Senin, 20 Februari 2012

ILMU JIWA

Pikiran Positif Meredakan Rasa Sakit


Orang-orang yang berpikiran positif biasanya lebih menikmati hidup. Akan tetapi, apakah mereka lebih sehat? Jawabannya, iya. Optimisme merupakan sumber penyembuhan, membantu mengurangi sakit dan membantu kita mengatur stres.

Seperti diketahui, tubuh kita sesungguhnya merespons pikiran, emosi, dan perbuatan yang kita lakukan. Karena itulah, harapan yang timbul juga bisa memengaruhi hasil pengobatan yang dilakukan. Efek plasebo membuktikan teori ini. Obat atau terapi plasebo yang tidak mengandung manfaat medis kecuali keyakinan pasien sering kali berdampak menyembuhkan.

Mengubah harapan kita dari negatif menjadi positif berpengaruh besar pada status kesehatan seseorang. Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengundang energi positif menguasai kita.

1. Hentikan semua pembicaraan negatif, seperti bergosip atau mengeluh. Buatlah pernyataan yang positif untuk mendukung pemulihan.

2. Banjiri pikiran Anda dengan afirmasi. Afirmasi adalah kata atau kalimat yang memberikan kekuatan atau pernyataan positif mengenai diri kita, misalnya, “saya orang yang bisa diandalkan” atau “kaki saya kuat dan fleksibel”.

3. Visualisasikan sebuah kondisi yang sehat dan bugar untuk mendukung afirmasi positif.

4. Jangan merasa bersalah. Masih terbuka kesempatan untuk mengurangi efek penyakit karena beberapa penyakit tetap timbul, tak peduli apa yang sudah kita lakukan. Upayakan semua cara sebaik mungkin.

5. Terbukalah pada humor, persahabatan, dan cinta karena hal ini akan meningkatkan kreativitas, mengurangi rasa sakit, dan mempercepat kesembuhan.









Benarkah Stres Merontokkan Rambut?


Jenis stres yang bisa membuat rambut rontok adalah telogon effluvium. Pada kondisi ini, stres, baik fisik maupun emosional, seperti kematian anggota keluarga, kehamilan, menjalani operasi, akan menyebabkan rambut yang sedang tumbuh berada dalam fase beristirahat. Akibatnya, rambut jadi lebih rapuh dan mudah rontok karena hal-hal sederhana seperti menyisir rambut atau keramas.

Menurut Daniel K Hall-Flavin, MD, psikiatri dari Rumah Sakit St Louis, AS, pada sebagian orang, stres yang berat bisa memicu kerontokan rambut yang disebut juga alopecia areeata. Pada kondisi ini, sel darah putih menyerang folikel rambut sehingga rambut berhenti tumbuh.

“Dalam hitungan minggu, rambut akan rontok. Kerontokannya dimulai dari sebagian kecil atau bisa langsung banyak sehingga terlihat botak,” kata Flavin. Selain di bagian kepala, rambut di bagian tubuh lain juga bisa ikut-ikutan rontok.

Untunglah kondisi kerontokan tersebut sifatnya sementara. “Bila masalah yang menyebabkan stres itu sudah hilang maka rambut akan kembali tumbuh,” kata Flavin.









Bahaya Bagi si Malas Mandi

Berapa kali Anda mandi dalam sehari? Atau karena alasan buru-buru, udara dingin, mandi menjadi terasa membebankan. Sebaiknya hilangkan kebiasaan malas mandi karena ada banyak dampak buruk selain bau badan.

Mandi merupakan salah satu kegiatan yang berguna untuk membersihkan kotoran yang melekat di tubuh. Hal yang terlintas di pikiran seseorang adalah badan yang kotor, bau dan dijauhkan dari lingkungan sosial seperti anggota keluarga atau teman-temannya.

Tapi ada keprihatinan yang lebih serius mengenai hal ini yaitu berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, orang yang tidak mandi kemungkinan akan merasa gatal dan banyak kotoran yang melekat di tubuh, hal ini tentu saja meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi.

Banyak orang tidak menyadari, tubuh manusia rata-rata ditutupi oleh sekitar 2 meter kulit yang mengandung 2,6 juta kelenjar keringat yang selalu berkeringat. Selain kelenjar keringat, kulit juga ditumbuhi oleh ribuan rambut-rambut kecil dan halus.

Terdapat dua jenis kelenjar keringat yang ada di seluruh tubuh yaitu eccrine dan apocrine. Keringat yang keluar dari apocrine mengandung protein dan asam lemak yang membuat sesuatu menjadi menebal dan berwarna susu kekuning-kuningan. Kondisi ini juga yang menyebabkan noda di ketiak berwarna kuning. Sehingga jika seseorang tidak mandi, maka lapisan kotoran akan semakin menebal dan membuat kotoran sulit keluar dari tubuh.

Selain itu, orang yang tidak mandi beberapa hari akan menimbulkan bau yang disebabkan oleh bercampurnya antara bakteri dan rambut di kulit dengan hasil metabolisme berupa protein dan asam lemak. Akibat rambut yang melekat lengket oleh keringat akan membuat tubuh lebih kotor dari pada biasanya.

Kuman dan mikroorganisme lain yang berada di kulit akan sangat mudah berkembang biak dengan kondisi tubuh yang lembab. Hal ini bisa menjadi ancaman utama jika kuman tersebut tetap menempel di permukaan kulit, sehingga memudahkan seseorang menderita gatal-gatal atau kurap.

Namun jika kondisi ini lebih parah daripada sekedar gatal-gatal seperti adanya mikroorganisme staphylococcus, maka bisa berakibat fatal terutama jika mikroorganisme ini mencapai aliran darah. Meskipun hal ini sangat jarang terjadi.

Karenanya mandi merupakan salah satu kegiatan yang berguna untuk menjaga kebersihan seseorang. Selain itu ada juga beberapa manfaat kesehatan dari kegiatan mandi ini, yaitu:

Mandi memberikan bantuan energi bagi tubuh.
Air gelombang yang jatuh ke kulit bisa mengeluarkan ion negatif dari tubuh dan menggantinya dengan ion positif yang lebih bermanfaat bagi tubuh.

Mandi bisa berguna sebagai detoksifikasi tubuh.
Tubuh manusia mengandung banyak racun yang berasal dari pestisida makanan atau air yang dikonsumsi. Racun ini tidak akan bisa keluar dari tubuh jika pori-pori kulit tersumbat lemak, minyak atau bahan kimia lain. Dengan mandi, maka senyawa yang menutupi pori-pori kulit akan hilang dan racun ditubuh bisa keluar melalui keringat.

Mandi bisa membuat tubuh menjadi lebih rileks
Pantulan air yang jatuh ke kulit bisa menimbulkan sensasi rileksasi, kondisi ini efektif untuk membantu mengatasi masalah kesehatan mental. Selain itu sebagai langkah yang efektif untuk mengurangi stres dan kecemasaN








Aromaterapi Sesuai Jenis Kulit


Aroma wewangian dengan bahan-bahan alami atau disebut aromaterapi tak cuma menenangkan, tapi juga mampu mengurangi rasa sakit. Selain digunakan untuk minyak memijat atau mandi, sekadar memasang wangi-wangian di sudut rumah sudah bisa memberikan efek relaksasi. Menurut John Kerr, seorang aromaterapis, sebaiknya kita memilih wewangian yang sesuai dengan jenis kulit.

Kulit normal cenderung kering
Sandalwood, camomile, myrrh, neroli, mawar jojoba dan rosewood, frankincese.

Kulit normal cenderung berminyak
Cocok memilih aroma citrus yang fresh, seperti lemon, grapefruit dan jeruk.

Kulit sensitif
Melati, lavender, camomile, neroli, dan petitgrain.
Manfaat wewangian

Bergamot
Mengembalikan tenaga, cocok untuk mereka yang berkulit normal.

Chamomile
Anti peradangan yang baik, menenangkan.

Clary sage
Menggembirakan dan memiliki efek menenangkan untuk yang berkulit berminyak.

Geranium
Menstimulai sirkulasi darah, cocok untuk mereka yang berkulit normal cenderung berminyak.

Melati
Memiliki efek meningkatkan semangat dan berpotensi sebagai aprodisiak.

Lavender
Menenangkan, mengurangi rasa sakit, dan sebagai detoks.

Lemon
Menyegarkan.

Mawar
Mempercepat kesembuhan kulit, cocok untuk yang berkulit kering dan sensitif.

Sandalwood
Meningkatkan keseimbangan dan kejernihan. Cocok untuk yang berkulit kering.








Menonton Kartun Bikin Anak Sulit Konsentrasi


Sering menonton film kartun dengan perubahan adegan yang cepat ternyata dapat merugikan kemampuan balita untuk berkonsentrasi dan memecahkan teka-teki berbasis logika, serta merusak memori jangka pendek mereka, demikain hasil sebuah penelitian di AS menyebutkan.

Riset yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Virginia ini melibatkan 64 anak yang secara acak dibagi dalam tiga kelompok.

Satu kelompok diminta secara khusus menonton sembilan menit kartun SpongeBob SquarePants yang populer, di mana perubahan adegan terjadi pada rata-rata setiap 11 detik.

Kelompok lain mengamati kartun pendidikan dengan perubahan adegan rata-rata setiap 34 detik, sedangkan kelompok terakhir diizinkan untuk menggambar.

Setelah itu anak-anak kemudian diminta untuk menyelesaikan berbagai tes. Yang pertama, tes teka-teki, dan tes yang kedua adalah tes mengikuti petunjuk.

Hasilnya, terlihat kelompok anak yang sebelumnya diminta untuk menonton kartun lebih lambat menyelesaikan berbagai tes, bila dibandingkan dengan kelompok yang menonton kartun yang lambat dan kelompok yang menggambar.

“Percobaan memperlihatkan anak-anak menunjukkan prestasi yang lebih buruk setelah melihat kartun. Bahkan ada temuan yang didukung penelitian lain yang menemukan efek jangka panjang akan fakta negatif ini,” tutup salah satu peneliti Dr Angeline Lillard yang mempublikasikan risetnya dalam jurnal Pediatrics.








Bila Kaki dan Tangan Sering Merasa Dingin


Kaki dan tangan dingin saat berada di ruangan AC atau karena merasa gugup itu sudah biasa. Tapi bila sering merasa kaki dingin padahal tidak berada di tempat dingin atau gugup, bisa jadi itu disebabkan oleh kondisi medis tertentu.

Kaki dan tangan dingin adalah kondisi umum yang dirasakan orang dari berbagai kelompok umur. Tentu, penurunan suhu, stres dan kecemasan yang menyebabkan kaki dingin, tetapi ekstremitas dingin di kaki juga bisa disebabkan karena beberapa kondisi medis.

Dilansir Buzzle, Kamis (9/12/2010), berikut adalah beberapa kondisi medis umum yang bertanggung jawab atas penyebab kaki dingin:

1. Sindrom Raynaud
Sindrom Raynaud adalah gangguan vasospastik, yaitu pembuluh darah terkecil di jari tangan dan kaki mulai mengerut. Hal ini pada gilirannya menyebabkan jari kaki dan tangan menghitamkan dan bahkan kuku berubah rapuh.

Pembuluh darah mulai menyempit bila terkena suhu dingin yang ekstrim atau ketika orang menjadi emosional atau marah. Merokok dan bekerja dengan mesin bergetar kadang-kadang juga sering mengarah pada penyumbatan pembuluh darah.

2. Penyakit Peripheral Vascular
Penyakit peripheral vascular atau Peripheral Vascular Disease (PVD) adalah suatu kondisi yang mana sirkulasi yang buruk terjadi pada kaki dan tangan seseorang.

Ini mungkin terjadi, terutama jika orang menderita diabetes. Arteri yang membawa darah berkonstraksi, sehingga mencegah aliran bebas dari sirkulasi darah berlangsung dan ini pada gilirannya menyebabkan kaki dingin dan bahkan tangan. Meskipun penderita diabetes menderita lebih dari masalah ini, orang-orang non diabetes juga dapat menderita kondisi ini.

3. Radang dingin (Frostbite)
Ini adalah suatu kondisi yang terjadi pada kulit atau jaringan lain akibat dingin dan ini terjadi terutama di bagian-bagian tubuh yang terjauh dari hati. Radang dingin bisa dengan mudah diobati di rumah, tetapi ketika kasus besar radang dingin terjadi, maka perhatian medis segera diperlukan.

4. Hipotiroidisme
Penyebab lain tangan dan kaki dingin adalah hipotiroidisme. Hipotiroidisme adalah ketika kelenjar hormonal seseorang mengeluarkan lebih sedikit hormon.

5. Alergi
Orang yang menderita alergi kronis karena makanan atau karena lingkungan tertentu, adalah penyebab lain kaki terasa dingin.

Saat reaksi alergi, tekanan darah orang terbenam yang selanjutnya mengurangi suhu tubuh, sehingga mengarah ke kaki dingin. Cara terbaik untuk mengatasi ini adalah dengan menghindari makanan yang membuat Anda alergi dan juga mengambil tindakan pencegahan terhadap lingkungan yang membuat Anda merasa dingin.








Berkhayal Bikin Orang Tak Bahagia


Menurut perhitungan para peneliti di Harvard University, seseorang menghabiskan sekitar setengah waktu kerjanya membayangkan masa depan atau memikirkan kejadian yang sudah lampau. Para psikolog yang terlibat dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa waktu berkhayal tersebut tak hanya mengganggu waktu kerja, tetapi juga membuat seseorang secara garis besar tidak bahagia.

Ternyata, seseorang merasa lebih bahagia ketika ia bisa menerima keadaan di masa sekarang. Artinya, tidak memikirkan atau membayangkan dirinya berada di sebuah posisi lain di dunia ini. Para peneliti menemukan bahwa kita bisa menghabiskan 46,9 persen waktu kita untuk berkhayal. Saat ini, tanpa kita sadari, kita membuat diri tidak bahagia dan menekan rasa bahagia.

Sering kali, secara sukarela, kita berkhayal sambil mendengarkan musik, beristirahat, bekerja, atau duduk di hadapan komputer. Namun, saat kita membaca, menonton televisi, dan mengerjakan pekerjaan rumah memiliki efek terhadap aktivitas otak. Penilaian kebahagiaan tertinggi yang dirasakan oleh seseorang justru terjadi ketika sedang berkomunikasi aktif dengan teman-teman. Teori ini juga menjelaskan mengapa banyak orang yang memilih menghabiskan waktu kosong dengan melakukan olahraga ekstrem, mengikuti banyak kegiatan klub, dan berkumpul bersama teman-teman untuk ngobrol.

Untuk studi ini, para periset mengembangkan sebuah aplikasi khusus iPhone, yang mengutarakan tiga pertanyaan acak kepada 2.250 relawan yang tersebar di seluruh dunia. Aplikasi tersebut menanyakan: “Apa yang sedang Anda rasakan saat ini?”, “Apa yang sedang Anda kerjakan saat ini?”, dan “Apakah Anda sedang berkhayal melakukan sesuatu yang berbeda dari yang sedang Anda kerjakan saat ini?”









11 Penyakit Akibat Kelamaan Nonton TV


Sebagian besar masyarakat menghabiskan waktunya dengan menonton televisi di rumah apabila tidak ada kesibukan. Ada yang beranggapan, menghabiskan waktu dengan menonton televisi membuat hidup menjadi lebih berkualitas.

Banyak informasi dan pengetahuan yang dapat diperoleh dari menonton televisi. Tetapi pada kenyataannya, terlalu lama menonton layar kaca justru dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental Anda.

Berikut ini adalah sejumlah penyakit yang mungkin bisa menimpa Anda jika terlalu lama menghabiskan waktu di depan televisi :

1. Risiko sakit jantung

Berdasarkan analisis data yang dikumpulkan selama enam tahun dengan melibatkan 8.800 laki-laki dan perempuan di Australia (usia 25 yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung), peneliti menemukan bahwa setiap satu jam menonton TV dapat meningkat risiko kematian akibat serangan jantung sebesar 18 % dan risiko kematian akibat kanker sebesar 9 %. Ini berarti bahwa orang yang menonton TV lebih dari empat jam memiliki 80 % peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler selama periode waktu 6 tahun dibandingkan orang yang menonton kurang dari 2 jam setiap harinya.

2. Gangguan tidur

Terlalu sering menonton TV dapat mengurangi kadar hormon melatonin di otak yang dapat mempengaruhi ritme alami tubuh sehingga membuat Anda terjaga lebih lama, tidur tidak teratur dan lelah. Berkurangnya level melatonin juga kerap dikaitkan dengan pubertas dini pada anak perempuan.

3. Diabetes

Sebuah studi pada perempuan yang diterbitkan Journal of American Medical Association tahun 2003 menunjukkan, risiko diabetes meningkat sebesar 14 % pada mereka yang menonton TV selama 2 dalam sehari. Penelitian lain juga menemukan bahwa pria yang menonton TV lebih dari 40 jam seminggu, 3 kali lebih berisiko menderita diabetes tipe 2 daripada pria yang menonton TV kurang dari 1 jam setiap minggunya.

4. Obesitas

Menonton televisi terlampau sering membuat otot Anda tidak bergerak. Jika otot-otot Anda tidak aktif dalam jangka waktu yang sangat lama, dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan kenaikan berat badan.

5. Attention Deficit Disorder (ADD)

ADD adalah gangguan pemusatan perhatian/konsentrasi dan sifat impulsif yang tidak sesuai pada umur anak, bahkan beberapa anak dapat menunjukkan sifat hiperaktif. Penelitian di University of Washington Child Health Institute menemukan bahwa pada anak usia 3 (tiga) tahun yang menonton TV dua jam per hari, 20% berisiko memiliki masalah gangguan perhatian pada usia 7 tahun dibandingkan anak-anak tidak menonton televisi.

6. Peningkatan risiko asma

Di Inggris, sebuah penelitian mempelajari kebiasaan menonton TV lebih dari 3.000 anak-anak mulai usia bayi sampai 11 tahun. Hasil penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang menghabiskan 2 jam atau lebih menonton televisi per hari, dua kali lebih berisiko menderita asma.

7. Mindless eating

Banyak orang tidak sadar, bahwa ketika menonton televisi Anda memiliki kesempatan lebih banyak makan dibandingkan saat melakukan kegiatan lain.

8. Memberi efek negatif pada mental

Menonton TV untuk jangka waktu lama memiliki efek negatif pada perkembangan intelektual anak. American Academy of Pediatrics melarang anak-anak dibawah 2 tahun untuk menonton TV dan merekomendasikan pada anak usia diatas 2 tahun untuk tidak menonton TV lebih dari dua jam sehari.

9. Sakit mata

Menonton televisi terlalu banyak buruk bagi mata Anda, terutama ketika menonton televisi di ruangan gelap. Memfokuskan mata Anda terlalu lama pada salah satu objek dapat membuat mata Anda tegang.

10. Perilaku agresif

Anak-anak kecil lebih mungkin untuk menunjukkan perilaku agresif setelah melihat acara TV atau film kekerasan. Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 anak usia 3 tahun menemukan bahwa anak-anak yang terlalu sering menonton TV, secara langsung atau pun tidak, akan berisiko untuk memamerkan perilaku agresif.

11. Kurang sosialisasi

Terlalu sering menonton televisi dapat mengurangi interaksi sosial Anda dengan teman dan keluarga. Hal ini dapat menyebabkan berbagai fobia sosial.








5 Kesalahan dalam Proses Mandi


Sejak dulu mandi dianggap sebagai terapi yang berguna membuat pikiran menjadi rileks serta membersihkan tubuh jika dilakukan dengan benar. Tapi sayangnya beberapa orang justru melakukan kesalahan saat mandi. Apa saja?

Beberapa manfaat mandi lainnya adalah membantu sirkulasi, meringankan stres, menenangkan otot kaki yang sakit serta meringankan radang sakit sendi.

Seperti dikutip dari Sixwise.com ada beberapa kesalahan yang dilakukan sehingga mengurangi atau menghilangkan manfaat dari mandi.

Berikut ini beberapa kesalahan yang dilakukan seseorang ketika mandi, yaitu:

1. Membersihkan bak mandi dengan bahan kimia beracun
Berbagai pembersih yang digunakan untuk membersihkan bak mandi mengandung bahan berbahaya yang kadang berkaitan dengan kanker, masalah reproduksi dan juga kerusakan sisem saraf pusat. Jika bahan tersebut berbahaya, maka kemungkinan ada residu yang tertinggal dan bercampur dengan air mandi.

2. Mandi dengan filter shower yang kotor
Mandi menggunakan shower bisa membuat tubuh menjadi lebih rileks, tapi hanya sedikit orang yang memperhatikan kebersihan filter showernya. Peneliti menemukan sekitar 80 persen kuman yang terdapat di shower adalah keluarga sphingomonads atau methylobacteria. Kuman ini bisa menginfeksi luka terbuka, menyerang sistem kekebalan tubuh lemah, infeksi saluran kencing dan pneumonia.

3. Hanya menggunakan shower gel saja
Umumnya shower gel yang dijual di pasaran mengandung bahan-bahan yang terkait dengan toksisitas pada organ reproduksi, alergi, gangguan pada sistem kekebalan tubuh, mengganggu saraf serta sisem organ lainnya.

4. Berendam dalam air yang diklorinasi
Mandi dengan air yang mengandung klor bisa sangat berbahaya, terutama jika airnya air hangat. Karena air hangat akan membuka pori-pori kulit dan uap dari air akan terhirup ke dalam tubuh. Untuk itu gunakan filter atau penyaring pada shower dan juga kran yang digunakan.

5. Mandi dengan air panas
Mandi dengan menggunakan air yang terlalu panas bisa berbahaya bagi kulit, yaitu menyebabkan kulit melepuh atau kering. Karenanya gunakan air yang hangat saja, jika menggunakan shower (pancuran), aturlah suhunya agar tidak terlalu panas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar