Jumat, 13 Januari 2012

MOTIVASI ALA PAK MARIO

Mario Teguh Golden Ways 22 Maret 2009: Hatimu adalah Lautan Terluas


Sahabat Indonesia, Setelah tadi malam susah posting karena Broom sedikit ngadat, alhamdulillah akhirnya pagi ini bisa normal kembali. Acara Mario Teguh Golden Ways (MTGW) yang disiarkan di MetroTV Edisi Ahad 22 Maret 2009 membawakan topik yang indah “HATIMU ADALAH LAUTAN TERLUAS”. Begitu besarnya kajaiban hati, sehingga dalam setiap bahasan Pak MT sangat sering mengulas bertemakan hati, termasuk edisi MTGW sebelumnya Tombo Ati. Baiklah tanpa panjang lebar lagi, berikut resume yang berhasil saya catat tadi malam:

Tidak ada yang terjadi dari matahari terbit sampai matahari terbenam, dalam umur kita yang tidak terserap dihati.
Indahnya menyambut anak yang baru lahir, sedihnya ditinggal orang tua, kegembiraan waktu promosi, sedihnya waktu difitnah, semua terserap dihati yang kecil itu.

Sebuah hati itu indah bukan hanya isinya hanya yang baik, semua kesalahan dan dosa kita yang tertata rapi dengan semua kedermawanan, kemampuan untuk memaafkan itu semua yang menjadikan hati kita indah. Dan semua orang yang hidupnya indah, orang2 itu memiliki hati yang indah.

Segment 1:
Hati yang kemampuannya besar bisa dibatasi dengan pikiran yang kecil.
Hati yang kita miliki potensi yang sangat sensitif terhadap kebaikan. Hati hanya mampu menerima, bahagianya hati, berarti dia mampu menerima kebaikan. Sakitnya hati bukan penolakan, tapi itu pertanda menerima perendahan dari orang lain. Tidak ada yang tidak bisa diterima oleh hati.

Hati yang banyak menerima akan bersinar dengan terang. Tetapi ada pikiran kita yang melingkari hati, dan hanya mengizinkan sedikit sinar masuk, yaitu sinar yang sepaham, seagama, sesuku dll, baru diizinkan masuk.

Orang2 yang bersedia membuka pikirannya, akan melubangi batasan2 pikirannya, untuk mengizinkan sinar2 pengertian itu masuk, karena kita tidak mempunyai sinar sendiri. Orang yang cemerlang adalah orang yang mengizinkan sinar masuk.

Jangan kecilkan potensi hati yang besar ini dengan dengan terbatasnya pikiran.

Untuk mengerti perbedaannya hati dan pikiran, kita harus melihat kesamaanya bahwa hati kita mempunyai pikirannya sendiri. Cara untuk memperbesar hati, izinkan untuk mensyukuri apapaun, ucapkan terimakasih atas segala yang diberikan Tuhan kepada kita.

Apapun yang dilemparkan kepada anda, anda harus terima, karena kemampuan hati itu untuk menerima. Bijaklah dengan pikiran anda. Gunakan yang sudah masuk ke hati, sebagai kekuatan untuk memperindah penampilan anda, dalam mendatangkan kebaikan bagi orang lain.

Segmen 2:
Hanya hati yang luas yang mampu memikul langit yang luas.
Hati yang luas akan melihat kehidupan besar, hati yang kecil akan melihat kehidupan kecil. Itu sebabnya dunia yang sama, akan dilihat berbeda dengan orang yang mempunyai kualitas hati yang berbeda. Berhati-hatilah dengan keluasan hati, hati yang mampu menerima itu tidak boleh tergantung kepada keadaan. Hati kita harus menjadi hati yang sesuai bagi semua nasib.

Orang akan berekasi cepat kepada yang dekat kelihatan, untuk itu janjikanlah yang dekat2. Pikiran kita juga tidak boleh menjajnjikan yang terlalu jauh. Janjikan yang jauh, tetapi buktikan dalam jangka dekat bisa menghasilkan. Sehingga hati anda jadi sekutu bagi diri anda sendiri. Paling kasihan bagi orang yang hatinya menjadi peragu dari semua rencananya.

Mungkin kita melihat kebaikan itu sebagai beban. Bagaimana kalau kita melihat kebaikan itu sebagai hadiah pertama. Orang baik itu sudah kaya, tergantung penilaian anda mengenai kekayaan. Apabila kekayaan yang utuh dipahami sebagai jiwa yang damai, maka orang baik pada dasarnya sudah kaya raya.

Kekayaan itu ada yang mengharukan dan ada yang mengkhawatirkan. Kekayaan yang mengharukan dia selalu bersyukur dengan apa yang didapat, dan kekayaan yang mengkhawatirkan akan selalu dihantui dengan keburukan, karena dia mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak baik. Jadilah orang kaya yang pertama dengan hadiah pertama bagi orang baik.

Banyak orang berniat untuk berubah jadi lebih baik, tetapi tidak pernah berani mengucapkannya untuk terikat. Itu sebabnya seorang publik figur harus berhati-hati, karena semua perkataannya adalah ikatan. Sering2lah mengucapkan kata ’sayang’, ‘cinta’ kepada orang2 yang kita kasihi, karena ini merupakan sebuah ikatan.

Perintah untuk “amar ma’ruf nahi munkar” menyampaikan yang baik dan mencegah yang buruk, tidak disampaikan kepada orang kecil, tapi perintah itu diperuntukan bagi orang besar.

Ada dua prinsip besar yang menjadikan setiap kita menjadi pemimpin yang lebih besar dari ukuran kemanusiannya sendiri. Pertama dia setia kepada prinsip, yang benar, yang baik dan yang jujur. Seorang yang setia kepada perinsip, akan diuji dengan penolakan orang lain. Tidak semua kebaikan itu diterima orang. Kedua Fleksibel dalam metode. Tetaplah kepada yang benar, tetapi sesuaikan cara anda, agar orang tidak salah mengerti mengenai kebenaran. Banyak orang tidak mengerti tentang agama, karena pemuka agama tidak mengajarkannya dengan cara2 yang fleksibel.
Setialah pada perinsip, tetapi pastikan anda luwes dalam metode anda.

Segment 3:
Apakah anda menjalani hidup ini dengan ingatan atau pengertian?
Ingatan diatur oleh masa lalu. Orang2 yang mengatur hidupnya dengan masa lalu, hidupnya berdasarkan ingatan.

Pengertian mengatur semua masa. Orang yang mengerti tidak akan hidup dimasa lalunya, karena apapun ingatan anda tentang masa lalu, yang anda lakukan hari ini kalau salah, masa depan anda menjadi masa lalu yang jelek bagi masa depan yang lebih jauh.

Jadi seberapa besarpun ingatan anda, dia akan menyusut dengan berjalannya waktu. Sedangkan pengertian kita akan tumbuh dengan berjalannya kedewasaan hidup. Anda tidak hidup dari pelajaran anda, tetapi anda belajar dari kehidupan anda.

Ada dua kata yang menyiksa hati kita, yaitu kata ‘TIDAK MUNGKIN’, kata itu juga yang menyiksa dan mengkerdilkan anak2 kita. Jadi kurangi mengatakan ‘Tidak Mungkin’ bagi anak anda, kalaupun menurut anda tidak mungkin, bilang saja mungkin. Kalau anda berkasih sayang kepada anak, izinkan ia melihat kehidupan ini mungkin baginya.

Kalau anda marah kepada seseorang, tanyakan, apakah ini yang diinginkan Tuhan?, karena Tuhan menginginkan kita bersikap anggun, marahlah dengan cara yang anggun.

Segment 4:
Kemampuan itu semakin besar semakin hebat, tetapi penggunaan kemampuan itu lebih penting daripada kemampuan.

Telah terbukti, banyak orang yang kurang sekolah dari kita mencapai kesuksesan yang lebih besar. Karena mereka berfokus pada penggunaan kemampuan. Yang mempengaruhi penggunaan kemampuan adalah hati. Semangat yang tinggi mempengaruhi penggunaan yang tinggi, sehingga kemampuannya efektif berdampak. Jadi kalau berbicara hati dan nilai, itu tidak terpisah, karena nilai adalah ukuran kita dalam kehidupan, dan ditentukan dengan seberapa besar hati ini memungkinkan penggunaan kemampuan anda.

Melakukan satu kesalahan itu tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah itu adalah melakukan kesalahan yang sama. Jangan pernah salah dengan kesalahan yang sama.

Tuhan menjawab permohonan kita dengan tiga kata, yaitu ‘YA’ saat permintaan kita diberikan. Kata ‘BELUM’ manakala permintaan kita belum terjawab, kita harus terus mencobanya lagi. Tapi kalau terus ini terjadi, berarti jawaban Tuhan adalah ‘TIDAK’. Jangan terlalu lama disana, karena “hal2 baik datang kepada yang menunggu, tetapi tidak kepada yang menunggu terlalu lama”.

Kesimpulan:
Jika anda berfokus pada yang menarik hati anda, anda akan menyaksikan pertumbuhan dalam diri anda, yang menyebabkan pertumbuhan dalam hidup anda.

Anjurannya:
Berfokuslah pada yang menarik hati anda, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikianlah resume “HATIMU ADALAH LAUTAN TERLUAS”. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu menambahkan untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.


Sahabat Indonesia, Setelah tadi malam susah posting karena Broom sedikit ngadat, alhamdulillah akhirnya pagi ini bisa normal kembali. Acara Mario Teguh Golden Ways (MTGW) yang disiarkan di MetroTV Edisi Ahad 22 Maret 2009 membawakan topik yang indah “HATIMU ADALAH LAUTAN TERLUAS”. Begitu besarnya kajaiban hati, sehingga dalam setiap bahasan Pak MT sangat sering mengulas bertemakan hati, termasuk edisi MTGW sebelumnya Tombo Ati. Baiklah tanpa panjang lebar lagi, berikut resume yang berhasil saya catat tadi malam:

Tidak ada yang terjadi dari matahari terbit sampai matahari terbenam, dalam umur kita yang tidak terserap dihati.
Indahnya menyambut anak yang baru lahir, sedihnya ditinggal orang tua, kegembiraan waktu promosi, sedihnya waktu difitnah, semua terserap dihati yang kecil itu.

Sebuah hati itu indah bukan hanya isinya hanya yang baik, semua kesalahan dan dosa kita yang tertata rapi dengan semua kedermawanan, kemampuan untuk memaafkan itu semua yang menjadikan hati kita indah. Dan semua orang yang hidupnya indah, orang2 itu memiliki hati yang indah.

Segment 1:
Hati yang kemampuannya besar bisa dibatasi dengan pikiran yang kecil.
Hati yang kita miliki potensi yang sangat sensitif terhadap kebaikan. Hati hanya mampu menerima, bahagianya hati, berarti dia mampu menerima kebaikan. Sakitnya hati bukan penolakan, tapi itu pertanda menerima perendahan dari orang lain. Tidak ada yang tidak bisa diterima oleh hati.

Hati yang banyak menerima akan bersinar dengan terang. Tetapi ada pikiran kita yang melingkari hati, dan hanya mengizinkan sedikit sinar masuk, yaitu sinar yang sepaham, seagama, sesuku dll, baru diizinkan masuk.

Orang2 yang bersedia membuka pikirannya, akan melubangi batasan2 pikirannya, untuk mengizinkan sinar2 pengertian itu masuk, karena kita tidak mempunyai sinar sendiri. Orang yang cemerlang adalah orang yang mengizinkan sinar masuk.

Jangan kecilkan potensi hati yang besar ini dengan dengan terbatasnya pikiran.

Untuk mengerti perbedaannya hati dan pikiran, kita harus melihat kesamaanya bahwa hati kita mempunyai pikirannya sendiri. Cara untuk memperbesar hati, izinkan untuk mensyukuri apapaun, ucapkan terimakasih atas segala yang diberikan Tuhan kepada kita.

Apapun yang dilemparkan kepada anda, anda harus terima, karena kemampuan hati itu untuk menerima. Bijaklah dengan pikiran anda. Gunakan yang sudah masuk ke hati, sebagai kekuatan untuk memperindah penampilan anda, dalam mendatangkan kebaikan bagi orang lain.

Segmen 2:
Hanya hati yang luas yang mampu memikul langit yang luas.
Hati yang luas akan melihat kehidupan besar, hati yang kecil akan melihat kehidupan kecil. Itu sebabnya dunia yang sama, akan dilihat berbeda dengan orang yang mempunyai kualitas hati yang berbeda. Berhati-hatilah dengan keluasan hati, hati yang mampu menerima itu tidak boleh tergantung kepada keadaan. Hati kita harus menjadi hati yang sesuai bagi semua nasib.

Orang akan berekasi cepat kepada yang dekat kelihatan, untuk itu janjikanlah yang dekat2. Pikiran kita juga tidak boleh menjajnjikan yang terlalu jauh. Janjikan yang jauh, tetapi buktikan dalam jangka dekat bisa menghasilkan. Sehingga hati anda jadi sekutu bagi diri anda sendiri. Paling kasihan bagi orang yang hatinya menjadi peragu dari semua rencananya.

Mungkin kita melihat kebaikan itu sebagai beban. Bagaimana kalau kita melihat kebaikan itu sebagai hadiah pertama. Orang baik itu sudah kaya, tergantung penilaian anda mengenai kekayaan. Apabila kekayaan yang utuh dipahami sebagai jiwa yang damai, maka orang baik pada dasarnya sudah kaya raya.

Kekayaan itu ada yang mengharukan dan ada yang mengkhawatirkan. Kekayaan yang mengharukan dia selalu bersyukur dengan apa yang didapat, dan kekayaan yang mengkhawatirkan akan selalu dihantui dengan keburukan, karena dia mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak baik. Jadilah orang kaya yang pertama dengan hadiah pertama bagi orang baik.

Banyak orang berniat untuk berubah jadi lebih baik, tetapi tidak pernah berani mengucapkannya untuk terikat. Itu sebabnya seorang publik figur harus berhati-hati, karena semua perkataannya adalah ikatan. Sering2lah mengucapkan kata ’sayang’, ‘cinta’ kepada orang2 yang kita kasihi, karena ini merupakan sebuah ikatan.

Perintah untuk “amar ma’ruf nahi munkar” menyampaikan yang baik dan mencegah yang buruk, tidak disampaikan kepada orang kecil, tapi perintah itu diperuntukan bagi orang besar.

Ada dua prinsip besar yang menjadikan setiap kita menjadi pemimpin yang lebih besar dari ukuran kemanusiannya sendiri. Pertama dia setia kepada prinsip, yang benar, yang baik dan yang jujur. Seorang yang setia kepada perinsip, akan diuji dengan penolakan orang lain. Tidak semua kebaikan itu diterima orang. Kedua Fleksibel dalam metode. Tetaplah kepada yang benar, tetapi sesuaikan cara anda, agar orang tidak salah mengerti mengenai kebenaran. Banyak orang tidak mengerti tentang agama, karena pemuka agama tidak mengajarkannya dengan cara2 yang fleksibel.
Setialah pada perinsip, tetapi pastikan anda luwes dalam metode anda.

Segment 3:
Apakah anda menjalani hidup ini dengan ingatan atau pengertian?
Ingatan diatur oleh masa lalu. Orang2 yang mengatur hidupnya dengan masa lalu, hidupnya berdasarkan ingatan.

Pengertian mengatur semua masa. Orang yang mengerti tidak akan hidup dimasa lalunya, karena apapun ingatan anda tentang masa lalu, yang anda lakukan hari ini kalau salah, masa depan anda menjadi masa lalu yang jelek bagi masa depan yang lebih jauh.

Jadi seberapa besarpun ingatan anda, dia akan menyusut dengan berjalannya waktu. Sedangkan pengertian kita akan tumbuh dengan berjalannya kedewasaan hidup. Anda tidak hidup dari pelajaran anda, tetapi anda belajar dari kehidupan anda.

Ada dua kata yang menyiksa hati kita, yaitu kata ‘TIDAK MUNGKIN’, kata itu juga yang menyiksa dan mengkerdilkan anak2 kita. Jadi kurangi mengatakan ‘Tidak Mungkin’ bagi anak anda, kalaupun menurut anda tidak mungkin, bilang saja mungkin. Kalau anda berkasih sayang kepada anak, izinkan ia melihat kehidupan ini mungkin baginya.

Kalau anda marah kepada seseorang, tanyakan, apakah ini yang diinginkan Tuhan?, karena Tuhan menginginkan kita bersikap anggun, marahlah dengan cara yang anggun.

Segment 4:
Kemampuan itu semakin besar semakin hebat, tetapi penggunaan kemampuan itu lebih penting daripada kemampuan.

Telah terbukti, banyak orang yang kurang sekolah dari kita mencapai kesuksesan yang lebih besar. Karena mereka berfokus pada penggunaan kemampuan. Yang mempengaruhi penggunaan kemampuan adalah hati. Semangat yang tinggi mempengaruhi penggunaan yang tinggi, sehingga kemampuannya efektif berdampak. Jadi kalau berbicara hati dan nilai, itu tidak terpisah, karena nilai adalah ukuran kita dalam kehidupan, dan ditentukan dengan seberapa besar hati ini memungkinkan penggunaan kemampuan anda.

Melakukan satu kesalahan itu tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah itu adalah melakukan kesalahan yang sama. Jangan pernah salah dengan kesalahan yang sama.

Tuhan menjawab permohonan kita dengan tiga kata, yaitu ‘YA’ saat permintaan kita diberikan. Kata ‘BELUM’ manakala permintaan kita belum terjawab, kita harus terus mencobanya lagi. Tapi kalau terus ini terjadi, berarti jawaban Tuhan adalah ‘TIDAK’. Jangan terlalu lama disana, karena “hal2 baik datang kepada yang menunggu, tetapi tidak kepada yang menunggu terlalu lama”.

Kesimpulan:
Jika anda berfokus pada yang menarik hati anda, anda akan menyaksikan pertumbuhan dalam diri anda, yang menyebabkan pertumbuhan dalam hidup anda.

Anjurannya:
Berfokuslah pada yang menarik hati anda, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikianlah resume “HATIMU ADALAH LAUTAN TERLUAS”. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu menambahkan untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.









Bakar Jembatan

Julius Caesar adalah komandan perang yang berhasil merebut pantai Brittania kerena strateginya yang cukup unik. Dalam catatan sejarah, tercatat bahwa ketika Caesar berhasil mendaratkan pasukannya pada tengah malam yang dingin, komandan berdiam diri sejenak, sementara pasukannya sibuk merapatkan dan menyembunyikan perahu-perahu yang sudah mereka tumpangi. Mereka berfikir, setelah pertempuran selesai akan kembali lagi kekapal induk dengan menggunakan perahu tersebut. Namun, betapa kagetnya semua pasukan begitu mendengar perintah sang komanadan, “Bakar semua perahu yang sudah kamu daratkan!”.

Sebagai pasukan yang taat kepada komandan, mereka pun denga ragu-ragu akhirnya membakar semua perahu sampai hangus. Akhirnya, semua pasukan bertempur habis-habisan, karena mereka berpikir tidak akan kembali lagi, jadi harus menang atau au bertempur.

Perjalanan menuju sukses kerap kali diwarnai oleh kekhawatiran sehingga terkadang membuat kita cenderung untuk kembali, bahkan mundur dari setiap pergumulan hidup yang selalu dilalui. Hal ini pula yang membuat banyak orang mengalami stagnasi pertumbuhan dalam meraih keberhasilan karena takut tidak berhasil atau karena takut ditolak oleh orang lain.

Jhon C. Maxwell pernah mengatakan “Kekhawatiran akan menghambat tindakan, tiadanya tindakan menuntun pada tidak adanya pengalaman, tiadanya pengalaman menuntun kita pada ketidaktahuan, dan ketidaktahuan akan melahirkan kekhawatiran.” Jadi, ketakutan jika tidak disikapi dengan baik, justru akan melahirkan sejumlah kekhawatiran baru.

Hikmah yang dapat diambil dari cerita ini adalah, jika sudah memulai sesuatu (tentu berdasarkan pertimbangan yang matang) adalah memadamkan semua kemungkinan untuk kembali. Berapa ‘daya tarik’ yang mampu menarik kita untuk kembali adalah keterikatan pikiran dan nostatalgia masa lalu serta fasiklitas yang mungkin masih terkenang dengan segala kemudahannya.

Daya tarik yang demikian membuat pikiran kita yang sedikit banyak akan menciutkan nyali untuk menerima tantangan yang ada di mata kita. Itulah sebabnya, kata-kata yang sering muncul dalam kondisi demikian antara lain: ‘dulu’ atau ’seandainya’.

Ketika perjalanan kita harus mengalami perubahan rute, kembali ke jalan awal merupakan pantangan, kecuali jika mengalami hal-hal yang memang diluar perencanaan dan kekuasaan manusia. Inilah yang pernah dituturkan oleh Isabel More, “Kehidupan ini ibarat jalan satu arah. Seberapa banyakpun perubahan rute yang anda tempuh, tidak satupun membawa anda kembali. begitu anda mengetahui dan menerima hal itu, kehidupan akan tampak menjadi jauh lebih sederhana.”

Sering kali bila kita ingin memulai suatu usaha atau memulai suatu rencana, selalu ada saja dalam pikiran kita prasangka bahwa bila nanti gagal kita kembali saja dan tidak memulainya lagi, sehingga usaha yang kita lakukan akan sangat tidak masimal dan terkadang jauh di bawah kemampuan kita sebenarnnya. Bakar jembatan yang akan kita buat jalan kembali, hancurkan segala alasan yang akan membuat kita mundur, berperanglah dengan kekuatan dan kemampuan yang besar dalam diri kita. Kalaupun terlalu berat, paling hanya mengubah rute perjalanan saja.








Mario Teguh: Deciveness is a Forceful Love

Sahabat Indonesia, Dalam kesempatan yang berbahagia ini ijinkanlah kami kembali menyampaikan resume acara Mario Teguh Golden Ways (MTGW) yang disiarkan secara live di MetroTV Edisi Ahad 15 Maret 2009, dengan topik “DECIVENESS IS A FORCEFUL LOVE” atau “Ketegasan adalah Cinta yang Kuat”. Dalam bahasan ini dibahas panjang lebar, bagaimana sebuah kekuatan cinta bisa mewarnai suatu kepribadian yang tegas. Tanpa ulasan panjang lebar lagi, berikut resume yang berhasil saya catat:

Orang yang tegas mencintai sesuatu, tegas mengetahui yang tidak dicintainya. Sehingga orang yang mencintai sesuatu akan mengenali perbedaan. Dan perbedaan adalah alasan untuk memilih. Sedangkan yang memilih dengan tegas disebut pribadi yang tegas.

Orang yang tidak jelas memilih, menandakan tidak jelasnya beda, dan menandakan lemahnya cinta. Itu sebabnya kalau orang mau tegas dalam memimpin, dia harus jelas sekali mengenai apa yang dicintainya dan apa yang tidak.

Jika kita ingin mencapai yang besar, kita harus mengorbankan yang besar.
Banyak orang salah mengerti mengenai apa yang disebutnya pengorbanan. Sesuatu disebut pengorbanan apabila ada keikhlasan. Kalau anda memberi dengan mengharapkan sesuatu, itu namanya perdagangan. Dan dalam sistim perdagangan, orang akan menghitung untung dan ruginya. Orang yang berkorban tidaklah harus mendapatkan suatu imbalan, karena yang dikorbankan adalah hadiah pertamanya.

Jadi pengertian yang kita korbankan adalah bukan seperti halnya jual beli, tetapi sesuatu yang kita inginkan untuk lebih baik dimasa depan.

Dahulukanlah kasih sayang, lalu biarkanlah semuanya diatur berdasarkan kesetiaan kita kepada yang benar. Tuhan tidak akan menyia-nyiakan orang yang meminta kepada-Nya untuk berkasih sayang.

Kekuatan cinta pada orang2 yang kita sayangi tidak akan sama setiap harinya.
Cara terbaik untuk memelihara kekuatan cinta supaya tidak sama adalah dengan cara meningkatkannya setiap hari. Kasih sayang kita jangan sampai sama, tetapi harus selalu tumbuh.

Karena berkorban itu tidak dilihat sebagai cara untuk menambah, kita tidak melepaskan yang seharusnya dilepaskan. Untuk itu kalau kita masih disayang Tuhan, kita akan disimpan pada keadaan yang mengharuskan kita untuk berkorban. Keadaan yang terbaik adalah keadaan yang mengharuskan ketegasan.

Kadang Tuhan menyimpan kita dalam keadaan yang terpaksa, tetapi karena kita belum mengerti maksud Tuhan, sering kita menyalahkan Tuhan, tanpa melihat sisi baik yang Tuhan sediakan. Semua pebisnis pun tahu, modal terbesar dalam berbisnis adalah KETERDESAKAN.

Sesuatu yang sudah terisi tidak akan bisa diisi lagi. Tangan yang sudah menggenggam tidak bisa menerima pemberian lagi. Bersihkan pikiran anda dari pikiran kotor, supaya pikiran yang baik2 bisa dimasukan Tuhan.

Ketegasan itu terkadang akan menyiksa banyak orang. Orang yang tidak tegas, dia telah tegas untuk berlaku tidak tegas. Orang yang tidak tegas lama, terkadang ketika dia tegas akan menyakitkan orang. Ketegasan bagi orang yang tidak mengeti dirasakan sebagi kekejaman. Untuk itu bersantun dan berkasih sayanglah dalam ketegasan anda.

Yang disebut kekuatan adalah kemampuan seseorang yang membuat orang lain sependapat.
Jadi kekuatan anda adalah kemampuan anda untuk membuat orang untuk sepakat, dan itu hanya bisa diperoleh dari pribadi yang menarik. Jadi utamakanlah untuk membangun diri yang anda sukai. Karena kekuatan terbesar sesungguhnya terdapat dalam diri.

Sesungguhnya kecintaan kitalah yang membuat kita tegas. Dan tegas itu tidak identik dengan kasar. Banyak budaya tidak mendidikan ketegasan, karena yang didikan adalah kekasaran. Jadi dasar dari ketegasan adalah cinta.

Super Point:
Dari semua kualitas pribadi yang dibutuhkan untuk menaiki tangga2 yang tinggi adalah ketegasan.

Jadilah pribadi yang melakukan sesuatu yang segera dilakukan oleh orang yang ikhlas. Banyak orang melakukan sesuatu ketika dia berumur 50 tahun, padahal dia bisa melakukannya ketika ia berumur 25 tahun. Ini merupakan pemborosan waktu.

Sebagian orang hidupnya hebat sekali, karena sebagian hidupnya dipakai untuk membayar penyesalan.

Hampir semua keputusan, lebih baik daripada tidak ada keputusan.
Alasan kenapa kita disimpan dalam keadaan yang tidak nyaman, sebagai peringatan supaya kita pindah ke tempat yang mendamaikan. Semua yang menggelisahkan kita dalah pemberitahuan bahwa ada sesuatu yang lebih baik. Tegasah dalam memutuskan, karena ketika anda bergerak, anda akan dituntun. Orang yang tidak bergerak tidak akan dituntun walaupun memohon do’a untuk dituntun.

Super Point:
Anda tidak mungkin puas merangkak, apabila hati anda terbang seperti rajawali.

Semua orang tahu apa yang diinginkan, tetapi kita tidak tahu apa yang dilakuakn, bahkan sekalipun ketika Tuhan menjamin kita tidak bisa gagal.

Kesimpulan:

Ketegasan adalah kesegaraan untuk mengutamakan kebaikan dalam hidup kita. Dan kecintaan adalah penegas yang terbaik. Maka perkuatlah kecintaan anda kepada yang anda lihat tumbuh.

Anjuran:
Perkuatlah kecintaan anda kepada yang ingin anda tumbuhkan, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikianlah resume “DECIVENESS IS A FORCEFUL LOVE” atau “Ketegasan adalah Cinta yang Kuat”. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu menambahkan untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.








TDW: Pilih yang Menghasilkan, Lalu yang Anda Sukai, dan Akhirnya Pilih yang Mudah

Dalam memilih pekerjaan ataupun bisnis sering kali orang terbalik, sering kali orang memilih yang paling mudah terlebih dahulu. Walaupun dia tidak suka atau tidak menghasilkan seperti yang dia inginkan, dia tetap saja memilih yang paling mudah.

Contohnya: Ketika orang lulus kuliah atau lulus sekolah, pertama kali pekerjaan apapun yang diterima, sering kali dia tekuni sampai dia mati, ataupun dipecat ataupun ceritanya pensiun dia tidak berubah pekerjaan. Kenapa? Karena dia mencari yang mudah.

Dalam hidup ini kalo Anda cari yang mudah, Anda dapat yang mudah tapi belum tentu menghasilkan, tapi kalo Anda ceritanya cari yang menghasilkan dan yang Anda suka, mendadak hidup Anda akhirnya jadi mudah.

Jadi No. 1 di dalam hidup ini dan dalam memilih bisnis kita harus pilih goal-goal kita yang seperti apa? Goal keuangan, goal kesehatan, goal waktu kita, goal relationship kita, goal intelektual kita, goal mental kita, goal apapun, dan kemudian kita sadari goal-goal tadi kira-kira butuh uang berapa? Butuh biaya berapa?

Dan kemudian sadari goal-goal kita tadi butuh biaya berapa dan kapan. Dan dari biaya berapa, kita hitung kita butuh uang itu umur sekian umur sekian. Dari situ baru kita cari: Bisnis-bisnis apa atau Pekerjaan apa yang bisa menghasilkan ke arah sana dalam waktu yang seperti saya inginkan.

Bisnis tadi bisa jadi banyak sekali, setelah ditulis, baru kita pilih: Mana yang kita suka. Kita harus memilih yang kita suka, karena kalau kita tidak suka, tidak bisa jalan. Coba bayangkan: “Apakah Michael Jordan bisa sukses seperti hari ini, tapi ternyata sebetulnya dia tidak suka basket?” Tidak mungkin.

“Apakah Madonna tidak suka nyanyi, tidak suka nari?”. Tidak mungkin. Nah kita cari yang kita suka. Anda tanya: “Boleh tidak: yang menghasilkan tapi kita tidak suka?”. Jawabnya: “Boleh” dengan syarat: secepat mungkin kita delegasikan.

Saran saya: cari yang Anda suka, tapi menghasilkan, menghasilkan suka. Kemudian dari yang menghasilkan dan Anda suka, baru pilih mana yang mudah dicapai.








TDW:BEJ?, Kelaut Aje….

Jangan salah sangka dulu, BEJ disini bukan Bursa Efek Jakarta yang sekarang telah melebur menjadi BEI (Bursa Efek Indonesia) loh. Tapi BEJ yang akan kita bahas kali ini adalah Blame, Excuse, Justify. Bahasan cantik ini, dikutif dari Buku “Financial Revolution” Karya Tung Desem Waringin, sebuah buku Best Seller yang sudah menginspirasi jutaan orang.

Andaikata di bagian tubuh kita tertusuk sebuah duri, hal pertama yang harus dilakukan sebelum mengoleskan obat pada bagian tubuh yang luka itu, adalah mencabut duri yang tertancap terlebih dahulu. Kalau duri itu dibiarkan, sehebat apaun obat dan vitamin yang kita konsumsi, luka kita dijamin tidak akan sembuh. Malahan sebaliknya luka itu akan membusuk dan mengakibatkan inspeksi.

Begitupun yang terjadi pada jiwa dan hati kita, apabila jiwa dan hati ini ingin peka, maka tugas pertama yang harus dilakukan adalah membersihkannya dari hal yang menghalangi kualitas kepekaannya.

Ada banyak cara untuk melatih kepekaan hati ini, tapi setidaknya disini kita akan bahas tiga penyakit yang akan mengurangi kepekaannya, sekaligus menghambat laju sukses seseorang. Tiga hal tersebut adalah Blame, Excuse, Justify atau disingkat BEJ.

Ketika seorang mulai Blame (menyalahkan) orang lain, menyalahkan faktor ekonomi, menyalahkan situasi, orang ini tidak akan belajar dari kegagalannya. Dan orang yang tidak belajar dari kegagalan, adalah orang gagal yang sesungguhnya. Kelemahan yang paling besar dari orang yang menyalahkan segala sesuatu adalah bahwa dia merasa benar dan tidak perlu bertindak lagi.

Ketika seseorang mulai mengajukan excuse (beralasan), seperti mengatakan terlalu muda, terlalu tua, cuma lulusan SMP, tidak berbakat, saya seorang perempuan, saya laki-laki, saya cuma…., saya terlalu…., saya tidak…, dan sebagainya, orang ini tidak akan bertindak sama sekali. Dan bila tidak ada tindakan apapun, tidak ada hasil apapun.

Justify atau pembenaran adalah upaya orang untuk menutupi kelemahan atau kemalasan untuk berubah menjadi lebih baik dengan membenarkan keadaannya, sebagai sesuatu yang sudah sewajarnya. Misalnya, “Terang saja saya tak berhasil, karena saya tidak punya gelar!. Dan sama sekali tidaklah mengherankan kalau Amir selalu mendapatkan promsi karena dia lulusan luar negeri!”

Ketika orang lain lebih hebat daripada dirinya, orang seperti ini akan melakukan pembenaran tanpa terinspirasi untuk belajar atau menjadi lebih hebat. Kata-kata orang seperti ini khas sekali. Mereka suka menggunakan ungkapan seperti “Terang saja…”, “tidak heran…”, “Sudah tentu…”, “Tentu saja…”, “Sudah selayaknya…”, “Sudah layak dan sepantasnya…”. Bila melihat orang kaya, seorang yang suka melakukan justify akan mengatakan, “Tentu saja, anak orang kaya, sekolah di luar negeri, dapat modal banyak, sudah layak dan sepantasnya kalau dia…”

Semua ungkapan itu sebenarnya disampaikan, atau digumamkan pada diri sendiri, dengan maksud untuk membenarkan keadaannya. Dalam contoh diatas, kalau orang seperti itu bergumam “Tentu saja, anak orang kaya, sekolah diluar negeri, dapat modal banyak, sudah layak dan sepantasnya kalau dia…”, dia secara tidak langsung juga mau menegakkan sesuatu, yaitu “Nah, saya kan bukan anak orang kaya, bukan lulusan luar negeri, tak punya modal, maka wajar saja kalau saya tidak berhasil…”

Yang menyedihkan ialah bahwa apapun yang dikatakan oleh orang yang suka BEJ ini ada kebenarannya. Memang benar kalau misalnya orang umur 19 tahun berkata, “Saya baru berumur 19 kok, kan belum punya pengalaman.” Benar bahwa dia berumur 19 tahun, benar bahwa dia belum punya pengalaman, tapi belum tentu benar bahwa sukses itu mengandalkan pengalaman.

Dalam contoh diatas, benar bahwa anak orang kaya yang sukses itu memang sekolah di luar negeri dan modal banyak. Orang yang suka BEJ memakai kebenaran itu sebagai alasan untuk kemalasan dan keengganannya untuk berubah, sehingga kebenaran-kebenaran ini tidak ada manfaatnya. Satu-satunya manfaat adalah hanya membuat orang terssebut jadi hancur karena tidak belajar dan bertindak untuk menjadi lebih baik.









Sahabat Indonesia, Alhamdulilah dalam long weekend ini, masih bisa menuliskan resume dari materi yang sangat meng-inspirasi banyak orang, yang dibawakan pemateri super Bp Mario Teguh. Sahabat super, dalam kesempatan yang berbahagia ini, ijinkanlah kami kembali menyampaikan resume acara Mario Teguh Golden Ways (MTGW) di MetroTV Edisi Ahad 8 Maret 2009 dengan topik “THE POWER OF IMAGINARY REGRET”. Tanpa ulasan panjang lebar lagi, berikut resume yang berhasil saya catat:

Seorang guru mendidik anak didiknya agar tidak melakukan kesalahan yang tidak perlu. Ada kesalahan yang memang perlu demi pertumbuhan kita, tetapi banyak kesalahan yang tidak harus dilakukan karena anda belum mengalaminya.

Mulai sekarang bayangkan hal2 yang mebuat anda menyesal, masuklah dalam perasaan menyesal yang sama, lalu dapatkan kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik karenanya.

Belajar itu tidak harus pandai, belajar saja.
Walaupun pada awalnya belajar terasa terpaksa, tapi didalam proses belajar ini, kita akan mulai menanamkan sesuatu yang penting dalam pelajaran tersebut.

Semua hal dalam hidup ini ada pegangannya.
Segala sesuatu terutama hal yang berbahaya, dan berbahaya itu karena berguna, sepertihalnya pisau, pasti ada pegangannya.
Penyesalan itu seperti halnya pisau, sesuatu yang berbahaya, yang mengharuskan kita memegang melalui pegangannya. Hidup ini lebih sering salah dalam arah dan cara. Kalau ada orang yang dengan menyesal dan menjadi hebat, mengapa kita menyesal dan menjadi lemah?.

Jadi bukan melihat penderitaan yang disebabkan oleh masalah kepada kita, tetapi melihat apa yang bisa kita lakukan karena kita menderita.

Jangan menganalisa mengapa anda malas.
Malas itu beli tunai atau downpayment dampaknya sama, ia akan menghalangi keberhasilan kita. Orang itu harus belajar karena kita semua bisa malas. Rajinlah tetang satu hal saja.

Anda itu disebut rajin bukan karena rajin disemua bidang. Anda disebut rajin, apabila anda rajin pada bidang yang menghebatkan anda. Malas untuk memboroskan waktu adalah kemalasan yang baik. Jangan mengeluh karena malas, karena malas itu kalau arahnya tepat, akan menghebatkan anda.

Cara mengetahui potensi yang akan menghebatkan anda.
Perhatikan apa yang membuat orang banyak mengucapkan “TERIMAKASIH”, “WOW” karena anda anda, dan yang orang bersedia BAYAR. Anda akan dihebatkan ketika banyak orang berkata kepada anda “Hanya anda yang bisa” atau “Untung ada anda”. Jangan sepelekan hal itu, karena itu potensi kita.

Sebetulnya kita semua bekerja keras untuk pulang kerumah.
Disadari atau tidak kita semua merasakan hal itu, bahkan penjahatpun sering tertangkap di dekat rumah mereka. Jadi ada semacam “Homing Insting”, ada insting untuk kembali ke rumah.

Kalau orang bekerja keras untuk pulang ke rumah, pasti dia sedang berharap kedamaian dalam kehidupan keluarganya. Untuk itu silahkan di cek, kalau anda bekerja keras untuk tidak pulang kerumah, mengapa anda bekerja keras?.

Tujuan utama ditanamkannya penyesalan kedalam diri kita, agar kita berfokus pada perbaikan diri.
Kalau hal ini menjadi sikap kita, maka kita tidak akan lagi menggantungkan diri dan keberhasilan kepada bantuan orang lain. Katakan, “ini tanggung jawab saya”, jangan gunakan tanggung jawab orang lain sebagai syarat keberhasilan anda.

Semakin anda tidak punya syarat kepada keberhasilan anda, kecuali anda sendiri, semakin anda mandiri. Semakin banyak yang bisa anda salahkan, semakin mudah bagi anda untuk menyalahkan orang lain. Jadi bertanya dan belajarlah kepada orang lain, tetapi bergantunglah sepenuhnya kepada diri sendiri.

Orang yang berdiri diatas gunung, selalu tidak akan melihat puncak gunung.
Itu sebabnya banyak orang menyepelekan kebaikan pasangan hidupnya. Seorang yang mempunyai istri baik, sholehah, pandai mengurus keuangan dan taat kepada suami, ia disepelekannya hanya karena tidak kelihatan. Banyak juga ibu yang tidak menyadari dia sedang berada dalam keluarga baik.

Jadilah pribadi yang melihat bahwa kita berdiri diatas gunung. Orang yang selalu mengeluhkan tentang indonesia, dia tidak melihat Indonesia hebat.

Pilihlah pekerjaan yang menjadikan anda, pribadi yang anda cintai.
Tidaklah harus uangnya banyak, tetapi pribadi itu anggun, pandai, confidence, wawasannya jauh, berpengaruh dsb. Kalau pekerjaan anda menjadikan anda, pribadi yang anda cintai, itu pekerjaan baik.

Kalau anda bisa mengulangi hidup lagi, apakah anda akan melakukan kesalahan yang sama?
Pendapat pak mario: “Saya akan mengulangi kesalahan saya hanya lebih awal”. Karena saya menjadi apa saya sekarang karena kesalahan saya. Mengapa saya harus belajar dengan kesalahan yang baru, yang belum tentu menjadikan saya sekarang?.

Selagi muda beranilah berbuat kesalahan, karena orang lebih mudah memaafkan yang muda dan berbuat salah. Jadi janganlah takut membuat kesalahan, asal anda melakukan kesalahan yang perlu. Kalau kita berfikir akan memilih kesalahan2 yang akan membesarkan kita, ulangi semua kesalahan anda, buat sesegera mungkin.

Melakukan kesalahan itu tidak masalah, asal tidak melakukan kesalahan yang sama, karena anda tidak belajar, bila melakukan kesalahan yang sama. Semua kesalahan dilakukan karena kita belum tahu, belum berpengalaman, belum pernah mencobanya. Tetapi kalau kita mencoba sesuatu yang baru, berarti kita naik kelas.

Penyesalan itu bisa melukai atau bisa mencerdaskan anda.
Yang terjadi kepada anda, tidak lebih penting daripada yang terjadi didalam diri anda.

Orang bisa melihat sesuatu yang berbeda, karena dia berada di tempat yang berbeda.
Hidup ini mempunyai banyak sisi, yang kalau dilihat dari sudut pandang yang salah, dia akan menyalahkan kehidupan kita. Jadi perbaikilah sudut pandang kita mengenai kesalahan. Karena kesalahan itu tidak apa2, yang tidak boleh itu dosa. Salah karena belum mengeti, tidak bisa disalahkan dengan salah karena mencuri.

Sebuah kesalahan akan berhenti menjadi kesalahan, kalau anda menggunakan kesalahan itu sebagai sarana memperbaiki diri.
Sebuah kesalahan yang dengan itu, bisa membuat kita lebih baik, sesungguhnya itu kebaikan. Sudut pandang kita saja yang telah terdidik, untuk mengglobalkan bahwa sebuah kesalahan itu jelek, membuat kita menghujat diri, memaki orang lain, kalau salah atau disalahi.

Jangan beri nasihat yang tidak diminta.
Tidak selalu orang memint naishat, tetapi wajahnya bisa mengindikasikan pendieritaan, dia butuh nasihat. Dia berada dilingkungan orang2 yang menasihatkan sesuatu, dia butuh nasihat.

Cara menasihati yang paling baik adalah membuat orang tertarik kepada hasil dari kebaikan yang kita lakukan. Tahapanya adalah : Kita harus melakukan kebaikan terlebih dahulu, Pastikan kebaikan itu menghasilkan, Lalu mudah2an tertarik kepada kebaikan.

Hati yang damai kalau dilempar batu, akan timbul riak2 pengertian.
Jadi karena kita sama2 tidak tahunya, damaikanlah hati anda dalam pekerjaan apapun, agar anda mudah mengerti bahwa yang anda lakukan itu arahnya sudah tepat, atau caranya sudah baik.

Sebetulnya kita sedang ditunggu, untuk menjadi pribadi yang bereaksi baik, terhadap yang terjadi kepada kita.
Kita sedang ditunggu mengenai apapun yang terjadi, sebagai alasan bagi upaya terbaik kita. Berilah alasan bagi pemuliaan itu, yang dibutuhkan hanya kita bertindak, lalu Tuhan akan memulaikan kita karena-Nya.

Mengapa orang melakukan kesalahan yang sama ditempat nyaman?
Karena dia tidak melatih diri untuk tertarik memasuki kehidupan yang lebih baik. Jadi kalau ada orang mengulangi kesalahannya kemudian menyesal, tetapi itu terus berulang pada tempat yang sama, adalah orang yang belum membiasakan dirinya, membayangkan kehidupan yang lebih baik yang telah menjadi hak kelahiran-nya.

Pribadi populer itu bukan pribadi yang dikenal, tetapi pribadi populer itu sifat.
Pribadi terbaik bukan orang yang membuat anda kagum karenanya, tetapi orang yang menunjukan jalan anda sehingga membuat anda hebat. Bergaulah dengan orang, yang karenanya anda bisa menemukan kualitas2 terbaik anda.

Kesimpulan:

Jalan-jalan kebaikan adalah jalan Tuhan, sehingga orang2 yang berjalan di jalan kebaikan sebetulnya berjalan bersama Tuhan. Maka serahkanlah diri anda untuk berjalan dalam kebaikan, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikianlah resume “THE POWER OF IMAGINARY REGRET”. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu menambahkan untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.

Sahabat Indonesia, Alhamdulilah dalam long weekend ini, masih bisa menuliskan resume dari materi yang sangat meng-inspirasi banyak orang, yang dibawakan pemateri super Bp Mario Teguh. Sahabat super, dalam kesempatan yang berbahagia ini, ijinkanlah kami kembali menyampaikan resume acara Mario Teguh Golden Ways (MTGW) di MetroTV Edisi Ahad 8 Maret 2009 dengan topik “THE POWER OF IMAGINARY REGRET”. Tanpa ulasan panjang lebar lagi, berikut resume yang berhasil saya catat:

Seorang guru mendidik anak didiknya agar tidak melakukan kesalahan yang tidak perlu. Ada kesalahan yang memang perlu demi pertumbuhan kita, tetapi banyak kesalahan yang tidak harus dilakukan karena anda belum mengalaminya.

Mulai sekarang bayangkan hal2 yang mebuat anda menyesal, masuklah dalam perasaan menyesal yang sama, lalu dapatkan kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik karenanya.

Belajar itu tidak harus pandai, belajar saja.
Walaupun pada awalnya belajar terasa terpaksa, tapi didalam proses belajar ini, kita akan mulai menanamkan sesuatu yang penting dalam pelajaran tersebut.

Semua hal dalam hidup ini ada pegangannya.
Segala sesuatu terutama hal yang berbahaya, dan berbahaya itu karena berguna, sepertihalnya pisau, pasti ada pegangannya.
Penyesalan itu seperti halnya pisau, sesuatu yang berbahaya, yang mengharuskan kita memegang melalui pegangannya. Hidup ini lebih sering salah dalam arah dan cara. Kalau ada orang yang dengan menyesal dan menjadi hebat, mengapa kita menyesal dan menjadi lemah?.

Jadi bukan melihat penderitaan yang disebabkan oleh masalah kepada kita, tetapi melihat apa yang bisa kita lakukan karena kita menderita.

Jangan menganalisa mengapa anda malas.
Malas itu beli tunai atau downpayment dampaknya sama, ia akan menghalangi keberhasilan kita. Orang itu harus belajar karena kita semua bisa malas. Rajinlah tetang satu hal saja.

Anda itu disebut rajin bukan karena rajin disemua bidang. Anda disebut rajin, apabila anda rajin pada bidang yang menghebatkan anda. Malas untuk memboroskan waktu adalah kemalasan yang baik. Jangan mengeluh karena malas, karena malas itu kalau arahnya tepat, akan menghebatkan anda.

Cara mengetahui potensi yang akan menghebatkan anda.
Perhatikan apa yang membuat orang banyak mengucapkan “TERIMAKASIH”, “WOW” karena anda anda, dan yang orang bersedia BAYAR. Anda akan dihebatkan ketika banyak orang berkata kepada anda “Hanya anda yang bisa” atau “Untung ada anda”. Jangan sepelekan hal itu, karena itu potensi kita.

Sebetulnya kita semua bekerja keras untuk pulang kerumah.
Disadari atau tidak kita semua merasakan hal itu, bahkan penjahatpun sering tertangkap di dekat rumah mereka. Jadi ada semacam “Homing Insting”, ada insting untuk kembali ke rumah.

Kalau orang bekerja keras untuk pulang ke rumah, pasti dia sedang berharap kedamaian dalam kehidupan keluarganya. Untuk itu silahkan di cek, kalau anda bekerja keras untuk tidak pulang kerumah, mengapa anda bekerja keras?.

Tujuan utama ditanamkannya penyesalan kedalam diri kita, agar kita berfokus pada perbaikan diri.
Kalau hal ini menjadi sikap kita, maka kita tidak akan lagi menggantungkan diri dan keberhasilan kepada bantuan orang lain. Katakan, “ini tanggung jawab saya”, jangan gunakan tanggung jawab orang lain sebagai syarat keberhasilan anda.

Semakin anda tidak punya syarat kepada keberhasilan anda, kecuali anda sendiri, semakin anda mandiri. Semakin banyak yang bisa anda salahkan, semakin mudah bagi anda untuk menyalahkan orang lain. Jadi bertanya dan belajarlah kepada orang lain, tetapi bergantunglah sepenuhnya kepada diri sendiri.

Orang yang berdiri diatas gunung, selalu tidak akan melihat puncak gunung.
Itu sebabnya banyak orang menyepelekan kebaikan pasangan hidupnya. Seorang yang mempunyai istri baik, sholehah, pandai mengurus keuangan dan taat kepada suami, ia disepelekannya hanya karena tidak kelihatan. Banyak juga ibu yang tidak menyadari dia sedang berada dalam keluarga baik.

Jadilah pribadi yang melihat bahwa kita berdiri diatas gunung. Orang yang selalu mengeluhkan tentang indonesia, dia tidak melihat Indonesia hebat.

Pilihlah pekerjaan yang menjadikan anda, pribadi yang anda cintai.
Tidaklah harus uangnya banyak, tetapi pribadi itu anggun, pandai, confidence, wawasannya jauh, berpengaruh dsb. Kalau pekerjaan anda menjadikan anda, pribadi yang anda cintai, itu pekerjaan baik.

Kalau anda bisa mengulangi hidup lagi, apakah anda akan melakukan kesalahan yang sama?
Pendapat pak mario: “Saya akan mengulangi kesalahan saya hanya lebih awal”. Karena saya menjadi apa saya sekarang karena kesalahan saya. Mengapa saya harus belajar dengan kesalahan yang baru, yang belum tentu menjadikan saya sekarang?.

Selagi muda beranilah berbuat kesalahan, karena orang lebih mudah memaafkan yang muda dan berbuat salah. Jadi janganlah takut membuat kesalahan, asal anda melakukan kesalahan yang perlu. Kalau kita berfikir akan memilih kesalahan2 yang akan membesarkan kita, ulangi semua kesalahan anda, buat sesegera mungkin.

Melakukan kesalahan itu tidak masalah, asal tidak melakukan kesalahan yang sama, karena anda tidak belajar, bila melakukan kesalahan yang sama. Semua kesalahan dilakukan karena kita belum tahu, belum berpengalaman, belum pernah mencobanya. Tetapi kalau kita mencoba sesuatu yang baru, berarti kita naik kelas.

Penyesalan itu bisa melukai atau bisa mencerdaskan anda.
Yang terjadi kepada anda, tidak lebih penting daripada yang terjadi didalam diri anda.

Orang bisa melihat sesuatu yang berbeda, karena dia berada di tempat yang berbeda.
Hidup ini mempunyai banyak sisi, yang kalau dilihat dari sudut pandang yang salah, dia akan menyalahkan kehidupan kita. Jadi perbaikilah sudut pandang kita mengenai kesalahan. Karena kesalahan itu tidak apa2, yang tidak boleh itu dosa. Salah karena belum mengeti, tidak bisa disalahkan dengan salah karena mencuri.

Sebuah kesalahan akan berhenti menjadi kesalahan, kalau anda menggunakan kesalahan itu sebagai sarana memperbaiki diri.
Sebuah kesalahan yang dengan itu, bisa membuat kita lebih baik, sesungguhnya itu kebaikan. Sudut pandang kita saja yang telah terdidik, untuk mengglobalkan bahwa sebuah kesalahan itu jelek, membuat kita menghujat diri, memaki orang lain, kalau salah atau disalahi.

Jangan beri nasihat yang tidak diminta.
Tidak selalu orang memint naishat, tetapi wajahnya bisa mengindikasikan pendieritaan, dia butuh nasihat. Dia berada dilingkungan orang2 yang menasihatkan sesuatu, dia butuh nasihat.

Cara menasihati yang paling baik adalah membuat orang tertarik kepada hasil dari kebaikan yang kita lakukan. Tahapanya adalah : Kita harus melakukan kebaikan terlebih dahulu, Pastikan kebaikan itu menghasilkan, Lalu mudah2an tertarik kepada kebaikan.

Hati yang damai kalau dilempar batu, akan timbul riak2 pengertian.
Jadi karena kita sama2 tidak tahunya, damaikanlah hati anda dalam pekerjaan apapun, agar anda mudah mengerti bahwa yang anda lakukan itu arahnya sudah tepat, atau caranya sudah baik.

Sebetulnya kita sedang ditunggu, untuk menjadi pribadi yang bereaksi baik, terhadap yang terjadi kepada kita.
Kita sedang ditunggu mengenai apapun yang terjadi, sebagai alasan bagi upaya terbaik kita. Berilah alasan bagi pemuliaan itu, yang dibutuhkan hanya kita bertindak, lalu Tuhan akan memulaikan kita karena-Nya.

Mengapa orang melakukan kesalahan yang sama ditempat nyaman?
Karena dia tidak melatih diri untuk tertarik memasuki kehidupan yang lebih baik. Jadi kalau ada orang mengulangi kesalahannya kemudian menyesal, tetapi itu terus berulang pada tempat yang sama, adalah orang yang belum membiasakan dirinya, membayangkan kehidupan yang lebih baik yang telah menjadi hak kelahiran-nya.

Pribadi populer itu bukan pribadi yang dikenal, tetapi pribadi populer itu sifat.
Pribadi terbaik bukan orang yang membuat anda kagum karenanya, tetapi orang yang menunjukan jalan anda sehingga membuat anda hebat. Bergaulah dengan orang, yang karenanya anda bisa menemukan kualitas2 terbaik anda.

Kesimpulan:

Jalan-jalan kebaikan adalah jalan Tuhan, sehingga orang2 yang berjalan di jalan kebaikan sebetulnya berjalan bersama Tuhan. Maka serahkanlah diri anda untuk berjalan dalam kebaikan, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikianlah resume “THE POWER OF IMAGINARY REGRET”. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu menambahkan untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar