Jumat, 13 Januari 2012

MOTIVASI ALA PAK MARIO

Lemparan Batu Tanda Sayang


Setelah sekian jam dilanda gempa yang cukup dahsyat, kota Pensylvenia di Amerika Serikat mengalami porak poranda yang cukup hebat. Oleh sebab itu, pemerintah setempat merencanakan untuk segera memulihkan kota.

Suatu saat mandor bangunan yang memimpin renovasi pemulihan kota, berjalan-jalan sambil melakukan pengawasan terhadap pekerjaan perbaikan kota tersebut. Saking asyiknya berjalan, sang mandor lupa bahwa beberapa langkah didepannya terbentang kabel listrik beraliran tinggi yang siap mereggut nyawanya.

Pekerja yang berada beberapa meter dibelakanya melihat bahaya yang mengancam sang mandor, merekapun kemudian mencoba untuk mengingatkan dengan berteriak. Namun teriakannya nyaris tak terdengar, ditelan suara deru mesin dan traktor yang ada di sekitar tempat itu.

Demi menyelamatkan mandornya, pekerja tersebut mengambil batu kecil dan melemparkannya kearah kepala sang mandor hingga berdarah. Mandor kaget dan marah sambil melihat ke belakang, mencari siapa yang telah melempar kepalanya.

Begitu sang mandor menoleh kebelakang, pekerja yang melemparnya tadi angkat tangan dan menuntuk ke arah kaki sang mandor. Apa yang dilihatnya membuat sang mandor shock dan kaget luar biasa, karena dua langkah ke depan kakinya akan menyentuh kabel listrik yang bertegangan tinggi. Untung ada pekerja yang melemparkan batu ke arah kepalanya untuk mengingatan bahwa ada bahaya besar yang siap mengancam. Kepala sang mandor memang berdarah, namun nyawanya tertolong.

Memang, terkadang dalam kehidupan ini telinga kita sudah terlalu kebal terhadapa suara-suara peringatan, yang bertujuan membawa kita kearah kehidupan yang lebih baik. Popularitas, ambisi, kesombongan, kekayaan dan segala kompetensi yang dimiliki, sering membutakan nurani dan menumpulkan ketajaman pendengaran kita terhadap alunan musik introspeksi yang merdu.

Adakalanya seseorang harus “dilempar batu” dulu sebagai tanda disayang untuk memosisikannya kembali agar tidak terjerumus lebih jauh. Ada orang terpaksa harus berurusan dengan pengadilan akibat dia melakukan suatu pekerjaan yang tidak prosedural. Ada juga orang yang harus bolak-balik check up ke Rumah Sakit, karena metabolismanya tidak seimbang, akibat pola makan yang tidak terkontrol. Bahkan ada orang yang sempat kehilangan orang yang dikasihinya, akibat kurangnya cinta dan perhatian yang diberikan.

Beberapa contoh “lemparan batu” sebagai tanda sayang itu, ternyata membuat introspeksi yang mendalam untuk memposisikan kembali apa arti hidup dan tujuan bekerja yang sebenarnya. Itulah sebabnya setiap “lemparan batu” ini seyogianya dimaknai sebagai bagian dari pengembangan kualitas diri yang optimal, sekalipun lingkungan mungkin memaknai sebagai suatu kegagalan, kejatuhan, maupun kehancuran.

Ingatlah apa yang dikatakan Confusius, “kemenangan kita yang paling besar bukanlah karena kita tidak pernah jatuh, melainkan karena kita bangkit setiap kali jatuh.”










JAUHI SIFAT SOMBONG


Sombong adalah sifat yang dimiliki manusia dengan menganggap dirinya lebih dengan meremehkan orang lain, karenanya orang yang takabbur itu seringkali menolak kebenaran, apalagi bila kebenaran itu datang dari orang yang kedudukannya lebih rendah dari dirinya, Rasulullah Saw bersabda:
Takabbur itu adalah menolak kebenaran dan dan menghina orang lain (HR.Muslim).

Sombong merupakan sifat iblis laknatullah, dengan sebab itulah ia divonis ingkar/kafir kepada Allah Swt, sebagaimana firman Allah Swt : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang sujud. Allah berfirman: Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu Aku menyuruhmu?. Iblis menjawab: aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. Allah berfirman: turunlah kamu dari surga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina (QS 7:11-13, lihat juga QS 40:60).

Ada banyak dampak negatif atau bahaya dari sifat sombong ini, diantara adalah:

Pertama, Tidak senang pada saran apalagi kritik, hal ini karena ia sudah merasa sempurna, tidak punya kekurangan, apalagi bila kesombongan itu tumbuh karena usianya yang sudah tua dengan segudang pengalaman, ia akan menyombongkan diri kepada orang yang muda, atau sombong karena ilmunya banyak dengan gelar kesarjanaan.

Kedua, Tidak senang terhadap kemajuan yang dicapai orang lain, hal ini karena apa yang menjadi sebab kesombongannya akan tersaingi oleh orang itu yang menyebabkan dia tidak pantas lagi berlaku sombong, karenanya orang seperti ini biasanya menjadi iri hati (hasad) terhadap keberhasilan, kemajuan dan kesenangan yang dicapai orang lain, bahkan kalau perlu menghambat dan menghentikan kemajuan itu dengan cara-cara yang membahayakan seperti memfitnah, permusuhan hingga pembunuhan.

Ketiga, Menolak kebenaran meskipun ia meyakininya sebagai sesuatu yang benar, hal ini difirmankan Allah Swt di dalam Al-Qur’an: Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan (QS 27:14).

Keempat, Dibenci Allah Swt yang menyebabkannya tidak akan masuk syurga. Allah Swt berfirman: Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong (QS 16:23).

Di dalam hadits, Rasulullah Saw bersabda:
Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari sifat kesombongan (HR. Muslim).

Naudzu billahi min dzalik, semoga kita semua terhindar dari sifat sombong.








Mario Teguh Golden Ways 19 Juli 2009: Cahaya Dari Tanah Suci

Mario Teguh Goes To Mecca: Cahaya Dari Tanah Suci. Sangat banyak pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan Pak Mario dan rombongan ke Tanah Suci Mekah. Bagi yang sudah meraskan undangan dari yang Maha Kuasa pergi kesana, akan rindu untuk kembali memenuhi undangan-Nya. Dan bagi yang belum mempunyai kesempatan memenuhi undangan mulia ini seperti kami, akan semakin kuat berkeinginan dan berdo’a agar disegerakan dan dimudahkan memenuhi panggilan mulia ini. Berikut resume yang bisa kami catat:

mtgoestomecca
Sumber Gambar:MTSuperClub@yahoogroups.com


Kita diundang untuk datang menemui Tuhan agar kita dimuliakan menjadi pribadi yang berkualitas untuk diuji. Untuk hidup dalam kenikmatan dan hidup dalam kekuasaan untuk memastikan terbentuknya kebaikan dan kemuliaan. Undangan itu tidak hanya berlaku di tanah suci, tetapi berlaku diseluruh kehidupan kita.

Ibadah itu bukan hanya hadirnya, tetapi keseluruhan prosesnya. Untuk itu kebahagiaan itu bukan akhir dari sebuah perjalanan, tetapi kualitas dari sebuah perjalanan.

Gunung uhud adalah gunung yang dijanjikan Rasulallah akan ditemukan nanti di surga, gunung ini pernah menjadi benteng bagi perlindungan kota madinah dari serangan kafir quraish.

Walapun sejarah mencatat pada peperangan digunung ini, pasukan Rasulallah kalah perang, karena para pasukan Rasulallah tidak mengindahkan instruksi pimpinan pasukan, tidak disiplin pada posisinya masing-masing, mereka malah sibuk dengan rampasan perang. Pada peperangan ini Rasulallah mengalami luka yang cukup parah, ini adalah pelajaran bagi kita, bahwa tidak ada satu orang pun dibumi ini yang luput dari masalah, bahkan seorang kekasih Allah sekalipun pasti diberikan masalah dalam kehidupan-nya.

Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. (QS. 3:32)

Tuhan yang Maha Besar yang Maha Perkasa ini sangat memperhatikan yang sangat kecil sekalipun dalam kehidupan kita. Banyak hal yang tidak kita duga, bahkan hal yang kita anggap remeh, sekalipun tidak kita minta, Tuhan berikan kepada kita.

Tetapi yang sering kita lakukan bukan meminta melainkan mengeluh. Dan dalam keluhan itu sering Tuhan menunjukka bahwa kita berhak bagi yang buruk. Bahwa keluhan itu tidak boleh kita sampaikan kepada yang Maha Mulia, memintalah yang baik, karena keberadaan Tuhan sebagai tonggak untuk bergantung, tempat untuk mengacu dan tempat untuk bersandar.

Tuhan tidak akan membiarkan menunggu lama bagi sahaba-sahabat yang rindu akan kehadirannya ke tanah suci. Tidak menunggu lama mereka untuk datang ke tanah suci, seraya mengatakan “Labaik Allahuma labaik, labaika laa syarikalaka labaik”.

Undangan itu tiga kali seruannya dan tiga kali janjinya untuk memuliakan yang memiliki semua pujian, untuk memuliakan Dia yang memiliki nikmat dan Dia yang memiliki kekuasaan.

Kalau menjadi pribadi yang terpilih, kita akan diijinkan berbagi kualitas agar dipuji, kita akan diijinkan kesempatan untuk menikmati nikmat. Kita juga akan diijinkan menjadi pribadi yang berwenang.

Kalau kita menyerahkan sebuah pedang kepada seoarang ksatria yang akan digunakan untuk memenangkan peperangan, kita tidak boleh menyerahkan pedang seadanya.

Banyak orang dalam berserah kepada Tuhan, meneyrahkan dirinya apa adanya. Dia mengerti bahwa konsep berserah itu seadanya dirinya, lalu mengharapkan Tuhan menggunakan dirinya yang seadanya untuk sehebat-hebatnya penggunaan.

Mulai saat ini kita harus mengerti, bahwa seorang pendekar yang akan berperang tadi membutuhkan sebaik-baiknya pedang. Apabila kita sebuah pedang maka tajamkan diri, kilatkan diri, sehingga efek dari ketajamannya akan keluar dengan maksimal.

Pedang itu diminyaki dengan baik, diberikan gagang yang baik, sehingga penggunanya akan lebih memilih pedang kita, dibanding pedang lainnya.

Dalam penggunaan pribadi, apabila mau menyerahkan diri kepada Tuhan untuk penggunaan yang sehebat-hebatnya, maka ia harus menghebatkan dirinya, dia akan malu menyerahkan dirinya apa adanya. Sehingga apabila kita berserah, kita berserah sebagai pribadi yang terbaik, dari yang bisa kita upayakan bagi diri kita sendiri.

Jangan lagi menunda menjadi pribadi yang lebih tajam dalam berfikir, segar ingatannya, lebih santun pendekatannya, lebih powerfull keinginannya untuk mendatangkan kebaikan, sehingga penggunaan yang diberikan kepada kita adalah penggunaan yang sebaik-baiknya. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

Jadi jangan serahkan diri kita kepada Tuhan untuk menjadi pribadi yang terbaik, tanpa menjadikan diri kita menjadi pribadi yang terbaik untuk diserahkan kepada Tuhan.

Jabal Nur adalah salah satu tempat bersejarah dalam perkembangan Islam, yaitu tempat diturunkannya 5 ayat pertama dalam Al-qur’an kepada Rasulallah, yakni surah Al-Alaq 1-5

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu Yang menciptakan.
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhan-mulah Yang Maha Pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam.
5. Dia telah mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Perintah membaca harus dimengerti sebagai perintah untuk menggunakan semua indera dari keberadaan kita untuk mencapai pengetian.

Orang yang hanya membaca tapi tidak mengeti, dia hanya memandang. Tetapi seseorang yang tanpa pandangan, tetapi dia mengerti maka sesungguhnya dia telah membaca.

Disini kita diminta utuk menerima, bahwa ilmu itu sumbernya hanya 2, yang pertama diturunkan, yang kedua diamati.

Ilmu yang diturunkan ini tidak bisa kita karang, mengenai satunya Tuhan, mengenai kehidupan setelah mati, mengenai malaikat, mengenai hari pembalasan, ini tidak ada cara untuk mengarangnya sendiri.

Yang kedua adalah ilmu yang kita dapatkan dari bagaimana kita mengamati kehidupan ini. Keseluruhan hidup ini menjadi lebih bermakna setelah kita menguasai dengan ikhlas hal2 yang diturunkan, lalu dengan ikhlas pula kita menggunakan semua keberadaan kita untuk menjadi ahli dalam ilmu yang kita amati.

Printah untuk membaca ini ada kitab-kitabnya, yang pertama adalah Al-qur’an, yang didalamnya ada kalimat-kalimat Tuhan langsung, yakni kalimat-kalimat yang tidak ada lagi keraguan didalamnya, yang sempurna sebagai pokok dari semua ilmu.

Tetapi tidak semua isi Al-qur’an ini mudah dicerna oleh orang awam, maka Rasulallah menyampaikan Sunah, yang berupa uraian dalam kehidupan keseharian kita, dalam bahasa dan cara-cara yang ramah bagi pengertian kita. Semua ini telah terjadi ribuan tahun yang lalu dan tetap berlaku sampai sekarang.

Tetapi ada satu kitab, yang tidak mungkin kita tuliskan, kitab mengenai ilmu Tuhan yang sangat besar, yang seandainya kita gunakan air yang ada dilautan ini sebagai tintanya, lalu kita pootong dan kita raut semua pohon yang ada didunia sebagai pena, buku itu tidak akan selesai ditulis.

Buku itu sedemikian besar, sehingga kita tidak mungkin meleset memperhatikannya. Buku itu ada didalam kehidupan kita.

Bagi orang-orang yang memperhatikan, dia telah memulai proses mengerti, tidak ada orang yang mengerti akan berlaku buruk.

Seseorang yang terdidik tapi berlaku buruk, adalah seseorang yang telah menghabiskan waktunya untuk bersekolah, tetapi masih belum mengerti, karena semua pengetian baik tujuannya adalah membaik-kan kehidupan.

Tujuan dari agama adalah untuk kebaikan dan untuk membaikan. Karena apabila agama tidak menjadikan kehidupan kita baik, mengapa kita meyakininya?

Untuk itu orang-orang yang salah dalam kehidupannya selalu ditanya, apakah engkau tidak berpikir?

Selalu ada dua tanggung jawab dalam setiap do’a. Dan Tuhan telah mengambil tanggung jawab untuk menyetujui sebuah do’a, asal yang berdo’a-nya juga memantaskan dirinya bagi pemenuhan do’a itu.

Bukan kurangnya cinta didalam sebuah kebersamaan yang menjadikan kebersaaan itu tidak mebahagiakan, tetapi tidak cukupnya persahabatan.

Karena persahabatan itu sebuah keadaan yang kualitasnya indah. membutuhkan proses yang sadar untuk membangun.

Maka anjurannya bagi setiap orang yang sudah berdo’a menyampaikan kepada Tuhan agar dia disatukan dengan jiwa yang dicintai lainnya, dia harus mensahabatkan dirinya kepada jiwa apapun yang diinginkannya menjadi pendamping.

Banyak orang menikah tanpa persahabatan, dan banyak orang menemukan keindahan dalam persahabatan dan kemudian menuntun mereka kepada kebersamaan resmi yang diridhoi Tuhan yang namanya pernikahan itu.

Mudah-mudahan kita semua menjadi pribadi-pribadi yang do’anya dikabulkan Tuhan karena kita bekerja keras untuk memantaskan diri bagi jawaban dari do’a-do’a kita.

Kalalu kita berbicara sangat serius, kita berkata demi Tuhan, kalau Tuhan berbicara sangat serius Beliau berkata Demi Masa/Demi Waktu. Karena sebetulnya kita kalau dihitung dari penggunaan waktu, hampir semua diantara kita merugi. Tuhan memiliki waktu dan semua kenikmatan dan kekayaan didalam waktu itu.

Dengan memintanya sedikit dari waktu-Nya yang dikaruniakan kepada kita sebagai masa untuk memuj-iNya, memuliakan-Nya, karena tidak mungkin orang-orang jelek, mampu memuliakan Tuhan.

Jadi cara Tuhan memuliakan kita, kita mumuliakan Tuhan dalam sedikit waktu yang dimintaNya, lalu kita diuji, apakah kita mendahulukan rasa takut rugi, karena menggunakan waktu tidak untuk perniagaan serta tidak untuk hal-hal yang membangun kekuasaan didunia.

Orang-rang yang ikhlas bisa kita lihat meninggalkan apapun yang dilakukannya begitu Adzan berkumandang, menutup semua perniagaannya untuk pergi memenuhi panggilanNya, karena dia yakin dengan menginvestasikan sedikit waktu untuk memuliakan Tuhan, dia akan dimuliakan Tuhan.

Kemudian mereka dengan tulus menyerahkan fokusnya kepada pemuliaan Tuhan, karena sedikitpun waktu yang tersisa untuk perniagaan, cukup bagi Tuhan untuk memperkayanya, untuk memuliakannya didalam rentang waktu yang sangat sedikit itu.

Tetapi terkadang kita meragukan kemampuan Tuhan untuk menjadikan kita apapun yang Beliau kehendaki. Dengan menggunakan logika sederhana kita, bahwa kalau waktunya tidak banyak uangnya tidak banyak. Padahal Tuhan berjanji kalau Aku berkenan, Aku bisa jadikan apapun.

Dan kehebatan Tuhan itu sangat sederhana, ketika Beliau berkehendak, hanya perlu mengatakan ‘kun fayakun‘, maka jadilah sesuatu yang dikehendakinya itu.

Tiga Tugas kita sebagai kekasih Tuhan adalah
- Meminta kepada Tuhan Yang Maha Pengasih
- Memantaskan diri bagi penerimaan dari permintaan kita
- Menerima dengan kesyukuran.

Meminta adalah sesuatu yang sangat sederhana, tetapi tidak dilakukan oleh semua orang, bahkan oleh yang taat diantara kita.

Mereka lama beribadah, lama merasa meminta, tetapi sebetulnya yang ada adalah tantangan-tantangan. Misalnya dengan mengatakannya kepada Tuhan: Kalau tidak disetujui ya..sudah, Kalau Tuhan tidak mau kasih ya..sudah.

Memang Beliau Maha Mengerti, beliau mengharapkan kita mengerti kalau kita meminta, maka memintalah, jangan menantang.

Kalau kita takut hilang kita berdo’a, kalau kita takut rugi kita berdo’a, kalau kita takut ditinggalkan oleh orang yang kita cintai, maka kita berdo’a. Tetapi kalau sudah ditetapkan terjadi baru kita ikhlas.

Memintalah sederhana saja, karena permintaan yang sederhana dan jujur adalah pengakuan keimanan. Anda tidak perlu menyindir-nyindir Beliau, anda tinggal datang lalu katkan ” Tuhan aku ingin menjadi orang pandai, orang yang bijak, orang yang mengasihi orang lain, orang yang memuliakan nama-Mu, orang yang mewakili kehadiran-Mu dalam kehidupan ini bagi saudaraku”.

Hal ini-lah yang menjadikannya pantas menerima, dan setelah menerima dia bersyukur dan menggunakan apa yang diterimanya bagi kemaslahatan diri dan saudaranya.

Apabila tiga hal ini dilakukan dengan baik, maka akan mengundang kepadanya tiga hal yang lebih hebat lagi. Meminta yang lebih hebat lagi, memantaskan kepada yang lebih hebat lagi dan menerima dengan lebih syukur.

Sebagai kekasih Tuhan, marilah kita meminta keada Beliau, memantasan diri bagi permintaan kita, dan bersyukur sekali saat menerima yang diberikan untuk permintaan kita.

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS: Al-Isra :1)

Untuk percaya kita tidak harus mengerti, karena keimanan itu adalah penyerahan yang belum tentu bisa dijelaskan. Tuhan menunjukkan hal-hal logis dalam kehidupan kita, melihat bukti-bukti yang bisa diamati dengan indera kita, bahwa keyakinan kepada yang baik akan membaikkan kehidupan.

Tetapi dalam hal-hal yang logis itu, Tuhan selalu menyisipkan hal-hal yang tidak logis, untuk menguji keutuhan keimanan kita.

Seperti perjalanan Rasulallah ke Sidratul Muntaha, ke lagit yang berlapis-lapis itu hanya dalam semalam, diabad dimana teknologi untuk mempercepat perjalanan belum sebaik sekarang, bahkan teknologi sekarangpun tidaklah cukup.

Sehingga akan selalu ada komponen tidak logis dalam logika keimanan kita, karena kalau semuanya logis kita tidak membutuhkan Tuhan.

Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita untuk menyerahkan komponen yang tidak logis bahkan yang tidak mungkin tadi kepada yang meneruskan upaya kita.

Perlu anda ingat bahwa Tuhan akan campur tangan dalam pekerjaan orang yang tidak mungkin diselesaikannya apabila dia mengkekasihkan diri kepada Tuhan.

Maka jadikanlah pelajaran dari perjalan Isra’ Mi’raj ini untuk menaikan kita dan kehidupan keluarga yang tercinta dalam taraf-taraf kualitas kehidupan yang tadinya tidak mungkin hanya dicapai dengan hal logis.

Berserahlah sepenuhnya, sehingga banyak hal-hal yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin, yang tadinya tidak logis menjadi sangat logis bagi orang yang beriman.

Kita Mengucapkan:
Labaika Allahmumma Labaik, Labaika La Syarikalaka Labaik, Innal Hamda Wanikmatak Laka Wal Mulk, La Syarikalak.
(Hamba-Mu datang menyahut panggilan-Mu, ya Allah, Hamba-Mu datang menyahut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji-pujian dan nikmat dan kerajaan adalah kepunyaan-Mu yang tiada sekutu bagi-Mu.)

Aku datang memenuhi panggilan Mu, Ya Allah, diucapkan sebanyak tiga kali. Berati kita datang karena dipanggil. Itu sebabnya bisa kita lihat di Mekkah, di Madinah, orang2 yang datang dari ribuan kilometer, dengan kesyahduan yang dalam, air mata yang jujur, hadir di raudah, didepan ka’bah. Tetapi ada penduduk ka’bah sendiri yang lahir Islam, hidup dalam Islam, sampai 55 Tahun belum umrah dan haji.

Tidak berati yang dipanggil dan yang mendengar itu yang dekat secara fisik, tetapi yang dekat kepada Tuhan.

Kalau kita datang memenuhi undangan seorang teman yang kaya, sebutlah juragan durian, maka ketika kita pulang kita pasti dibekali durian. Kalau kita hadir memenuhi panggilan yang serba Maha, kita mudah-mudahan pulang ke negara kita dengan kualitas-kualitas yang menjadikan kita patut dipuji, karena lebih anggun, lebih santun, lebih indah prilakunya.

Tuhan juga memiliki kenikmatan, dan banyak orang telah memiliki kenikmatan tetapi tidak memiliki kemampuan untuk menikmati.

Dan mudah-mudahan sepulang dari tanah suci, kita diberikan kemampuan untuk menikamti yang sudah ada, karena ketulusan menikmati yang sudah ada, adalah syarat untuk pelimpahan kenikmatan berikutnya.

Tuhan juga Memiliki kekuasaan, dan mudah-mudahan sekembalinya dari tanah suci kita menjadi pribadi yang lebih berwenang, karena perintah amar ma’ruf nahi munkar sebetulnya tidak diturunkan bagi orang lemah, itu diturunkan kepada kita yang berwenang, yang bisa mengatakan dengan tegas sesuatu yang benar dan yang salah.

Keindahan dari beribadah di tanah suci, hanya bisa kita ceritakan, tetapi pengertiannya tidak mungkin pindah kepada orang-orang yang belum betul-betul hadir di tanah suci.

Maka kami berdo’a agar Tuhan tidak melamakan kerinduan hati para sahabat yang sudah lama ingin hadir di Tanah Suci. Memintalah kepada Beliau, Tuhan tidak membedakan yang kaya, yang sehat, yang kuat, dan yang berkuasa.

Tuhan memanggil kita, untuk menjadikan yang dipanggilnya pribadi-pribadi yang dicintainya. Kami menyaksikan disini, bahwa tidak ada kebaikan sedikitpun yang tidak dihormati Tuhan.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways Edisi Spesia Mario Teguh Goes To Mecca dengan Topik “Cahaya Dari Tanah Suci”. Semoga kita yang belum berksempatan memenuhi undangan suci ini, bisa disegerakan oleh Dia Yang Maha Pemungkin untuk memenuhi undangan-Nya .







KEUTAMAAN BERINFAQ


Islam senantiasa menganjurkan umatnya untuk membantu orang lain. bantuan tersebut bisa dalam bentuk harta, tenaga, pikiran, dan lain sebaginya. Dalam satu ayat dijelaskan bahwa orang yang senantiasa membantu orang lain dengan harta akan mendapatkan pahala disisi Allah. Firman-Nya, “Orang-orang yang menfkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS al-baqarah [2]: 24).

Dalam ajaran Islam, bantuan dalam bentuk harta dibagi menjadi tiga, yakni zakat, sedekah, dan infaq. Zakat adalah nama bagi sejumlah harta tertentu, yang telah mencapai syarat tertentu, yang diwajiban oleh Allah untuk dikeluarkan, dan diberikan kepada yang berhak menerimanya, dengan persyaratan tertentu pula.

Sementara infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/ penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam. Jika zakat ada nasabnya, infaq tidak mengenal nasab. Jika zakat harus diberikan pada mustahik tertentu (8 asnaf) maka infaq boleh diberikan kepada siapaun juga, misalnya untuk kedua orang tua, anak yatim, dan sebagainya (QS al-Baqarah [2]: 215).

Pengertian sedekah sama dengan infak, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Hanya saja, jika infak berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas, termasuk menyangkut hal yang non materil. Rasulallah SAW menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil , berhubungan suami-istri, dan melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar adalah sedekah.

Seseorang yang memiliki kelebihan harta sangat dianjurkan sekali untuk beriinfak dan bersedekah. Banyak ayat yang menjelaskan keutamaan berinfak ini. Misalnya berinfak merupakan ciri orang yang bertakwa (QS al-Baqarah [2]:3 dan Ali Imran [3]: 134), berinfak merupakan ciri-ciri mukmin yang sungguh-sungguh imannya(QS al-Anfal [8]: 3-4), orang berinfak merupakan ciri mukmin yang mengharap keuntungan abadi (QS Fathir [35]: 29), dan berinfak melipat gandakan pahala disisi Allah (QS Al-Baqarah [2]: 262). Dalam sebuah Hadits Qudsi Allah berfirman, “Hai anak cucu Adam, berinfak-lah kalian, maka Aku akan memberi ganti kepadamu” (HR Bukhari-Muslim). Wallahu a’lam bis shawab.(Sirotul Mustakim).

Notes: Kami turut prihatin atas insiden peledakan Bomb di JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta tadi pagi. Siapapun pelakukanya, dia adalah orang yang sangat biadab dan pengecut, sebab yang menjadi korban adalah rakyat sipil yang tidak berdosa. Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang lagi, dan pelaku serta otaknya bisa segera mendapatkan balasan yang setimpal.







Mario Teguh Golden Ways 12 Juli 2009: Membaca Orang Bohong

resume dari acara yang memberikan banyak inspirasi, Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 12 Juli 2009, dengan Topik “Membaca Orang Bohong“. Jangan sampai hanya orang lain, yang mengetahui cara-cara membaca tanda-tanda kebohongan pada orang lain, termasuk Anda. Apa jadinya jika bawahan bisa membaca ketidak-tulusan para atasannya? Apakah di keluarga, kita membutuhkan cara-cara untuk memastikan ketepatan informasi antara anggotanya?. Dalam edisi ini Pak Mario mengupas secara tuntas bagaimana teknik membaca orang bohong. Berikut resume yang bisa kami catat:

Untuk mengerti seseorang, kita hampir sembilan kali perhatian terhadap yang tidak dikatakannya. Yang dikatakan seseorang hanya mewakili 7% dari maksud-nya, 93% ditampilkan dalam gerak tubuhnya.

Mengapa orang berbohong?
Siapapun yang ditawarkan sesuatu untuk membeli atau mengambil sesuatu untuk menjadi tanggung jawabnya dia akan lebih mudah menolak. Semua pria yang sekarang belum menikah tahu bahwa wanita lebih cepat mengatakan ‘tidak’ jika ditawari menikah daripada bilang ‘ya’. Karena wanita yang bilang ‘ya’ langsung bertanggung jawab untuk melahirkan anak-anaknya dan mengurusi serta membesarkannya.

Tetapi banyak orang mengerti bahwa mengatakan ‘ya’ itu mengharuskannya untuk bertanggung jawab. Sehingga dia mengatakan ‘tidak’ dulu, baru di cek, apakah menguntungkan atau tidak.

Itu sebabnya para penjual diajarkan untuk tidak boleh bereaksi pada kata ‘tidak’ yang pertama, karena itu hanya penolakan alamiah.

Mengapa kita perlu tahu bahwa orang berbohong?
Karena kita ingin betul-betul membantu orang mendapatkan sesuatu yang tadi ditolaknya.

Kalau kita penyayang, waktu orang berbohong, tampilkan anda percaya karena menghormatinya. Lalu dalam pembicaraan berikutnya, anda atur bicara, yang membuat dia tahu kita mengabaikan yang dikatakannya tadi. Sehingga dia jadi ragu, apakah kita mengetahui kebohongan dia atau tidak. Tidak perlu dia tahu kita bohong dan membuat dia malu. Karena kalau dia malu, dia akan berbohong kembali untuk menutupi kebohongannya. Pada kebanyakan orang, sekali berbohong dia akan kembali berbohong untuk menutupi kebohongannya.

Perhtikanlah para pemimpin yang jatuh, karena terlalu banyak melakukan kebohongan, hanya untuk menutupi kebohongan yang dilakukan sebelumnya. Sehingga anjurannya, jangan memulai kebohongan, karena ini akan mengharuskan kita melakukan kebohogan lagi untuk menutupi kebohongan sebelumnya.

Lalu kalau kita tahu orang berbohong, sayangi dia, bantu dia untuk menemukan kebaikan dalam hubungannya dengan kita.

Orang-orang yang tangan kanannya aktif, 70% mempunyai prilaku yang bisa diduga, meskipun dari yang 70% ini ada yang perilakunya terbalik dari yang umum.

Orang-orang yang aktif tangan kanannya, kalau mengingat sesuatu yang telah terjadi dan ada didatabase ingatannya, mempunyai kecenderungan matanya, bergerak ke kiri bawah. Kekiri bawah, atau kekiri saja, tapi gerakan matanya kekiri.

Kalau dia harus ngarang berbicara dengan emosi atau membayangkan, belum tentu dia berbohong. Memikirkan bagaimana cara yang baik untuk mengatakan sesuatu agar orang tidak tersinggung, dia seperti perilakunya berbohong.Yaitu gerakan matanya sekarang terbalik, rata2 kekanan atas. Jika orang yang matanya bergerak kiri-kanan atau memejamkan matanya, berarti ada masalah untuk mengatakan yang sebenarnya.

Orang yang jendela kantornya disebelah kanan, sering bermasalah diduga berbohong. Karena kebiasaan menoleh ke arah kanan, dan kebiasaan ini terbawa ketika dalam negosiasi. Untuk itu, mulai sekarang berhati-hatilah, karena orang membuat kesan salah atau benar, kesan orang dibuat sebagai penetap keputusan kepada kita.

Kebanyakan orang begitu sadar dibaca langsung beku (frozen). Tanpa berbicara-pun, orang yang beku akan kelihatan dia sedang menyimpan sesuatu untuk disembunyikan. Jadi santailah. Semakin serius orang mau memperhatikan anda, anda harus semakin santai.

Ada gerak tubuh lain yang bisa dibaca yaitu kedipan mata. Kedipan mata itu teratur untuk melubrikasi, membasahi bola mata supaya tidak kering. Sehingga kalau kedipan mata itu berlebihan diatas kewajaran, berarti ada sesuatu yang menekan orang itu untuk menyembunyikan jendela hatinya, karena mata itu adalah jendela hati.

Perhatikanlah orang yang habis bertengkar, lalu kemudia baikan. Jarang sekali melakukan kontak mata, karena takut ketahuan orang bahwa dia belum ikhlas.

Kalau kita tanpa sengaja, terlalu banyak menggerakan mata kearah kanan, kita membantu orang untuk mencurigai kita. Ada baiknya kita mengarahkan bahu kita kearah orang itu, sehingga wajah kita lebih kearah kiri, sehingga kita lebih aman, dan kelihatan lebih bersungguh-sungguh disana. Jadi ada strategi disegala sesuatu, berhati-hatilah dan ikhlaslah memperbaharui diri.

Dalam edisi Golden Ways kali ini ada sesi yang disebut Machine Gun yaitu audiens memberikan sejumlah pertanyaan secara cepat dan beruntun, dan Pak Mario menjawab-nya secara cepat dan padat, berikut petikannya:

T: Benarkah bohong itu perlu?
MT: Kalau yang diperlukan berbohong utuk membantu seseorang yang memang suka dibohongi sebelum melakukan yang baik, maka berbohonglah. Tetapi kalau bisa dikatakan dengan sejujurnya, katakanlah dengan sejujurnya.

T: Apakah bohong itu selalu diperlukan?
MT: Selalu diperlukan, tidak, dan kalau bisa, sama sekali jangan digunakan. Kalau bisa mengatakan yang sebetulnya, mengapa harus berbohong.

T: Kalau lawan bicara kita, mengindikasikan gerak mata yang berbohong, tetapi dia bersumpah dengan nama Tuhan, itu bagaimana?
MT: Perlu diketahui terlebih dahulu, ada orang yang terbalik gerak tubuhnya dari yang 70% tadi. Untuk itu harus dikenali dahulu kecenderungan orang ini. Tetapi kalau ada orang bersumpah, dengan tanda-tanda dia berbohong, anda jangan pegang sumpahnya. Banyak orang bersumpah dipengadilan, padahal dia berbohong. Keputusan andalah yang harus logis, hormati sumpahnya, tetapi anda harus melakukan yang benar.

T: Apakah ada bohong yang membuat kita besar?
MT: Ada, Orang bersikap seolah dihargai dan dibutuhkan banyak banyak orang, padahal keadaanya tidak seperti itu, sehingga dia tampil lebih percaya diri, ini adalah contoh bohong kepada diri sendiri yang membuat kita besar.

T: Apakah bohong bisa dilihat dari tingkah lakunya yang suka salah?
MT: Tentu, perilaku jiwa tidak bisa dilihat kecuali dalam manifestasinya digerakan kita. Orang yang dari duduk kemudian berdiri, dari berdiri kemudian bersandar itu ada niatan. Berarti jangan sepelekan yang dilakukan orang dalam gerakan tubuhnya, karena itu adalah manifestasi dari yang terjadi dijiwanya.

T: Menurut saya selain dari gerakan mata, intonasi dalam berbicara juga diperlukan. Bagaimana menurut Bapak?
MT: Memang betul ada rincian yang lebih banyak lagi, mata hanyalah salah satu tolok ukur, ada gerakan tangan, ada cara mengangguk, ada kecepatan menolehnya, ada tegaknya badan dll.

T: Menurut Pak Mario orang berbohong itu karena situasi atau karena watak?
MT: Sebetulnya semua orang dilahirkan jujur. Tetapi kita mendidik anak untuk tidak sepenuhnya jujur. Kitalah yang mendidik anak-anak kita untuk berlajar mengatakan yang tidak sebenarnya. Jadi kalau begitu, kitalah yang harus kembali kepada kemampuan untuk menjadi pribadi yang jujur dan tetap dihormati.

T: Bagaimana cara mengetahui isi kepala orang, tanpa terpengaruh dengan apa yang diucapkannya?
MT: Semua istri tahu, apabila suaminya bebicara tentang suatu hal, maksudnya hal lain. Mengertilah, bahwa kemampuan orang itu lebih cepat pikiran-nya daripada kemampuan-nya bicara. Sehingga dibutuhkan kesabaran untuk menunggu kemana arah pembicaraan-nya.

T: Bila kita tahu lawan bicara kita berbohong, kemudian kita juga melakukan kebohongan, dengan harapan akan menemukan kejujuran, apakah boleh dilakuan?
MT: Tidak ada cara salah bisa digunakan untuk mencapai kebaikan. Kalau mau baik-baik kita harus ikhlas. Setialah pada yang benar, lakukan yang baik, nanti lihat apa yang terjadi.

T: Jika kita berbicara dibawah tekanan, bagaimana supaya kita tidak dianggap berbohong?
MT: Kalau kita tertekan, paling baik adalah tunjukan kita tertekan. Katakan kepada lawan bicara anda, bahwa anda sebetulnya sedang tertekan. Ini akan lebih baik daripada anda disangka sedang menyembunyikan sesuatu.

T: Apakah kebohongan itu sama dengan sandiwara?
MT: Betul, kalau semua orang sudah bersandiwara, bersandiwaralah yang baik. Jadi jangan selalu katakan apa yang anda rasakan. Bersandiwara-lah yang baik, dalam arti anda simpan kesan itu, anda pilihkan kata yang paling baik, anda tunggu waktu yang paling tepat. Semua orang bisa kasar dan bisa keras, tetapi ada waktu dimana dia lembut, temukanlah waktu itu.

Ada banyak hal yang bisa dibaca selain hanya mata, contohnya adalah gerakan tangan anda yang diperhatikan orang. Gerakan tangan kanan anda cenderung menggambarkan kejujuran.

Contoh kasusnya adalah ketika anda berbicara didepan publik, jangan gunakan tangan kanan anda untuk memegang microphone, karena yang aktif adalah gerakan tangan kiri anda, dan ini akan membuat kesan negatif.

Tidak ada orang yang anda buat setuju, kalau hatinya menolak. Itu sebabnya jangan membuat pendekatan apapun yang membuat hati orang menolak. Karena kepandaian, pengalaman dan teknik seseorang, semua penggunaan itu ditentukan oleh hatinya.

Jadi mulai sekarang, jika anda berbicara kepada seseorang, anda tidak berbicara kepada orang itu seutuhnya, tapi anda berbicara ke hatinya. Maka tampil-lah santun, penuh hormat, dengarkan dulu dengan baik, baru sampaikan pesan anda.

Orang-orang yang tulus, biasanya tangan-nya akan terbuka lebar, dan gerak tangan kanan-nya akan lebih dominan.
Orang-orang itu biasanya tulus sekali, sehingga kalau ada yang penting dia tidak menunjuk ke matanya orang, karena ini menekan orang harus setuju. Untuk itu dia menunjuk keatas.

Kalau bertemu orang, dia lebih memperhatikan orang, sebagaiman dia harus diperhatikan.
Jadi cara sederhana untuk mengenali kejujuran adalah dengan mengenali sikap hormat.

Konspirasi yang ada dilangit adalah menjadikan kita pribadi-pribadi yang mulia. Cara-cara Tuhan itu adalah cara-cara yang jujur. Terkadang cara-cara yang jujur ini dibuat tidak enak, karena kita dibuat sakit hati supaya tegas memutuskan. Kalau cara-cara dari langit itu jujur, maka jujurlah dengan cara-cara kita didunia.

Kalau jalan-jalan kejujuran itu jalan Tuhan, maka setialah kepada yang jujur. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Membaca Orang Bohong. Suatu kebanggan bagi kami, jika ada sahabat yang sedikit meluangkan waktu untuk share tentang bahasan yang penuh inspirasi ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar