Rabu, 11 Januari 2012

MOTIVASI ALA PAK MARIO

Kebahagiaan sebagai pilihan


Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena itulah, ia dijuluki “Sang Jenderal Penakluk” oleh rakyat. Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran, ia dan pasukannya terdesak oleh pasukan lawan yang berkali lipat lebih banyak.

Mereka melarikan diri, namun terangsak sampai ke pinggir jurang. Pada saat itu para prajurit Sang Jenderal menjadi putus asa dan ingin menyerah kepada musuh saja. Sang Jenderal segera mengambil inisiatif, “Wahai seluruh pasukan, menang-kalah sudah ditakdirkan oleh dewa-dewa. Kita akan menanyakan kepada para dewa, apakah hari ini kita harus kalah atau akan menang. Saya akan melakukan tos dengan keping keberuntungan ini! Jika sisi gambar yang muncul, kita akan menang. Jika sisi angka yang muncul, kita akan kalah! Biarlah dewa-dewa yang menentukan!” seru Sang Jenderal sambil melemparkan kepingnya untuktos.

Ternyata sisi gambar yang muncul! Keadaan itu disambut histeris oleh pasukan Sang Jenderal, “Hahaha… dewa-dewa di pihak kita! Kita sudah pasti menang!!!” Dengan semangat membara, bagaikan kesetanan mereka berbalik menggempur balik pasukan lawan. Akhirnya, mereka benar-benar berhasil menunggang-langgangkan lawan yang berlipat-lipat banyaknya.

Pada senja pasca-kemenangan, seorang prajurit berkata kepada Sang Jenderal, “Kemenangan kita telah ditentukan dari langit, dewa-dewa begitu baik terhadap kita.”

Sang Jenderal menukas, “Apa iya sih?” sembari melemparkan keping keberuntungannya kepada prajurit itu. Si prajurit memeriksa kedua sisi keping itu, dan dia hanya bisa melongo ketika mendapati bahwa ternyata kedua sisinya adalah gambar.

Memang dalam hidup ini ada banyak hal eksternal yang tidak bisa kita ubah; banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan kehendak kita. Namun demikian, pada dasarnya dan pada akhirnya, kita tetap bisa mengubah pikiran atau sisi internal kita sendiri: untuk menjadi bahagia atau menjadi tidak berbahagia. Jika bahagia atau tidak bahagia diidentikkan dengan nasib baik atau nasib buruk, jadi sebenarnya nasib kita tidaklah ditentukan oleh siapa-siapa, melainkan oleh diri kita sendiri. Ujung-ujungnya, kebahagiaan adalah sebuah pilihan proaktif.

“The most proactive thing we can do is to ‘be happy’,” begitu kata Stephen R. Covey dalam buku ‘7 Habits








Apapun Hasilnya, Mencobalah

Di British Columbia, dibangun sebuah penjara baru untuk menggantikan penjara Fort Alcan lama yang sudah digunakan untuk menampung para narapidana selama ratusan tahun.

try-thebest

Setelah para napi dipindahkan ke tempat tinggal mereka yang baru, mereka menjadi bagian dari pasukan pekerja untuk mencopoti kayu, alat-alat listrik, dan pipa yang masih dapat digunakan dari penjara lama. Di bawah pengawasan para penjaga, napi-napi itu mulai melucuti dinding-dinding penjara lama.

Saat mereka melakukannya, mereka terperanjat oleh apa yang mereka temukan. Walaupun gembok-gembok besar mengunci pintu-pintu logam, dan batangan-batangan baja dua inci menutupi jendela sel-sel, dinding- dinding penjara itu sebenarnya terbuat dari kertas dan tanah liat, dicat sedemikian rupa sehingga menyerupai besi!

Jika ada dari para narapidana yang memukul atau menendang dinding itu dengan keras, mereka dengan mudah dapat membuat lubang di situ, dan melarikan diri.

Selama bertahun-tahun, bagaimanapun juga, mereka tinggal berjubel dalam sel-sel terkunci mereka, menganggap bahwa melarikan diri adalah sesuatu yang mustahil.

Tak seorang pun pernah MENCOBA melarikan diri, karena mereka BERPIKIR
itu mustahil.

Saat ini, banyak orang merupakan tawanan rasa takut. Mereka tak pernah berusaha mengejar impian-impian mereka karena berpikir bahwa itu merupakan sesuatu yang mustahil. Bagaimana Anda tahu bahwa Anda tak dapat berhasil bila Anda tidak mencoba?. Maka, mencobalah.










Mario Teguh Golden Ways 13 September 2009: Pribadi Rumah Kaca

resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 13 September 2009, dengan Topik “Pribadi Rumah Kaca”. Tujuan utama dari menjadikan kualitas pikiran dan perasaan kita mudah ‘terbaca’ oleh orang lain, adalah menaruh diri kita dalam keterdesakan artifisial untuk SEGERA menjadikan kita pribadi yang berpikiran baik, yang bersikap baik, dan yang berlaku baik. Hanya karenanya kebaikan dalam kehidupan ini menjadi sesuatu yang logis dan wajar untuk kita miliki. Berikut adalah resume lengkap yang bisa kami catat:

kaca1

Kalau orang mengetahui asli perasaan kita, kita akan berhati-hati dengan kualitas perasaan kita. Pribadi rumah kaca mengijinkan perasaannya terbaca dengan mudah. Karena itu cara dia memastikan dirinya setia pada perasaan baik.

Orang yang berstrategi tentang menyembunyikan perasaan dan pendapatnya, tidak pernah mendapatkan perlakuan asli dari orang lain.

Orang yang mau cepat tumbuh menjadi pribadi yang baik, harus mengijinkan perasaannya dibaca. Sehingga apabila perasaannya baik kepada seseorang, orang berlaku baik. Karena prasangka orang kepada kita, itu menentukan bagaimana dia memperlakukan kita.

Waktu kita merasa jelek terhadapa seseorang, apakah orang itu jelek atau tidak, orang itu berespon tidak baik. Sehingga kita terhukum karena responnya, sehingga kita melihat tentang pentingnya berperasaan baik.

Maka orang yang ikhlas membiarkan perasaannya terbaca, ia akan lebih mudah menjadi orang baik. Tuhan selalu tahu apapun strategi penyembunyian perasaan dan pendapat kita.

Jadi Tuluslah kepada orang lain dan tuluslah kepada Tuhan, sehigga prasangka orang baik kepada kita dan prasangka kita kepada Tuhan baik.

Jika Anda terpaksa menerima perlakuan buruk dari orang lain, tampilkanlah kesedihan karena perlakuan itu, tetapi tetaplah berlaku baik. Ini yang membuat, bukan hanya manusia yang akan merasa kasihan kepada kita, tetapi juga Tuhan.

Kita berhak membalas perlakuan buruk yang kita terima, ‘satu mata untuk satu mata’, tetapi akan lebih baik bagi kita jika kita memaafkan.

Tindakan memaafkan adalah tindakan membatalkan hak kita untuk membalas, dan menyerahkan penyelesaiannya kepada Tuhan, karena Beliau adalah sebaik-baiknya penyelesai masalah.

Dengannya, jika anda memaafkan, anda telah menjadi pribadi yang baik, dan ‘memberikan’ kesempatan kepada Tuhan untuk berlaku yang membaikkan orang yang mendzalimi anda.

Formula pribadi rumah kaca:
- Pribadi rumah kaca itu jelas kebaikannya, tidak mungkin orang salah menilai, karena dia jelas baiknya
- Pribadi rumah kaca itu jelas niatnya, orang yang tidak bisa menyembunyikan niatnya, maka akan cepat jadi orang baik.
- Pribadi rumah kaca itu jelas setiaya.

Kemudian pastikan anda terbaca betul-betul teralu baik untuk dikira selain baik.

Kalau anda mengetahui caranya, tidak ada yang tidak bisa anda lakukan. Maka salah satu berkah dan rahmat yang diberikan kepada kita adalah mengetahui persis apa yang akan kita lakukan, sehingga kita tidak membuat kesalahan.

Meskipun kesalahan itu penting bagi kehidupan, tetapi akan jauh lebih baik banyak tepat daripada salah.

Orang yang bening hatinya akan lebih banyak melihat banyak hal, daripada orang yang hatinya kusam.

Cara anda khawatir lebih melukai anda, daripada kekhawatiran itu sendiri.

Maka khawatirlah, tetapi pastikan cara Anda dalam mengkhawatirkan sesuatu – menjadikan Anda lebih kuat untuk mengatasi atau menyelesaikannya.

Kita itu menjadi pribadi penurut untuk menjadi pribadi yang baik, karena yang dianjurkan untuk dituruti itu adalah cara untuk menjadi baik.

Maka Alangkah indahnya kehidupan ini, jika saja Tuhan menuruti semua permintaan kita.

Tetapi, apakah kita menyadari bahwa ketaatan kita adalah penyebab bagi penghormatan Tuhan kepada permintaan-permintaan kita?

Maka, anjurannya adalah cobalah untuk menjadi lebih menurut.

Semakin besar yang anda rencanakan semakin besar kemungkinan untuk tidak memulai. Maka cita-citakan lah yang besar, tetapi rencanakanlah tindakan sekecil mungkin.

Cita-cita itu besar, harus dipecah-pecah dalam potongan yang kecil sangat sederhana sampai rencana itu jalan sendiri, karena terlalu kecil. Karena hal itulah yang membuat kita bersemangat.

Kepantasan untuk menjadi, selalu mendahului kejadian.

Sehingga pribadi rumah kaca ini sangat sederhana pendekatannya. Yang dicita-citakannya besar, tetapi peta perjalanannya adalah tindakan-tindakan kecil yang sederhana, sehingga dia mudah memulai.

Kalau dia memulai dengan berprasangka baik, dia akan berlaku sebaik mungkin, sehingga kalau dia gagalpun dia gagal dalam mengupayakan sesuatu yang baik.

Orang yang sabar itu karena percaya. Kalau yang berjanji itu suka menipu, kita tidak akan percaya.

Kalau kita percaya kepada Tuhan, Tuhan itu memerintahkan kita sabar, karena sabar itu adalah bukti kita percaya.

Bersabarlah. Karena sabar itu tanda bahwa Anda percaya kepada Tuhan.

Jika kita menyatakan dengan lantang mengenai keimanan kita, maka bersabar seharusnya mudah.

Jika selain itu, marilah kita perbaiki keberserahan kita kepada Tuhan.

Kita tidak mungkin mendapatkan yang bukan hak kita. Kalau Tuhan mempunyai sifat Maha Adil, itu berarti kita akan mendapatkan hak.

Tidak ada orang yang melakukan kebaikan, yang tidak mendapatkan hadiah dari kebaikannya, dan tidak ada orang yang melakukan kesalahan yang tidak harus bertanggung jawab atas kesalahannya.

Maka dengan itu, kita harus membangun kualitas yang pantas bagi kualitas kehidupan yang kita inginkan. Tidak mungkin pribadi yang tidak berkualitas, bisa hidup dalam kehidupan yang berkualitas.

Jadi fokusnya, pribadi kita harus pribadi yang terbantu untuk segera berkualitas, dengan tidak menyembunyikan perasaan dan pikiran buruk.

Jadilah pribadi rumah kaca yang perasaannya segera terlihat, sehingga kita termotivasi karena reaksi orang terhadap kebaikan kita, sehingga kita termotivasi untuk berlaku baik, karena hukuman orang terhadap sikap tidak baik kita.

Beningkanlah hati kita. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Pribadi Rumah Kaca”. Jika sekiranya didapati kekurangan, suatu kebahagiaan bagi kami, apabila sahabat sekalian berkenan mengoreksi serta menyempurnakannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar