Jumat, 10 Februari 2012

ILMU JIWA

GEJOLAK JIWA



Secara umum, psikiater biasa membagi gangguan kepribadian menjadi tiga golongan besar; tipe A, B, dan C.
Tipe A terdiri dari gangguan yang tampak aneh/ganjil atau nyentrik. Tipe B terdiri dari gangguan yang dramatis, emosional, serta erotis. Tipe C meliputi gangguan yang diliputi cemas dan rasa takut. Dapat ditebak, seorang psikopat tergolong gangguan tipe B.

Tipe A meliputi gangguan paranoid, skizoid, dan skizotipal.
Tipe B terdiri dari antisosial, borderline, histrionik, dan narsisitik (benar-benar kriteria seorang psikopat, bukan?).
Sedangkan tipe C mencakup avoidant, dependent, serta obsesif-kompulsif.

Sekilas untuk tipe A, paranoid merupakan bentuk ketidakpercayaan dan kecurigaan berlebih dengan tendensi tanpa bukti pada orang lain. Skizoid merupakan kelainan pembatasan diri dengan hubungan sosial. Skizotipal berarti gangguan kepribadian yang benar-benar aneh, mencolok, tidak biasa, tak jarang diberi stigma ‘gila’ di mata masyarakat.

Tipe B, antisosial ialah gangguan kronis maladaptif yang tidak pernah menghargai hak orang lain. Borderline merupakan ketidakstabilan hubungan interpersonal, imej diri, dan mood dan sulit diduga. Histrionik kondang dengan istilah ‘caper’ (cari perhatian), penderita gangguan ini selalu ingin diperhatikan orang lain, pandai bersandiwara, omong besar. Narcissistik, sesuai namanya, penderita selalu merasa dirinya paling hebat, paling ganteng, paling kaya, paling-paling segalanya, senangnya dipuji, tapi sedikit sekali berempati.

Terakhir, tipe C, avoidant ialah gangguan kepribadian minder, alias kurang pede, merasa rendah, serta hipersensitif terhadap evaluasi negatif. Kalau gangguan dependent, sesuai namanya, penderita selalu ingin berada di belakang punggung orang lain, manja. Adapun obsesif-kompulsif, seperti yang bisa kita lihat di film The Aviator, penderita mengalami preokupasi gila bersih, gila teratur, perfeksionis, sangat detil dengan deadline, terjadwal, umumnya lebih produktif kalau bekerja sendiri.

Selain gangguan-gangguan di atas, masih ada lagi gangguan kepribadian, namun jenis-jenis di atas merupakan varian yang kerap ditemukan di ruang kerja.







OBAT PSIKIATER


Cara kerja dengan memberikan efek pada sistem monoamin, serotonin dan norepinefrin. Namun tidak semua antidepresan mempunyai efek kepada ketiga sistem otak tersebut.

Beberapa contoh obat antidepresan :

Golongan Trisiklik

Paling terkenal adalah AMITRYPTILINE 25 mg, obat antidepresan yang murah meriah ini (harganya setablet cuma 200-600 perak) tersedia dalam bentuk generik. Masih dipakai terutama untuk pasien di puskesmas, punya efek antinyeri yang baik sehingga sering menjadi obat racikan untuk para dokter saraf. Sayangnya menimbulkan efek ngantuk yang luar biasa walaupun anjuran 3 kali sehari namun biasanya hanya bisa dimakan saat malam hari saja. Efek ke Jantung yang kurang baik menyebabkan pemakaian obat ini terbatas untuk dewasa muda dan hampir tidak pernah diberikan pada lanjut usia yang menderita kelainan jantung.

Golongan Tertrasiklik

Sejenis dengan golongan diatas, merk tekenal adalah LUDIOMIL dengan merk generik Maproptiline (tidak tersedia)

Golongan Monoamine

Dikenal dengan merk dagang AURORIX isinya generik MOCLOBLEMIDE. Obat yang termasuk sudah tua dan jarang dipakai lagi karena efek samping keracunan serotonin yang membahayakan. Obat inilah yang di beberapa obat flu tidak boleh diberikan. Jadi kalau ada pasien bertanya apakah kalau makan obat antidepresan boleh makan obat flu, jawabnya boleh saja asal jangan makan obat ini.

Golongan SerotoninMerupakan golongan terbaru yang paling direkomendasikan saat ini karena toleransi yang baik dan efek samping yang minimal. Beberapa jenis dan merk dagang yang terkenal adalah :

Fluoxetine (Kalxetin, Prozac, Antiprestin, Lodep)

Sertraline (Serlof, Zoloft, Antipres)

Escitalopram (Cipralex)

Paroxetine (Seroxat) —> sudah jarang digunakan di Indonesia

Efek samping paling sering adalah Mual dan gangguan perut namun biasanya dengan dosis awal yang kecil dan naik perlahan hal ini bisa dinetralisir

Golongan Serotonin-Norepinefrin

Merupakan golongan paling baru, merknya yang terkenal adalah Cymbalta dan Effexor. Sudah sedang tidak tersedia di Indonesia untuk beberapa saat.

Efek samping mirip dengan serotonin namun terkadang tekanan darah tinggi suka ditemukan pasca pemakaian.

BENZODIAZEPINE

Dikenal masyarakat sebagai obat penenang, rupanya macam2 dan paling terkenal adalah XANAX yang isinya Alprazolam.

Golongan lain adalah

a. Alprazolam (xanax, calmlet, zypraz dkk)

ditujukan untuk pasien ggn panik dan tidak yang lain. namun krn efek ketergantungan fisiologis dan psikologisnya yg tinggi, sejak beberapa tahun ini sdah tidak disarankan diberikan jika kondisi pasien tidak perlu sekali dan masih bisa ditangani oleh obat golongan lain seperti clobazam (frisium). Lagipula terapi lini pertama untuk pasien panik adalah

Antidepresanb. Clobazam (Frisium)

Obat ini tidak dikenal di USA. Lebih banyak diresepkan di JEpang dan Eropa. Cukup aman namun efeknya tidak secanggih alprazolam. Efek ngantuknya minimal dan waktu kerjanya cukup panjang. Biasa diberikan hanya pada awal terapi.

c. Estazolam (Esilgan)

Dikenal sebagai obat tidur, biasa diresepkan dalam bentuk sediaan 1 mg dan 2 mg

Tidak boleh digunakan berbarengan dengan obat anticemas lain. Efek sedasi tinggi sehingga digolongkan ke dalam hipnotik sedatif. Untuk gangguan tidur memang yahud tapi lebih baik pake golongan yang lebih ringan dulu.

Hang over sering dialami oleh pemakai obat ini, keracunan akibat pemakaian yang banyak menyebabkan efek sedasi yang berkepanjangan bahkan jika sudah dibilas lambung dan sudah digunakan obat keluar kencing.

d. Lorazepam (ATIVAN)

Aman untuk orang tua, dikarenakan karena metabolit atau sisa metabolismenya di dalam darah tidak aktif lagi, wktu kerja pendek sehingga aman untuk orang tua dan pasien2 yang mengalami gangguan ginjal.

Dosisnya beragam dari 0,5 mg 1mg sampai 2 mg

e.Diazepam (Valium, valisanbe)

Obat anticemas klasik, paling murah dan banyak gunanya dari anak kecil (bayi) digunakan sebagai obat yang dimasukkan ke dubur dalam bentuk supositoria (stesolid) untuk kejang demam sampai racikan untuk pasien dengan nyeri. Efeknya selain sedatif juga pelemas otot. Waktu kerjanya panjang sehingga sering hang over…Tidak disarankan digunakan pada lansia








TIPE KEPRIBADIANMU


Tipe Kolerik

Tipe kolerik adalah juga tipe terbuka tetapi biasanya tingkat keterbukaannya lebih rendah daripada tipe Sanguin yang super terbuka. Orang Kolerik adalah juga orang yang aktif, semangat pekerja keras, ambisius, motivator bagi orang lain. Karena sifatnya yang berkemauan keras mandiri dan berpendidikan keras, orang kolerik cenderung keras kepala. Kompromi merupakan hal yang sangat sulit bagi mereka kecuali kompromi itu bermanfaat bagi tujuan yang mereka miliki. Mereka mempunyai tujuan untuk segala sesuatu dari kesehatan jasmani sampai tingkah laku anak. Mereka adalah tipe yang suka mengambil alih , yang suka memerintah orang-orang lain disekeliling mereka, tidak peduli apakah ornag itu menyukainya atau tidak. Orang Kolerik tidak pernah untuk mencoba untuk tidak menguasai suatu situasi dan mereka hidup penuh dengan pertentangan. Bagian dari sifat dasar mereka yang belum berkembang adalah emosi mereka. Mendapatkan persetujuan dari mereka hampir merupakan hal yang tidak mungkin. Mencapai tujuan mereka adalah ambisi bagi orang Kolerik, dan beberapa orang Kolerik mendapatkan reputasi mereka dengan memperalat orang lain.

Seseorang yang kolerik adalah seseorang yang dikatakan berorientasi pada pekerjaan dan tugas, dia adalah seseorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat tinggi. Kelebihannya adalah dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan akan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya. Kelemahan orang yang berciri kolerik adalah kurangnya kemampuan untuk bisa merasakan perasaan orang lain (empati), belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain juga agak minim, karena perasaannya kurang bermain.

Tipe Sanguin

Tipe Sanguin adalah tipe yang paling terbuka diantara semua tipe perangai. Bahkan tipe ini dapat disebut super terbuka. Orang Sanguin adalah orang yang suka berbicara mudah menyesuaikan diri ramah hangat dan penuh humor dan responsive. Tipe Sanguin tidak tahan melihat orang asing didepan mereka tanpa memberi tanggapan kepadanya. Orang Sanguin adalah orang yang suka bergaul dan spontan. Mereka jarang kwatir akan masa depan dan masa lalu, mereka menikmati lebih banyak kegembiraan dari hari-hari yang dilaluinya dibandingkan dengan tipe-tipe lainnya. Orang Sanguin biasanya bukan pemikir berat , mereka menafsirkan kejadian –kejadian yang ada dengan cepat. Kadang-kadang mereka mendapat kesulitan karena jarang mengantisipasi dari pilihan itu atau tindakan mereka. Perasaan mereka mempunyai peranan yang sangat dominan didalam segala sesuatu, sehingga mereka cenderung membuat keputusan-keputusan yang bersifat emosional. Belajar dari pengalaman, keputusan-keputusan yang bersifat emosional hampir selalu merupakan keputusan-keputusan yang buruk.

Sanguin adalah orang yang gembira, yang senang hatinya, mudah untuk membuat orang tertawa, dan bisa memberi semangat pada orang lain. Tapi kelemahannya adalah dia cenderung impulsive, yaitu orang yang bertindak sesuai emosi atau keinginannya

Tipe Plegmatik

Tipe Plegmatik merupakan orang yang tertutup yang sangat diam, tidak menuntut kalem dan lambat. Mereka tidak pernah menjadi gelisah membuat malu diri mereka sendiri dengan meminta maaf untuk segala sesuatu yang telah mereka katakana. Mereka jarang mengeluarkan ide-ide atau perasaan jika mereka tidak yakin mereka tidak akan melukai atau menyakiti orang lain. Orang plegmatik merupakan orang yang sangat baik dengan sifat yang bahagia dan menyenangkan. Banyak yang dari mereka sangat lucu karena mereka mempunyai daya humor. Mereka dilahirkan dengan bakat diplomat dan pembawa damai, mereka dicintai oleh anak-anak. Orang-orang Plegmatik merupakan teman yang menyenangkan dan tidak menakutkan, dua dari kelemahan mereka yang utama adalah rasa takut dan egois, walaupun mereka menunjukkan sikap ini dengan sangat diplomatis sehingga bahkan beberapa teman baik mereka tidak mengenal mereka.

Tipe plegmatik adalah orang yang cenderung tenang, dari luar cenderung tidak beremosi, tidak menampakkan perasaan sedih atau senang. Naik turun emosinya itu tidak nampak dengan jelas. Orang ini memang cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik, ia intorspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Kelemahan orang plegmatik adalah ia cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah, sehingga suka mengambil jalan pintas yang paling mudah dan gampang.

Tipe Melankolik

Tipe yang paling berbakat dari semua tipe adalah tipe Melankolik sekalipun mereka tipe paling akhir yang menghargai bakat mereka sendiri. Tipe Melankolik mempunyai sifat dasar yang tertutup. Mereka sering mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bersifat estetis yang mendalam sehingga mereka lebih menghargai seni dibandingkan dengan perangai yang lainnya. Tipe Melankolik cenderung suka murung dan mudah putus. Orang Melankolik dilahirkan sebagai orang pefeksionis, sering meremehkan diri mereka sendiri untuk tidak tidak melakukan dengan lebih baik walaupun pada kenyataannya produktivitas mereka lebih daripada kebanyakan perangai lainnya. Mereka adalah orang yang mau mengorbankan diri sendiri, serius, dan takut akan kegagalan. Mereka mempunyai sifat dasar yang teliti, hidup dengan tantangan atau visi untuk menginvestasikan hidup mereka, tetapi jarang dapat menghasilkan sendiri.

Tipe melankolik adalah orang yang terobsesi dengan karya yang paling bagus, yang paling sempurna dan dia memang adalah seseorang yang mengerti estetika keindahan hidup ini. Perasaannya sangat kuat, sangat sensitif maka kita bisa menyimpulkan bahwa cukup banyak seniman yang memang berdarah melankolik. Kelemahan orang melankolik, ia mudah sekali dikuasai oleh perasaan dan cukup sering perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari adalah perasaan murung.







Tinggal di Kota Besar Lebih Rentan Sakit Jiwa



Pulang kampung sepertinya bisa mengurangi risiko gangguan jiwa. Sebab, meski dimanjakan oleh fasilitas yang canggih, warga yang tinggal di kota besar ternyata lebih rentan menjadi gila.

Hubungan sosial yang buruk, beban kerja yang tinggi dan tingkat kemacetan lalu lintas, dapat menjadi alasan mengapa orang yang tinggal dan dibesarkan di kota lebih cenderung mengembangkan skizofrenia (Penyakit gila) dan gangguan psikotik lain dibandingkan dengan orang-orang yang tinggal di pedesaan.

Ada variasi yang cukup besar dalam insiden skizofrenia di seluruh dunia. Berdasarkan pola geografis, orang yang tinggal di daerah perkotaan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi mengalami skizofrenia daripada orang pedesaan.

Dalam studi tersebut, menganalisis data dari hampir 204.000 orang yang tinggal di kota besar, yaitu di Swedia.

Hasilnya, ditemukan bahwa 328 orang (0,16 persen) pernah beberapa waktu dirawat di rumah sakit untuk pengobatan skizofrenia, 741 orang (0,36 persen) mengakui pernah mengalami gangguan psikosis non-afektif (tidak berhubungan dengan respons emosional), 355 orang (0,17 persen) dengan psikosis afektif (seperti gangguan suasana hati) dan 953 orang (0,47 persen) dengan gangguan psikosis lainnya.

Peneliti juga mempelajari bagaimana pengaruh individu, sekolah atau karakter daerah terhadap psikosis. Dari studi tersebut, peneliti menemukan bahwa orang yang dibesarkan di daerah perkotaan lebih dikaitkan dengan peningkatan risiko untuk berbagai gangguan psikotis non-afektif.

Menurut Zammit, rendahnya hubungan sosial merupakan penyebab paling penting yang menjelaskan tentang peningkatan risiko psikosis pada orang-orang yang dibesarkan di kota-kota besar.

“Temuan kami menyoroti bahwa tidak hanya diperlukan integrasi fisik saja, tetapi tradisi hubungan karakteristik yang positif, seperti rasa kepedulian, kebersamaan dan semangat sosial juga harus dipertahankan untuk meningkatkan kesehatan mental dari individu-individu dalam sebuah populasi,”









Trik Jadi Ibu yang Lebih Santai


Tak usah kesal hanya karena mulut si kecil belepotan makanan.
Menjadi orangtua memang bukan pekerjaan yang mudah. Anda kehilangan waktu untuk beristirahat, waktu untuk bersantai bersama suami, dan tentunya waktu untuk bersosialisasi. Ketika Anda merasa begitu stres dengan pekerjaan di kantor, dan harus menghadapi rumah yang berantakan, wajar jika Anda menjadi murka.

Namun, selalu ada cara untuk meredakan kemurkaan Anda. Anda bisa mencoba menjadi ibu yang lebih rileks saat menghadapi anak-anak. Ibu yang tidak selalu terpancing saat melihat kenakalan mereka, dan betapa pintar mereka membuat rumah Anda kacau-balau. Anda bisa kok, membuat rumah Anda lebih tenang dan menyenangkan. Butuh kerja keras untuk itu, namun beberapa cara berikut bisa menjadi inspirasi bagi Anda.

1. Dalam sehari, berusahalah untuk tertawa bersama anak-anak. Entah dengan menertawakan ulahnya, atau goda mereka dengan ulah Anda yang kekanak-kanakan.

2. Tidurlah semampu Anda. Biasanya, ketika menemani anak tidur siang (atau tidur malam), si ibu jadi ikut tidur. Nikmati saja momen ini, terutama ketika menemaninya tidur malam. Tak apa lah, sesekali membiarkan piring kotor di meja makan.

3. Ketika Anda sedang stres di kantor, dan si bungsu membuat ulah, atau Anda lupa menyiapkan bekalnya, Anda mungkin akan memuntahkan kekesalan Anda pada si sulung. Hal ini tidak adil untuknya. Untuk menghindari kekacauan ini, siapkan semua keperluan anak-anak malam sebelumnya.

4. Manjakan diri Anda. Sesekali, untuk mengobati kekesalan atau kelelahan Anda, temukan guilty pleasure Anda. Entah membaca novel picisan, mendatangi acara sale di mal, atau menyantap cheese cake kegemaran Anda. Ingat, hanya sesekali.

5. Ketika anak membuat ulah, Anda mungkin akan terbiasa mengatakan, “Enggak boleh”, atau “Jangan”. Coba ubah kata-kata tersebut dengan “Ya”. Contohnya, “Ya, nanti kita ke tempat permainan kalau kamu sudah selesai makan”, dan bukannya, “Kalau kamu enggak makan, kita enggak berangkat”.

6. Seperti saat belajar di sekolah, anak-anak akan menurut jika sesuatu dikatakan berulang-ulang. Misalnya, “Ayo, makannya sambil duduk”, atau, “Nontonnya nanti kalau sudah belajar, ya”, atau, “Ngomong yang jelas, Ibu enggak ngerti kamu maunya apa”.

7. Membuat larangan hanya untuk sesuatu yang memang penting. Anda tidak perlu kesal hanya karena anak memilih kaus warna merah dan celana pendek oranye. Atau, ia memilih tidur dengan kepala pada posisi kaki di tempat tidur. Atau, mengatur cara makannya supaya wajahnya tidak belepotan terkena makanan.

8. Ketika Anda begitu lelah saat mengasuh anak, mungkin Anda akan berpikir, “Nanti kalau dia sudah lebih besar, saya tak perlu lagi menyuapinya.” Atau, Anda tak perlu mencuci berlusin popok setiap hari. Namun, percayalah, ketika semua hal itu berlalu (dengan begitu cepat), Anda pasti akan merindukan masa-masa melelahkan tersebut.

Selamat Mencoba,,,,






Tips Biar Tidak Gampang Stress

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi
lamanya kita memikul beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress,
Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada
para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira segelas
air ini?”

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.”Ini
bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa
lama anda memegangnya.” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada
masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan
saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari
penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk
saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya
memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun
kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan
meningkat beratnya.” lanjut Covey. “Apa yang harus kita
lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat
sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.

Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar
kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini,
tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu
dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak
anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah
beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan
memanfaatkannya. ..!! Hal terindah dan terbaik di dunia
ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat
dirasakan jauh di relung hati kita.

Start the day with smile and have a good day






Ternyata Sering Bolos Kerja Lebih Rentan Mati Muda


Kabar gembira bagi karyawan yang tidak pernah bolos kerja, penelitian terbaru menunjukkan bahwa makin rajin bekerja seseorang cenderung makin sehat. Sebaliknya makin sering bolos kerja, kesehatannya memburuk dan lebih rentan mati muda.

Dr Mary Wyatt, peneliti dari Royal Australasian College mengatakan efek tersebut tetap berlaku meskipun seorang karyawan kurang menyukai pekerjaannya. Bagi karyawan yang memang menikmati pekerjaannya, makin sering masuk kerja tentu makin menyehatkan.

Menurut penelitian yang dilakukannya baru-baru ini, seseorang yang absen atau bolos kerja lebih dari 6 bulan cenderung merasa terisolasi kemudian mengalami depresi. Dampaknya, risiko mengalami dorongan untuk bunuh diri meningkat 40 kali lipat.

Selain itu, bolos kerja lebih dari 6 bulan juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik karena bolos kerja. Efeknya setara dengan menghisap 10 bungkus rokok dalam sehari, sehingga membahayakan jantung dan pembuluh darah serta dan berisiko mati mendadak.

“Pekerjaan sangat mempengaruhi status kesehatan. Bagi karyawan dengan status sosio-ekonomi rendah, pengaruhnya akan makin terasa,” ungkap Dr Wyatt

Menurut Dr Wyatt, seseorang yang terikat dalam rutinitas pekerjaan maka hidupnya cenderung lebih teratur. Lama tidak bekerja bisa membuat perilakunya lebih berisiko, misalnya malas berolahraga meski sebenarnya punya lebih banyak waktu dibandingkan yang rajin bekerja.

Meskipun demikian, dampak dari terlalu lama bolos kerja lebih banyak dirasakan dari sisi kejiwaan. Seseorang yang lama tidak masuk kerja atau tidak punya pekerjaan sama sekali cenderung merasa tidak berguna di lingkungannya sehingga lebih rentan mengalami stres dan depresi.

Maka bersyukurlah untuk anda yang mempunyai pekerjaan, berhenti untuk mengeluh karena pekerjaan.

Selamat mencoba





Terhindar dari Depresi Hebat Karena Berenang


Perenang asal Australia, Libby Trickett beberapa kali menjuarai olimpiade meski ibu dan 3 saudara kandungnya dinyatakan menderita depresi klinis. Secara genetik ia berisiko tinggi mengalami kondisi yang sama, namun olahraga telah menyelamatkannya.

Riwayat depresi di keluarga Libby terungkap 15 tahun lalu saat ia baru berusia 10 tahun. Perceraian yang terjadi di antara kedua orangtua membuat ia dan 3 kakak kandungnya mengalami goncangan jiwa yang hebat.

Goncangan paling berat dialami oleh kakak laki-laki Libby, Stuart yang kini berusia 29 tahun. Dokter yang merawatnya mengatakan, pria itu mengalami gangguan kejiwaan berupa kegelisahan dan depresi klinis akibat perceraian tersebut.

Gangguan itu diduga kuat dipicu oleh faktor genetik, sebab 2 kakak perempuan Libby yakni Victoria (30) dan Justine (32) juga mendapatkan diagnosis serupa. Kemungkinan gen itu diturunkan dari sang ibu, Marilyn Lenton yang secara sangat kebetulan juga menunjukkan gejala depresi sejak saat itu.

Meski menimpa hampir seluruh keluarga, kondisi itu tidak terjadi pada Libby yang menekuni olahraga renang sejak usia sangat muda. Ia bahkan sukses mengukir prestasi di tingkat dunia, melalui sejumlah rekor serta emas olimpiade yang sering diraihnya.

Gejala yang mencirikan bahwa sebenarnya ia punya potensi untuk mengalami depresi kembali muncul setelah ia mundur dari olahraga tersebut, pada Desember 2009. Ia menggambarkan beberapa bulan sejak saat itu sebagai periode gelap, ketika rasa kesepian mulai sering ia rasakan meski berada di antara teman-temannya.

“Secara klinis belum ada dokter yang mendiagnosis kondisi ini sebagai depresi klinis, tapi yang saya rasakan hidup saya benar-benar datar dan selalu mengingat banyak momen kehilangan,” ungkap Libby

Keputusan untuk mengundurkan diri memang dibuat pada saat Libby berada di puncak sukses. Pada saat itu ia sudah merasa puas dan sudah tidak mempunyai target lain yang ingin ia capai sebagai seorang atlet profesional.

Namun karena merasa bahwa renang telah banyak membantunya melewati saat-saat sulit, Libby kini mengumumkan untuk kembali ikut kejuaraan resmi mulai bulan September ini. Sepertinya ia tak ingin periode gelap itu berlanjut lalu berkembang menjadi gangguan jiwa yang lebih serius.

Atas keputusannya tersebut, sejumlah penghargaan datang tidak hanya dari dunia olahraga. Sebuah organisasi nirlaba untuk penderita depresi, Black Dog Institute’s Exercise Your Mood Week bahkan menobatkan Libby sebagai duta.

Direktur organisasi tersebut, Gordon Parker mengaku kagum pada semangat hidup Libby. Ia berharap semangat itu bisa dicontoh oleh para penderita depresi untuk dapat lebih meningkatkan kualitas hidupnya.

Menurutnya, olahraga tidak hanya mengalihkan pikiran negatif tetapi juga menstimulasi hampir semua syaraf dan neurotransmiter yang bertanggung jawab terhadap berbagai bentuk gangguan kejiwaan. Oleh karena itu penderita depresi dianjurkan untuk berolahraga sekitar 15-30 menit perhari, dengan sesekali melakukannya di bawah sinar matahari.

Di Australia, depresi terjadi pada 1 di antara 5 orang dewasa. Sementara itu organisasi kesehatan dunia WHO meramalkan, gangguan kejiwaan tersebut bakal menjadi salah satu penyebab
kecacatan pada tahun 2030.

Kesimpulannya ternyata olah raga renang bisa menurunkan kadar risiko ganguan kejiwaan







Ternyata Stress Bisa Bikin Orang Gatal-gatal


Terkadang seseorang bisa mengalami gatal-gatal tanpa adanya sebab yang jelas. Jika memang seperti itu ada kemungkinan stres yang dialami sebagai penyebabnya.

Segala sesuatu yang dipikirkan bisa berdampak terhadap tubuh termasuk stres. Stres dan kecemasan yang dialami bisa mengganggu metabolisme dan sistem kekebalan tubuh yang nantinya berujung pada timbulnya penyakit.

Gangguan yang terjadi akibat stres bisa mempengaruhi kulit, fungsi pencernaan, sirkulasi darah dan hormon. Gatal-gatal atau ruam pada kulit yang disebabkan oleh stres adalah salah satu hal yang umum terjadi.

Hingga saat ini memang belum diketahui dengan pasti bagaimana stres bisa membuat seseorang merasa gatal-gatal. Tapi ada kemungkinan hal ini berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun akibat stres, sehingga menyebabkan gatal-gatal atau dikenal dengan stress rashed.

Salah satu teori mengungkapkan stres bisa mengganggu metabolisme yang nantinya berujung pada melemahkan sistem kekebalan tubuh serta terganggunya produksi hormon di dalam tubuh. Gabungan ketiga kondisi ini akan menimbulkan masalah pada dermal atau kulit.

Jika sebagian besar hormon terganggu maka kelenjar sebasea akan menjadi lebih aktif dan ditambah dengan adanya keringat berlebih selama seseorang gelisah atau stres. Hal ini akan membuat kotoran dan bakteri terakumulasi yang menyebabkan pori-pori kulit terganggu.

Selain itu metabolisme yang lamban membuat tubuh tidak bisa mengekstrak nutrisi dari makanan dengan baik yang menyebabkan proses buang air besar menjadi bermasalah. Dengan begitu maka tubuh akan menumpuk racun di dalam darah yang akhirnya menimbulkan masalah pada kulit termasuk ruam.

Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk meringankan gatal-gatal akibat stres yaitu dengan mencegah datangnya stres seperti belajar relaksasi, meditasi dan manajemen stres yang diikuti dengan menggunakan pakaian longgar, menghindari produksi keringat berlebih, serta hindari mandi air hangat.

Selain itu konsumsi air yang cukup, makanan yang kaya akan serat untuk membantu mengatur pergerakan usus serta mengonsumsi vitamin dan antioksidan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan racun dan infeksi dari dalam tubuh.






Senyum Pura-pura Bikin Perempuan Tertekan


Beberapa perusahaan mewajibkan karyawannya untuk tersenyum, terutama bagi yang berada di posisi front liner alias berhubungan langsung dengan klien atau pelanggan. Tujuannya tak lain untuk memberi kesan ramah dan bersahabat, sehingga klien dan pelanggan merasa nyaman.

Namun penelitian menunjukkan, senyum yang tidak berasal dari hati justru akan memicu rasa letih secara emosional. Akibatnya karyawan tersebut mudah mengalami gangguan mood atau suasana hati, lalu memutuskan untuk berhenti bekerja.

“Atasan selalu berpikir jika karyawan disuruh tersenyum maka kinerjanya akan meningkat. Padahal kenyataanya tidak selalu demikian”.

Dalam jangka pendek, senyuman memang bisa memperbaiki suasana hati bagi yang merasa kurang bersemangat. Namun dalam jangka panjang, perasaan asli tidak akan bisa dibohongi dan emosi negatif yang dipedam terlalu lama bisa meledak sewaktu-waktu.

Tersenyum adalah cara manusia mengungkapkan kebahagiaan. Namun jika dipaksakan, efeknya justru memicu rasa tertekan bagi siapapun yang melakukannya. Dibandingkan pria, wanita cenderung lebih menderita ketika harus pura-pura tersenyum.

Membandingkan senyum asli yang ia sebut dengan ‘deep acting‘ dengan senyum palsu atau ‘surface acting‘ di antara para karyawan dalam waktu 2 pekan. Hasilnya menunjukkan, karyawan yang melakukan senyum palsu cenderung lebih rentan depresi di kemudian hari.

Efek tersebut juga tampak lebih menonjol pada karwayan wanita dibandingkan pria. wanita cenderung lebih perasa sehingga butuh ruang gerak yang lebih longgar untuk mengekspresikan beragam emosi yang dirasakannya sewaktu-waktu.






Stress yang Positif Bikin Orang Makin Kreatif


Tidak perlu heran jika beberapa seniman besar sering berpenampilan lusuh, dengan wajah selalu tampak murung seperti orang stres. Dalam takaran tertentu, stres memang bisa merangsang pelepasan hormon yang membuat seseorang makin kreatif.

Salah satunya adalah adrenalin, yakni hormon yang membuat seseorang makin enerjik dan dilepaskan saat seseorang mengalami stres. Untuk bisa berpikir dengan kreatif, otak juga membutuhkan energi sehingga pelepasan hormon ini bisa membuat kerja otak makin efektif.

“Stres yang bisa bikin orang jadi kreatif adalah stres yang well organized. Dalam bahasa yang lebih mudah, kita menyebutnya sebagai tantangan.

Secara alamiah, stres memang diciptakan untuk membuat fungsi-fungsi dalam tubuh bisa bekerja dengan lebih efektif dalam kondisi tertentu. Stres yang positif dengan takaran yang umumnya tidak terlalu berat seperti ini disebut sebagai eustress.

Meski demikian, stres juga bisa bersifat destruktif atau merusak jika berlebihan atau berkepanjangnan. Stres semacam ini disebut distress dan bisa memicu penderitaaan dalam bentuk gangguan kejiwaaan seperti depresi, panik, frustrasi dan kecemasan.

Eustress bisa berubah menjadi distress jika tidak well organized atau tidak terkelola dengan baik. Contohnya ketika ada tantangan, namun lingkungan memberikan lebih banyak ancaman dan dari individu yang bersangkutan tidak bisa menemukan jalan keluar.

“Akibatnya orang itu akan stuck, tidak menemukan jalan keluar untuk mengatasi ancaman tersebut,”

Agar tantangan tetap bisa memicu kreativitas dan tidak menjadi pemicu depresi, maka yang bisa dilakukan adalah menerapkan sikap hidup positif. Di antaranya seperti disampaikan oleh Dr Suryo adalah sebagai berikut:
1. Berpikir rasional dan obyektif
2. Merencanakan kehidupan
3. Menerima hal-hal yang tidak bisa diubah.

Sedangkan pola hidup yang bisa mengurangi distress adalah sebagai berikut:
1. Istirahat yang cukup (6-8 jam/hari)
2. Makan seimbang
3. Olahraga dan rekreasi.






Kenapa Saat Stress Orang Sulit Berpikir?

Stres bisa menyerang kapan saja tanpa melihat waktu dan membuat seseorang sulit berpikir atau mungkin menjadi lupa. Kondisi ini karena stres yang muncul mempengaruhi pola berpikirnya.

Stres yang timbul bisa mempengaruhi hampir seluruh tubuh mulai dari fisik, psikologis hingga pola pemikiran seseorang. Jika hal ini terus menerus terjadi maka bisa menimbulkan dampak yang lebih serius lagi.

Ketika seseorang sedang stres terutama jika merasa cemas atau tertekan maka kemampuannya untuk berpikir jernih dan obyektif akan terganggu. Kondisi ini akan membuatnya merasa kurang mampu atau menjadi lebih lemah dari yang sebenarnya.

Salah satu fakta yang muncul adalah stres bisa menghambat kemampuan otak untuk mempelajari hal baru atau mengingat hal-hal lama (mengganggu memori). Ketika seseorang berusaha keras untuk mengingat maka ia akan semakin tidak mampu. Kondisi inilah yang membuat seseorang kadang merasa ‘blank’ saat berada dalam kondisi di bawah tekanan atau stres.

Tapi ketika seseorang sudah menyerah memikirkan hal tersebut atau berada dalam suasana santai, maka hal yang perlu diingat kadang bisa tiba-tiba muncul dalam pikiran seseorang.

Hal ini karena selama stres tubuh akan merespons dengan melepaskan hormon yang bisa memicu perubahan fisik serta otot jantung menjadi berdetak lebih kencang dan tegang. Hormon yang dilepaskan ke dalam aliran darah selama stres akan mempengaruhi otak dan kemampuannya untuk berpikir.

Jika stres mulai menyerang dan mengganggu kemampuan berpikir, maka hal yang bisa dilakukan adalah istirahat sejenak untuk melakukan relaksasi yang bisa menenangkan kegelisahan dan membantu tubuh serta pikiran pulih kembali.

Relaksasi yang dilakukan bisa dengan cara sederhana seperti:

1. Pilihlah tempat yang tenang dan tidak diganggu oleh orang lain
2. Buatlah diri merasa nyaman
3. Mulailah bernapas secara perlahan dan dalam dengan suasana hati tenang
4. Jangan memaksakan diri untuk rileks, tapi cobalah melepaskan ketegangan pada otot yang memungkinkan orang menjadi rileks lalu usahakan untuk menghilangkan pikiran-pikiran yang mengganggu.
5. Jika memungkinkan cobalah membayangkan hal-hal yang indah dan menyenangkan sambil menutup mata.

Selamat Mencoba…







Kenapa Kulit Hitam Jago Lari dan Kulit Putih Jago Renang?


Perbedaan warna kulit merupakan isu yang sensitif dalam olahraga. Namun tidak bisa dipungkiri, atlet kulit hitam dan kulit putih memiliki keunggulan secara fisik yang membuatnya dominan di cabang tertentu.

Dalam cabang lari cepat 100 meter pria misalnya, 25 pemegang rekor dunia terakhir berasal dari ras kulit hitam. Sebaliknya, rekor dunia untuk renang gaya bebas didominasi oleh pria kulit putih sejak tahun 1922.

Dikutip dari Telegraph, berbagai upaya untuk mengungkap fenomena ini selalu mendapat tentangan dari aktivis kesetaraan ras.

Kelompok tersebut cenderung menganggap superioritas di sebuah cabang olahraga lebih ditentukan oleh kultur budaya dan popularitas cabang tersebut.

Cukup masuk akal memang, sebab jika dibandingkan dengan Eropa dan Amerika maka fasilitas di Afrika kurang mendukung perkembangan cabang renang. Sebaliknya, Afrika banyak melahirkan atlet sepakbola sebab di sana cabang tersebut cukup populer.

Meski diyakini akan memicu kontroversi, 2 ilmuwan asal Amerika baru-baru ini mempublikasikan teori yang menjelaskan hubungan antara perbedaan warna kulit dengan prestasi olahraga. Teori tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional Design and Nature.

Dengan membandingkan ukuran tubuh para tentara dari berbagai negara, kedua ilmuwan ini menemukan perbedaan titik berat (center gravity) pada masing-masing warna kulit.

Kulit hitam yang diwakili tentara Afrika Barat memiliki titik berat 3 persen lebih tinggi dibandingkan tentara kulit putih.

Di bidang olahraga, titik berat yang lebih tinggi memberi keuntungan sekaligus kerugian. Keuntungan didapat di cabang lari, sebab waktu yang dibutuhkan untuk mendarat lagi di tanah menjadi lebih cepat 0,15 detik.

Titik berat yang lebih rendah pada kulit putih menjadi keuntungan ketika berada di kolam renang. Pada atlet kulit putih, area tubuh yang berada di atas permukaan air menjadi lebih lebar sehingga dapat mengayuh lebih cepat.

Prof Adrian Bejan dari Duke University yang memimpin penelitian ini mengaku khawatir akan adanya kontroversi atas teori tersebut. Namun akhirnya ia berani untuk mempublikasikannya, terlebih karena partnernya yakni Dr Edward Jones dari Howard University adalah keturunan Afro-Amerika






Kecerdasan Emosional


Selama ini banyak orang menganggap bahwa jika seseorang memiliki tingkat kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi, maka orang tersebut memiliki peluang untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di banding orang lain. Pada kenyataannya, ada banyak kasus di mana seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi tersisih dari orang lain yang tingkat kecerdasan intelektualnya lebih rendah. Ternyata IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi tidak menjamin seseorang akan meraih kesuksesan.

Daniel Goleman, seorang profesor dari Universitas Harvard menjelaskan bahwa ada ukuran/patokan lain yang menentukan tingkat kesuksesan seseorang. Dalam bukunya yang terkenal, Emotional Intelligence, membuktikan bahwa tingkat emosional manusia lebih mampu memperlihatkan kesuksesan seseorang.

Intelligence Quotient (IQ) tidak dapat berkembang. Jika seseorang terlahir dengan kondisi IQ sedang, maka IQ-nya tidak pernah bisa bertambah maupun berkurang. Artinya, jika seseorang terlahir dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cukup, percuma saja dia mencoba dengan segala cara untuk mendapatkan IQ yang superior (jenius), begitu pula sebaliknya. Tetapi, Emotional Quotient(EQ) dapat dikembangkan seumur hidup dengan belajar.

Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang di dapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya. Kecerdasan Emosi menyangkut banyak aspek penting, yang agaknya semakin sulit didapatkan pada manusia modern, yaitu:

• empati (memahami orang lain secara mendalam)
• mengungkapkan dan memahami perasaan
• mengendalikan amarah
• kemandirian
• kemampuan menyesuaikan diri
• disukai
• kemampuan memecahkan masalah antar pribadi ketekunan
• kesetiakawanan
• keramahan
• sikap hormat
Orang tua adalah seseorang yang pertama kali harus mengajarkan kecerdasan emosi kepada anaknya dengan memberikan teladan dan contoh yang baik. Agar anak memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, orang tua harus mengajar anaknya untuk :
• membina hubungan persahabatan yang hangat dan harmonis
• bekerja dalam kelompok secara harmonis
• berbicara dan mendengarkan secara efektif
• mencapai prestasi yang lebih tinggi sesuai aturan yang ada (sportif)
• mengatasi masalah dengan teman yang nakal
• berempati pada sesama
• memecahkan masalah
• mengatasi konflik
• membangkitkan rasa humor
• memotivasi diri bila menghadapi saat-saat yang sulit
• menghadapi situasi yang sulit dengan percaya diri
• menjalin keakraban
Jika seseorang memiliki IQ yang tinggi, ditambah dengan EQ yang tinggi pula, orang tersebut akan lebih mampu menguasai keadaan, dan merebut setiap peluang yang ada tanpa membuat masalah yang baru

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar