Jumat, 13 Januari 2012

KATA MUTIARA

Mario Teguh Golden Ways 7 Juni 2009 : Motivamor


Mario Teguh Golden Ways Metro TV, edisi ahad, 7 Juni 2009. Tema spesial kali ini adalah “MOTIVAMOR” atau Motivasi dan Humor. Dalam edisi spesial ini MTGW menghadirkan Tukul Arwana sebagai bintang tamu. Tukul adalah sosok entertainer yang bisa melihat yang dia miliki, sebagai yang terbaik dari yang dia miliki, dan menggunakannya menjadi sebuah kelebihan yang menghasilkan. Berikut resume yang bisa kami catat

Kita tidak harus percaya diri untuk berhasil. Banyak sekali orang menunggu percaya diri, padahal yang kita butuhkan adalah yang kita lakukan dalam ketidak percayaan diri itu.

Orang yang sangat yakin tapi melakukan kesalahan, lebih sulit berhasil dibandingkan orang yang tidak yakin, yang melakukan sesuatu dengan benar.

Stadard keberhasilan adalah orang itu disebut berhasil kalau baik. Orang kaya yang kekayaannnya dari mencuri itu orang jelek yang uangnya banyak, dia sesungguhnya orang gagal, karena gagal jadi orang baik. Sebaliknya kalau ada orang miskin, baik, ia sesungguhnya orang berhasil, tetapi uangnya masih sedikit.

Standard kita mengenai pendapat orang, sering mencegah kita dari melakukan sesuatu yang lebih berani. Pendapat orang terhadap kita itu sangat penting, sehingga kita tidak melakukan yang penting, padahal mereka bisa sama sekali tidak memikirkan kita.

Pertanyaannya apakah orang-orang yang anda takuti komentarnya, jika anda gagal apakah mereka membantu?, Tidak, Keberhasilan itu tanggung jawab pribadi.

Kalau kita melihat yang kita miliki, sebagai yang terbaik dari yang kita miliki, maka gunakanlah yang kita miliki sekarang. Apapun pendapat orang lain, itu akan berubah, kalau nanti anda berhasil.

Sebuah kesederhanaan itu jangan disepelekan. Sebuah pribadi yang sederhana itu pasti hasil dari sesuatu yang sangat canggih sebelumnya.

Jika Tuhan menantang kita untuk menciptakan seekor ‘lalat’ kalau kita bisa. Berarti Tuhan telah menjadikan semua ini prosesnya tidak sederhana, maka pastikan yang kita lakukan tidak sederhana.

Sistim perekonomian kita sangatlah kompleks, padahal dasarnya sangat sederhana yaitu ‘Buy Low, Sell High’, beli murah jual lebih tinggi. Tetapi coba perhatikan, betapa kompleks-nya prilaku kita, mengkompleks-kan yang seharusnya sederhana.

Seseorang yang hebat adalah orang-orang yang janjinya biasa, tetapi yang bisa dilakukannya adalah sesuatu yang memukau.

Kita harus menjadi pribadi sempurna. Apabila orang mengatakan tidak bisa, sebenarnya bisa. Sempurna itu tidak siap, berani melakukan, tidak tahu angkat tangan, belum pernah mencoba, mencoba. Karena gading yang sempurna itu harus ada retaknya, sedangkan gading yang mulus itu dari akrilik.

Jadi Tuhan menciptakan kita ini sudah sebaik-baiknya penciptaan.

Jangan pernah katakan ‘manusiawi’ untuk pelemahan diri kita dan pembenaran akan kegagalan kita, sebab manusiawi juga dilakukan oleh orang-orang hebat, termasuk kehebatan para pahlawan yang dengan gagah-nya mempertahankan kemerdekaan.

Jangan pernah berharap kepada mahluk, tapi berharaplah kepada yang memuliakan kita Tuhan Yang Maha Kuasa.

Setiap orang pasti akan berhasil, termasuk dengan cara-cara yang dia lakukan untuk menggagalkannya.

Berbahagialah kalau kesedihan anda sudah mencapai titik terendah, berarti tidak bisa lebih rendah lagi, sehingga setelah ini hanya tinggal kebahagiaan.

Apabila kita menasehatkan kebaikan kepada orang lain, kita diminta Tuhan untuk merasakan beban dari nasehat kita sendiri. Kalau kita menasehatkan kesabaran, kita akan langsung diuji dengan kesabaran.

Kalau kita punya masalah yang bisa kita sikapi dengan baik, kita mempunyai ‘a beautiful problem’. Jadi sebenarnya bukan masalahnya, tetapi bagaimana kita menyikapinya.

Setiap kita selalu dimintakan dampak dari yang kita nasehatkan. Apabila ini terjadi, maka bersiap-siaplah jadi pribadi yang lebih kuat dari kebanyakan masalah.

Banyak orang lebih percaya kepada orang yang lebih kaya walaupun yang dia katakan salah, daripada orang miskin walaupun yang diakatakannya benar. Jangan salahkan orang yang kaya dan didengarkan orang, salahkanlah yang mendengarkan, termasuk kita.

Jika semua orang sedang bermain badminton, anda jangan menggunakakn peraturan tenis. Masyarakat lebih menghoramti orang yang berhasil secara financial, secara struktural dalam organisasi, maka bermainlah dengan peraturan-peraturan mereka. Jadikan diri anda berhasil.

Kalau memang anda mau menyampaikan kebaikan datanglah kepada Tuhan “Tuhan, masyarakat lebih membutuhkan aku berhasil secara financial, bantu aku, agar kebaikan-Mu bisa dipercaya”. Lakukan itu, dan mudah-mudaha dengan cara itu, anda tidak lagi berpura-pura lagi menjadi orang kaya untuk didengarkan, karena anda sudah betul-betul kaya.

Kalau kita mau menjadi pribadi yang dihargai, pastikan keseriusan anda itu. Dilihat humornya bukan karena anda melucu, tetapi karena orang tertawa melihat dirinya sendiri. Yang ingin jadi orang kaya, tetapi tidak berprilaku yang akan kaya, ingin jadi orang berpangkat, tapi bercandanya jorok, ingin jadi orang terkenal, tapi bahasa yang digunakannya tidak baik.

Jadi apapun yang anda cita-citakan, bangunlah kesederhanaan dalam diri anda, yang menjadikan anda pribadi yang mencengangkan, mengagumkan dan mengharukan.

Untuk para pendidik, Tugas kita itu bukan untuk meledak-kan kehebatan orang, tugas kita itu mendampingi orang tumbuh secara alamiah dalam perasaan yang disayangi. Lalu Tuhan-ah yang memberkatkan perubahan itu. Karena dalam proses kita menemani mereka tumbuh dengan penuh kasih sayang itu, kita juga menjadi pribadi yang disayangi.

Ketika anda melebihkan kasih sayang kepada orang lain, maka kasih sayang Tuhan-pun akan dilebihkan kepada anda.

Kita adalah mahluk reaktif, kita jarang sekali bertindak tanpa sesuatu yang mengganggu dan menyerang kita secara stimulus.

Karena kita bereaksi, maka sebetulnya kehidupan kita ditentukan oleh kualitas reaksi kita.

Kemarahan bisa saja terjadi kepada siapapun, tetapi tidak semua orang mencapai kemulaiaan karena kemarahannya. Kesedihan bisa terjadi kepada siapapun, tetapi banyak orang malah mejadi lebih pantas untuk sedih, karena cara dia bereaksi terhadap yang menyedihkannya, membuat dia lebih pantas disedihkan.

Jadi kalau anda bertengkar dengan seseorang, hentikanlah pertengkaran itu dihati anda, bukan bersama dia, kemudian temui dia dengan ramah dan senyuman tulus penuh kehangatan.

Ada orang yang mempunyai ‘Delay Switch‘ atau saklar tunda, jadi jika ada sesuatu terjadi, tertunda sebentar baru kemudian menyala. Ada orang yang memmpunyai ‘Zero Dleay’, jika sesuatu terjadi langsung bereaksi, tanpa ditunda dulu. Padahal semua penyesalan dalam hidup ini karena salah bicara.

Kalau kita memiliki ‘Delay Switch’ yang baik, selalu kalau ada sesuatu menyerang kita, selalu tanya ’sebaiknya bagaimana?’. Kalau kita belum tahu, ambilah tokoh-tokoh besar dalam kehidupan ini yang ingin kita tiru. Kalau kita ada masalah coba tanya, kalau tokoh itu kena masalah, kira-kira apa reaksinya?

Orang besar kalau terkena sesuatu, akan bersikap seperti orang besar. Hanya orang kecil yang sakit, karena dipukul orang kecil. Jadi kalau kita orang besar, jangan bereaksi seperti orang kecil, dan kalau kita masih kecil, belajarlah bereaksi seperti orang besar.

Lihatlah kehidupan ini seperti tanah lapang yang tidak berpeta. Lalu kita hendak berjalan menuju kesuatu tempat yang namanya kehidupan yang baik. Karena kita tidak tahu cara dan jalannya yang tepat, maka arah jalan kita akan mencoba arah yang kita rasa tepat. Jika ternyata jalan kita salah, karena Tuhan Maha Penyayang, maka kita diberikan masalah, dan terus begitu sampai kita menemukan jalan yang benar-benar tepat.

Jadi sebetulnya apapun masalah yang kita temuai, cari yang baik, itulah cara berfikir ’smart’. Tidak ada kecerdasan dan intelegensia yang disebut ’smart’ jika itu menjadikan kita pribadi buruk.

Kalau begitu, syukuri halangan, berekasi baiklah, karena semua itu ditujukan agar anda sampai.

Kita menerima dan mengakui kasih sayang Tuhan kepada kita, dalam kehidupan kita. Tuhan Yang Maha mengasihi ini menyaksikan, bahwa terkadang kita harus berpura-pura.

Kalau kita berpura-pura kepada orang melakukan sesuatu yang tidak seharusnya, apabila itu untuk kebaikan, Tuhan tidak akan sampai hati mebiarkan kita berlama-lama dalam berpura-pura.

Kalau kita berura-pura dalam kebaikan, Tuhan akan menghentikan kepura-puraan itu dengan menjadikan kita, betul-betul jadi.

Maka anjurannnya adalah, sadarlah bahwa kita diminta untuk berlaku baik, itu sebabnya setialah pada prilaku yang baik, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Terima kasih Pak Mario Teguh atas ilmu dan nasihat terbaik yang Bapak sampaikan. Mudah-mudahan kami bisa meng-aplikasikan-nya dalam kehidupan nyata.

Demikianlah resume acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “MOTIVAMOR“. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.






Habis-Habisan

Kita dapat melihat tontonan yang menarik dalam pertandingan olahraga, terutama sepak bola yang menjadi cabang olah raga yang paling populer. Setelah kick off, tanda dimulainya pertandingan, kita melihat bagaimana bola diumpan dari kaki ke kaki.

Satu kesebelasan, menyerang kesebelasan lainnya. Dan seiring dengan serangan itu kemungkinan akan menghasilkan gol. Pada waktu menjelang 90 menit berakhir, biasanya pertandingan akan lebih hebat dan lebih seru. Apalagi jika kedua kesebelasan itu belum ada satupun yang berhasil mencetak gol.

Pada akhir 90 menit pertandingan, biasanya wasit memberikan waktu tambahan(injure time). Jika sebuah kesebelasan hanya kalah tipis, maka mereka akan ‘mati-matian’ membela kekalahan itu.

Jika belum ada yang menang, maka pada saat injure time ini moment yang sangat bagus untuk menang.

Ternyata Injure time di dunia sepak bola patut kita jadikan pelajaran. Waktu ‘injure time‘ dalam sepak bola adalah tanda akan berakhirnya pertandingan.

Hidup kita didunia ini sesuai dengan waktu masing-masing dan sangat berbeda dengan sepak bola. Kapan waktu akhir (ajal) tiba, kita tidak akan pernah tahu. Lima menit lagi, besok, sebulan, setahun lagi atau kapan?

Apalagi jika ajal menjemput tidak ada waktu tambahan lagi. Jika demikian, kita harus beribadah habis-habisan mulai saat kita sadar, sebenarnya waktu kita hidup itu telah ditentukan dan semua akan berakhir.

Apakah kita akan menemui Allah SWT (meninggal) sebagai pemenang atau pecundang (berdosa), sehingga wajah kita tertunduk takut dan malu dihadapan-Nya karena banyaknya kotoran dosa.






Kisah Houdini

Siapa yang tidak kenal dengan Houdini, seorang pesulap dari Amerika yang sangat terkenal dengan keahliannya membuka pintu yang terkunci. Kepiawaiannya telah membuat orang terkagum-kagum dengan dirinya ketika dia mampu membuka pintu penjara yang tekenal di Amerika , Al Catraz dalam hitungan menit.

Suatu saat pemerintah Inggris berencana untuk membangun sebuah penjara yang lebih canggh dari penjara Al Catraz. Penjara yag akan dibangun ini dilengkapi dengan sistem satelit, semua serba digital dan otomatis, serta dilengkapi dengan sistem pembelajaran yang efektif.

Setelah semua selesai dibangun, perdana menteri Inggris minta supaya dicoba oleh Houdini dulu sebelum diresmikan. Jika Houdini masih mampu membuka pintu penjara, maka sesungguhnya penjara yang dibangun ini sama aja dengan penjara Al Catraz.

Houdinipun diterbangkan dari Amerika dengan bayaran yang sangat mahal. Sesampainya di Inggris, yang bersangkutan dimasukan dalam ruangan penjara yang tertutup dan diminta untuk membuka pintu penjara tersebut sambil disaksikan oleh para pejabat tinggi dan para wartawan media cetak dan media elektronik.

Bagi Houdini ini biasanya merupakan pekerjaan yang mudah. Akan tetapi setelah 10 menit belum ada tanda-tanda untuk membuka, biasanya sudah terbuka dalam 15 menit. Sepuluh menit berlalu tanpa sengaja lengan jasnya terangkat dan tampaklah keluar sebuah kawat sepanjang 10cm dari balik jasnya yang dikendalikan oleh sebuah motor kecil.

Semua mata memandang dan mengatakan disitulah kunci keberhasilannya membuka semua pintu-pintu yang terkunci. 30 menit sudah bergulir, namun pintu belum juga terbuka, Houdini makin malu dan merasa reputasinya akan hancur di Inggris.

Memasuki menit ke 60 Houdini mulai putus asa, sementara ratusan mata memandang bahkan ribuan rakyat Inggris turut menyaksikan melalui siaran televisi. Houdinipun menyerah dengan perasaan dan merasa sangat terpukul.

Diapun mejauhkan diri ke arah pintu yang tertutup tersebut. Luar biasa! Pintu itu terbuka!! Rupanya, pintu penjara tersebut dari tidak terkunci, justru pikirannyalah yang terkunci…

Terkadang merdeka dari pikiran yang terkungkung memerlukan perbedaan pendapat untuk membuka wawasan baru. Merdeka dari ketertutupan pikiran memang harus memerlukan terobosan baru (breakthrough) dan berani untuk menyatakan apa yang benar – apa yang salah sesuai dengan etika yang berlaku.

Albert Einstein, sebagaimana yang diungkapkan Scoot Thorpe dalam bukunya ‘Berpikir Cara Einstein’ mengatakan bahwa, “Setiap orang bodoh(tidak kompeten) yang sok intelejen bisa membuat segalanya lebih besar, lebih rumit dan lebih keras. Dibutuhkan sentuhan seorang jenius dan banyak keberanian untuk bergerak kearah sebaliknya.”










Mario Teguh Golden Ways 31 Mei 2009: Super Fantasy

Mario Teguh Golden Ways Metro TV, edisi ahad, 31 Mei 2009. Tema super kali ini adalah “SUPER FANTASY” . Tema ini diangkat dari lagunya Oppie Andaresta “Cuma Khayalan”. Dalam bahasan kali ini Pak Mario Teguh menjelaskan bagaimana cara untuk menjadikan impian, khayalan menjadi kenyataan. Jurus jitu Pak Mario Teguh akan menjadi jurus yang tepat dalam tindakan-tindakan nyata kita yang ditenagai, untuk meraih impian satu demi satu. Berikut resume yang bisa kami catat:

Hidup kita yang besar hanya bisa dibangun dengan dua paruh:
Paruh yang pertama adalah mengkhayalkan sesuatu yang besar,
Paruh kedua adalah membangun pribadi yang pantas untuk mencapai yang kita khayalkan.

Dalam hal ini kita harus konsisten, pembicaraan mengenai khayalan tidak lama, sesegera mungkin setelah kita menentukan khayalan yang besar, kita harus segera memperbaiki rizki.

Contoh kasus,
1. Berapa banyak orang yang mengeluhkan hidupnya, tetapi menuliskan kata Tuhan saja dengan hurup kecil (tuhan). Tuhan kita itu sangat mulia, Tuhan adalah pemberi rizki.

Kalau penghormatan kita kepada yang memuliakan kita (Tuhan) lebih baik, maka kita akan dipermudah memperbaiki rizki kita.

Kalau kita tidak menghormati Tuhan, mungkin tidak akan ada bedanya, tapi jangan sampai Tuhan tidak menghormati kita.

2. Berapa banyak orang menggunakan nama tidak penting untuk dirinya sendiri, seperti menuliskan nickname dalam email maupun facebook dengan sebutan Dodol Aje, Sendal A lot, Joko-kak-kak, Wati-wkwkwk.

Bagaimana mungkin orang yang tidak menghormati dirinya, tetapi dia berdo’a minta dipantaskan rizki yang baik baginya.

3. Dia negatif, apapun yang anda beri tahu kepadanya, dia akan hanya melihat jeleknya. Orang ini harus memperbaiki sikapnya menjadi positif, yaitu melihat bahkan yang baik diantara yang buruk.

Kepentingan kita adalah mengambil keuntungan dari keadaan apapaun. Jadi jangan batalkan besarnya khayalan, pantaskan diri untuk mencapai khayalan itu.

Cita-cita kita mau menjadi apapun harus dibagi dalam 3 kategori:
- P (Punya) -> Ingin punya, apapun itu awalnya punya dulu. Kalau kita ingin naik kelas target berikutnya adalah…
- J (Jadi) -> Jadilah sesuatu yang memungkinkan anda punya. Orang yang hanya mau punya, sering lupa jadi. Banyak orang yang memimpikan sesuatu, tidak memimpikan dirinya menjadi pribadi yang pantas untuk mendapatkannya. Jika anda tidak materialistis maka anda harus…
- B (Bisa) -> Anda bisanya apa? Bisa sekolahkan ribuan anak?, Bisa memberikan makan fakir miskin?, Bisa membangun Rumah Sakit bagi yang tidak mampu?,

Untuk menjadi Punya, Jadi dan Bisa, agar tidak kebelinger kontrolnya adalah….

G (guna-nya) -> Kalau anda mau punya sesuatu, tanya dulu gunanya apa?, kalau tidak membuat orang hidupnya lebih baik, jangan inginkan.

Bagi orang yang takut gagal sebetulnya dia tidak menakuti kegagalan, yang ditakutinya adalah bayangan tentang kegagalan.

Tetapi orang yang gagal tidak mungkin tidak berbahagia. Karena kegalalan itu harus besar, kalau kecil itu bukan gagal tetapi kepeleset.

Jika anda mau kalah, kalah-lah dengan besar. Kalau mau gagal, gagal-lah dengan besar, karena anda akan dipuji dengan besarnya upaya yang anda coba.

Kalau anda ingin campur tangan Tuhan, inginkan yang besar, upayakan yang besar. Sehingga Tuhan melihat, tidak mungkin ada sesama-mu bisa membantu, maka Aku akan turut campur.

Sesuatu itu disebut khayalan karena tidak realistis, kalau realistis namanya adalah rencana. Bagaimana mungkin anda mencapai sesatu yang besar kalau realistis.

Ada dua paruh kekuatan kita,
Pertama dari diri sendiri, tidak mungkin anda berpura-pura tentang ilmu, maka belajarlah.
Kedua dari bantuan, ini yang membuat rencana anda tidak realistis itu oke.

Diri anda adalah tempatnya realita, bantuan adalah tempatnya yang tidak realistis.

Jadi jangan ukur khayaan anda dengan yang nyata saja, pastikan diri anda yang dibantu, bukan oleh manusia saja, tetapi oleh keseluruhan alam.

Ada tiga TATA yang harus dijaga dalam hidup kita :
- Tata Pikir,
- Tata Rasa,
- Tata Tindak.

Seberapa penting penggunaan perasaan?, perasaan menentukan penggunaan pikiran, perasaan juga menentukan penggunaan tindakan.

Hati-hatilah dalam mengelola perasaan, karena orang yang sedang dimuliakan Tuhan, kalau tidak bisa mengelola perasaannya, akan berbicara seperti orang yang sedang direndahkan.

Hormatilah orang tua seperti menghormati Tuhan, karena orang tua adalah wakil Tuhan untuk melahirkan kita.

Termasuk jika orang tua salah, berlaku santunlah, karena anda juga akan menginginkan hal yang sama dari anak anda jika anda salah.

Mengertilah bahwa tugas anda adalah untuk memuliakan orang tua, seperti beliau memuliakan anda waktu belum tahu apa2. Akan tetapi lakukan yang terbaik menurut anda, tanpa melukai perasaan mereka.

Waktu yang dibutuhkan untuk berhasil adalah sama dengan waktu yang diutuhkan untuk gagal.

Lihatlah orang2 yag besar disekitar kita, mereka umurnya tidak jauh berbeda dengan orang lain pada umumnya.

Orang-orang seperti Jenghis Khan, Imam Ghazai, Madam Theresa,dll mereka adalah orang-orang yang menggunakan waktu, yang mereka tahu kalau waktu tidak digunakan untuk keuntungannya, waktu akan digunakan oleh alam untuk kerugiannya.

Itu sebabnya kalau dihitung berdasarkan waktu setiap orang sedang merugi. Jika dia tidak menggunakan waktunya untuk lebih kuat, lebih besar, lebih tinggi dan lebih berpengaruh.

Kita sekarang ini sedang dibatasi oleh sesuatu, kalau tidak terbatasi, niscaya telah meledak.

Kalau kita tidak menjadi sebesar impian kita, berarti ada yang sedang kita lakukan yang membatasi kita. Jika ada yang mengatakan ini teori berati dia sedang membatasi dirinya.

Dunia beroprasi bertentangan dengan keinginan kita, lalu mengapa kita membantunya dengan meragukan diri sendiri?

Jadi kalau anda berkhayal, berpihaklah kepada hasil. Karena semua orang yang menolak anda itu, akan mengambil keuntungan dari perkembangan anda, sehingga mereka merasa bagian dari pertumbuhan anda.

Yang dibutuhkan oleh kita adalah ketahanan untuk bersabar, sampai dunia berpihak kepada kita. Jadi jangan batasi khayalan anda.

Berharaplah anda kepada Tuhan, bukan kepada jabatan. Orang yang sampai berhutang, jual tanah dsb untuk jabatan, mereka sedang berharap dari jabatan. Tuhan senang membuktikan bahwa jabatan bukan tempat berharap dengan membatalkannya.

Khayalan memang harus tidak masuk akal, yang menjadikan tidak pantas itu adalah upaya-nya. Berkhayal-lah setinggi mungkin, tetapi upayanya pantas.

Yang menjadikan orang itu tidak pantas adalah, jauh antara yang diinginkannya dengan yang dilakukannya.

Dalam memilih pimpinan, pilihlah pimpinan yang menjanjikan tentang tiga hal:
- Jujur -> Kalau jujur pasti berpihak kepada anda.
- Tegas -> Tidak berlama-lama membiarkan orang dalam kesulitan.
- Pandai -> Tidak hanya pandai untuk diri sendiri, tapi memandaikan rakyatnya.

Beda cita-cita dan Khayalan:
Khayalan itu jauh sekali ke masa depan bisa 20 tahun, 30 tahun bahkan lebih, sedangkan Cita-Cita adalah khayalan yang bertanggal.

Kapan-nya itu menjadi penting bagi khayalan anda jika ingin mencapainya. Tanggal itu ditetapkan supaya anda tergesa-gesa. Karena orang yang sedang tidak tergesa-gesa berhasil, sedang tidak tergesa-gesa dan santai sekali mengenai ketidak-berhasilan-nya.

Yang disebut dengan rencana itu karena ada batas waktunya. Orang yang hidup tanpa rencana untuk berhasil, seperti hidup dengan rencana untuk gagal.

Batas waktu itu dibuat bukan untuk anda selesai, tapi batas waktu itu dibuat agar anda memulai.

Kalau anda tidak berani memimpi-kan, tidak menjadi masalah, asalkan anda mengupayakan.

Kalau anda tidak mempunyai cita-cita tidak menjadi masaah, asal anda bekerja keras seperti orang yang punya cita-cita besar.

Apabila anda meragukan kemampuan anda dan kesempatan anda untuk mencapai yang anda khayalkan, anjurannya adalah anda tidak boleh bernegosiasi dengan ukuran dari angan-angan anda, tetapi bernegosiasilah dengan cara-cara yang akan mencapai angan-angan anda.

Hidup ini tidak boleh sederhana, hidup ini harus besar, kuat, hebat dan bermanfaat.

Lakukan apa yang harus anda lakukan, hindari yang harus anda hindari. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Terima kasih Pak Mario Teguh atas ilmu dan nasihat terbaik yang Bapak sampaikan. Semoga Allah SWT semakin meluaskan Ilmu yang Bapak miliki.

Demikianlah resume acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Super Fantasy“. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu menambahkan untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar