Selasa, 28 Februari 2012

KESEHATAN

Lemak Jeroan Picu Demensia pada Perempuan

-Hormon Adiponectin yang berasal dari lemak jeroan berperan memicu perkembangan segala penyebab demensia dan penyakit Alzheimer pada perempuan, demikian menurut penelitian yang disiarkan melalui dalam jaringan oleh Archives Neurology pada Senin (02/01/2012).

Peneliti Thomas van Himbergen serta mitranya dari Pusat Penelitian Nutrisi Manusia menyangkut usia di Universitas Tuft, menemukan tingkat glukosa, insulin dan albumin terglikasi beserta protein bereaktif C serta lipoprotein yang mengandung phospholipase A2 dan adiponectin di plasma penderita saat pemeriksaan dua tahunan yang ke-19 sejak 1985 hingga 1988 di Penelitian Jantung Framingham.

Sebanyak 840 pasien yang terdiri dari 541 perempuan dengan rata-rata usia 76 tahun diamati selama 13 tahun. Selain itu peneliti memantau gejala perkembangan penyakit Alzheimer serta segala penyebab demensia pada pasien itu. Selama masa pemeriksaan, 159 pasien mengalami demensia, termasuk 125 kasus penyakit Alzheimer.

Setelah penyesuaian faktor demensia lainnya seperti usia, perubahan berat tubuh, dan kurangnya plasma asam docosahexaenoic, hanya adiponectin yang mempengaruhi peningkatan segala penyebab demensia dan Alzheimer pada perempuan.

"Sudah diketahui bahwa tanda dari insulin adalah ketidakfungsiannya pada otak pasien yang mengalami Alzheimer dan karena adiponectin meningkatkan kesensitifan insulin, maka seorang penderita harus mendapatkan tindakan khusus guna mencegah penurunan kognitif," kata peneliti dalam laporannya, seperti dimuat Antara.

Peneliti, berdasarkan data yang ditemukan, menyimpulkan bahwa tingkat adiponectin meningkatkan resiko demensia dan penyakit Alzheimer pada perempuan.

Menurut situs Alzheimer`s Association, www.alz.org, Alzheimer merupakan sejenis masalah demensia yang berkaitan dengan ingatan, tingkah laku, dan cara berpikir. Gejala biasanya berkembang secara perlahan dan semakin memburuk hingga mempengaruhi pekerjaan sehari-hari.

Sejumlah tanda manusia terjangkit Alzheimer terdiri dari hilangnya ingatan atau cepat lupa, susah berpikir, kesulitan mengerjakan pekerjaan sehari-hari, kebingungan ruang dan waktu, bermasalah dalam penglihatan dan jarak pandang, serta bermasalah dalam berbicara atau penulisan.

Selain itu, salah meletakan suatu barang, lambat mengambil keputusan, serta menjauh dari sosialita dan perubahan sikap serta emosi juga menjadi gejala Alzheimer.

Situs tersebut menyarankan kepada warga yang memiliki gejala tersebut untuk menemui psikiater atau dokter kejiwaan sebelum penyakit bertambah parah.*







Ingin Sehat? Bantulah Sesama!

Meluangkan waktu membantu sesama secara sepintas mengurangi pikiran dan tenaga kita. Namun fakta menunjukkan, membantu sesame justru membuat seseorang lebih merasa lebih baik dan menyehatkan.
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, melakukan tindakan yang baik telah terbukti secara ilmiah bisa menjadi terapi dalam mengobati gangguan mood dan depresi.

Kegiatan membantu membawakan barang belanjaan seseorang, menulis ucapan terima kasih, atau bahkan menghitung hal-hal yang bisa disyukuri, dapat berfungsi sebagai pengobatan efektif berbiaya rendah untuk mengatasi depresi.

"Hal ini tampaknya benar-benar sepele, dan kita kemudian akan merasa baik selama 10 menit. Tapi untuk penderita depresi, hal itu tidak sepele sama sekali. Orang depresi perlu meningkatkan emosi positif dalam kehidupannya, bahkan barang semenit saja," kata Sonja Lyubomirsky, profesor psikologi di University of California, Riverside dikutip news.health.com.

Menurut pantauan Lyubomirsky, lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia menderita depresi dan di antaranya adalah 16 juta orang dewasa di AS. Sekitar 70 persen dari kasus depresi yang dilaporkan tidak mendapatkan pengobatan yang cukup atau tidak diobati sama sekali.

Karenanya, seseorang disarankan melakukan hal-hal positif seperti: Menjadi baik kepada orang lain, mengekspresikan bentuk rasa syukur, berpikir optimis dan merenungkan hal-hal yang baik dalam hidup

"Menjadi positif tidak hanya dapat meningkatkan suasana hati, tapi juga dapat berkembang menjadi peningkatan keimanan," tambah Lyubomirsky.

Sementara itu, Dr Michelle Riba, , mantan presiden American Psychiatric Association yang juga seorang profesor psikiatri dan direktur dari Pusat Depresi di Universitas Michigan, setuju sikap positif dimiliki seseorang dapat memiliki efek dramatis pada psikologis dan menjadikan hidup lebih baik.

"Ada banyak penelitian baik yang menunjukkan tindakan-tindakan tertentu dapat berdampak positif bagi kehidupan. Secara umum, orang yang membantu orang lain akan berhenti berfokus pada rasa sakit dan kekhawatirannya sendiri serta merasa baik atas dirinya sendiri," kata Riba seperti dilansir Health24.com, Rabu (4/1/2012).
Menurut Lyubomirsky, jika ingin mendapat hasil optimal, sebaiknya berpikir dan bertindak positif dilakukan dengan cara yang bervariasi setiap hari.

Makin Sehat

Sebelum ini, sebuah studi yang dilakukan Dr Blaire dan Rita Justice dari Universitas Texas, mereka menemukan bersyukur ternyata memberi manfaat bagi kesehatan psikologis dan fisik.

Studi lain pernah dilakukan oleh Robert A. Emmons dari Universitas of California dan rekannya Mike McCullough dari Universitas Miami, secara acak meminta orang untuk menjalani salah satu dari tiga tugas, yaitu menulis jurnal singkat.

Hasilnya menunjukkan, banyak bersyukur dan berpikir positif justru dapat membawa pengaruh baik bagi kesehatan, mood, hingga hubungan dengan pasangan.

Dalam studinya, ia mengamati hubungan antara kebahagiaan dengan kondisi kesehatan seseorang. Dalam riset ini, tim peneliti meminta para respondennya untuk mengisi buku harian selama 10 minggu. Buku harian ini berisi lima hal yang mereka syukuri yang terjadi minggu lalu. Hasilnya, para responden terbukti 25 persen lebih bahagia dari sebelumnya. Mereka juga menunjukkan kondisi tubuh yang lebih bugar ketimbang orang-orang yang kurang bersyukur atas apa yang dialaminya.

“Riset ini menunjukkan bahwa rasa bersyukur dapat membawa efek yang luar biasa dari segi fisik dan psiko-sosial,” tutur Rita Justice dari University of Texas Health Science Center, seperti dikutip Huffington Post.

Sebelum temuan ini, Islam melalui al-Quran telah mengabarkan pentingnya tolong-menolong (ta’awun) antar sesama, serta manfaat bersukur.

Setidaknya, dalam banyak hadits disebutkan, hubungan yang baik akan mencegah permusuhan dan menyambung ukhuwah. Sebagaimana firman Allah yang artinya, “Sebab itu bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara saudaramu.” (al-Hujurat:10).

Selain itu, Allah Subhanahu Wata’ala juga memberikan janjinya bagi orang-orang yang banyak bersyukur. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami (Allah) akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'." (QS: Ibrahim: 7).*







Gerak Fisik Anak Membantunya Belajar

Anak-anak yang banyak melakukan aktivitas fisik cenderung menjadi pelajar yang lebih baik di sekolah, demikian menurut penelitian internasional terbaru, lansir Reuters (04/01/2012).

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine itu muncul saat sekolah-sekolah di Amerika Serikat secara umum memangkas jam olahraga dan mengalihkannya untuk mempersiapkan ujian akademik.

Menurut Amika Singh, anggota peneliti dari VU University Medical Center di Amsterdam, pihak sekolah dan orangtua di rumah hendaknya memberikan prioritas yang sama antara kegiatan akademik dengan aktivitas fisik anak.

Aktivitas fisik anak yang dimaksud tidak terbatas pada jam khusus olahraga. Kegiatan fisik mereka bisa dilakukan saat jam istirahat, dalam perjalanan berangkat dan pulang sekolah, saat bermain dengan teman-temannya dan lain sebagainya. Mengendarai sepeda ke sekolah termasuk bentuk aktivitas fisik yang baik bagi mereka.

Anak-anak bisa diberikan waktu istirahat di sela-sela belajarnya dan melakukan kegiatan fisik sederhana. Misalnya, berdiri dan menggerak-gerakkan anggota tubuh setiap setengah jam. Atau melakukan aktivitas lain yang mengharuskannya beranjak dari kursi.

Singh dan rekannya mengkaji 14 studi yang membandingkan aktivitas mereka dengan nilai akademik dalam pelajaran matematika, bahasa, pengetahuan umum dan uji memori.

Tiga dari empat studi yang melibatkan intervensi aktivitas fisik menemukan bahwa para siswa yang diberi lebih banyak waktu untuk berolahraga menunjukkan nilai akademik yang lebih tinggi.

Dalam satu laporan berasal dari Amerika Serikat, siswa sekolah dasar kelas dua dan tiga yang mendapatkan waktu beraktivitas fisik selama 90 menit setiap pekan, memiliki kemampuan mengeja, membaca dan berhitung lebih baik. Disamping membuat mereka memiliki tubuh yang ramping hingga tiga tahun ke depan.

Kemampuan akademik yang lebih baik di kalangan anak-anak aktif, menurut para peneliti, kemungkinan disebabkan karena aktivitas fisik mereka memperlancar sirkulasi darah, sehingga mampu memompa darah segar ke otak dan memperbaiki suasana hati.

"Jelas terdapat hubungan jangka panjang antara aktivitas fisik dengan kesehatan," kata Sandy Slater, yang meneliti tentang waktu istirahat dan pendidikan jasmani di Universitas Illinois, Chicago.*







Ingin Jadi Ayah Baik, Ramai-ramai Hapus Tato


Banyak orang yang memiliki tato di Amerika kini tertarik dengan trend baru yang sedang berkembang, yaitu penghapusan tato.

Meski tato populer di langan kawula muda Amerika, kini semakin banyak orang yang memiliki tato lebih tertarik untuk menghapusnya.

David, yang tidak bersedia menyebut nama lengkapnya, mengatakan tato berukuran besar di tubuhnya melindunginya dalam pertempuran, ketika ia ditempatkan bersama tentara Amerika lainnya di Iraq.

“Ini adalah tato elang berkepala ganda dengan perisai di tengahnya,” ujarnya dikutip Voice of America (VoA).

Tetapi sekarang David adalah ayah tiga orang anak kecil. Seperti banyak orang lainnya di seluruh Amerika, pandangannya tentang tato sudah benar-benar berubah Jadi ia datang ke klinik penghapusan tato dengan laser di Washington untuk menghapus tato ini.

“Saya tidak mengira suatu hari saya akan punyai anak. Apa pandangan mereka jika melihatnya. Saya ingin menjadi contoh yang baik bagi anak-anak saya. Apalagi saya baru punya bayi. Saya ingin agar ia tidak pernah melihat tato ayahnya,” paparnya.

Ken Saler menjalankan pusat penghapusan tato dengan laser. Ia mengatakan klien yang suka datang adalah perempuan profesional yang merasa tato yang dibuat semasa SMA atau kuliah mengganggu karirnya.

“Beberapa di antara mereka sangat emosional dan mereka mengatakan inilah hari terbaik dalam hidup saya. Saya memikirkan hal ini selama 20 tahun. Saya ingin menghapusnya. Anda tidak dapat membayangkan betapa saya ingin menghapus tato ini,” tutur Saler.

Menurut Pusat Penelitian Pew, lebih dari sepertiga orang Amerika berusia antara 18 dan 40 tahun memiliki sedikitnya satu tato. Ketika usia mereka bertambah, banyak di antara mereka datang ke klinik seperti ini untuk menghapus tato mereka. Sejumlah klinik dan sekolah pelatihan yang mengkhususkan pada penghapusan tato dengan laser mengatakan bisnis ini melonjak hingga dua kali lipat setiap tahun.

Jennifer Bezdicek, pakar hukum di Washington, datang ke klinik Saler untuk menghapus sebuah tato kecil bergambar hati dan bunga mawar dari pergelangan kakinya.

Ia menuturkan, “Saya membuat tato ini ketika berusia 18 tahun. Bukan keputusan cerdas yang saya pernah buat. Saya hanya ingin menghapus semuanya dan tidak perlu mengkhawatirkannya lagi.”

Teknologi laser yang baru membuat prosedur-prosedur itu kurang menyakitkan dan jauh lebih terjangkau. Laser memecah partikel tinta tato hingga berukuran cukup kecil untuk diserap dan dihapus oleh proses normal tubuh. Diperlukan beberapa kali perawatan untuk menghapus tato itu secara keseluruhan.

David mengatakan, “Saya kira tato merupakan hal yang saya inginkan selamanya. Tetapi, tidak selamanya kita membutuhkan gambar di tubuh untuk menunjukkan siapa kita dan bagaimana perasaan kita. Itu seharusnya cukup di dalam diri kita saja.

Dengan semakin banyaknya warga Amerika seperti David yang datang karena menyesali tato miliknya, maka klinik-klinik seperti yang satu ini akan tetap laku untuk menghapus gambar-gambar dari masa silam ini.*







Konflik dengan Teman Bisa Picu Peradangan

Dalam kehidupan pertemanan selalu saja ada perselisihan atau konflik. Entah besar atau kecil. Namun yang pasti, perselesihan dengan teman selalu mengganggu pikiran dan perasaan. Sebuah temuan terbaru menunjukkan, teman yang menjengkelkan bisa membahayakan kesehatan.

Sebuah penelitian dari California, Los Angeles, baru-baru ini dilakukan guna mencari kaitan antara interaksi sosial yang buruk terhadap meningkatnya peradangan. Peradangan bukan selalu berarti hal yang buruk. Peradangan adalah respons sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dan membantu menyembuhkan luka.

Tapi peradangan kronis juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan seperti hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, depresi, diabetes dan bahkan kanker.

"Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa ketika stres, tubuh akan mengaktifkan semua sistem biologis, termasuk peradangan. Dan stres interpersonal adalah stres terbesar yang dialami dalam kehidupan sehari-hari," kata peneliti, Jessica Chiang dari University of California, Los Angeles, seperti dilansir TodayHealth, Rabu (25/1/2012).

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences ini meminta 122 orang relawan dewasa muda yang sehat untuk menulis di buku harian setiap malam selama delapan hari. Buku harian tersebut akan merekam setiap interaksi yang baik, buruk dan yang kompetitif.

Kompetitif bisa berarti bersaing untuk mendapatkan perhatian, perebutan posisi di sekolah atau pekerjaan, atau bahkan kompetisi sebenarnya seperti bermain sepak bola. Kebanyakan relawan kemudian menggunakan buku hariannya untuk curhat soal kuliahnya dan teman sekamarnya yang berantakan.

Peneliti kemudian membawa peserta untuk diuji kadar sitokin atau protein penmicu peradangan dalam tubuhnya. Peneliti menemukan bahwa relawan yang melaporkan banyak melakukan interaksi yang negatif atau kompetitif lebih mungkin memiliki sitokin dalam jumlah banyak.

Chiang juga menegaskan bahwa pada kelompok orang muda dan mahasiswa yang sehat seperti peserta dalam penelitian, stres akibat pertemanan yang buruk memang tidak akan mengakibatkan efek kesehatan yang nyata.*







Sedikit Bergerak, Jusru banyak Resiko Penyakit

Ada benarnya pepatah Arab yang mengatakan, "Taharrak fa-inna fil harakati barakah" (bergeraklah, karena setiap gerakan ada tambahan kebaikan). Buktinya, temuan baru menyebutkan, otot-otot penggerak tubuh memiliki pengaruh besar terhadap metabolisme manusia.

Seorang pakar medis Denmark menemukan, terlalu sedikit bergerak justru meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker, depresi dan demensia.

Dokter Bente Pedersen berhasil menemukan bahwa otot-otot tubuh kita mengirimkan senyawa kimia pembawa pesan yang besar pengaruhnya terhadap kesehatan kita.

Senyawa kimia pembawa pesan yang dikirimkan otot lurik atau otot rangka, yakni otot-otot pada organ pergerakan tubuh, juga meregulasi pembakaran lemak dalam tubuh. Bente Pedersen memberinya nama myokine. Oleh sebab itu bagi Pedersen senyawa kimia myokine ini juga organ metabolisme yang penting.

Karena itulah di awal setiap pemeriksaan dipergunakan scanner yang tidak dapat ditipu, yang memberikan keterangan rinci tentang komposisi tulang-tulang, otot-otot dan massa lemak dalam tubuh.

“Anda tidak hanya kegemukan tapi juga kebanyakan lemak. Ini tidak hanya masalah kegemukan di sini atau timbunan lemak di tempat lain. Tapi lemak di perut ini meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, diabetes, kanker bahkan depresi dan demensia," kata Pedersen dikutip DWWD.

Hal ini ditanggapi seorang pasien pria yang mengatakan itu gambaran penyakit yang jauh berbeda-beda sekaligus menanyakan apa kesamaan yang dimiliki semua itu. Dokter internis Bente Pedersen menjelaskan, “Jika orang tidak melatih otot-ototnya, maka orang juga tidak cukup memproduksi myokine. Bila otot-otot terlatih akan diproduksi myokine dari otot-otot ini dan mempengaruhi semua organ lainnya. Myokine ini menuju lemak dan secara tepat membakar lemak yang tidak pada tempatnya. Myokine juga mempengaruhi pembuluh darah, dan juga hati serta menjaganya tetap sehat. Myokine bahkan mempengaruhi otak dan melindungi dari serangan demensia."

Fungsi Senyawa Kimia Myokine

Baru sekitar duapuluh myokine yang diketahui pengaruhnya. Senyawa kimia ini merupakan pembawa pesan kepada otot-otot dan mengaktifkan pembakaran lemak. Ada myokine yang mirip hormon, yang merangsang hati untuk mengurangi simpanan glukosa dan dengan demikian membantu fungsi pankreas.

Juga pembentukan pembuluh-pembuluh darah baru dan sel-sel otot ditunjang oleh myokine tertentu. Dan banyak diantaranya yang memiliki sifat menghambat radang, yang dapat mencegah serangan penyakit jantung dan gangguan sirkulasi darah. Hampir 400 substansi berbeda yang diproduksi otot-otot. Semua ini bagian dari mekanisme yang kompleks yang menyangkut proses metabolisme tubuh secara mendalam.

Memang sebagian besar senyawa kimia pembawa pesan masih belum diteliti. Tapi yang kini sudah jelas adalah, siapa yang rajin menggerakkan otot-otot hidup lebih sehat. Karena hanya dengan cara itu otot dapat melakukan aktivitasnya dan cukup memproduksi myokine yang mempengaruhi metabolisme tubuh secara berkelanjutan.*








Konsumsi Ikan Lahirkan Anak Cerdas dan Pandai Bergaul

-Ibu hamil yang banyak makan ikan punya kemungkinan lebih besar memiliki anak cerdas dan pandai bergaul.

Suatu penelitian yang dibiayai Uni Eropa mengemukakan ibu hamil yang banyak makan tuna, sarden dan salmon akan melahirkan bayi yang punya kemampuan bagus dalam berbagai tes keterampilan dan kecerdasan.

Para peneliti Spanyol memeriksa 2.000 perempuan pada kehamilan pekan ke-20 dan setelah mereka melahirkan.

Para ibu itu ditanyai soal makanan dan mereka menjalani tes darah untuk mengetahui tingkat omega-3 dan omega-6.

Bayi mereka dites kecerdasan verbal dan keterampilan motorik serta kemampuan bersosialisasi.

Ternyata, ibu yang mengkonsumsi ikan-ikan tersebut saat hamil,punya anak yang nilai tesnya tinggi.

Para peneliti dari University of Granada menyimpulkan bahwa Omega-3 membantu perkembangan otak dan mata janin.

Hasil penelitian yang dimuat American Journal of Clinical Nutrition juga mengemukakan Omega-3 mengandung DHA yang merupakan komponen utama sel otak dan membran.

"Jumlah DHA yang dikirimkan ke janin lewat plasenta mungkin merupakan hal sangat penting dalam perkembangan janin," ungkap penelitian tersebut dikutip Antara.

Namun,penelitian itu juga menyimpulkan bahwa terlalu banyak makan ikan-ikan tersebut juga dapat memberi dampak buruk pada perkembangan bayi.

Menurut para ahli, sangat penting bagi calon ibu untuk menyeimbangkan makanan jika mereka ingin memperbanyak asupan Omega-3.*





Air Susu Ibu Terbukti Kuatkan Paru-Paru


Air Susu Ibu atau ASI eksklusif terbukti sangat penting bagi balita dalam masa pertumbuhan. Tak hanya menguatkan sistem kekebalan tubuh, penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa ASI eksklusif juga terbukti memperkuat sistem pernapasan.

Saat memasuki usia sekolah atau sekitar usia 12 tahun, anak-anak yang semasa kecilnya diberi ASI eksklusif memiliki fungsi paru-paru yang lebih baik daripada anak-anak yang diberi susu formula. Uniknya fungsi paru-paru yang baik sangat justru terlihat pada anak yang memiliki ibu penderita asma. Demikian penelitian yang dimuat dalam American Journal of Medicine Respiratory Critical Care ini.

Peneliti dari Swiss dan Inggris menganalisis data dari hampir 1.500 anak-anak yang lahir pada tahun 1993 hingga 1997 di Inggris. Peneliti mengunakan kuesioner untuk mengetahui lama menyusui, gejala pernapasan, dan paparan lainnya.

Fungsi paru-paru anak diukur ketika anak berusia 12 tahun. Anak-anak yang mendapat ASI eksklusif secara keseluruhan mengalami perbaikan dalam aliran pernapasannya. Untuk mengetahui pernapasan anak-anak, peneliti menggunakan tes yang mengukur jumlah dan kecepatan udara keluar dari paru-paru selama menghembuskan napas.

"Anak-anak dengan ASI eksklusif yang ibunya menderita asma juga mendapat hasil lebih baik pada dua tes indikator penting fungsi paru-paru lainnya," kata Dr Claudia Kuehni, profesor di Institut sosial dan Preventive Medicine di Universitas Bern di Swiss seperti dilansir HealthDay, Senin (6/2/2012).

Masalah perilaku

Sebelum ini, Mei 2011, peneliti juga menemukan, bayi yang disusui langsung oleh ibunya cenderung kurang memiliki masalah perilaku dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula. Berdasarkan hasil penelitian dari Millenium Cohort Study, dengan menyusui, interaksi ibu dan anak dapat terjalin sejak dini secara intensif.

Ditemukan bahwa empat persen bayi yang disusui ibunya punya masalah perilaku di kemudian hari. Sementara 16 persen yang diberi susu formula punya masalah perilaku.

Sejumlah penelitian juga pernah dilakukan Universitas Oxford, Essex dan York, bersama-sama dengan Universitas College London. Mereka sampai pada kesimpulan menyusui langsung dan tidak berdampak pada perilaku anak.

Sebelum WHO mengumumkan tentang ASI eklusif, al-Quran telah menegaskan diwajibkannya para ibu menyusui selama dua tahun. Ketentuan ini terdapat dalam surat al-Baqarah:233 yang bunyinya, “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.”

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) pernah mengatakan; “Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” (HR. Al-Hakim).*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar