Jumat, 13 Januari 2012

MOTIVASI ALA PAK MARIO

Mario Teguh Golden Ways 10 Mei 2009: Jalan Menuju Kecemerlangan


resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV edisi 10 Mei 2009. Topik yang dibawakan pada edisi ini adalah “Jalan Menuju Kecemerlangan”, sebuah tema yang super yang diihami dari “The Long and Winding Road” nya The Beatles, pada kesempatan ini lagunya dinyanyikan oleh Oddie Agam dengan suara khas-nya yang sangat berkarakter. Berikut resume yang bisa kami catat:

Jalan kehidupan tidak selalu keliahatan jelas, tetapi anehnya jalan kehidupan akan review dirinya dan kelihatan jelas begitu kita melangkah. Sehingga sebetulnya, seberapa jauhpun masa perencanaan anda, yang dibutuhkan adalah melihat kepada yang jelas terlihat pada langkah pertama anda.

Jadi hanya orang yang melangkah yang dapat melihat dengan jelas dari gambaran masa depannya.

Untuk itu sesegera mungkin setelah anda mempunyai rencana bertindaklah. Walaupun sebelumnya tidak tahu, bertindaklah, karena dalam proses bertindak kita akan menjadi tahu.

Bagi yang tidak memperhatikan jalan, kehidupan ini hanya akan menjanjikan akhirnya. Tetapi jika kita ikhlas memperhatikan, bahkan untuk setiap langkah yang kita butuhkan untuk menjadi pejalan kehidupan yang baik, ada petunjuknya dan bahkan sangat rinci.

Ada banyak cara untuk mencapai keprimaan, jangan tolak belajar. Kalau anda tertarik di satu bidang, pilih orang atau organisasi yang anda ingin tiru, lalu serap yang ada pada mereka.

Gunakan 3 N:

Niteni-> Amati/perhatikan, anda harus 100% ikhlas mengamati orang, supaya anda bisa serap yang bisa anda pelajari dari orang lain
Nirokke->Meniru, bayangkanlah kalau ada pribadi2 yang super kita bisa menirunya maka kita bisa jadi seperti dia, jangan menolak meniru. Lalu karena anda punya kelebihan dari orang lain anda tinggal,
Nambahi->Tambahkan, lalu anda akan jadi lebih baik darinya.

Jadi yakinlah bahwa yang jauh itu meskipun tidak kelihatan, menjadi masuk akal bagi mereka yang ikhlas mempelajari cara2 yang dekat.

Jika ingin mencapai surga, berbelok kananlah kemudian berjalan lurus.

Pejalanan lurus ini banyak tidak diyakini orang, padahal siapapun yang jalannya lurus akan lebih cepat sampai. Nasihatnya tahu ataupun tidak tahu, jangan langgar, apa yang telah dibuktikan oleh orang baik ribuan tahun yang lalu.

Kalau anda mau mencintai pekerjaan bukan karena pekerjaannya. Kalau ini sebuah pekerjaan dan anda ada di dalamnya, anda harus lihat pekerjaan ini menjadikan anda apa?.

Kalau anda mencintai pekerjaan, karena pekerjaan itu menjadikan anda lebih baik, lebih kuat, lebih santun, dan lebih damai. Kalau hal ini terjadi, tidak akan anda yang mengganggu anda dalam pekerjaan itu.

Kalau pekerjaan itu menuntut anda menggunakan kelemahan anda, janganlah berlama-lama dalam pekerjaan tersebut, pindahlah ke tempat yang membuat anda menjadi kuat.

Kemudian yang harus anda lakukan adalah nikmatilah, karena kehidupan itu bukan sampainya, tapi penikmatan dari prosesnya.

Perjalanan menuju kebaikan selalu dirasakan sulit dan panjang, kalau dibandingkan dengan jalan menuju keburukan. Jalan menuju keburukan itu lurus, pendek, cepat, karena cara yang dipakai adalah cara jalan terpeleset.

Perjalanan menuju neraka itu jalannya licin, sementara perjalanan menuju surga itu menuju tempat2 naik, tapi bukan tangga.

Kalau anda sudah berada di suatu tempat yang baik, maka tempat anda akan naik, kemudian anda akan pantas mendapatkan tempat yang lebih tinggi lagi, dan begitu seterusnya.

Perjalanan seperti ini sangat tidak mudah, karena entengnya melakukan hal yang enak sekarang. Sehingga tidak-lah aneh banyak orang lebih senang diajak ke diskotik daripada ke tempat ibadah.

Kalau orang lebih mengutamakan yang tidak penting, yang utama adalah tidak bertambahnya nilai.

Kalau kita setia kepada yang memuliakan maka kita akan jadi mulia.

Kalau kita masih bisa memilih jalan, pilihlah jalan kanan dan lurus. Tetapi kalau dalam upaya itu anda masih melakukan kesalahan, mungkin anda sedang disiapkan untuk menasehatkan perjalanan ke kanan. Supaya anda bisa memberikan kesaksian betapa tidak enaknya ketidak baikan.

Rasa takut itu tidak besar, yang besar itu adalah pembayangannya, maka nasehatnya jangan bayangkan dampak dari ketakutan itu.

Kalau kita berdiri dengan sinar kedepan lalu melihat kebelakang akan
sangat besar sekali bayangannya.

Kehidupan ini nyata, kalau anda mau membayangkan, bayangkanlah langkah yang akan mebesarkan anda, bukan untuk menakut-nakuti anda.

Apapun yang anda miliki, tidak lebih penting daripada penggunaannya.
Untuk itu anak sekolah akan sulit belajar yang pelajaran tidak diketahui penggunaannya.

Untuk itu bagi anda sebagi orang tua, kalau ingin menjadi penyemangat bagi anak2 beritahu yang dilakukannya itu untuk apa.

Kalau kita ingin bersemangat dalam hidup, tanya anda sekarang untuk apa.
Tidak ada orang yang ragu2 dalam hidupnya kalau dia sudah tahu untuk apa kehidupannya.

Kalau ada yang mencurigai niat baik anda, pertama adalah pemberitahuan kepada anda bahwa dia belum mengerti.

Koreksilah diri anda terlebih dahulu, Kalau dia mengeti saya mengasihinya, dan semua upaya yang dilakukan untuk kebaikannya dia, tidak mungkin menolak.

Jadi yang salah saya dulu, saya belum membangun pribadi pantas.

Ada pribadi yang tahu caranya tapi belum menjadi pribadinya. Tahu caranya, tapi belum pantas melakukannya, tahu caranya tapi belum setia pada yang diucapkannya. Orang yang dihormati adalah yang sama apa yang dikatakan dan tindakannya.

Kalu kita sudah maksimal dalam mengupayakan kredibilitas, tetapi masih diragukan orang, tetaplah konsisten dalam upaya ini, karena dalam kehidupan ini memang ada orang yang didesain untuk sulit percaya, sulit hormat, ada juga orang yang sulit menghargai pendapat orang lain.

Kalau kita suka mengkritik orang, kita tanya kenapa orang yang kita kritik hidupnya lebih baik dari kita. Mungkin ini adalah pemberitahuan, jangan lama2 berdiri dikiri jalan. Konsepnya sederhana, jalan menuju surga itu belok kanan, dan lurus saja.

Bagaimana mungkin anda mencapai keindahan kalau jalan2 anda tidak indah (Khalil Gibran).
Suatu pernikahan akan menjadi indah, kalau cara2nya dibuat seindah mungkin. Gunakanlah panggilan2 yang indah, seperti “my love”, “darling”, perlakukan pasangan anda dengan anggun.

Jadi, dalam hal keindahan, anda bertanggung jawab penuh. Jadilah pribadi yang menjadi bibit keindahan dikehidupan anda.

Jangan menunggu untuk menjadi mampu sebelum anda berangkat dalam perjalanan ini. Semua kemampuan dan kehebatan, anda bangun dan miliki karena anda menjalani kehidupan ini dengan penuh.

Keterampilam untuk melakukan itu datang dari melakukan. Dalam kehidupan ini, kita sering hanya membayangkan, lalu merasa berhak untuk mendapat.

Mulai sekarang lalukan apapun, karen walaupun bicara salah itu melatih lidah, apalagi kalau bicaranya betul.

Hidup yang penuh itu, hidup yang menarik untuk diceritakan.
Tantangannya bagi ayah indonesia yang super, ceritakanlah kehidupan anda kepada anak anda. Kalau membuat anak anda merasa jenuh dan bosan, berati anda tidak memimpin kehidupan yang penuh.

Hiduplah dengan penuh, karena kehidupan yang penuh itu adalah perjalan hidup yang menarik.

Semua pemimpin yang hebat didunia, adalah pencerita yang efektif.

Kalau kita tidak hidup untuk sesuatu, untuk apakah kita dilahirkan?. Padahal Tuhan tidak menciptakan sesuatu itu sia-sia, hanya kita yang berbuat sia-sia. Pasti ada tujuan mulia dari kelahiran kita.

Waktu itu disebut waktu yang tepat, bukan karena perhitungannya tetapi kualitas yang kita lakukan dalam waktu itu.

Sebuah kehidupan yang disebut penuh bukan karena panjangnya tetapi karena karena yang dilakukan dalam masa kehidupan itu.

Mulailah segala sesuatunya dengan hal yang baik, dengan nama Tuhan, karena Tuhan dan untuk Tuhan.

Kalau mau gagal, gagal yang terindah adalah gagal dalam proses melayani Tuhan. Karena itu tidak mungkin terjadi, sebab Tuhan berkepentingan kepada orang2 yang melayani-Nya.

Jadi waktu baik adalah yang dilakukan dalam waktu itu.

Semua halangan diberikan kepada anda, agar anda menjadi pribadi yang lebih besar dan lebih kuat, sehingga anda bisa melampauinya.

Bisakah anda duduk lebih tegak, dada lebih penuh, mengangguk lebih anggun, tersenyum lebih pasti, itu pertanda pribadi yang berenergi/bertenaga.

Tidak ada yang bisa dicapai tanpa tenaga. Dan semua tenaga yang terjadi atas izin Tuhan.

Sesuaikanlah besarnya enegi anda, bagi besarnya keinginan anda. Lalu perhatikan apa yang terjadi

Demikianlah resume acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Jalan Menuju Kecemerlangan. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu menambahkan untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.








Buah Tangan

Seperti makna pepatah, bagaimanapun hati-hatinya menaruh piring di raknya, pastilah akan bersentuhan dengan piring yang lain. Seperti itulah kira-kira gambaran yang yang selalu terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, pastilah selalu saja ada kata-kata atau tingkah laku kita yang membuata orang lain tersinggung, kendati kita sudah berhati-hati untuk menjaga tutur kata dan tingkah laku.

Rasa tersinggung yang muncul akibat kesalahan yang tidak disengaja itu jika tidak segera disikapi dengan baik, maka akan membesar, dan bisa-bisa menimbulkan rasa kecewa dan benci. Dan situasi yang demikian, akan dimanfaatkan dengan baik oleh setan untuk merusak tali persaudaraan dan kekerabatan.

Sehingga sesama mukmin akan saling balas amarah, bahkan, dalam situasi tertentu, kebencian bisa terbawa-bawa sampai ke anak cucu. Rasulallah saw. bersabda, “Cinta bisa berkelanjutan(diwariskan) dan benci pun demikian.”(HR Bukhari)

Apa yang disampaikan oleh Rasulallah saw dalam sabdanya, sering terjadi dalam kehidupan kita. Misalnya yang berselisih paham adalah orang tuanya, tetapi si anak pun terkadang suka ikut-ikutan.

Bahkan adapula orang tua yang memperingatkan anaknya untuk tidak berbaikan dengan orang tertentu, karena orang tersebut telah menyakiti perasaannya. Sebaliknya jika yang berselisih adalah anak-anaknya, sering pula para orang tua turut ikut-ikutan.

Jika amarah diibaratkan dengan api, dan untuk memadamkannya haruslah disiram dengan air, maka perumpamaan yang tepat untuk hal tersebut adalah silaturahim.

Sekeras apapun sebuah kebencian, boleh jadi rapuh dengan beberapa celah kasih sayang dan sentuhan persaudaraan. Orang yang tengah diselimuti kemarahan dan kebencian sebenarnya sangat membutuhkan perhatian.

Tidak jarang, kebencian bisa luluh hanya dengan perhatian dan sapaan tulus.
Banyak kisah menarik di masa Rasulallah saw, tentang hal itu. Abu Sufyan mungkin orang yang paling sadis permusuhannya dengan Rasul. Siang malam, dia mengatur siasat bagaimana menghancurkan Rasulallah dan umat Islam.

Tapi, justru Abu Sufyan-lah yang paling mendapatkan kehormatan dari Rasul ketika Mekah diambang penaklukan. “Siapa yang masuk ke Masjidil Haram mendapat keamanan. Dan siapa yang berkumpul di rumah Abu Sufyan, juga mendapat keamanan.” Begitulah kira2 pengumuman Rasul kala
itu.

Bayangkan, seperti apa hati Abu Sufyan mendengar itu. Bingung, takjub dan akhirnya luluh dengan 100%. Diapun berbalik menjadi orang yang siap membela perjuangan Rasulallah saw. di Mekah dan sekitarnya.

Sungguh sebuah tips meluluhkan kebencian yang paling efektif tanpa menimbulkan kebencian baru.

Tips lain yang juga jitu untuk memupus kebencian dan menyemai kembali persaudaraan adalah sabda Rasulallah saw sbb: ” Sumbanglah orang yang memutus silaturahim denganmu. Berilah hadiah kepada orang yang enggan memberimu. Dan jangan hiraukan orang-orang yang menzalimi kamu.” (HR.Ahmad)

Hadits Rasulallah saw diatas, merupakan tuntunan yang sangat luar biasa yang diajarkan Rasulallah saw. Menunjukkan kepada kita celah yang bisa dimasuki untuk memupus kebencian, yaitu dengan memberi hadiah.

Ketika seorang tahu bahwa sahabatnya atau saudaranya sedang marah kepadanya karena sikapnya yang kurang berkenan, walau sebenarnya itu tanpa disengaja. Lantas dia berkunjung ke rumah teman atau saudaranya tersebut sambil membawa sebungkus makanan, apakah itu gorengan atau hanya kue bolu, insya Allah kunjungannya tersebut akan dapat mencairkan suasana. Karena, umumnya orang yang tengah dirundung kemarahan hanya membutuhkan satu saja, yaitu perhatian.

Harus ada salah satu yang memberikan perhatian, menanyakan apa masalah yang tengah dihadapinya. Dalam kesempatan lain Rasulallah saw bersabda, “Hendaknya kamu saling memberi hadiah. Sesungguhnya pemberi hadiah itu dapat melenyapkan kedengkian.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).

Meski buah tangan yang dibawa itu tidak berbicara, namun ia mampu memberi berbagai isyarat untuk kebaikan. Jadi, memberi buah tangan adalah tradisi Islam, terlebih kepada orang terdekat.

Namun, perlu juga dicaat bahwa, baik buruknya sebuah hubungan persaudaraan sangatlah berbanding lurus dengan kualitas keimanan. Semakin kuat cahaya iman bersinar, rasa kasih sayang akan dapat mengalahkan ego dan benci.

Cepatlah meminta maaf dan gemar memaafkan adalah sifat-sifat seorang
mukmin ideal. Jika demikian lahirnya keharmonisan hanya tinggal menunggu momentum saja.

Dan hadiah merupakan alat efekti menimbukan momentum itu. Allah swt berfirman, “…surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang2 yang bertakwa. (yaitu) orang2 yang menafkahkan(hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang2 yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang2 yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran [3]: 133-134).







Mario Teguh Golden Ways 3 Mei 2009: The Roles We Play


Sahabat Indonesia yang super, Syukur alhamdulillah kembali kami hadirkan resume acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV edisi Ahad, 3 Mei 2009. Topik kali ini adalah “The Roles We Play”, bahasan super ini diilhami dari sebuah lagu super “Panggung Sandiwara”, yang pada malam itu dinyayikan dengan sangat apik oleh pelantun aslinya Ahmad Albar dan Ian Antono.

Ini adalah panggung sandiwara, bahwa cerita bisa berubah tergantung kepada Sutradaranya dan semua umat manusia, Anda dan juga saya tentunya mempunyai peranan apakah peranan itu “wajar” atau “berpura-pura” dan kalau perannya kocak , kita tertawa terbahak-bahak, atau perannya bercinta, kita bisa mabuk kepayang so… semuanya pasti kebagian peran, dan Pak Mario pada bahasan ini memberikan arahan bagaimana membawakan peran yang baik, sehingga kita pada panggung dunia itu menjadi bahagia dan cemerlang dalam hidup dan kehidupan. Tanpa panjang lebar lagi berikut resume yang bisa kami catat:

Setiap dari kita adalah pemegang peran yang tidak hanya dalam kehidupannya saja, tetapi bahkan dalam kehidupan orang lain.

Cobalah kita cek dalam diri kita, berapa sering kita pada malam hari meng-angan-angankan sesuatu, merasa yakin akan bisa melakukannya, tetapi pada pagi hari kita menjadi pribadi biasa lagi yang tidak mengupayakan perubahan itu?

Kalau semua orang telah melempar-lempar, maka sekarang melemparlah dengan tepat. Kalau semua orang telah berpura-pura, maka berpura-puralah dengan baik. Satu-satunya pura2 yang tidak boleh adalah merugikan orang lain.

Semua peran ditujukan untuk mempengaruhi pendapat. Dan kita bahagia atau tidak juga ditentukan oleh kualitas pendapat orang lain kepada kita.

“Kecantikan itu ada pada mata yang melihat”, Jadi kalau kita dipandang tidak baik oleh orang lain, sebenarnya kita telah mengijinkan diri kita dilihat tidak baik.

Memang akan ada orang yang tidak mampu menghargai orang lain, tetapi anggaplah pelajaran bagi kita untuk tampil baik.

Dalam berperan terbagi menjadi beberapa kelompok:
-Peran yang di hargai Rendah –> NO Price
-Peran yang dihargai Lumayan –> Low Price
-Peran yang dihargai Standar
-Peran yang dihargai Premium

Pribadi2 yang sudah memerankan pada tahap Premium, karena dia sudah berhasil memerankan peran “No Price” dengan sangat baik.

Seorang miskin yang tidak bisa berperan dengan baik dalam kemiskinannya, dia akan lama jadi orang miskin.

Seorang miskin harus hemat, santun menghargai bantuan, mendahulukan kerja keras, maka setelah itu dia sudah tidak pantas lagi jadi orang miskin lagi, dia sudah pantas naik level.

Seorang kaya yang tidak bisa berperan baik dalam kekayaannya maka dia akan segera turun jadi orang miskin.

Jadi apapun peran yang sedang kita pegang, jadilah pribadi yang bisa memerankan terbaik, sehingga prilaku/pendapat orang akan tumbuh bersama keahlian kita didalam peran kita.


Super point:
Kita tumbuh dari masa kanak-kanak yang berisi permainan, tetapi sebagaimana senangnyapun anda bermain, jangan main-main dengan hidup anda.

Bagi anak2 permainan ini adalah kehidupan yang sebetulnya, sebagian dari anak ini tumbuh menjadi pribadi dewasa yang anggun dan mampu melakukan perannya dengan baik. Tetapi sebagian lainnya ada yang tumbuh menjadi orang dewasa yang tetap bermain-main, yang hanya menua tanpa menjadi lebih mampu.

Dalam setiap permainan pasti ada peraturannya, dan kalau kita mau memenangkan permainan itu, kita harus mengeti peraturan itu.

Jangan siapkan anak untuk hidup dalam peraturan yang tidak dikenalnya dikehidupan yang sebetulnya.

Supaya tidak bermain-main dalam kehidupan kuncinya adalah Jangan Main-Main.

Bersiap-siaplah tapi betul-betul bersiap-siaplah.

Kalau anda bersiap-siap menjadi orang pandai, anda bersiap-sisap untuk menjadi orang yang berwenang, lalu anda bersiap-siap untuk menjadi pribadi yang mandiri secara financial, maka waktu siap anda akan menjadi. Maka bersiap-siaplah, karena saat anda siap anda akan menjadi.

Cara meningkatkan kualitas dari keseriusan kita adalah sama dengan waktu kita bekerja dibawah terik matahari, untuk mencari rizki dari Tuhan, kemudian untuk istirahat tenang waktu kegelapan menjadi selimut kita.

Caranya untuk menjadi pribadi yang serius, karena anda juga melihat humor dalam kehidupan anda. Keindahan itu karena adanya perubahan2 itu.

Pada dasarnya setiap orang itu sama, bedanya hanya yang dilakukannya. Perhatikanlah orang2 yang hidupnya baik adalah yang melakukan hal2 yang membaikan hidup orang lain.

Jadi kalau kita ingin menjadi pribadi yang permainannya selalu memenangkan, jadilah pribadi yang melakukan sesuatu yang membaikan kehidupan orang lain.

Kalau orang2 yang sudah dimuliakan Tuhan karena hidupnya besar, tetapi kemudian dia sombong, maka hati2 dia akan segera diturunkan. Karena sebetulnya orangnya sama, Tuhan-lah yang menizinkan kita untuk berperan.

Anjurannya, mintalah peran yang penting dari Tuhan, Katakanlah “Tuhan aku mohon engkau jadikan aku mendapatkan peran yang penting dalam kehidupan ini, aku tahu aku belum tentu mampu, tetapi aku berjanji akan mengupayakan. Dan aku tahu kalau aku menjadi kekasih-Mu, Engkau akan mencukupkan sekeil-kecilnya kemampuanku, untuk menyelesaikan sebesar-besarnya tugasku.”

Super Point:
Sebuah peran kecil dibawah, yang dilaksanakan dengan baik adalah syarat kepantasan bagi peran yang baru diatas.

Itu sebabnya sesuatu yang matang secara alamiah itu lebih afdhol, sangat berbeda dengan sistim karbitan. Untuk itu bersabarlah dalam peran kita.

Kalau mau mengubah kehidupan mulai dari sekarang, tulislah sesuatu bahkan yang tidak penting, coba tulis sebaik-baiknya. Ini adalah sebuah ritual sederhana, setapi akan selalu kita ingat.

Pengulangan dari kesungguhan untuk melakukan sesuatu yang sederhana dengan kesungguhan yang besar, itu yang memantaskan kita bagi kelas2 yang lebih tinggi diatas.

Salah satu cara yang Tuhan lakukan untuk membuat kita naik adalah dibuatNya kita gelisah.

Ada dua hal yang berbeda yaitu Gelisah dan Belum Biasa, kita semua belum biasa dalam posisi2 yang besar.

Pertanyaannya mengapa banyak orang hanya terbiasa dengan yang sudah biasa, hanya mau melakukan hal yang sudah bisa?.

Kapan anda bisa melakukan yang belum bisa, kalau hanya mau melakukan yang sudah bisa. Jadi cobalah yang belum bisa, kalau anda takut itu karena belum biasa.

Teknik yang baik dalam mendengarkan pertanyaan:

Dengarkan pertanyaannya, anda tidak bisa menjawab tanpa mendengarkan pertanyaannya.
Mengapa dia bertanya, ini lebih penting dari pertanyaannya.
Temukan jawaban lazim, jawaban ini yang bisa diawab oleh siapapun, walau tidak semua orang bisa. Setelah anda tahu tahapan ini, jangan gunakna jawaban lazim, karena dia bisa bertanya kesiapapun dan jawabannya sama.
Temukan jawaban tidak lazim, Jika anda bisa melakukan tahapan ini, maka si penanya akan terkagum pada anda, dan anda akan dicari orang untuk bertanya karena jawaban anda berbeda dengan kebanyakan orang.

Jadi menjawab pertanyaan yang baik itu bukan pertanyaannya yang dijawab, tapi temukan jawaban mengapa orang itu bertanya.

Berketetapanlah pada saat membuat keputusan dan seteleh membuat keputusan berketetapanlah.

Banyak orang ragu pada saat membuat keputusan dan setelah membuat keputusan masih ragu lagi.

Hal terbaik dalam membuat keputusan adalah ‘Memutuskan’. Anda hanya mempunyai dua kemungkinan saat memutuskan yaitu salah atau benar. Anda tidak akan tahu itu salah atau benar kalau itu tidak diputuskan.

Hati-hatilah dalam memutuskan karena masa depan saat ini langsung berubah kalau seseorang membuat keputusan.

Contoh bagaimana seorang ayah membangun anak menjadi pribadi yang hebat lalu kemudian dia menjadi pemimpin yang besar, padahal sebelumnya tidak diramalkan.

Ubahlah masa depan dengan keputusan baik anda, jangan biarkan anak2 anda menjadi pemeran kecil dalam kehidupan selanjutnya. Bangun mereka rasa percaya diri yang baik, ajak mereka untuk menginginkan apapun, tetapi ajak juga mereka untuk memperhitungkan biaya untuk mendapatkannya.

Jangan larang mereka untuk menginginkan karena masa depan itu berubah saat anda membuat keputusan. Pastikan anda membuat keputusan yang menjadikan tempat anda dimasa depan pada tempat yang mulia.

Undanganya, dalam program ini adalah agar kita menjadi pribadi yang bersyukur. Karena telah diizinkan hidup dalam diri yang baik, yang berusaha membangun nilai kegunaan bagi orang lain. Sehingga apapun yang kita lakukan dalam peran kita, sekecil apapun peran yang kita lalukan adalah peran2 yang memungkinkan kita naik ke peran2 yang lebih tinggi.

Lakukanlah sekecil apapun dalam peran yang sedang anda kerjakan dengan kesungguhan yang sebesar-besarnya, Lalu perhatikan apa yang terjadi

Demikianlah resume acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “The Roles We Play”. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu menambahkan untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.

Sahabat Indonesia yang super, Syukur alhamdulillah kembali kami hadirkan resume acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV edisi Ahad, 3 Mei 2009. Topik kali ini adalah “The Roles We Play”, bahasan super ini diilhami dari sebuah lagu super “Panggung Sandiwara”, yang pada malam itu dinyayikan dengan sangat apik oleh pelantun aslinya Ahmad Albar dan Ian Antono.

Ini adalah panggung sandiwara, bahwa cerita bisa berubah tergantung kepada Sutradaranya dan semua umat manusia, Anda dan juga saya tentunya mempunyai peranan apakah peranan itu “wajar” atau “berpura-pura” dan kalau perannya kocak , kita tertawa terbahak-bahak, atau perannya bercinta, kita bisa mabuk kepayang so… semuanya pasti kebagian peran, dan Pak Mario pada bahasan ini memberikan arahan bagaimana membawakan peran yang baik, sehingga kita pada panggung dunia itu menjadi bahagia dan cemerlang dalam hidup dan kehidupan. Tanpa panjang lebar lagi berikut resume yang bisa kami catat:

Setiap dari kita adalah pemegang peran yang tidak hanya dalam kehidupannya saja, tetapi bahkan dalam kehidupan orang lain.

Cobalah kita cek dalam diri kita, berapa sering kita pada malam hari meng-angan-angankan sesuatu, merasa yakin akan bisa melakukannya, tetapi pada pagi hari kita menjadi pribadi biasa lagi yang tidak mengupayakan perubahan itu?

Kalau semua orang telah melempar-lempar, maka sekarang melemparlah dengan tepat. Kalau semua orang telah berpura-pura, maka berpura-puralah dengan baik. Satu-satunya pura2 yang tidak boleh adalah merugikan orang lain.

Semua peran ditujukan untuk mempengaruhi pendapat. Dan kita bahagia atau tidak juga ditentukan oleh kualitas pendapat orang lain kepada kita.

“Kecantikan itu ada pada mata yang melihat”, Jadi kalau kita dipandang tidak baik oleh orang lain, sebenarnya kita telah mengijinkan diri kita dilihat tidak baik.

Memang akan ada orang yang tidak mampu menghargai orang lain, tetapi anggaplah pelajaran bagi kita untuk tampil baik.

Dalam berperan terbagi menjadi beberapa kelompok:
-Peran yang di hargai Rendah –> NO Price
-Peran yang dihargai Lumayan –> Low Price
-Peran yang dihargai Standar
-Peran yang dihargai Premium

Pribadi2 yang sudah memerankan pada tahap Premium, karena dia sudah berhasil memerankan peran “No Price” dengan sangat baik.

Seorang miskin yang tidak bisa berperan dengan baik dalam kemiskinannya, dia akan lama jadi orang miskin.

Seorang miskin harus hemat, santun menghargai bantuan, mendahulukan kerja keras, maka setelah itu dia sudah tidak pantas lagi jadi orang miskin lagi, dia sudah pantas naik level.

Seorang kaya yang tidak bisa berperan baik dalam kekayaannya maka dia akan segera turun jadi orang miskin.

Jadi apapun peran yang sedang kita pegang, jadilah pribadi yang bisa memerankan terbaik, sehingga prilaku/pendapat orang akan tumbuh bersama keahlian kita didalam peran kita.


Super point:
Kita tumbuh dari masa kanak-kanak yang berisi permainan, tetapi sebagaimana senangnyapun anda bermain, jangan main-main dengan hidup anda.

Bagi anak2 permainan ini adalah kehidupan yang sebetulnya, sebagian dari anak ini tumbuh menjadi pribadi dewasa yang anggun dan mampu melakukan perannya dengan baik. Tetapi sebagian lainnya ada yang tumbuh menjadi orang dewasa yang tetap bermain-main, yang hanya menua tanpa menjadi lebih mampu.

Dalam setiap permainan pasti ada peraturannya, dan kalau kita mau memenangkan permainan itu, kita harus mengeti peraturan itu.

Jangan siapkan anak untuk hidup dalam peraturan yang tidak dikenalnya dikehidupan yang sebetulnya.

Supaya tidak bermain-main dalam kehidupan kuncinya adalah Jangan Main-Main.

Bersiap-siaplah tapi betul-betul bersiap-siaplah.

Kalau anda bersiap-siap menjadi orang pandai, anda bersiap-sisap untuk menjadi orang yang berwenang, lalu anda bersiap-siap untuk menjadi pribadi yang mandiri secara financial, maka waktu siap anda akan menjadi. Maka bersiap-siaplah, karena saat anda siap anda akan menjadi.

Cara meningkatkan kualitas dari keseriusan kita adalah sama dengan waktu kita bekerja dibawah terik matahari, untuk mencari rizki dari Tuhan, kemudian untuk istirahat tenang waktu kegelapan menjadi selimut kita.

Caranya untuk menjadi pribadi yang serius, karena anda juga melihat humor dalam kehidupan anda. Keindahan itu karena adanya perubahan2 itu.

Pada dasarnya setiap orang itu sama, bedanya hanya yang dilakukannya. Perhatikanlah orang2 yang hidupnya baik adalah yang melakukan hal2 yang membaikan hidup orang lain.

Jadi kalau kita ingin menjadi pribadi yang permainannya selalu memenangkan, jadilah pribadi yang melakukan sesuatu yang membaikan kehidupan orang lain.

Kalau orang2 yang sudah dimuliakan Tuhan karena hidupnya besar, tetapi kemudian dia sombong, maka hati2 dia akan segera diturunkan. Karena sebetulnya orangnya sama, Tuhan-lah yang menizinkan kita untuk berperan.

Anjurannya, mintalah peran yang penting dari Tuhan, Katakanlah “Tuhan aku mohon engkau jadikan aku mendapatkan peran yang penting dalam kehidupan ini, aku tahu aku belum tentu mampu, tetapi aku berjanji akan mengupayakan. Dan aku tahu kalau aku menjadi kekasih-Mu, Engkau akan mencukupkan sekeil-kecilnya kemampuanku, untuk menyelesaikan sebesar-besarnya tugasku.”

Super Point:
Sebuah peran kecil dibawah, yang dilaksanakan dengan baik adalah syarat kepantasan bagi peran yang baru diatas.

Itu sebabnya sesuatu yang matang secara alamiah itu lebih afdhol, sangat berbeda dengan sistim karbitan. Untuk itu bersabarlah dalam peran kita.

Kalau mau mengubah kehidupan mulai dari sekarang, tulislah sesuatu bahkan yang tidak penting, coba tulis sebaik-baiknya. Ini adalah sebuah ritual sederhana, setapi akan selalu kita ingat.

Pengulangan dari kesungguhan untuk melakukan sesuatu yang sederhana dengan kesungguhan yang besar, itu yang memantaskan kita bagi kelas2 yang lebih tinggi diatas.

Salah satu cara yang Tuhan lakukan untuk membuat kita naik adalah dibuatNya kita gelisah.

Ada dua hal yang berbeda yaitu Gelisah dan Belum Biasa, kita semua belum biasa dalam posisi2 yang besar.

Pertanyaannya mengapa banyak orang hanya terbiasa dengan yang sudah biasa, hanya mau melakukan hal yang sudah bisa?.

Kapan anda bisa melakukan yang belum bisa, kalau hanya mau melakukan yang sudah bisa. Jadi cobalah yang belum bisa, kalau anda takut itu karena belum biasa.

Teknik yang baik dalam mendengarkan pertanyaan:

Dengarkan pertanyaannya, anda tidak bisa menjawab tanpa mendengarkan pertanyaannya.
Mengapa dia bertanya, ini lebih penting dari pertanyaannya.
Temukan jawaban lazim, jawaban ini yang bisa diawab oleh siapapun, walau tidak semua orang bisa. Setelah anda tahu tahapan ini, jangan gunakna jawaban lazim, karena dia bisa bertanya kesiapapun dan jawabannya sama.
Temukan jawaban tidak lazim, Jika anda bisa melakukan tahapan ini, maka si penanya akan terkagum pada anda, dan anda akan dicari orang untuk bertanya karena jawaban anda berbeda dengan kebanyakan orang.

Jadi menjawab pertanyaan yang baik itu bukan pertanyaannya yang dijawab, tapi temukan jawaban mengapa orang itu bertanya.

Berketetapanlah pada saat membuat keputusan dan seteleh membuat keputusan berketetapanlah.

Banyak orang ragu pada saat membuat keputusan dan setelah membuat keputusan masih ragu lagi.

Hal terbaik dalam membuat keputusan adalah ‘Memutuskan’. Anda hanya mempunyai dua kemungkinan saat memutuskan yaitu salah atau benar. Anda tidak akan tahu itu salah atau benar kalau itu tidak diputuskan.

Hati-hatilah dalam memutuskan karena masa depan saat ini langsung berubah kalau seseorang membuat keputusan.

Contoh bagaimana seorang ayah membangun anak menjadi pribadi yang hebat lalu kemudian dia menjadi pemimpin yang besar, padahal sebelumnya tidak diramalkan.

Ubahlah masa depan dengan keputusan baik anda, jangan biarkan anak2 anda menjadi pemeran kecil dalam kehidupan selanjutnya. Bangun mereka rasa percaya diri yang baik, ajak mereka untuk menginginkan apapun, tetapi ajak juga mereka untuk memperhitungkan biaya untuk mendapatkannya.

Jangan larang mereka untuk menginginkan karena masa depan itu berubah saat anda membuat keputusan. Pastikan anda membuat keputusan yang menjadikan tempat anda dimasa depan pada tempat yang mulia.

Undanganya, dalam program ini adalah agar kita menjadi pribadi yang bersyukur. Karena telah diizinkan hidup dalam diri yang baik, yang berusaha membangun nilai kegunaan bagi orang lain. Sehingga apapun yang kita lakukan dalam peran kita, sekecil apapun peran yang kita lalukan adalah peran2 yang memungkinkan kita naik ke peran2 yang lebih tinggi.

Lakukanlah sekecil apapun dalam peran yang sedang anda kerjakan dengan kesungguhan yang sebesar-besarnya, Lalu perhatikan apa yang terjadi

Demikianlah resume acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “The Roles We Play”. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu menambahkan untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.









Pertanyaan yang Benar, Menghasilkan Jawaban yang Benar

Kenapa orang takut dan mempunyai imajinasi yang salah? Sering kali karena mereka bertanya dengan cara yang salah, akibatnya imajinasi yang salah keluar.

Contohnya: Ketika orang memulai bisnis, dia tahu bahwa dia suka sekali bisnis ini. Dia tahu sekali bahwa dia bisa belajar dan bahkan dia sudah belajar dari yang terbaik di bisnis ini. Tapi ketika dia mau melangkah…. Dia takut-takut.

Kenapa kok dia takut? Kenapa kok dia membayangkan imajinasi yang salah, yang menakutkan? Karena dia sering kali di dalam otaknya bertanya sesuatu hal yang salah.

Contohnya: Dia bertanya “kalo nanti gagal bagaimana yah? Kalo nanti ditipu bagaimana yah? Kalo nanti pengelolanya curang bagaimana yah?” Dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini, langsung keluar imajinasinya. “Kalo gagal gimana yah? Kalo rugi bagaimana yah?” Akibatnya dia takut.

Nah supaya imajinasi kita benar, bertanyalah dengan benar. Pertanyaan yang benar menghasilkan jawaban yang benar. Kita tanya kepada diri kita “kalo saya tidak mulai hari ini, rugi nya apa? Kalo saya mulai hari ini, untungnya apa?” Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi apa yang harus saya siapkan? Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi siapa yang
harus saya ajak kerjasama? Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi, apa yang harus saya pelajari terlebih dahulu?

Dengan pertanyaan-pertanyaan ini, jadi kita jauh lebih siap dan kita tetap berani melangkah. Ketakutan itu selalu akan ada, kekhawatiran itu selalu akan ada, keraguan akan selalu ada, kamalasan akan selalu ada.

Tapi orang yang sukses, walaupun dia ragu-ragu, walaupun dia malas, walaupun dia khawatir, walaupun dia takut, Dia tetap take action. Dia tidak membiarkan ketakutannya menghentikan dia. Dengan Ketakutan ini membuat kita jadi lebih waspada. Dengan cara bertanya seperti tadi akan mengakibatkan kita jauh lebih siap, dan akhirnya kita jauh lebih sukses, bukannya menghentikan.

Contoh berikutnya “Tentang bagaimana pertanyaan akan membimbing kita, akan membawa hasil yang besar” Ketika saya mempunyai penghasilan sekian, Misalnya sebut kata A rupiah. Saya selalu tanya: “kalo saya bisa mencapai A dalam waktu 1 tahun, kenapa tidak dalam 1 bulan? Bagaimana caranya bisa mencapai A ini dalam waktu 1 bulan? Ketika A dalam 1 bulan saya challenge, saya tantang diri saya sendiri. Bagaimana A ini saya bisa dapatkan dalam waktu 1 hari? Caranya? ”

Nah ketika otak kita dipaksa berpikir seperti itu, hasilnya akan sangat mengagumkan, keluarlah begitu banyaknya kreatifitas sehingga saya bisa mencapai apa yang saya hasilkan dalam waktu 1 tahun, sekarang bisa dihasilkan dalam waktu 1 hari.

Saya tanya “Saya harus belajar apa? Siapa yang sudah bisa? Siapa yang punya penghasilan seperti ini? Kemudian siapa yang bisa membantu saya?” Dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini, mendadak saya menemukan partner-partner yang tepat, saya menemukan cara-cara yang tepat, saya menemukan ilmu-ilmu yang tepat.

Jadi, Selalu Challenge (Tantang) diri Anda, TANYA untuk jadi lebih baik.










TAUBAT


Taubat, secara bahasa, bermakna kembali. Menurut istilah, taubat adalah kembali mendekat kepada Allah swt setelah menjauh dari-Nya. Hakikat taubat adalah penyesalan terhadap perbuatan dosa yang dilakukan dan mempunyai komitmen kuat, untuk tidak mengulangi di masa yang akan datang. Inilah yang disebut ‘taubat nasuha’ (taubat an-nashuha), dan Allah swt memerintahkan kita untuk melakukan pertaubatan jenis ini. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai” (QS at-tahrim [66]:8)

Bertaubat adalah keniscayaan bagi setiap muslim. Tidak ada seorang muslim-pun mampu bebas dari perbuatan dosa. Karena itu, bertaubat adalah kewajiban bagi setiap muslim. Jangankan orang biasa seperti kita, manusia-manusia pilihan Allah swt saja masih bisa terjerumus dalam perbuatan dosa.

Al-Qur’an memberi tahu kita tentang pertaubatan yang dilakukan oleh para nabi.

Pertama, Taubat yang dilakukan oleh nabi Adam as setelah makan buah pohon khuldi. Setelah makan buah terlarang ini, Nabi Adam pun bertaubat (lihat, QS Thaha [20]: 121-122).

Kedua, Taubat Nabi Musa as setelah beliau memukul seseorang dan orang itu meninggal dunia. Nabi Musa as sadar bahwa perbuatannya termasuk perbuatan setan dan akhirnya beliau-pun bertaubat (lihat QS al-Qashash [28]: 15-16).

Ketiga, taubat Nabi Daud as ketika beliau memutuskan hukum yang merugikan pihak lain, karena tidak meneliti secara mendalam saat mengambil keputusan. Setelah nabi Daud mengetahui kesalahannya,
beleiaupun menyungkur sujud dan melafalkan kalimat taubat. “…Maka ia meminta ampu kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat,” (QS Shad [38]: 24).

Kutipan hikayat pertaubatan Nabi Adam as, Nabi Musa as dan Nabi Daud as ini diketengahkan sebagai contoh bahwa tidak ada seorang manusia pun yang 100% suci dari kesalahan dan perbuatan dosa. Karena itu, perbuatan salah dan dosa janganlah membuat kita pesimis untuk bisa merengkuh nikmatnya surga.

Selama kita masih bisa menyungkur sujud, hati dan lisan kita sungguh-sungguh melapalkan taubat, dan kita mempunyai tekad untuk tidak mengulanginya lagi di masa yang akan datang, pintu surga masih terbuka
lebar bagi kita semua karena Allah maha pengampun. Dalam hadits dinyatakan bahwa rahmat Allah swt mendahului murka-Nya.

Semoga kita selalu dibimbing Allah swt untuk selalu bertaubat atas segala kesahan yang pernah kita perbuat. Wallahu a’lam bis shawab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar