Kamis, 29 Desember 2011

KATA MOTIVASI ALA PAK MARIO

CARA MEMBALAS BUDI ALMARHUM ORANGTUA


Setiap anak yang ditinggalkan orang tua-nya pasti akan merasa sangat kehilangan. Dan anak yang berbakti kepada orang tua-nya akan sangat kehilangan kesempatan, karena belum bisa maksimal untuk memuliakan orang tua semasa hidupnya. Kita boleh bersedih, kita boleh kehilangan, kita juga boleh menyesali karena belum bisa berbuat yang terbaik kepada orang tua semasa beliau masih hidup. Tetapi semua itu jangan dilakukan terlalu lama, ada banyak hal bermanfaat yang masih bisa kita lakukan sebagai bukti bakti kita kepada beliau.

Ada tuntunan melalui pelajaran berharga dari sang Nabi SAW, bahwa seluruh amal kebaikan manusia terhenti begitu wafat, kecuali 3 hal. Artinya, seseorang yang telah wafat tak bisa lagi berbuat sesuatu yang dapat menghasilkan pahala, kecuali dikarenakan adanya 3 hal. Yaitu : shadaqah jariyah,atau amal jariyah.

Misalnya, kita seseorang membiayai pembangunan tempat ibadah, sekolah, atau sarana umum lainnya dimana selama bangunan itu dipakai dan berguna bagi khalayak umum, maka pahala mengalir terus kepada orang yang bershadaqah itu, sekalipun orangnya telah wafat.

Yang kedua adalah ilmu yang bermanfaat. Setiap ilmu (pengetahuan) yang bermanfaat bagi orang lain akan terus menghasilkan pahala bagi orang yang memberinya. Pokoknya selama ia bermanfaat.

Yang ketiga adalah anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya. Doa seorang anak kepada orang tuanya, baik yang masih hidup maupun sudah wafat, akan terus menghasilkan pahala bagi orang tua yang mendidiknya.

Kita punya kesempatan ketiga hal di atas. Jika memang Kita merasa bersalah kepada orang tua, kita bisa mendoakannya setiap saat terutama selesai melakukan kebaikan atau ibadah kepada Yang Maha Kuasa, doanya antara
lain :

Tuhanku, ampunilah kedua orang tuaku dan kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka mendidikku sewaktu kecil. Kita bisa berdoa menggunakan bahasa Indonesia, bahasa daerah atau bahasa apapun yang kita mengerti makna-nya, Tuhan pasti mengerti. Doa-doa ini sebaiknya kita mintakan setiap habis sembahyang atau setiap setelah berbuat kebaikan.

Yang juga bisa kita lakukan adalah, kita bershadaqah, berapapun nilainya, sekalipun cuman 1000 rupiah, dan niatkan bahwa shadaqah itu atas nama orang tua kita. Mohonkan kepada Yang Maha Kuasa bahwa pahalanya buat orang tua kita.

Kita juga bisa mengingat kembali siapa-siapa saja famili saudara orang tua kita, maka dekatilah mereka semua, berbaik-baiklah kepada mereka. Bukan hanya famili orang tua kita saja, tetapi juga teman dekatnya, semuanya kita
kasihi, sebagaimana kita mengasihi orang tua kita.

Dengan jalan-jalan itu, yakinlah bahwa INSYA ALLAH, kita akan dibukakan jalan terbaik dalam hidup ini, dan arwah orang tua kita akan selalu bahagia di alamnya sana.







Mario Teguh Golden Ways 21 Maret 2010: Merobek Amplop Uang

resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 21 Maret 2010, dengan Topik “Merobek Amplop Uang =”. Kemarahan itu tujuannya adalah membuat kita melakukan sesuatu yang tadinya sulit. Karena mudah melakukan yang tadinya sulit, termasuk mudah berlaku tidak hormat, berlaku tidak sayang, berlaku tidak merawat sesuatu yang harusnya bernilai. Berikut resume lengkap yang bisa kami catat:

Sebagian orang dirugikan karena marah, tapi sebagian orang malah diuntungkan justru karena marah.

Cara terbaik merobek amplop uang adalah dibuka dulu, dilihat dan diamankan dahulu uangnya, lalu kemudian dirobek.

Banyak orang dalam kesehariannya mengutamakan kemarahannya; merobek amplop uang untuk tahu ada uang didalamnya.

Berapa banyak orang mengusir orang dekatnya, membuang orang dalam pergaulannya; karena marah, padahal orang itu penting sekali bagi keberhasilannya.

Maka, berhati-hatilah dengan lima emosi ekstrim. Lima emosi ekstrim ini selalu membuat kita melakukan sesuatu lebih tergesa-gesa, karena memang tujuan dari lima emosi ekstrim adalah membuat kita mudah melakukan yang tadinya sulit.

Lima emosi ekstrim itu adalah: kemarahan, Cinta, Gembira,Sedih,dan Cemburu. Jadi kalau kita tahu ada lima emosi ekstrim yang didalamnya kita mudah membuat keputusan, maka hati-hatilah karena sebagian dari kemudahan itu adalah merusak diri dan hubungan baik dengan orang lain.

Jadi kalau emosi ekstrim ini membuat kita melakukan sesuatu dengan mudah, maka lakukanlah hal2 yang membesarkan diri yang selama ini tidak bisa kita lakukan kecuali kita marah, jatuh cinta, gembira sekali,sedih, atau cemburu.

Kalau hati kita sedang marah, sedih; jadikan ini menjadi urusan pribadi kita. Tetapi perlu diingat bahwa kita diharapkan untuk menjadi pribadi terbaik didalam keadaan apapun.

Jadi caranya adalah membagi dua, satu urusan saya untuk marah, jatuh cinta, gembira sekali,sedih, atau cemburu; dan urusan kedua adalah bisa tampil sebagai sebaik-baiknya teman, sebaik-baiknya istri, suami, atau atasan.

Kemarahan itu tujuannya adalah membuat kita melakukan sesuatu yang tadinya sulit. Karena mudah melakukan yang tadinya sulit, termasuk mudah berlaku tidak hormat, berlaku tidak sayang, berlaku tidak merawat sesuatu yang harusnya bernilai.

Dala kesempatan ini kita latih untuk bisa memiliki kesabaran secara logis; bahwa bersabar itu bukan menghilangkan kemarahan.

Bersabar adalah tetap marah, tetapi tidak menggunakannya untuk merusak diri, dan merusak hubungan baik dengan orang lain.

Wajah2 setiap orang telah dilalui oleh sikap2 dalam hidup-nya. Sehingga orang yang sering melakukan kemarahan akan ada bekasnya.

Orang yang akan dihargai di masyarakat adalah orang yang bisa tampil sebaik mungkin, apapun perasaan ekstrim yang ada dihatinya.

Kalau kita melakukan sesuatu yang baik, itu selalu diijinkan Tuhan. Orang tidak bisa melakukan kebaikan yang tidak diijinkan Tuhan. Itu sebabnya kita harus senang sekali kalau bisa memberi, sedekah, menolong orang dsb, karena itu diijinkan Tuhan.

Orang yang melakukan kebaikan disebut orang baik, dan orang yang memuji orang baik, memiliki bibit kebaikan dihatinya.

Nasehat untuk para ibu yang memiliki anak kecil: Bahwa bahaya2 terbesar bagi anak2 kita,itu justru di rumah. Mereka aman dari bahaya yang ada di jalan, tetapi LPG, pisau, lampu gantung dsb; itu bisa menjadi sumber bahaya, jika kurang pengawasan.

Ujian kesabaran terbesar juga ada di rumah; suami yang mau melanglang dunia dengan gagahnya, bisa digagalkan oleh perkataan yang merendahkan dari seorang istri.

Untuk itu bersabarlah tentang yang dekat2, dan Tuhan tidak akan menguji anda dengan orang jauh, yang tidak anda kenal. Itu sebabnya yang paling melukai anda adalah yang paling anda sayangi.

Dalam lima emosi ekstrim (kemarahan, Cinta, Gembira,Sedih,dan Cemburu), maka marahlah, jatuh cintalah, sedihlah, bergembiralah, cemburu-lah; tapi pastikan anda berlaku sebagaimana pribadi terbaik yang anda ingin lihat.

Visi-kan pribadi anda yang gagah dan kuat. Visikan kalau anda wanita pribadi yang anggun, yang cantik; kalau pria yang gagah, yang tegas.

Lalu setelah itu pasrahkan kepada Tuhan, perbaikan kehidupan yang menjadi hak orang baik. Tugas kita berlaku baik, tidak menjamin perubahan kehidupan.

Lakukanlah yang ada dalam kemampuan kita untuk menjadi pribadi baik, serahkan kepada Tuhan untuk mengurus hak-nya orang baik. Lalu perhatikan, apa yang terjadi.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Merobek Amplop
Uang”.








Mario Teguh Golden Ways 14 Maret 2010: Tenggelam Dalam Segelas Air

resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 14 Maret 2010, dengan Topik “Tenggelam Dalam Segelas Air”. Dalam episode yang disiarkan live ini didekasikan bagi adik-adik kita yang akan menjalani UN. Tetapi pesan moral yang disampaikan pada episode ini tidak terbatas hanya bagi yang akan menghadapi UN saja, juga bagi kita semua. Karena pada hakekatnya dalam hidup ini, kita semua pasti diuji, dengan kadar ujian yang beragam. Ujian itu kalau membuat anda berhenti, otomatis akan menjadikan anda dalam kemampuan yang tidak tumbuh. Anda tidak mungkin menjalani kehidupan ini dengan baik, dengan malas menghadapi ujian.Dan setiap kita naik kelas, kita ada masalah. Berikut resume lengkap yang bisa kami catat:

Untuk tenggelam kita tidak usah masuk ke air yang banyak, bukan lautan yang menenggelamkan kita; tapi segelas air yang dengan tidak bijak kita ijinkan masuk.

Tidak ada hasil baik yang dicapai melalui proses tidak baik. Seorang murid jika ingin lulus ujian dengan baik, harus jadi murid yang baik dulu sebelum jadi murid yang lulus. Yang membuat kita stress itu selama 3 tahun kita bukan murid yang baik.

Kita itu tidak setuju dengan cara orang menilai kita,tetapi kalau penilaian yang tidak kita setujui itu digunakan untuk mengukur kita, gunakan apapun caranya untuk menang dalam penilaian itu. Itu hanya ujian, setelah itu hidup kita besar dan panjang.

Kalau begitu berfokuslah menjadi pribadi yang tenang, tidak usah lebih siap, anda lebih tenang itu menjadi lebih pantas untuk menjadi murid yang lulus. Maka jadilah murid yang pantas lulus.

Semua masalah kita sekarang adalah sekarang yang kita jadikan nanti. Sebagian besar putra-putri kita yang khawatir akan Ujian Nasional adalah anak2 yang menunda; menunda siap diuji.

Pertanyaannya adalah, bagaimana jika ha ini sudah terlanjur teradi?, sadarlah bahwa hal yang sama akan terulang terjadi kepada orang yang kebiasaannya sama. Kalau sekarang anda tersiksa karena UN maka anda akan tersiksa nanti waktu kuliah.Kalau masih dibiasakan menunda waktu kuliah, maka anda akan tersiksa ketika nanti setelah bekerja dan waktu sudah berkeluarga. Kalau kita sangat kuat menunda, mulai dari sekarang, tundalah nanti.

Malas adalah beristirahat sebelum lelah. Rajin tidak beristirahat meskipun lelah.

Dan yang nanti hidupnya lebih baik tentu yang rajin. Yang disebut lelah itu tumbuh, menguat kepada yang malas,dan melemah bagi yang rajin.

Pesannya untuk sahabat muda yang masa depannya masih panjang: Latihlah diri anda mengecilkan halangan. Orang katakan tidak bisa “kan belum coba”, orang katakan tidak mungkin “kan menurut anda”. Katakan kepada orang yang melemahkan anda: “Ijinkan saya mencobanya, dan kalau gagal saya menjadi tahu apa yang harus saya perbaiki”.

Ujian itu kalau membuat anda berhenti, otomatis akan menjadikan anda dalam kemampuan yang tidak tumbuh. Anda tidak mungkin menjalani kehidupan ini dengan baik, dengan malas menghadapi ujian.Dan setiap kita naik kelas, kita ada masalah.

Orang itu kapastitasnya ditentukan oleh masalah yang dilampauinya. Jadi bersyukurlah kalau ada masalah, karena berarti Tuhan menghormati anda; sebab tidak mungkin orang kecil dikasih masalah besar. Maka siapkan diri anda menjadi orang yang pantas diberikan masalah besar.

Hentikanlah upaya kita untuk mengerti pikiran Tuhan; karena kita tidak akan pernah mampu mengerti. Fokuskan pada pengertian, bahwa apapun yang terjadi pada diri kita, naik – turunnya karir, kalau kita mau menjadi bintang, toh akan tetap jadi. Itulah yang diminta Tuhan, ikhlaslah hambaku dalam perawatanku sekarang.

Terancam tidak lulus ujian tetap ikhlaskan diri, dan tetaplah jadi orang baik. Lebih baik tidak lulus dan tetap jadi orang baik, daripada anda lulus ujian dengan cara2 yang tidak baik. Jangan sampai ujian dan cobaan itu membuat kita lupa jadi orang baik.

Banyak orang Tua meneruskan kekhawatirannya sebagai kekuatan yang mengurangi kedamaian, kemapanan dan kematangan anaknya. Jadi tugas orang tua adalah membesarkan kekhawatiran untuk membesarkan semangat anaknya; bukan mengancamnya serta membanding-bandingkan dengan orang lain.

Untuk para Ibu Indonesia, anak anda tetap akan menjadi orang besar, lulus atau tidak lulus dalam UN selama anda membantunya jadi orang baik.

Kalau anda melihat sesuatu, biasakanlah melihat yang dibaliknya. Karena jika tidak, yang anda lihat menjadi batas anda. Orang yang bergaji kecil, tidak melihat ke gaji berikutnya; maka gaji kecilnya adalah batas.

Demikian juga dengan masalah; masalah itu mengundang bakat kita untuk tidak mencari jalan – untuk tidak melihat yang dibaliknya.

Kita hanya berfokus kepada yang kelihatan. Kita berfokus pada penderitaan, bukan pada cara2 untuk menghapus penderitaan.

Karena menikmati kesedihan, mengasihani diri, meratap itu nikmat sekali. Biasakanlah anda mengasihani diri dalam lima kali sehari dalam lima hari, maka itu akan menjadi kebiasaan permanen.

Jadi pertanyaannya apakah anda tertarik kepada kehidupan yang lebih baik setelah ini?. Setelah ini adalah setelah masalah, setelah tantangan, setelah musibah dll.

Semua pengetahuan kita, itu tidak lebih penting daripada penggunaannya. Orang2 yang pengetahuannya sederhana, tetapi menggunakannya dengan sungguh2, akan memipin kehidupan dengan baik.

Selalu ada cara untuk menyelesaikan setiap masalah. Karena Tuhan menciptakan masalah bersama cara penyelesaiannya.

Masalah itu akan datang bersama suatu kemudahan. Setiap kali anda menemukan maslah, teliti apa yang menjadi mudah karena masalah itu.

Segera anda akan melihat bahwa masalah itu adalah berkah yang rasanya tidak kita sukai. Begitu anda ikhlas, menerima rasa tidak enak dari masalah,akan jelas sekali tangga2 naik dalam kehidupan ini. Sehingga bagi orang yang caranya menangani masalah itu baik, tidak ada masalah yang sulit.

Jadi, gunakanlah cara2 yang penuh kasih yang mengerti kesulitan orang untuk menyesuaikan diri. Gunakanlah pendekatan yang menerima bahwa orang itu tidak tumbuh dengan kecepatan yang sama.

Jangan gunakan kekhawatiran untuk menyiksa orang, tapi gunakanlah kekhawatiran untuk memperkuat semangat orang untuk membangun hidup yang lebih baik. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Tenggelam Dalam Segelas Air”.









Kita Hanya Berupaya Bukan Penjamin Hasil

Dua orang tukang ojeg mencari penumpang di sebuah sudut komplek perkantoran. Hari sebelumnya, yang seorang rajin menawarkan ojeg pada setiap orang yang lalu lalang dan dia mendapat banyak pemasukan.

Sedangkan yang lain, seharian hanya berteduh dari terik matahari, harus puas dengan uang yg tak seberapa. Tetapi, esok hari, situasi berbalik; Ia yang rajin menjajakan becaknya nyaris tak membawa uang pulang.

Malah yang duduk-duduk manis di jok ojeg-nya yang dihampiri penumpang. Mengapa ada kenyataan seperti ini? Ada orang rajin bekerja lalu menerima imbalan yang menyenangkan. Kita sebut itu “usaha”. Ada orang seolah tak melakukan apa-apa, malah mendapat hasil tiada kepalang. Kita bilang itu “keberuntungan” .

Bagi yang tak menemukan jawaban, hanya bergumam, “Yah, itulah roda nasib.” Sesungguhnya hampir-hampir kita tak berkuasa atas diri kita sendiri.

Kita tak mampu memerintahkan segores luka untuk sembuh semau kita; apalagi kuasa penuh atas roda kehidupan ini. Karenanya, ” orang bijak tak henti bertutur agar kita tetap bekerja sekuat tenaga, jangan terlepas dari doa dan harapan, namun setelah itu serahkan semuanya pada kehendak Penguasa Semesta; berserah diri sepenuhnya.








Mario Teguh Golden Ways 28 Februari 2010: Cara Bahagia Bergaransi

resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 28 Februari 2010, dengan Topik “Cara Bahagia Bergaransi”. Sebagian dari kita tidak memerlukan pengertian baru, tetapi memerlukan perbaikan pengertian lama. Karena kita dalam kehidupan ini lebih sering salah mengerti daripada tidak mengerti. Berikut resume lengkap yang bisa kami catat:

Sebagian dari kita tidak memerlukan pengertian baru, tetapi memerlukan perbaikan pengertian lama. Karena kita dalam kehidupan ini lebih sering salah mengerti daripada tidak mengerti.

Dikehidupan ini bukan menambahkan ikatan2 baru dalam kesimpulan2 kita mengenai kehidupan yang selama ini tidak membahagiakan kita. Dalam program ini kita bisa melihat bahwa cara membahagiakan kita adalah membongkar ikatan2 yang selama ini tidak membebaskan kita untuk menjadi pribadi yang berbahagia.

Pengertian adalah ilmunya kehidupan; jadi orang yang mengerti hidupnya baik. Kita telah lama belajar mengerti dan telah meyakini banyak hal, tetapi banyak diantara kita yang menggunakan yang diyakininya untuk melukai dirinya sendiri.

Berapa banyak orang yang sangat yakin dengan bicara keras mengomentari apapun, tapi dari kehidupan yang kecil dan lemah.

Ada orang yang anggun tidak banyak bicara, menyetujui banyak hal, mengijinkan segala sesuatu;hidupnya baik.

Berarti ada sesuatu yang harus diperbaiki. Dan cara bahagia yang sederhana adalah menamai masalah anda.

Contoh: Salah satu cara untuk bahagia adalah dengan mempunyai istri yang penurut. Dan istri mungkin akan lebih menurut kepada suami yang lebih baik. Berarti bukan istrinya yang dibuta lebih menurut, tetapi suaminya yang lebih pantas dituruti.

Nama itu kesimulan, itu sebabnya Tuhan mengajarkan kepada kita, yang pertama adalah nama dari banyak hal, baru kemudian pengetahuan tentangnya.

Nama itu kesimpulan, itu sebabnya orang2 pandai kalau bicara hanya istilah. Dalam kehidupan kita yuk kita simpulkan, dan di dalam menyimpulkan itu kadang2 kita juga menyimpulkan tentang orang.

Orang2 yang lebih terdidik yang pengalaman dan pengamatannya lebih luas, waktu memberi, meskipun bukan ‘labeling’, tetapi dia sudah menamai.

Setiap orang itu ada personal ’style’-nya, ada cara2 yang khusus bagi setiap orang. Dan dalam ilmu kepemimpinan, style itu adalah bagian paling sulit untuk diubah.

Dan pesannya, apabila anda membaca orang jangan pernah pustuskan final.

Karena,

Orang yang bersediah hati adalah orang menganggap kesedihannya final. Orang yang sombong adalah orang yang menganggap keberhasilannya final. Orang yang tidak mau berubah pendapat adalah orang yang menganggap keputusannya final.

Padahal semuanya mungkin berubah. Orang yang kita kenal 5 tahun yang lalu kemungkinan sudah banyak perubahan, tetapi kecenderungannya kita menggap orang sama seperti yang kita kenal dulu.

Dalam mem-’profile’ orang,berpihaklah pada yang membahagiakan, cek terlebih dahulu hal2 yang membahagiakan dari masing2 pribadi, lalu berpihaklah.

Jangan berpihak pada dugaan buruk, berpihaklah pada dugaan baik, walaupun kemudian orang buruk dia tertarik untuk membaikkan dirinya, karena yang kita puji kebaikannya.

Jika anda berpihak pada yang benar terlebih dahulu, akan gampang mengetahui yang tadinya tidak diketahuinya.

Ilmu itu ada pintu rahasianya, orang yang menggunakan ilmunya untuk kebaikan orang lain, akan diwariskan ilmu yang belum diketahuinya.

Jadi, apapun kesulitannya dan apapun masalahnya, berpihaklah pada yang benar dulu; yang benar
yang membuat Tuhan tersenyum apa?, pikirkan untuk melakukan itu, nanti tahu2 dibuka-kan.

Itu sebabnya, hilangkan kesombongan dan bertanyalah. Janganlah mengikat diri dalam simpul2 yang
salah. Simpul2 itu dalam kehidupan disebut kesimpulan; dan orang yang kesimpulannya salah, tidak
mungkin hidupnya baik.

Apabila anda marah kepada pasangan anda, maka selesaikanlah masalah itu sebelum anda tidur.
Jangan sampai kemarahan itu dibawa tidur dan bangun tidur masih marah, itupun kalau bisa betul2
tidur.

Maka kalau begitu jangan bertengkar, kalau bisa dilakukan dengan baik, maka baiklah.

Apabila seorang pasangan mengatakan pernikahannya tidak bahagia, itu bisa dua-duanya salah.

Karena pernikahan itu jika mau berbahagia bukan cinta dan bukan sayang saja, itu hanya gaya ABG. Yang
membuat suami istri ini bertahan lebih lama, jika kita bersahabat.

Bukan kurangnya kasih sayang, tetapi tidak cukupnya persahabatan. Jadi sahabtkan-lah diri anda dengan pasangan hidup anda.

Cara agar ikatan suami istri lebih baik, hal pertama yang harus dipahami adalah tujuan anda menikah itu untuk apa?. Tidak mungkin menikah hanya untuk menemukan dua hal berbeda yang disukai masing2. Kedua: pahami juga apakah rencana anda menikah sampai tua?, jika ya, kenapa anda tidak senang bersama-sama?.

Banyak orang yang tertarik pasangannya di waktu muda, tetapi semakin tua rasa ketertarikan itu mulai memudar.

Jadi kalau begitu bagaimana kalau yang menikah dengan dua orang yang berbeda itu, dirubah menjadi satu orang yang sama; yaitu.. sahabat. Sahabat adalah satu jiwa dalam dua badan yang terpisah.

Jadi kalau mau pernikahan anda bahagia, sahabatkanlah diri anda kepada pasangan anda. Mulai dari sekarang mengalahlah. Mengalah itu mengijinkan orang menang; berarti pemenang yang sesungguhnya adalah orang yang mengalah.

Mulai dari sekarang, apakah anda membuat pasangan anda rindu untuk bersama anda?. Apakah pasangan anda tidak bisa melakukan sesuatu tanpa tanya dulu kepada anda?.

Maka dari itu bersahabatlah, kan rencana anda menikah untuk tua bersama-sama.

Cara bahagia bergaransi ini, betul2 bergaransi. Maka mulai dari sekarang ikhlas-lah menggunakan cara yang baik.

Orang2 yang tampil sangat suci, bicara banyak menyebut nama Tuhan, masih juga banyak menympan ilalang di taman surga, masih juga menyimpan semak2 berduri yang beracun dihatinya.

Jadi ikhlaslah menjaga dari pikiran tidak baik,dari perasaan tidak baik, menjaga prilaku kita, memuliakan diri kita dan orang lain.

Jangan pikirkan, apakah yang kita lakukan dengan baik akan membahagiakan kita atau tidak. Jangan syaratkan harta untuk menentukan kebahagiaan.

Jangan menentukan orang lain baik atau tidak kepada kita untuk berbahagia. Anda lengkap untuk diri anda sendiri.

Jadikanlah anda penyebab bagi kebahagiaan anda dan semua jiwa yang anda sentuh. Jadikan pribadi anda yang lebih ikhlas berlaku baik. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Cara Bahagia Bergaransi”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar