Jumat, 09 Maret 2012

KONSULTASI SYARIAH(ibadah)

Aqiqah anak kembar


Pertanyaan bagaimana dengan aqiqah anak kembar ? (jika sama jenis kelamin dan jika beda jenis kelamin) karena kalau tidak salah hasan husein hanya dengan dua kurban.
Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.
Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Akikah anak kembar sama saja dengan yang lain, Yakni akikah berlaku untuk masing-masing anak. Jika anak tersebut laki-laki-laki maka, akikahnya untuk masing-masing dua ekor. Adapun jika perempuan, maka untuk masing-masing satu ekor. Lalu, jika anak kembar tadi terdiri dari laki-laki dan wanita berarti untuk anak laki-laki dua ekor, sementara untuk anak perempuan satu ekor. Demikian pendapat jumhur ulama.
Dalilnya adalah hadis Aisyah ra. Yang berbunyi, “Rasulullah saw. Memerintahkan mereka untuk menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing sementara untuk anak perempuan satu ekor.” (HR al-Tirmidz├«, hadis hasan sahih).

Namun demikian aboleh saja baik anak laki-laki maupun anak perempuan diakikahkan dengan satu ekor. Dalilnya adalah sabda Rasulullah saw yang berbunyi, “Nabi saw. Mengaqiqahi untuk al-Hasan dan al-Husein ra. masing-masing dengan satu kambing kibas.” (HR Abu Daud)
Hanya saja, yang lebih utama anak laki-laki diakikahkan dengan dua ekor seperti bunyi riwayat sebelumnya.

Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb.






Hukum Sholat Dhuha berjama`ah

Asssalamu`alaikum warah matullahi wabarakatuh, ustad, saya mau tanya: apakah hukumnya sholat Dhuha berjama`ah? dan bagaimana kalau sholat Dhuha bersama tapi di pimpin oleh imam?



Assalamu alaikum wr.wb.

Pada dasarnya shalat sunnah dikerjakan dengan sendiri-sendiri, tidak dilakukan secara berjamaah kecuali yang memang diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi saw seperti shalat gerhana, istisqa, tarawih, dan ied.

Adapun shalat sunnah lainnya seperti shalat dhuha tidak dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah. Namun bukan berarti tidak boleh. Shalat sunnah boleh dilakukan secara berjamaah selama tidak menjadi kebiasaan dan tradisi yang terus-menerus.

al-Imam an-Nawawi berkata, "Seperti telah disebutkan bahwa shalat sunnah berjamaah hanya disyariatkan dalam shalat ied, gerhana, istisqa, tarawih, dan witir. Adapun shalat sunnah lainnya tidak disyariatkan untuk dilakukan secara berjamaah. Namun demikian, ia boleh dilakukan secara berjamaah. Dalil kebolehannya adalah riwayat yang menyatakan bahwa Nabi saw pernah mendatangi rumah Utban ibn Malik di rumahnya di saat sudah terik. Beliau datang bersama Abu Bakar ra. Lalu beloau bertanya, "Dimana aku bisa shalat di rumahmu?" Kemudian Utban menunjuk satu tempat untuk shalat. Lalu kami berdiri di bekalang Nabi saw dan bersalam sesudah beliau." (HR Bukhari Muslim)

Demikian pula hadits tentang shalat malam Rasul saw dengan Ibn Abbas ra, Hudzayfah ra, Anas ibn Malik ra, dan Abdullah ibn Mas'ud ra.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr.wb.






dzikir ba`da sholat

Assalau`alaikum warahmatullahi wabarokatuh, ustad saya ingin minta urutan dzikir ba`da sholat, yang biasa saya lakukan istighfar, laa ilaaha illallahu wahdahulaa syariikala,allahumma ajirni minannaar, allahumma anta salam..., al fatiha, ayat kursi, akhir surah albaqarah, qulillahumma malikal mulki...., mohon tanggapannya?



Assalamu alaikum wr.wb.

Apa yang Anda lakukan dengan membaca zikir-zikir tertentu sesudah shalat sudah sangat baik. Adapun urutannya para ulama berbeda pendapat karena Rasulullah saw memang tidak memberikan dan tidak menetapkan urutan yang tegas. Rasulullah saw hanya mencontohkan sejumlah zikir yang bisa dibaca sesudah shalat. Adapun urutannya tidak beliau tetapkan secara persis. Karena itu, yang penting bagi muslim adalah membaca zikir dan doa bada shalat yang diajarkan oleh Rasulullah secara ikhlas dan penuh penghayatan tanpa harus berkutat pada perbedaan urutan dan semacamnya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr.wb.






Batas akhir sholat isya

Pertanyaan assalamu alaikum wr wb pak ustadz. saya mau nanya tentang batas akhir sholat isya? sebelumnya saya ucapkan terimakasih
Jawaban

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Waktu Isya dimulai sejak berakhirnya waktu maghrib sepanjang malam hingga dini hari tatkala fajar shadiq terbit. Dasarnya adalah ketetapan dari nash yang menyebutkan bahwa setiap waktu shalat itu memanjang dari berakhirnya waktu shalat sebelumnya hingga masuknya waktu shalat berikutnya, kecuali shalat shubuh. Dari Abi Qatadah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Tidaklah tidur itu disebut mengabaikan, namun yang disebut mengabaikan itu bagi orang yang belum shalat hingga datang waktu shalat berikutnya". (HR. Muslim)

Sedangkan waktu muhktar (pilihan) untuk shalat `Isya` adalah sejak masuk waktu hingga 1/3 malam atau tengah malam. Atas dasar hadits berikut ini. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Seandainya aku tidak memberatkan umatku, aku perintahkan mereka untuk mengakhirkan / menunda shalat Isya` hingga 1/3 malam atau setengahnya. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmizy) Dari anas bin Malik ra bahwa Rasulullah SAW menunda shalat Isya` hingga tengah malam, kemudian barulah beliau shalat". (HR. Muttafaqun Alaihi). Dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Waktu shalat isya hingga tengah malam"(HR. Muslim dan Nasai) Jadi memang ada beberapa dalil yang mendasari seseorang untuk mengakhirkan shalat Isya` sebagaimana dalil di atas.

Jadi, hendaknya seorang muslim mengerjakan shalat isya dari mulai berakhirnya shalat isya hingga sepertiga malam. Inilah waktu shalat isya yang utama. Kalau tidak bisa boleh mengerjakan hingga pertengahan malam. Jika tidak juga, dalam kondisi darurat bisa dilakukan sampai sebelum waktu shalat subuh tiba.

Wallahu a`lam bish shawab

Wassalamu `alaikum Wr. Wb.






Berdoa di Saat Sujud


Pertanyaan Assalam..............
ana mau tanya, katanya Do'a pada waktu Sujud terakhir itu dikabulkan,
hna, maksudnya itu gmn????
apakah kita boleh membaca Do'a selain Do'a Sujud pada waktu sujud terakhir???Syukron!!!
Wassalam......
Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil Alamin. Ash-sholatu was-salamu ala nabiyyina Muhammad, wa ala alihi wa shahbihi ajma'in. Amma ba'du.

Berdoa tidak hanya dibolehkan dan dianjurkan dalam sujud terakhir; tetapi dalam semua sujud. Dalam hal ini Rasul saw. bersabda,

"Jarak terdekat antara hamba dengan Tuhannya adalah saat ia bersujud. Karena itu, perbanyaklah berdoa ketika itu." (HR Muslim)

Beliau juga bersabda, "Aku dilarang untuk membaca Alquran saat ruku dan sujud. Di saat rukuk hendaknya kalian mengagungkan Tuhan. Adapun di saat sujud hendaknya kalian berusaha untuk berdoa. Sebab, ia sangat layak untuk dikabulkan." (HR Muslim).

Dengan demikian, jelas kita disuruh untuk memperbanyak berdoa saat dalam kondisi sujud karena itu adalah saat terkabulnya doa.

Doa yang dibaca bisa doa apa saja, yang penting tidak meminta sesuatu yang terlarang dan mustahil. Namun demikian, yang lebih afdhol adalah doa yang berasal dari Allah dan Rasulnya.

Di antara contoh doa yang pernah dibaca oleh Rasulullah saw di saaj sujud adalah:

? ?????????? ?????? ?? ????? ??????? : ??????

??????? ? ???????? ????????? ? ???????? ???????? » ????? ????

(Ya Allah, ampuni dosaku, baik yang kecil maupun yang besar, baik yang awal maupun yang akhir, baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi."

Wallahu a'lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr.wb.





kalimat "shodaqollahul adzim"

Pertanyaan

Assalamualaikum..
Teman saya dalam blognya bilang klo "sodaqollahul adzim” Bukan Penutup Bacaan Al-Qur’an.
ini kutipannya
Kaum muslimin, mengucapkan “sodaqollahul adzim” setelah selasai membaca Al Quran baik satu ayat atau lebih adalah bid’ah, perhatikanlah dalil-dalil berikut ini.
1. Dalam shahih Bukhori no. 4582 dan shahih Muslim no. 800, dari hadits Abdullah bin Mas’ud berkata, “Berkata Nabi kepadaku, “Bacakanlah padaku.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apakah aku bacakan kepadamu sedangkan kepadamu telah diturunkan?” beliau menjawab, “ya”. Maka aku membaca surat An Nisa hingga ayat “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (QS An Nisa : 41) beliau berkata, “cukup”. Lalu aku (Ibnu Masud) menengok kepadanya ternyata kedua mata beliau berkaca-kaca.”
Sahabat Ibnu Mas’ud dalam hadits ini tidak menyatakan “sodaqollahul adzim” setelah membaca surat An Nisa tadi. Dan tidak pula Nabi memerintahkannya untuk menyatakan “sodaqollahul adzim”, beliau hanya mengatakan kepada Ibnu Mas’ud “cukup”.
2. Diriwayatkan oleh Bukhori dalam shahihnya no. 6 dan Muslim no. 2308 dari sahabat Ibnu Abbas beliau berkata, “Adalah Rasulullah orang yang paling giat dan beliau lebih giat lagi di bulan ramadhan, sampai saat Jibril menemuinya -Jibril selalu menemuinya tiap malam di Bulan Ramadhan- bertadarus Al Quran bersamanya”.
3. Diriwayatkan oleh Bukhori dalam shahihnya no. 3809 dan Muslim no. 799 dari hadits Anas bin Malik r.a, “Nabi berkata kepada Ubay, “Sesungguhnya Allah menyuruhku untuk membacakan kepadamu “lam yakunil ladzina kafaru min ahlil kitab” (“Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya)…”) (QS Al Bayyinah : 1). Ubay berkata , ”menyebutku ?” Nabi menjawab, “ya”, maka Ubay pun menangis”.
4. Diriwayatkan oleh Bukhori dalam shahihnya no. 4474 dari hadits Raafi’ bin Al Ma’la r.a. bahwa Nabi bersabda, “Maukah engkau kuajari surat yang paling agung dalam Al Quran sebelum aku pergi ke masjid ?” Kemudian beliau (Nabi) pergi ke masjid, lalu aku mengingatkannya dan beliau berkata, “Alhamdulillah, ia (surat yang agung itu) adalah As Sab’ul Matsaani dan Al Quranul Adzim yang telah diberikan kepadaku.”
5. Terdapat dalam Sunan Abi Daud no. 1400 dan Sunan At Tirmidzi no. 2893 dari hadits Abi Hurairah dari Nabi, beliau bersabda, “Ada satu surat dari Al Quran banyaknya 30 ayat akan memberikan syafaat bagi pemiliknya -yang membacanya/ mengahafalnya- hingga ia akan diampuni, “tabaarokalladzii biyadihil mulk” (“Maha Suci Allah yang ditanganNyalah segala kerajaan…”) (QS Al Mulk : 1).
6. Dalam Shahih Bukhori no. 4952 dan Muslim no. 494 dari hadits Baro’ bin ‘Ajib berkata, “Aku mendengar Rasulullah membaca di waktu Isya dengan “attiini waz zaituun” , aku tidak pernah mendengar seorangpun yang lebih indah suaranya darinya”.
7. Diriwatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya no. 873 dari hadits Ibnat Haritsah bin An Nu’man berkata, “Aku tidak mengetahui/hafal “qaaf wal qur’aanil majiid” kecuali dari lisan rasulullah, beliau berkhutbah dengannya pada setiap Jumat”.
Dari ketujuh dalil yang telah kami sampaikan diatas, tidak ada satupun yang menyebutkan bahwa Nabi mengucapkan “sodaqollahul adzim” setelah membaca ayat Al-Qur’an.
lebih lengkap disini
Terus terang saya jd gundah, Mohon petunjuk dan konfirmasi email jika pertanyaan ini di bahas.
ps: slhkn edit pertanyaan ini demi rapinya artikel bahasan ini nantinya.
Terima kasih.
Jawaban

walaiakumsalam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar