Jumat, 13 Januari 2012

MOTIVASI ALA PAK MARIO

Jenghis Khan


Jenghis Khan adalah seorang panglima perang yang sangat terkenal dari Mongolia. Salah satu kebiasaannya adalah selalu meyertakan burung rajawalinya untuk ikut dalam setiap pertempuran.

Suatu kali, setelah selesai melakukan pertempuran yang hebat, Jenghis Khan beristirahat di suatu tepian air terjun kecil bersama dengan burung rajawalinya. Dia sengaja agak meyepi dari serdadunya agar bisa beristirahat.

Tiba-tiba ia mulai merasa haus, lalu ia bangkit berdiri, kemudian membawa pundi tanah liat minumnya untuk mengambil air dari air terjun kecil yang ada di dekatnya. Ketika dia hendak menampung air, tiba-tiba burung rajawalinya menyambar pundi-pundi tersebut hingga terpental. Sang Panglima kaget luar biasa, tidak pernah sang rajawali yang setia menyambar tempat minumannya.

“Ah, mungkin dia sedang bercanda, “ gumamnya dalam hati.

Lalu kembali mengambil air dengan menggunakan pundi yang sudah jatuh tadi. lagi-lagi sang rajawali menyambar dari arah yang berlawanan sehingga pundi tersebut terpental sangat jauh. Jengis Khan yang haus semakin jengkel. Pikirannya ini bukan bercanda lagi , melainkan sudah melecehkan tuannya.

Disertai amarah yang besar, sang panglima akan membunuh burung rajawalinya bila dia kembali mengganggu dirinya. Jenghis Khan pun kembali menampng air untuk yang ke tiga kalinya. Air baru terisi seperempat pundi, tanpa disangka-sangka dari arah belakang tiba-tiba sang rajawali menyambar lagi pundi-pundinya. Serangan yang teramat keras dan tiba-tiba itu, membuat pundi yang dipegang Jenghis Khan terbanting pecah.

Jenghis Khan marah luar biasa, disertai emosi yang meluap-luap diayunkannya pedang perangnya dan ditebaskannya pada burung raawalinya, yang ketika itu masih terbang rendah. Seketika itu pula, sang rajawali pun terkulai lemas dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.

Setelah puas melampiasakan kemarahannya, sang panglima naik ke panggung-tebing tempat dimana sumber mata air-untuk minum, seklaigus melihat-lihat keadaan disekitarnya. Begitu sampai diatas, betapa kagetnya sang panglima karena di mata air tersebut tergeletak bangkai seekor binatang yang sudah membusuk. Dia menjadi sadar, bahwa sejak tadi si burung rajawali telah berusaha memberitahukan dirinya bahwa air yang akan diminum tersebut telah tercemar bangkai binatang.

Lunglailah Jenghis Khan. Tiba-tiba rasa hausnya hilang menatap rajawalinya yang setia telah mati oleh perbuatannya sendiri. Dilepaskannya pakaian perangnya, lalu dibungkuskannya pada tubuh burung rajawalinya, kemudian dikuburkan dengan upacara kemiliteran.

Sebagai panglima, ia bisa mengalahkan ribuan musuh dan menjadi sangat terkenal, namun ia tidak dapat menguasai dan mengalahkan dirinya sendiri. Ini yang sekaligus menjadi peringatan bagi para serdadunya, bahwa sebelum menguasai orang lain, kuasai terlebih dahulu diri sendiri.

Penguasaan diri merupakan aspek yang perlu dilatih sejak dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari lagit, melainkan diperoleh dari proses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan orang-orang sekitar. Hikmahnya luar biasa, dalam dalam sebuah kata bijak tertulis, “Siapa yang menguasai diri ibarat mengalahkan sebuah kota. Diri kita ‘bawa-bawa’ saat ini dapat menguasai kita atau kita yang menguasainya, dapat menjadi sahabat atau menjadi lawan. Tergantung pilihan kita untuk menjalani hidup ini.”







Mario Teguh Golden Ways 29 Maret 2009: The Shape Of My Heart

Sahabat Indonesia, alhamdulillah akhirnya kembali kami bisa menyajikan resume dari acara Mario Teguh Golden Ways. Acara Mario Teguh Golden Ways (MTGW) yang disiarkan live di MetroTV Edisi Ahad 29 Maret 2009 kembali membawakan bahasan tentang hati, topik indah kali ini “THE SHAPE OF MY HEART” atau terjemahan bebasnya adalah “Bentuk Hati Kita”. Baiklah tanpa panjang lebar lagi, berikut resume yang berhasil saya catat tadi malam:

Ada empat macam bentuk hati yaitu:
- Hati yang Peka
- Hati yang Kuat
- Hati yang Tabah
- Hati yang Cerdik

Sebetulnya hidup ini sangat sederhana, tetapi kita yang merumitkannya dengan rencana yang tidak kita laksanakan, janji yang tidak kita penuhi, kewajiban yang kita lalaikan, dan peraturan yang kita langgar.

Kita dapat mengetahui bentuk hati kita dengan mengecek-nya sendiri, apakah janji kita sering tidak kita tepati, apakah kewajiban kita sering kita lalaikan, apakah kita sering melanggar peraturan, dan apakah kita sering membatalkan rencana?

Kalau sesuatu salah, pasti ada sesuatu yang tidak benar dilakukan oleh yang harusnya membenarkan.

Langit kita bergema sekarang dengan janji2 calon pemimpin yang mungkin tidak bisa dipenuhi.

Semua pribadi yang mencapai kebesaran itu mencapainya melalui kepekaan rasa, bukan logika.Logikanya kepekaan hati orang sekarang mencerdaskan mereka untuk tahu janji mana yang bisa dipercaya.

Kita tidak mungkin bisa ditipu oleh orang, kalau kita tidak menipu diri kita sendiri.

Jadilah pribadi yang tahu, bahwa pemimpin itu yang memilih yang dipimpinnya. Berkasih sayanglah kepada orang yanda anda pimpin, ketika anda menjadi pemimpin.

Semua orang akan mencapai kehebatannya kalau terpaksa.
Kalau ada kucing yang tersudut di tembok, jangan anda serang, karena kucing yang tersudut akan melarikan diri melalui wajah anda.Orang2 yang hidupnya tidak jelas apa yang akan dilakukannya, adalah orang2 yang hidupnya belum mengambil tanggung jawab terlalu besar sampai ia terpaksa.

Selalu orang2 yang kebingungan dalam hidupnya adalah yang masih bisa hidup dan tidak mungkin mati, serta selalu yang masih aman. Tetapi orang2 yang tersudut dan hampir mati, tidak punya waktu untuk mengeluh.

Jadi ambilah tanggung jawab yang besar, umumkan diri anda sebagai sahabat bagi kebaikan orang banyak. Buatlah diri anda tersudut lalu setelah itu akan anda temukan kekuatan2 yang datang dari sudut2 yang anda tidak tahu sebelumnya.

Super Point:
Perendahan orang lain itu tujuannya untuk melemahkan kita.

Banyak orang percaya, hanya kalau kita lemah mereka bisa berhasil. Orang2 itu adalah orang2 yang mudah dikalahkan.

Maka jangan penuhi strategi mereka untuk melemahkan kita. Semua pelemahan yang mereka lakukan kepada kita itu, menyebabkan kita marah.Buktikan kemarahan itu untuk membuktikan bahwa mereka salah. Yang mereka lakukan untuk membuat kita lemah itu, justru memperkuat kita.

Semakin marah, anda semakin berkualitas, semakin tegak, semakin tajam pandangan anda, semakin bersungguh-sungguh persiapan anda.

Hati yang kuat menghadapi kehidupan dengan kesadaran penuh. Camkan bahwa anda kalau tidak dilemahkan, akan dikuatkan.

Jangan marah kepada atasan kecuali anda sudah mempunyai pekerjaan kedua.
Memang betul kita harus bersemangat, tetapi harus juga pandai. Anda tidak bisa berteriak bahwa anda BISA tanpa mengetahui caranya.

Atasan anda bukan yang memilih anda untuk menjadi anak buahnya, tetapi anda sendiri yang memilih atasan.

Akan sangat mengherankan kalau anda sebagai anak buah selama bekerja, selalu merasa ditindas oleh atasan yang anda pilih sendiri. Anjurannya, bagi bawahan yang sudah tidak damai lagi dalam perusahaan, kalau semua cara sudah dilakukan, adalah KELUAR.

Banyak orang membuktikan keraguannya mengenai Tuhan, dengan cara tidak berani pindah pekerjaan, karena dia beranggapan di tempat lain tidak ada rejeki lagi baginya.

Kemampuan tidak lebih penting daripada penggunaan kemampuan.
Penggunaan kemampuan ditentukan oleh bentuk hati anda. Jadi kalau anda mau pergi terhadap kemampuan anda, hebatkanlah hati anda.

Akrabrlah dengan yang membuat hati anda hebat, bergaulah dengan orang2 baik, panggil-lah nama2 baik Tuhan sehingga hati anda tergetar karena-Nya. Pikirkanlah yang baik, ucapkanlah yang baik, lakukanlah yang baik, anda tidak mungkin salah.

Kalau anda diserang, dihina, direndahkan, diberikan isyu, pilihannya adalah marah, atau senyum?. Yang alamiah untuk anda pilih adalah MARAH. Lalu gunakan energi kemarahan anda dalam hal yang positif.

Tidak ada masalah dalam perusahaan yang tidak bersumber dari belum cukupnya penjualan. Semua orang yang ketat dalam efesiensi, adalah orang yang sedang tersiksa dalam penjualannya. Uniknya yang selalu disalahkan adalah masa sulit/krisis.

Pohon memperpanjang akarnya dimusim kering. Orang yang tidak bisa kreatif dimasa sulit, sepeti pohon yang malas memperpanjang akarnya dimusim kering.

Dalam pribahasa Tionghoa “Setiap tahun itu sulit, tapi setiap tahun itu lewat”. Jadi bukan keluhannya tentang sulitnya tahun, tapi hebatnya upaya supaya lewat tahun 2009 ini dengan baik.

Dimasa pemilu ini banyak yang menjanjikan perbaikan nasib kalau presidennya tepat. Semua ini tidak ada hubungannya, karena rejeki anda adalah urusan diri pribadi anda dengan Tuhan.

Di sebaik-baiknya ekonomi akan selalu ada orang yang kesulitan, dan di sesulit-sulitnya ekonomi akan ada orang yang dimudahkan dengan rejeki yang baik. Jadi siapapun pemimpin negeri ini, tetaplah menjadi pribadi Indonesia yang super, sehingga mendapat perhatian yang khusus dari Tuhan.

Kalau anda menjadi pribadi yang diperhatikan Tuhan, sistim rejeki akan mencari jalnnya sendiri, untuk memuliakan kita. Anda mempunyai direct langsung kepada Tuhan, gunakanlah fasilitas itu setiap hari.

Kebanyakan dari kita hanya berdo’a ketika sedih. Dalam do’a kita hanya melihat sedihnya, sementara Tuhan hanya menyusukai dan melihat do’anya. Maka jangan salahkan kalau Tuhan membiarkan kita berlama-lama dalam kesedihan, karena kita hanya berdo’a ketika kita sedih.

Maka berdo’alah dalam keadaan bahagia, maka Tuhan akan senang menyimpan kita berlama-lama dalam kebahagiaan. Bentuk hati menentukan bentuk kehidupan.

Super Point:
Mereka yang sulit berhasil, biasanya menghindari hal2 yang sulit.Orang2 yang berhasil melakukan hal2 yang dihindari oleh orang2 yang sulit berhasil.

Salah satu pengkerdilan dalam hidup ini adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas.

Jangan beristirahat sebelum letih, karena orang malas akan beristirahat sebelum capek. Orang2 hebat tidak beristirahat, padahal dia berhak untuk istirahat.

Sebuah masalah tidak bisa diselesaikan oleh tingkat berfikir dimana maslah itu dibuat. Anak SD tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah yang harus dikerjakan anak tingkatan berikutnya dst.

Banyak orang mengeluhkan kesulitan hidupnya, tanpa membangun kemampuan untuk menyelesaikannya, dengan cara membangun kemampuan berfikir kelas lebih tinggi.

Jadi mengapa perubahan itu menyiksa?, ia menyiksa selama kelas berfikir kita pantas untuk masalah itu. Karena ada orang2 yang pantas untuk kelas berfikir berikutnya dan berikutnya.

Orang2 yang tersiksa pada levelnya, biasanya orang2 yang tidak berusaha untuk memperbarui diri. Cara paling cepat untuk membuat orang berhenti belajar adalah diberi pangkat Direktur. Hati2lah dengan kepangkatan yang tidak meningkatkan kelas erfikir.

Ikhlaslah tetang perubahan, ikhlaslah untuk memperbaharui diri, sebab tidak ada pribadi lama yang berhak bagi kualitas kehidupan baru.

Kesimpulan:

Bentuk hati kita menentukan bentuk kehidupan kita.

Salah satu rahasia keberhasilan, yang segera bisa kita terapkan dalam kehidupan kita adalah memimpikan kehidupan yang besar sekali, tetapi membuat rencana kita sangat sederhana, sampai hampir terlaksanakan sendiri.

Anjurannya:

Baikan-lah hati anda, hebatkanlah impian anda, dan sederhanakanlah tindakan anda, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikianlah resume “THE SHAPE OF MY HEART”. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu menambahkan untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.









TDW: Imajinasi Lebih Unggul dari Kemauan

Dikatakan oleh seorang dokter Perancis yang bernama EMILE QUE: “Ketika kemauan bertentangan dengan imajinasi, pasti imajinasi yang lebih unggul”

Dalam bukunya One Minute Millionaire oleh Mark Victor Hansen, ia menjelaskan dengan sangat baik. Diberi contoh: Ketika Anda memberitahu anak Anda : “Sayang, tidak usah takut, tidak ada monster di kolong tempat tidurmu, tidur yang nyenyak ya sayang ya?”. Tetapi ketika lampunya dipadamkan, imajinasi si anak menggila dan akhirnya anak Anda ketakutan.

Nah kalau Anda ingin menenangkan anak Anda, akan lebih sukses kalau Anda menggunakan imajinasi ketimbang logika. Anda bisa ngomong begini: “Jangan khawatir sayang, monster- monster di rumah kita bukan tipe monster yang melukai anak-anak. Ayah ibu hanya membiarkan masuk monster-monster yang melindungi anak-anak. Tenang saja, yang di bawah ini adalah yang sangat baik yang akan melindungi kamu”.

Tung Desem Waringin menjelaskan lebih detail dalam bukunya “24 Ilmu Milyarder”, Kasus yang sama dengan cerita anak kecil tadi, akan terjadi pada diri kita yang sudah dewasa dengan skala yang sedikit berbeda. Monster yang kita bayangkan itupun tidak kalah menyeramkan dibanding monster pada waktu kita kecil.

Pernahkah Anda berpikir begini: “saya tahu kalau saya kenalan dengan orang ini, hidup saya bisa jadi lebih sukses”. Tapi kemudian Anda menahan diri, Anda takut ditolak. Tentu kita semua pernah melakukan.

Ini yang terjadi: kita benci sekali tampak seperti orang bodoh, kita benci sekali ditolak. Tapi kesakitan ditolak ini hanya imajinasi saja. Nah kalau imajinasi kita adalah ditolak seperti itu, ubahlah imajinasi itu.

Kita bisa bayangkan bahwa ternyata kalau kita diterima, ternyata rasanya nikmat sekali. Dan kalo kita bayangkan ditolak, kita bayangkan “Ah cuma biasa saja”, atau “Kalau ditolak saya senyum saja dan dia juga tersenyum” atau bayangkan “kalau ditolakpun, dia akan menolaknya juga sangat lembut”.

Setelah itu kita bayangkan juga kalau dia menerima: “Waw, kita akan sangat-sangat sukses, dan sangat-sangat luar biasa sukses jauh dari hari ini”, maka kita akan berani minta bantuan, kita akan berani mengajukan kerjasama dengan orang-orang terbaik didunia, dan kita berani belajar dari orang-orang yang terbaik didunia.

Jadi kesimpulannya adalah bahwa imajinasi lebih unggul dari kemauan, maka mari kita bayangkan skenario yang terbaik, film-film yang terbaik, proyeksikan hasil-hasil yang sebaik mungkin. Dengan imajinasi seperti itu, kita menjadi lebih bersemangat.

Bagaimana dengan anda, Sudahkah anda membangun imaginasi dengan lebih baik?








TDW:Anda adalah Kekayaan Anda!

Banyak diantara kita belum merasa memiliki apa2, bahkan merasa sangat miskin hanya karena belum punya rumah mewah, mobil mewah, dan perlengkapan lainnya yang menjadi standar orang dianggap kaya pada umumnya. Padahal tahukah anda bahwa anda memiliki kekayaan yang tidak ternilai, yaitu diri anda sendiri.

Kalo tidak percaya mari kita hitung, coba tes ambil kertas sekarang. Tolong tulis dan semua harus melakukan: Tolong dihargai mata sebelah kanan Anda. Anda tidak boleh menulis bahwa itu priceless, Anda tidak boleh menulis bahwa itu tidak boleh dijual. Ayo please tolong dikasih harga mata sebelah kanan, kira-kira berapa? Sebutkan yang terlintas, Anda harus kasih harga.

Oke sekarang tambah lagi, tangan kanan Anda berapa harganya? Oke sekarang tambah lagi, kaki kanan Anda harganya berapa? Ginjal kanan Anda? Jantung Anda? Berapa harganya?

Mungkin Triliuner, Puluhan Milyar, Puluhan Triliun! Betul sebetulnya memang priceless, tidak ternilai harganya. Begitu luar biasa harganya mungkin Triliuner segala macam dan itupun kita sangat ragu-ragu, misalnya ketika ada orang yang mau membeli kepala kita.

Sekarang kita adalah kekayaan kita. Tapi Lebih dalam dari hanya kondisi fisik kita, adalah pikiran kita. Nah seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa “uang adalah ide” dan ide datangnya dari pikiran, kreatifitas kita sangat luar biasa, kesehatan kita dan kemudian energi kita, pikiran positif kita, tindakan positif kita, senyum manis kita, cara bergaul kita, itu sebetulnya adalah aset dan kekayaan kita.

Sedangkan kewajiban kita yang menarik semua kekayaan kita termasuk kemarahan, kebencian, kedengkian, kecemburuan, kata-kata yang negatif itu pikiran negatif sangat-sangat mengurangi kekayaan kita.

Jadi mulai hari ini saran saya: kembangkan aset yang ada dalam diri kita sendiri yaitu berpikiran kita yang positif, berpikiran kita yang sangat-sangatlah kreatif, mental kita yang sangat- sangatlah bagus, kondisi kesehatan kita, teman-teman kita, bergaul kita, sikap-sikap kita yang baik dan selalu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan kepada kita.

Yang akhirnya benar-benar membuat kita menjadi kaya, dalam dunia materi, serta spiritual, mental dan kesehatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar