Selasa, 28 Februari 2012

ILMU JIWA

Ternyata Klo Mau Cepat Langsing Syaratnya Harus Punya Kepribadian Baik


Mengurangi berat badan serta diameter lingkar pinggang tidak cukup hanya dengan diet dan olahraga. Kepribadian juga perlu disesuaikan, sebab menurut penelitian orang berkepribadian sabar dan disiplin cenderung lebih cepat langsing.
Fakta ini terungkap dalam sebuah pengamatan di Laboratory of Behavioral Neuroscience selama kurang lebih 50 tahun. Berdasarkan data dari sekitar 2.000 partisipan, para peneliti menemukan bahwa orang penyabar memiliki berat badan rata-rata 9 kg lebih ringan.

Ilmuwan yang memimpin penelitian itu, Antonio Terracciano, PhD mengatakan bahwa orang penyabar cenderung lebih disiplin dalam segala hal termasuk menjaga pola makan. Misalnya untuk sarapan, orang sabar cenderung lebih punya waktu daripada orang yang selalu merasa tergesa-gesa.

Pola makan yang cenderung lebih teratur membuat asupan kalori pada orang sabar jadi lebih sebanding dengan kebutuhan energinya. Akibatnya dibanding orang yang selalu tergesa-gesa, kelebihan kalori yang ditimbun sebagai lemak pada orang sabar biasanya lebih sedikit.

Bukan hanya jadwalnya yang tertib, kecenderungan cara makan pada orang sabar juga mempengaruhi keberhasilan program diet. Dikutip dari Menshealth.com, orang sabar memasukkan makanan ke mulut sedikit-demi sedikit lalu mengunyahnya secara perlahan.

Beberapa penelitian lain menunjukkan, lamanya makanan berada di mulut lebih mempengaruhi rasa kenyang daripada banyaknya makanan yang masuk perut. Makanan yang dikunyah selama 9 detik lebih mengenyangkan daripada hanya dikunyah 3 detik, sehingga porsi secara keseluruhan menjadi lebih kecil.

Selain dalam hal menjaga pola makan, orang sabar juga lebih disiplin untuk olahraga. Meski sama-sama sibuk, orang sabar biasanya lebih mampu meluangkan sedikit waktu untuk melakukan aktivitas fisik seperti olahraga ringan untuk membakar kelebihan kalori.







Empat Kata Paling Dibenci Pria

Di telinga pria terdengar seperti frase yang meluncurkan seribu kata putus.

Anda mungkin sudah paham kalau pria dan wanita berkomunikasi dengan cara berbeda. Tak heran jika maksud baik yang ingin disampaikan seringkali berakhir konflik, hanya gara-gara perbedaan gaya komunikasi. Terutama, dalam hubungan asmara.

Tokii, sebuah situs yang membahas peningkatan kualitas hubungan, mencoba mencari perbedaannya. Dan, menemukan kata-kata yang paling tak disukai pria, ketika terlontar dari mulut pasangannya.

“Kita butuh untuk bicara” adalah empat kata yang dibenci pria. Memang terdengar biasa saja, tapi menurut survei yang dilakukan Tokii, seperti frase yang meluncurkan seribu kata putus.

Percakapan yang awalnya berkesan hangat, bagi pria bisa berubah jadi mengerikan, saat empat kata tersebut diucapkan. Hasil survei menunjukkan bahwa 89 persen pria langsung berprasangka buruk ketika pasangannya berkata, “Bisa kita bicara,” atau “Kita butuh untuk berbicara”. Sementara, persentase wanita hanya 61 persen.

Perbedaan lain pria dan wanita dalam hubungan adalah perilaku agresif. Dalam hal ini, sikap dalam menghadapi konflik. Wanita ternyata lebih agresif dalam usaha untuk mengatasi masalah dalam hubungan.

Sebanyak 54 persen wanita mengaku ingin menyelesaikan masalah dan membahasnya secara tuntas sesegera mungkin. Sementara, 44 persen pria mengaku cenderung ingin menghindari masalah dan tak mau membahasnya.

Dalam beberapa hal terkait komunikasi, wanita dan pria memang berbeda. Namun, ada persamaan yang harus Anda catat. Pria dan dan wanita sama-sama setuju kalau komunikasi yang baik, akan membuat kehidupan seksual juga dalam kondisi baik dan memuaskan.

Faktanya, sebanyak 32 persen wanita dan 28 persen pria mengaku, kehilangan hasrat bercinta ketika tidak mampu berkomunikasi dengan pasangannya. Jadi, sesulit apapun, usahakan untuk tetap menjaga komunikasi dengan pasangan.







Ternyata Pria Lebih Rentan Pikun daripada Wanita


Perbedaan gangguan memori di antara dua gender memengaruhi harapan hidup seseorang.

Kaum wanita sering disebut sebagai gender yang rentan mengalami demensia atau kepikunan ketimbang pria. Namun sebuah studi terbaru menyebut prialah yang paling berisiko mengalami gangguan memori ringan yang mengarah ke pikun.

Peneliti dari Mayo Clinic di Rochester, Minn, mengamati kondisi pada orang tua yang dikenal mengalami gangguan kognitif ringan (MCI), sejenis gangguan memori ringan yang biasanya menjadi prekursor demensia atau pikun.

Dr R.O. Roberts, penulis penelitian dan anggota American Academy of Neurology, mengamati 1.450 individu berusia 70-89 selama tiga tahun, serta mencatat hasilnya secara real time.

“Penelitian kami penting karena banyak studi sebelumnya mengumpulkan kriteria MCI sebagai data diagnosis,” kata Roberts seperti dikutip Foxnews.

“Penelitian ini berbeda dalam arti kami menggunakan diagnosis MCI pada saat ini dan tidak menggunakannya sebagai diagnosis di masa lalu atau retrospektif untuk diagnosis.”

Pada awal penelitian tahun 2004, tidak ada pasien terdiagnosis demensia. Selama tiga tahun, mereka harus menjalani tes memori dan evaluasi setiap 15 bulan. Semua responden kemudian menjalani uji kognitif.

Di akhir periode, dari 1.450 orang, sebanyak 296 orang mengalami MCI. Peneliti juga menemukan kasus gangguan kognitif ringan pada pria lebih banyak daripada wanita. Dan, kasus yang paling banyak terjadi pada usia 70-74 tahun. Pada usia yang lebih tua, 85-89, perbedaan di antara kedua gender tak ada sama sekali.

“Fakta pria lebih berisiko pada pria di usia lebih dini lebih tinggi daripada wanita. Sehingga sangat penting mencegah faktor ini terjadi di usia yang lebih muda, saat 20-30 tahunan,” ujarnya.

Faktor MCI dipengaruhi rendahnya tingkat pendidikan, penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas, serta kurang olahraga dan kurangnya stimulasi mental. Perbedaan gangguan memori pada pria dan wanita, menurut Robert akan memengaruhi harapan hidup seseorang. Studi ini dipublikasikan dalam edisi online jurnal Neurology.








Keuntungan Jatuh Cinta Bagi Kesehatan

Jatuh cinta membuat kita awet muda

Kita semua tahu bahwa jatuh cinta dan bercinta adalah dua hal yang berbeda secara alamiah. Namun jatuh cinta biasanya sangat berpengaruh terhadap proses penuaan kita. Penelitian menunjukkan, jatuh cinta membuat kita awet muda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Royal Edinburgh Hospital di Skotlandia, didapatkan hasil bahwa para wanita yang melakukan hubungan seks sebanyak empat atau lima kali selama sepekan, akan terlihat 10 kali lebih muda dari usia sebenarnya.

Konsultan neuropsychologist Dr. David Weeks mengatakan, pasangan yang saling mencintai, tidak hanya terlihat memiliki bentuk tubuh yang lebih baik, namun juga berpengaruh terhadap kondisi fisik dan emosional. Jadi, mungkin lain kali kita semua akan lebih memilih baby oil sebagai krim anti penuaan.

Cinta baik bagi wanita, buruk bagi pria?
Berdasarkan penelitian yang dilakukan English Longitudinal Study of Ageing, didapatkan hasil bahwa para wanita yang sedang menjalin hubungan asmara, akan memiliki kualitas diri yang lebih tinggi dari biasanya, namun tidak sama halnya dengan yang terjadi pada suami atau pasangan mereka, yang justru memiliki kualitas diri yang lebih rendah dari biasanya.

Meski tampaknya hal itu lebih menguntungkan bagi wanita dibandingkan pria, namun orang yang menjalin hubungan asmara akan jauh lebih bahagia dibandingkan dengan yang orang-orang yang jomblo.

Penelitian lain memberikan hasil bahwa 40 persen pasangan yang menikah mengatakan bahwa mereka bahagia, dan hanya 25 persen orang-orang yang jomblo mengatakan bahwa mereka bahagia.

Cinta meningkatkan kesehatan mental kita
Cinta memberikan sejumlah keuntungan bagi kesehatan tubuh kita, termasuk dapat meningkatkan kesehatan mental bagi para wanita maupun pria yang sedang menjalin hubungan asmara. Di New Zealand, sebuah tim dari University of Otago melakukan penelitian pada 1000 orang. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang telah menjalin hubungan asmara selama lebih dari lima tahun, akan lebih kecil kemungkinan mengalami depresi maupun melakukan bunuh diri dibandingkan mereka yang jomblo.

Penelitian lain memberikan hasil bahwa orang-orang yang menikah, memiliki level yang lebih rendah untuk mengalami depresi dan stress dibandingkan mereka yang jomblo.

Cinta membuat kita lebih sering berulangtahun
Jatuh cinta akan membuat kita berulangtahun lebih dari sekali dalam setahun. Namun bukan berarti kita akan benar-benar berulang tahun. Penelitian membuktikan bahwa angka kematian pria jomblo berusia 30 hingga 59 tahun, dua setengah kali lebih tinggi dibandingkan dengan pria non-jomblo!

Angka kematian para wanita jomblo juga 23 persen lebih tinggi dibanding dengan para wanita menikah. Para peneliti menyatakan, ini karena para orang yang jomblo memiliki kesehatan yang jauh lebih buruk, pendapatan yang lebih rendah, dan terisolasi secara sosial. Dukungan dari orang lain akan membantu kita menjaga kesehatan.

Cinta sembuhkan penyakit jantung
Mungkin hanya kebetulan saja, bahwa cinta digambarkan dengan simbol jantung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Rochester di New York, memberikan hasil bahwa hubungan asmara yang bahagia akan memberikan ketahanan jantung yang tiga kali lebih baik. Penelitian membuktikan bahwa pernikahan yang baik, akan memberikan keuntungan bagi kesehatan jantung, seperti mau berhenti merokok, menjaga berat badan, dan memperkecil risiko serangan darah tinggi.

Penelitian lain yang dilakukan di University of North Carolina, dan di Human Communication Research. Mereka berdua menemukan bahwa jatuh cinta dapat memberikan dampak positif terhadap kolesterol.






10 Tanda Cewek yang Sedang Berbohong


Banyak cara untuk mengetahui apakah pasangan pria berbohong. Namun, jangan salah, saat Wanita berbohong tandanya juga bisa dideteksi pria. John DeVore, penulis ‘Mind of Man’ menuturkan sebenarnya lebih mudah mendeteksi kebohongan pada wanita, asal tahu tanda-tandanya. Berikut beberapa sinyal kebohongan yang dapat diperhatikan dari gerak-gerik kaum hawa seperti dikutip dari Your Tango.
1. Bahasa tubuh menggoda
Saat seorang wanita ingin mengalihkan perhatian dari sesuatu, ia akan berubah menjadi lebih seksi dan menggoda pasangan. Tujuannya agar pasangan pria lupa.

2. Kejutan tidak menyenangkan
Jika tidak merasa menyukai hadiah atau melakukan sesuatu yang buruk, wanita akan mengganti rasa bersalahnya dengan sebuah kejutan. Memberi hadiah atau bunga tanpa alasan bisa menjadi barometer ada sesuatu yang ia sembunyikan.

3. Tanggapan berbeda
Apakah Anda menanggapi pertanyaan dan keingintahuan pasangan dengan santai atau sebaliknya? Penjelasan yang terbata-bata atau emosional tanpa sebab bisa menjadi tanda-tanda Anda sedang berkelit.

4. Bahasa terlalu formal
Anda menyatakan alasan kepada kekasih hampir seperti pada orang yang tak dikenal. Hati-hati, si dia bisa merasa pernyataan Anda seperti pidato yang telah dipersiapkan dan sangat berhati-hati.

5. Menunjukkan sikap bermusuhan
Anda yang langsung emosi dan marah saat ditanya mengenai sesuatu menunjukkan sikap defensif. Jika benar-benar peduli, Anda akan menghapus semua tuduhan itu dengan menjawab pertanyaan apa adanya.

6. Bahasa tubuh
Gelisah, menghindari kontak mata dengan pasangan dan gerakan berulang-ulang adalah pertanda buruk wanita menyembunyikan sesuatu.

7. Selalu berbohong
Biasanya wanita hampir selalu berbohong kepada orang lain untuk kepentingannya sendiri. Jadi, bukan tidak mungkin pasangan juga menjadi salah seorang korban karakternya yang berkompromi terhadap kebohongan.

8. Menghilangkan detil cerita
Wanita bercerita panjang lebar namun tidak menyertakan detil-detilnya. Seringkali dengan bahasa tubuh yang gugup.

9. Mengaku tak pernah memikirkan mantan
Dengan tegas wanita menolak ia masih mengingat mantan kekasihnya. Bisa jadi wanita tengah berbohong. Setiap wanita pasti pernah mengenang kehilangan cinta, meskipun hubungan yang sedang dijalani baik-bak saja.

10. Pria perlu dengarkan kata hati
Pria perlu mendengarkan naluri bila berpikir ada sesuatu yang mencurigakan. Lebih baik tanyakan pada wanita untuk menghindari paranoia. Namun, jika pria masih merasa sesuatu tidak beres setelah mendengar penjelasan dari pihak wanita, kemungkinan besar memang ada sesuatu yang terjadi.







Kebiasaan yang Merusak Pernikahan

Tak banyak orang yang menyadari bahwa beberapa kebiasaannya membuat hubungan dengan orang yang ia cintai menjadi berantakan. Ingin tahu kebiasaan apa saja?
Menyalahkan orang lain memang lebih mudah ketimbang melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Tapi benarkah kegagalan hubungan berasal dari pasangan, atau jangan-jangan kebiasaan Anda penyebabnya. Berikut beberapa kebiasaan yang harus Anda hindari karena dapat berakibat buruk pada pernikahan.

Berhenti mendengarkan
Kadang pernikahan yang telah berjalan lama membuat Anda dan pasangan sudah saling mengenal secara menyeluruh. namun yang sering terlupakan adalah, setiap manusia pasti mengalami perubahan. Mulai dari sikap, cita-cita, keinginan dan masih banyak lagi. Jangan buru-buru emosi saat merasa pasangan tak lagi seperti yang Anda kenali dulu. Coba diingat kembali, pernahkah Anda meluangkan waktu di sela kesibukan untuk sejenak mendengarkan kisahnya? Pernahkah Anda dengan sabar mendengarkan keluh kesahnya setiap ada masalah di kantor hanya untuk 10 menit saja? Jika jawabannya tidak, maka jangan heran jika secara tidak disadari, hubungan Anda dan pasangan semakin ada jarak. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki masa pacaran panjang atau lama.

Menghilangkan romantisme
Umur pernikahan bukan alasan untuk berhenti bersikap romantis. Romantisme adalah milik siapapun, muda atau tua. Untuk para orang dewasa, tentu saja bukan romantisme yang menggebu-gebu layaknya anak ABG yang harus ditampilkan. Tapi ucapan sederhana seperti ‘Aku sayang kamu’ untuk memulai dan menutup hari tentunya tak berlebihan bukan?

Menyalahkan pasangan dalam segala hal
Merasa pasangan selalu membuat Anda kesal dengan sikap pelupanya, sikap cueknya juga kecerobohannya? Pernahkan Anda mengingatkan pasangan dengan bahasa dan tutur kata yang lembut tanpa emosi, ketimbang langsung marah, mengamuk dan menyulut pertengkaran berkepanjangan? Cobalah untuk tidak menyalahkan pasangan setiap saat. Jika memang ada kesalahan kecil yang dilakukannya, lebih baik ingatkan dia dengan tutur kata yang lembut. Tak ada gunanya bertengkar, karena hal itu tak akan mengubah apapun.

Lari dari pertengkaran
Jika memang ada hal yang harus dibicarakan, walau hingga harus bertengkar, tetap harus Anda hadapi. Pertengkaran juga merupakan salah satu cara untuk saling mengenal. Menahan emosi hanya akan menciptakan bom waktu dalam pernikahan Anda. Jika memang ada sesuatu yang menganjal, sebaiknya utarakan sebelum emosi Anda memuncak. Menahan emosi dengan keluar rumah dan melampiaskan kegalauan bersama teman atau sahabat juga tidak disarankan. karena dalam emosi yang tidak stabil, segala hal buruk bisa saja terjadi.

Jika memang Anda dan pasangan tak bisa lagi menyelesaikan perselisihan, lebih baik minta bantuan orang ketiga yang sifatnya netral. Misalnya konsultan pernikahan.

Tak jujur soal keuangan
Tahukah Anda bahwa perselisihan soal keuangan merupakan penyebab perceraian utama, bukan perselingkuhan atau perbedaan pendapat. Untuk itu, ada baiknya untuk terbuka soal keuangan. Susunlah perencanaan keuangan Anda berdua dengan pasangan. Jika ada masalah, jangan ragu juga untuk membicarakannya bersama.

Berhenti bersolek dan memperhatikan diri
Walau Anda dan pasangan sudah terikat janji di hadapan Tuhan dalam sebuah pernikahan, namun itu bukan alasan untuk berhenti bersolek dan memperhatikan penampilan diri. Berdandan demi suami Anda bukanlah hal yang salah. Senangkan hati pasangan Anda dengan menjadi wanita yang cantik jiwa juga raga.







Sahabat Baik Bisa Jadi Penangkal Stres

Sebuah penelitian menyebutkan, berada di antara teman dekat ternyata dapat mengurangi tingkatan stres.

Salah satu peneliti dari Rumah Sakit Anak Cincinnati, Amerika Serikat, Ryan Adams mengungkapkan fakta bahwa teman terbaik yang Anda miliki, ternyata dapat menjadi solusi disaat Anda banyak masalah.

Penelitian yang dilakukan terhadap anak-anak ini melibatkan 100 anak usia 10 sampai 12 tahun. Mereka diminta untuk mengisi buku harian lima kali sehari selama empat hari sekolah, dan menilai bagaimana perasaan mereka tentang apa yang telah mereka alami dalam 20 menit terakhir.

Mereka juga menjalani tes wawancara yang menanyakan seputar orang di sekeliling mereka seperti orang tua, saudara, sahabat, teman laki-laki atau perempuan, teman sekelas, orang asing, atau guru.

Setelah itu, peneliti pun mengambil sampel air liur untuk mengukur hormon stres kortisol. Hasilnya, mereka menemukan bahwa kehadiran seorang teman terbaik, ternyata membawa efek baik dalam menjalani hari dan menurunkan hormon kortisol anak.

Meskipun penelitian ini hanya menguji anak-anak, namun para ahli mengatakan temuan ini mungkin berlaku pula untuk orang dewasa.

“Teman terbaik sangat penting fungsinya untuk aspek sosial dan mempengaruhi emosional, dan kognitif kita,” tambah ahli psikologi, Karen Majors membenarkan hasil penelitian ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar