Jumat, 17 Februari 2012

ILMU JIWA

Ancaman Penyakit Stres Makin Meningkat

Pakar psikiatri dari Universitas Udayana Prof Dr Luh Ketut Suryani mengatakan, musibah bencana alam serta tidak stabilnya kondisi sosial politik yang dialami manusia masa kini menjadi tren memicu peningkatan penyakit stres.

“Kondisi ini akhirnya membuat traumatik berkepanjangan sehingga timbul kecemasan, ketakutan dan hilang kepercayaan dan ini merupakan gejala-gejala penyakit stres,” ujar dokter ahli kejiwaan itu di sela-sela Kongres Nasional VI, Perhimpunan Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia di Manado.

Suryani mengatakan, saat ini kondisi masyarakat boleh dikatakan tidak stabil, hilangnya harta benda, keluarga sanak saudara akibat gempa. Kemudian kondisi politik di tingkat elite yang tidak kondusif merangsang masyarakat menjadi lemah secara psikologi yang kemudian berdampak pada pola berpikir yang kurang baik.

“Apalagi kalau hal itu terlihat secara visual di setiap waktu, bisa merangsang daya berpikir yang kurang baik akhirnya depresi,” ujarnya.

Suryani mencontohkan betapa serangkaian musibah mengguncang kejiwaan masyakat. Tsunami Aceh menewaskan ratusan ribu orang, kemudian gempa bumi di Sumbar yang menewaskan ribuan orang, belum lagi pertikaian di kalangan elit dan pejabat negara yang tak kunjung usai.

Itu semua, kata Suryani, mengakibatkan banyak masyarakat kurang bergairah dalam menjalankan hidupnya. Belum lagi aksi-aksi mobilisasi masa untuk melakukan demo besar-besaran juga sangat berpengaruh pada psikologi manusia, bahkan dinilainya bisa menambah beban penderitaan.

“Pada prinsipnya masyarakat sudah terlalu banyak mengalami kesulitan dalam menjalankan hidup ini, kalau kemudian ditambah lagi dengan tindakan-tindakan yang mengundang massa, bisa-bisa orang akan menjadi gila karena menilai kondisi di negara sudah tidak aman,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi agar tidak berpengaruh secara psikologi, Suryani menyarankan dikuranginya tayangan tentang perilaku yang dapat merangsang terganggunya psikologi seperti tindak kekerasan, mayat dan darah.

Apabila hal tersebut sering diserap oleh otak (tentang hal-hal buruk) dapat merangsang penyakit kejiwaan, katanya menjelaskan.






Aroma Sayur dan Buah Redakan Stres

Apakah Anda termasuk orang yang gemar menikmati aromaterapi? Kini ada “wewangian” baru yang disebut sebagai jenis aromaterapi alami terbaik untuk meredakan stres.

Menurut studi terbaru, linalool, senyawa harum yang berasal dari tanaman, terutama dari makanan dan bunga, seperti jeruk, anggur, mangga, lemon, basil, dan lavender, bisa menekan hormon stres. Manfaat lainnya adalah meningkatkan sel imun.

Kesimpulan tersebut didapatkan dalam penelitian yang dilakukan tim ahli dari Jepang menggunakan tikus percobaan. Dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tersebut, tikus-tikus percobaan di laboratorium diberi paparan linalool dalam kondisi stres. Kemudian dimonitor sirkulasi zat kimia dan perubahan gen dalam tubuh hewan-hewan itu.

Setelah dibandingkan dengan hewan yang tidak terpapar linalool namun stres, ternyata hewan yang mendapat paparan linalool mengalami perubahan aktivitas gen 109 yang merespon stres. Selain itu sistem imun mereka juga meningkat.

Penggunaan aromaterapi untuk relaksasi dan pengobatan sudah ribuan tahun dipraktikkan. Selain mengurangi stres, aromaterapi dipercaya efektif meningkatkan mood, mencegah peradangan dan depresi, mengatasi insomnia, dan gangguan kesehatan lain, khususnya yang disebabkan oleh stres.

Bila Anda ingin mendapatkan aromaterapi linalool, mungkin Anda bisa berjalan-jalan ke pasar yang menyediakan sayuran dan buah segar. Atau, luangkan waktu akhir pekan ini untuk mengunjungi perkebunan sayur di luar kota.







Seperti Apa Gaya Anda Menghadapi Stres?


Apa yang Anda lakukan saat hidup terasa begitu berat? Bagaimana Anda mengatasi kondisi-kondisi yang sulit? Ikutilah kuis yang dikutip dari situs psikologi dan juga menyediakan layanan konseling yang berpusat di Amerika Serikat di bawah ini untuk mengetahu bagaimana tipe dan gaya Anda menghadapi stres. Beri nilai 1 untuk jawaban a, 2 untuk b, dan 3 untuk c.

1. Sejujurnya, bagaimana Anda menilai kesabaran Anda?
a. sangat sabar, mungkin
b. bagus
c. cukup sabar

2. Seberapa sering Anda bicara dengan teman atau keluarga lewat telepon?
a. saya hanya mengunakan telepon jika benar-benar perlu
b. telepon membantu saya menjaga hubungan baik dengan mereka
c. saya sering ngobrol sepuasnya dengan mereka

3. Kalimat apa yang paling tepat menggambarkan diri Anda saat menghadapi masalah?
a. yakin mampu mengatasi apapun
b. berdamai dengan apapun atau siapapun
c. cuek, santai saja

4. Bagaimana situasi-situasi yang tidak terduga mempengaruhi perasaan Anda?
a. baik-baik saja
b. tergantung seberapa parah masalahnya
c. mendebarkan

5. Bagi Anda, stres dalam hidup ini ibarat :
a. rasa sakit wanita saat melahirkan (diperlukan, meski hanya sesaat)
b. garis-garis di tubuh macan loreng (menyebar dan konstan)
c. lubang-lubang di jalan (acak, tak terduga dan menjengkelkan)

6. Sejujurnya, seberapa lembut hati Anda?
a. bisa jadi, sangat lembut
b. cukup lembut
c. sebaliknya, sangat keras

7. Pada skala 1 hingga 10 (1 terbaik dan 10 terburuk), kebanyakan masalah Anda terletak pada angka :
a. 1 hingga 4
b. 4 hingga 6
c. 6 hingga 8

8. Apa yang Anda rasakan ketika berpikir tentang uang?
a. saya bisa mengatasinya
b. cukup membuat saya pusing
c. pasti, memusingkan saya

9. Apa yang Anda rasakan ketika hidup menjadi ‘terlalu berat’ buat Anda?
a. ada masanya hidup memang berat
b. mencoba mengalir mengikuti arus
c. tentu saja tertekan

Skor 9-15
Anda layaknya Sang Budha. Dengan mata setengah tertutup dan sesungging senyum tipis di bibir, Anda bisa menerima situasi stres seberat apapun dengan tenang. Nampaknya, tidak ada sesuatu yang bisa mengejutkan Anda, sebab Anda selalu berusaha mengantisipasi masalah-masalah yang timbul. Sering, stres justru memicu Anda untuk membuat perubahan. Sayangnya, langkah-langkah Anda yang terlalu tenang justru sering menyebabkan masalah tertunda dan mengendap lebih lama. Cobalah untuk bergerak lebih cepat dan sigap ketika menghadapi masalah!

Skor 16-20
Tenang Bung, santai, adalah prinsip Anda. Anda juga ahli meringankan stres orang lain, memberikan kata-kata sejuk semisal, “Semuanya pasti akan baik-baik saja.” Anda selalu berhasil menegaskan, kita semua cuma manusia yang tak luput dari stres. Tapi, saat stres datang, bisa jadi Anda akan dengan reflek melawannya, misalnya saja dengan membanting telepon, atau malah merangkak sembunyi di balik selimut. Tapi, ekspresi Anda yang jujur terhadap apa yang Anda rasakan tetap jauh berharga dan bermanfaat. Besok adalah hari yang lain! Jadi santai saja.

21-27 poin
Anda mirip Elvis yang memainkan tongkat mik di atas panggung. Penuh percaya diri. Meski untuk itu, sah-sah saja Anda melarikan diri ke hal-hal yang justru bisa merugikan diri sendiri, misalnya makanan, kopi, rokok, alkohol, atau bahkan lebih parah lagi. “Yang penting, stres hilang dulu!” kata Anda. Cobalah untuk percaya diri tanpa harus mencari sandaran ke hal-hal negatif. Mengikuti latihan yoga atau kelas-kelas kebugaran pasti bisa menjadi alternatif positif.







Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan



“Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful, courage will get you there.” Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana. Johni Pangalila
Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang- peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan.

Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristotle mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan.” Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.

Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, “Fortune favors the bold. – Keberuntungan menyukai keberanian.” Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter.

Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup?
Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar? Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan nyata (action), dan semangat (passion). Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.
Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan. Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara bertahap. Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar. Karena itu Anthony J. D’Angelo menegaskan, “Don’t fear change, embrace it. – Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat.” Maka perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.

Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga. Samuel Johnson mengatakan bahwa, “Whatever enlarges hope will also exalt courage. – Apapun yang dapat memperbesar harapan, maka ia juga akan meningkatkan keberanian.” Artinya, tindakan kerja untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko kegagalan sekalipun. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.

Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.

Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya.
Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.

Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Ekhorutomwen E.Atekha menerangkan, “All you need to keep moving is your ability to keep being courageous. – Segala sesuatu yang menggerakkan dirimu adalah kemampuanmu untuk memacu keberanian.” Mereka senantiasa mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa.






Tidurlah Sebelum Mengambil Keputusan


Berdasarkan penelitian, tidur dapat meningkatkan keterampilan kognitif yang kompleks seperti dalam hal pengambilan keputusan.
Rebecca Spencer dan rekannya Edward Pace-Schott dari Universityof Massachusetts melakukan penelitian untuk menyelidiki pengaruh tidur terhadap kemampuan pengambilan keputusan. Mereka pun menggunakan sebuah tes judi berdasarkan penalaran kognitif pada 54 orang mahasiswa berusia 18-23 tahun.

Partisipan dibagi menjadi dua kelompok. Kemudian, para peneliti memberikan tinjauan singkat dari tes judi yang akan diberikan kepada kedua kelompok tersebut pada pagi atau sore hari. Tinjauan singkat itu hanya sekilas sehingga mereka tidak mungkin memahami aturan dasar permainannya. Setelah itu, partisipan diminta kembali menemui mereka dalam waktu 12 jam untuk menjalani tes sesungguhnya.

Sebanyak 28 partisipan yang mendapat tinjauan singkat pada sore hari pulang lalu tidur malam seperti biasa. Sementara 26 partisipan lain yang diperlihatkan tinjauan singkat pada pagi hari, kembali setelah menjalani aktivitas sehari-hari tanpa tidur siang.

Partisipan yang sempat tidur menunjukkan hasil yang lebih baik. Mereka dapat memenangkan permainan pada tes judi empat kali lebih banyak dibandingkan kelompok partisipan yang tidak tidur sama sekali. Selain itu, mereka juga dapat memahami aturan permainan serta bisa menjelaskannya kembali dengan baik ketika diminta.

Spencer dan koleganya yakin, peran tidur dalam pengambilan keputusan terletak pada perubahan inti proses kognitif atau emosional. “Dugaan kami, efek peningkatan dalam pengambilan keputusan ini berhubungan dengan rapid-eye-movement (REM) ketika tidur,” tulis para psikolog itu dalam Journal of Sleep Research edisi online, baru-baru ini.

Ternyata, nasehat orang tua memang benar. Penelitian ilmiah pun membuktikannya. “Ada manfaat yang diperoleh saat tidur di malam hari ketika kita harus membuat keputusan penting keesokan hari. Studi kami membuktikan bahwa tidur dapat membantu kita membuat keputusan yang lebih baik,” kata Spencer. (Sumber: Science Daily, Planet Green)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar