungkin menemukan peradaban bahuela yang tidak mengenal seni, kemanusiaan, liar dan buas. Tapi kita belum pernah menemukan sebuah komunitas masyarakat yang tidak mengenal tuhan, apapun nama dan wujudnya. Sepurba apapun suku terasing itu, para sejarawan pasti dengan mudah mengenali bahwa komunitas itu memiliki tuhan yang mereka sembah. Kalaupun di abad 20 ada gerakan ateisme yang bercampur dengan komunisme materialis, maka usianya pun tidak lama. Revolusi Bolsevic tahun 1917 itu hanya berujung pada runtuhnya USSR di akhir tahun 80-an oleh Glassnot dan Prestroika. Karena itulah barangkali Al-Quran sebagai kitab suci sepanjang masa sama sekali tidak menyebutkan fenomena ateisme, karena memang sepanjang sejarah, tidak ada masyarakat yang tidak bertuhan. Yang ada sebaliknya, mereka kenal tuhan dan bertemu nabi serta diberikan kitab suci, tapi mereka ingkar dan berpaling. Itulah yang terjadi sepanjang riwayat manusia di atas kerak bumi. Kembali kepada metode training tadi, sebenarnya kita tidak perlu melewati jalan berpikir orang ateis untuk sekedar melawan argumentasi mereka. Tampilkan saja fakta sejarah seperti ini dengan data yang akurat. Tegaskan bahwa teori materialisme dan ateisme itu sebenarnya sudah tumbang sejak lama. Apalagi teori Darwin dengan evolusinya yang sejak awal sudah goyah karena Darwinnya sendiri pun tidak terlalu yakin dengan teorinya.

2. Resiko Metode training ini beresiko besar sekali. Karena pada babak pertama para peserta dikosong dari semua nilai termasuk percaya pada adanya tuhan. Secara syar‘I sebenarnya saat itu para peserta sudah kafir, karena tidak beriman kepada Allah, Rasul, Malaikat, Kitab, Kiamat dan Taqdir. Ke-enam rukun iman itu semuanya dipungkiri. Meski hanya untuk sementara, tapi jeda waktu itu sudah cukup untuk menjadi batas kafir dan islam. Orang yang murtad dalam hukum Islam terikat dengan hukum-hukum berikut:

a. Orang murtad dengan sengaja maka wajib harus dibunuh setelah diminta untuk tobat. b. Bila beristri maka otomatis harus dicerai/dipisah secara paksa. c. Bila menjadi ahli waris maka tidak berhak mendapatkan warisan dari orang tua yang muslim d. Bila memiliki anak wanita, maka dia tidak bisa menjadi wali bagi anak gadisnya yang muslimah. Resiko yang lebih parah adalah apabila ketika saat pengosongan itu ternyata ada peserta yang keluar area entah karena sakit, pulang atau malah gila. Sehingga dia tetap dalam kekafirannya dan tidak bisa diisi lagi dengan doktrin kedua yang berfungsi untuk mengisi lagi keimanan. Sehingga tatacara seperti ini haram hukumnya karena:

Bukan pola yang pernah diajarkan para Nabi dan juga para ulama. Karena tidak ada dalam sejarah mereka itu menggunakan metode pengosongan dahulu lalu diisi.
Metode itu melalui proses pemurtadan yang berimbas kepada kekufuran.
Meski hanya sejenak, resiko tidak terisi kembali karena berbagai hal. Dan siapa yang bisa menjamin bila peserta itu masih hidup sampai sesi terakhir?
Apakah metode ini pernah melahirkan generasi yang imannnya melebihi muslimin umumnya dan tetap kuat sehingga tidak pernah goyah meski harus menghadapi ujian dan siksaan secara pisik seperti yang pernah dialami oleh para ulama seperti Imam Ahmad, Imam Ibnu Taymiyah, Hasan Al-Banna, Sayyid Qutub dan lainnya?

Wallahu A‘lam Bish-Showab, Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb.






Menceraikan istri

Assalamualaikum ustadz,,

Saya seorang 21tahun yang punya usaha kecil2an. yang menilkah muda karena terus terang istri saya hamil terlebih dahulu, istri saya 20tahun dan anak saya sekarang berumur hampir 2 tahun. sekarang masih kuliah karena tuntutan orang tuanya,, dia sehari2nya di asrama. pulang hanya hari jum'at sabtu dan minggu sore balik ke asrama. saya pernah merasa tersakiti beberapa kali. pertama dia dulu pernah menjalin teman dekat dengan seorang polisi dan tanpa sepengtahuan saya pernah mendatangi sang laki2 ke asrama polisi. kedua dia pernah menjalin hubungan dengan seorang duda kaya, karna jarang bertemu juga saya tidak tau dia dapat barang2 mewah itu dari mana. dia beralasan itu dari orang tuanya. kedua masalah itu pernah membuat kami hampir bercerai. tapi alhamdulillah kami masih bisa pertahankan. istri saya terus terang kurang baik hubunganya dengan ibu saya. ibu saya selalu sedih ketika istri saya hendak keluar rumah tanpa pamit. saya berusaha menjadi penengah dan alhamdulillah ibu saya bisa mengerti dan istri saya sudah mulai mau cium tangan ibu saya seperti apa yang saya lakukan pada mertua saya. hari jumat lalu dia dia ga pulang karna ada urusan kuliah. sabtu pulang dan minta izin saya untuk dia tidur dirumah orang tuanya. minggu pagi dia minta izin untuk mengajak keluar anak saya bersama keluarganya karna saya tidak bisa karna harus bekerja. minggu siang dia pulang dan dia bilang harus cepat2 karna akan berangkat praktek keluar kota. tidak ada 10 menit hanya mengembalikan anak saya kepada saya. saya sebenarnya masih rindu tapi saya harus bisa mgerti. dia pulang kerumah orangtuanya pukul 14.00 dan setelah dia pamit. tiba2 perasaan saya yang sudah tidak enak berubah jadi tidak karu2an. tanpa pikir panjang, pkl 14.30 saya telfon dia dan ternyata dia berada dirumah temennya laki2 dengan alasan menjenguk karna dia lagi sakit. saya otomatis meradang karna dia tidak bilang sebelumnya. sakit hati mendalam membuat kami bertengkar dan saya merasa sudah tidak cocok. saya tolong minta penerangannya,, apakah saya boleh menceraikannya atau mungkin saya harus berpikir ulang. NB : saya seorang muslim dan sholat saya masih dibawah standart. dalam artian saya masih belum bisa setiap hari 5 waktu. apakah mungkin cobaan ini karna saya yang kurang dekat dengan ALLAH SWT. Saya minta bimbingannya ustadz,
Wassalamualaikum. Wr. Wb..



Assalamu alaikum wr.wb.

Kami ikut prihatin dengan kondisi yang Anda hadapi saat ini. Semoga Allah memberikan kesabaran dan jalan keluar terbaik.

Sikap yang bisa Anda lakukan dalam menghadapi kondisi di atas adalah sebagai berikut:

1. Perbaiki dan tingkatkan hubungan dengan Allah dengan cara melaksanakan berbagai kewajiban dan menjauhkan segala larangan. Sebab kedekatan dan ketakwaan kita kepada Allah bisa menjadi sebab datangnya solusi terbaik. dengan kata lain Allah akan membantu kesulitan dan berbagai problem yang kita hadapi.

2. Upayakan untuk berkomunikasi dengan isteri secara baik-baik. Berikan nasihat padanya mengenai bagaimana sebetulnya hak dan kewajiban suami isteri yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak. Perlu diketahui bahwa berkenaan dengan isteri, tugas utamanya adalah di rumah untuk melayani kebutuhan suami dan anak-anak. ia boleh keluar jika kewajibannya telah terpenuhi, jika mendapat ijin suami, serta keluar untuk sesuatu yang diperbolehkan syariat. namun jika tidak, maka selama ia keluar rumah tanpa ijin suami bahkan dengan murka suami maka laknat malaikat akan bersamanya sebagaimana bunyi hadist Nabi saw.

3. Upayakan untuk menunjukkan akhlak dan perhatian kepada isteri. Barangkali ia sering keluar karena kurang mendapat perhatian yang ckup dari Anda.

4. jika masih tidak ada perubahan, Anda bisa mengajak isteri untuk berkonsultasi dan meminta nasihat orang bjak dan mengerti agama.Iringi ikhtiyar dan usaha Anda tersebut dengan doa kepada Allah Swt.

5. Apabila semua cara sdh dilakukan namun kondisinya malah bertambah buruk, cerai menjadi solusi terbaik meskipun pahit dengan harapan Anda mendapatkan pengganti yang lebih baik.

Semoga Anda sekeluarga diberikan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin.

Wassalamu alaikum wr.wb.





Tanya Barang Yang Dicuri Kepada Orang Pintar

Pertanyaan:

Bolehkah bertanya kepada orang sepuh dan ‘alim untuk menunjukkan cara menemukan barang berharga yang dicuri? Petunjuk biasanya diberikan dalam bentuk doa. Trims.

Jawaban:

Assalamu‘alaikum Wr. Wb. Bila kita melihat dari kacamata hukum Islam tentang bab pencurian, maka informasi yang berasal dari dunia ghaib seperti mimpi, wangsit, isyarat, firasat dan yang sejenisnya tidak bisa dijadikan dasar dari tuduhan atas pencurian yang dilakukan. Sebaliknya, dasar yang bisa diterima persaksian, pengakuan pelaku dan pembuktian dengan metode ilmiyah lainnya seperti sidik jari dan seterusnya. Sedangkan bila dilihat dari kacamata aqidah, maka meminta petunjuk dari alam metafisika seperti itu sangat erat praktek syirik kepada Allah. Karena umumnya hal itu dilakukan oleh paranormal yang lebih sering meminta bantuan jin. Padahal jin itu tidak menambahkan apa-apa kecuali kekafiran. Karena meski kelihatannya jin itu mau menuruti kemauan manusia sebagai ‘tuannya’, pada hakekatnya justru manusia itu sendiri yang sedang dijerat oleh jin untuk dibawa ke dalam kesesatan.

Memang benar bahwa Jin itu ada yang muslim dan kafir. Tetapi bila ada jin mengaku muslim, tidak otomatis dia adalah muslim yang sholeh. Perhatikan firman Allah: “Dan sesungguhnya diantara kami ada yang saleh dan diantara kami ada yang tidak demikian halnya, adalah kami menempuh jalan yang berbeda.” (QS. Al-Jinn: 11) Apabila jin itu muslim, maka dia tidak pernah diperintah oleh Allah untuk ‘mengabdi’ kepada manusia. Karena jin adalah makhluk yang mukallaf, mereka wajib beriman kepada Allah serta beribadah sesuai dengan syariat Nabi Muhammad SAW. Jadi buat apa jin itu memberi informasi tentang pencuri, sementara dalam hukum Islam, pembuktian pencuarian itu tidak pernah memberi celah kepada informasi dari jin. Sedangkan Rasulullah SAW sendiri sebagai Nabi bagi mereka juga, tidak pernah memanfaatkan ‘fasilitas’ muridnya dari bangsa jin demi membela perjuangan umat Islam. Pada setiap jihad yang beliau lakukan, tidak pernah diriwayatkan bahwa beliau meminta para jin untuk berpartisipasi. Karena para jin sudah punya tugas dan alam sendiri. Dan apabila jin itu kafir, tentu saja mereka punya kepentingan tertentu dengan berpura-pura mau dipelihara oleh manusia dan memberi informasi yang sekilas kelihatannya benar, tetapi bila dicermati lebih jauh ternyata penuh dengan tipu daya. Bahkan menggiring manusia untuk saling bermusuhan dan menumpahkan darah akibat fitnah yang mereka hembuskan.

Jadi paranormal itulah yang sedang ‘digarap’ oleh para jin. Dalam proses itu, bisa saja para jin itu berakting seolah-olah mereka memberi informasi yang benar, padahal mereka telah menyiapkan rencana dan langkah-langkah licik untuk menyeret ‘tuannya’ ke dalam kesesatan. Mengenai beragamnya metode pendekatan yang mereka lakukan untuk menyesatkan manusia, Allah berfirman: “Iblis menjawab: Karena Engkau menghukum saya tersesat, saya akan benar-benar menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari kanan dan dari kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati mereka bersyukur (ta’at).” (QS. Al-A’raf: 16-17) Karena itu wajib bagi manusia untuk menghidarkan diri dari tipu daya para jin ini. “Hai anak-anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan, sebagaimana ia telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkannya dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-A’raf: 27)

Ada juga hadits yang berbunyi, Nabi bersabda: “Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia sebagaimana mengalirnya darah, maka aku khawatir bahwa setan akan melontarkan sesuatu ke dalam hati kalian berdua (kejahatan). (HR. Bukhri dan Muslim) Sedangkan bila orang alim itu mengaku tidak menggunakan jin dan hal ghaib, maka kemungkinan besar dia adalah orang yang Allah berikan karamah. Namun perlu diperhatikan bahwa karamah Allah itu tidak diberikan kecuali kepada hamba-Nya yang shalih dan sangat dekat dengan-Nya. Untuk menentukan apakah itu merupakan karamah atau bukan, mudah saja. Kita bisa melihat sejauh mana dia benar-benar menerapkan hukum Allah baik bagi dirinya, keluarganya dan juga masyarakatnya. Karamah itu tidak akan diberikan kepada mereka yang ingkar pada hukum Allah dan perintah Rasulullah SAW serta syariat Islam. Justru kedekatan kepada Allah dan taqwa itu hanya bisa dicapai dengan melaksanakan syariat sebaik-baiknya. Bagaimana mungkin Allah memberikan karamah kepada orang yang menginjak-injak hukum-Nya?

WallahuA‘lam Bish-Showab, Wassalamu‘Alaikum Wr. Wb.




Jumlah Imam 12 Orang

Pertanyaan:

Assalamu’alaikoem ustadz. Saya pernah baca buku bahwa di islam imam besar jumlahnya ada 12 yang nantinya terakhir adalah imam mahdi. Mohon penjelasan mengenai hal ini. Wassalamualaikoem warohmatullahi wabarakatuh.

Jawaban:

Assalamu‘alaikum Wr. Wb. Berbicara tentang konsep imam 12, sebenarnya istilah itu lebih dikenal di kalangan penganut syaih. Meski tidak semua kelompok syiah membernarkan paham ini, karena di dalam tubuh syi‘ah sendiri ada banyak sekte dan pecahan. Namun diantaranya yang paling terkenal adalah Syi‘ah Imamiyah atau Syi‘ah imam 12. Dinamakan demikian barangkali karena konsep 12 imam mereka yang sangat dominan. Kelompok ini meyakini bahwa imam mereka ada 12 dan semuanya memiliki mukjizat seperti Nabi dan telah diberi wasiat dan rahasia ajaran Islam. Sehingga mereka berhak menerangkan ajaran Islam yang orang lain tidak diberitahu menjadi rahasia mereka sendiri. Mereka yakin bahwa para imam itu dititipi ilmu oleh Rasulullah SAW untuk menyempurnakan syariat.

Tidak ada perbedaan antara imam dengan Rasulullah SAW kecuali bahwa Rasulullah SAW menerima wahyu. Para imam itu diyakini berada pada derajat ma‘shum yang tidak mungkin berdosa dan terpelihara dari segala kesalahan, kelalaian serta dosa-dosa baik besar atau kecil. Mereka meyakini bahwa imam mereka yang ke-12 sedang ghaibah (menghilang) ke dalam sebuah gua di Samara (surro man ra‘a), sebuah kota kecil di Iraq dekat sungai Tigris utara Baghdad. Suatu hari nanti imam ke-12 itu akan muncul lagi (roj‘ah). Karena itu sekarang setiap ba‘da maghrib mereka rajin berdiri di pintu gua bahkan menyediakan sebuah kendaraan untuk pergi.

Perbuatan ini terus berlangsung tiap malam. Harapan mereka imam itu akan datang untuk memenuhi keadilan sebagaiman bumi sedang dipenuhi dengan kekejaman dan kezoliman. Imam ke-12 ini juga akan melacak lawan-lawan syiah sepanjang sejarah. Namun paham sesat ini bisa tetap bertahan karena umumnya mereka memiliki senjata andalan. Yaitu TAQIYAH, sebuah siasat untuk berbohong dan menyembunyikan sementara inti ajaran mereka dan identitas aqidah mereka sehingga orang mengira apa yang mereka ajarkan itu sesuai dengan aqidah mereka sebelumnya. Imam Mahdi: Sedangkan imam mahdi, banyak disebutkan dalam sejumlah hadits dimana beliau memang akan datang.

Wallahu A‘lam Bish-Showab, Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar