Senin, 20 Februari 2012

ILMU JIWA

Nafsu Seks Tak Terkendali, Tidur dengan 1.000 Pria !


Meski menolak disebut sebagai pekerja seks komersil (PSK), Terri Hunter mengaku telah tidur dengan 1.000 pria dan dapat berhubungan badan hingga lusinan kali dalam sehari. “Saya bukan PSK,” aku perempuan berusia 25 tahun itu walaupun ia mengakui tak kuasa terhadap dorongan seks yang menghimpitnya.

Foto: Terri Hunter

Perempuan yang juga mempunyai sebutan Randy Terri itu mencari pasangan, termasuk pria yang telah berumah tangga, untuk memuaskan hasratnya itu melalui internet. Manajer customer service di Inggris ini mengaku tak memilih penampilan para pria yang diajaknya berhubungan badan selama mereka bersedia memenuhi keinginannya.

“Itulah bagian yang memprihatinkannya – luapan keinginan berhubungan seks telah menutup mata kendali diriku,” jelas Terri yang berasal dari Dagenham, Essex. “Aku tak perduli bagaimana hubungan itu berlangsung dan seperti apa rupa para pria yang kukencani. Bonus buatku apabila ternyata para pria itu kaya.”

Terry mengungkapkan telah menjadi budak dari hasrat yang sulit dikendalikannya sejak kehilangan keperawanannya pada usia 17. “Sejak saat itu aku sulit untuk mengekang keinginanku itu. Aku telah melakukannya dengan ratusan dan bahkan ribuan pria. Aku tak menghitungnya karena aku bukan PSK – aku hanya ingin memuaskan nafsu.”

“Sebagian besar orang menggambarkan aku sebagai orang baik-baik dan menarik. Aku tidak merokok, jarang minum minuman keras, tak pernah menggunakan obat bius tetapi aku telah tidur dengan hampir seribu pria.”

Terri mengaku telah berusaha mengatasi ketergantungannya itu dengan berkonsultasi bersama psikiater dan mengikuti terapi. Obat antidepresi yang diresepkan untuk dirinya tetap tak dapat mengendalikan keinginannya berhubungan seks. Bahkan Terri mengaku justru terjebak oleh keinginan untuk berhubungan seks dengan psikiater maupun ahli terapi yang ditemuinya.

Meskipun mempunyai nafsu seks tak terkendali, Terry berhasil menjaga hubungan dengan kekasihnya, Wayne, selama 2 bulan terakhir. Namun, Terry mempunyai komentar tersendiri tentang hubungan dengan kekasihnya itu. “Kusadari kalau nafsuku yang tak terbendung mungkin suatu saat nanti akan menghancurkan hubunganku itu seperti yang terjadi sebelumnya.

(kompas)







Suami, 39 Istri, 94 Anak, dan 33 Cucu

Ziona Chana, begitu nama pria asal India ini. Usianya sudah mengunjak 67 tahun. Dia memiliki sebuah keluarga yang sangat besar. Tak tanggung-tanggung, 39 wanita dia peristri. Dari hasil perkawinan itu, dia memiliki 94 anak dan 33 cucu. Jumlah keluarga itu masih ditambah dengan kehadiran 14 putri tiri yang dibawa oleh beberapa istrinya.

Ziona dan keluarganya tinggal di sebuah rumah yang dibangun di sebuah bukit di Desa Baktwang, Nizoram, India. Lihat saja, bangunan rumah keluarga Ziona mirip dengan rumah susun. Rumah itu berlantai 4 dan memiliki 100 kamar. Bagaimana soal makanan? Dalam satu malam keluarga ini bisa menghabiskan 30 ekor ayam, 60 kg kentang, dan 100 kg nasi. Saat makan bersama, ruangan makan menjadi ramai seperti restoran.

Ziona adalah kepala sekte religius ‘Chana’ yang didirikan oleh ayahnya pada 1942. Ziona percaya bahwa dia akan mampu memerintah dunia bila anggota keluarganya telah mencapai 400 orang.

Berikut ini foto-foto mereka :

Sejumlah anggota keluarga Ziona berpose di rumah mereka di desa Baktwang, sebelah timur laut India, Jumat (07/10/2011). Foto: REUTERSZiona berpose bersama seluruh anggota keluarganya di rumah mereka di desa Baktwang, sebelah timur laut India, Jumat (07/10/2011). Foto: REUTERS

Sejumlah anggota keluarga Ziona berpose di rumah mereka di desa Baktwang, sebelah timur laut India, Rabu (05/10/2011). Foto: REUTERS

Ziona (67) berpose di lokasi pembangunan gereja di desa Baktwang, sebelah timur laut India, Rabu (05/10/2011). Foto: REUTERS

Seorang menantu Ziona menggendong anaknya di rumah mereka di desa Baktwang, sebelah timur laut India, Jumat (07/10/2011). Foto: REUTERSRumah keluarga besar Ziona di desa Baktwang, sebelah timur laut India, Kamis (06/10/2011). Foto: REUTERS








4 Pria yang Memiliki Banyak Anak di Dunia


Filosofi banyak anak banyak rezeki tampaknya mengilhami sejumlah pria untuk menciptakan keluarga besar. Tak tanggung-tanggung, mereka memiliki puluhan keturunan, bahkan ada yang mencapai lebih 200 anak.

Seluruhnya menikahi lebih dari satu wanita. Bahkan ada yang pernah menjalani 130 pernikahan. Siapa saja mereka?

1. Asentus Ogwella Akuku
Pria asal Kenya ini memiliki 210 anak dari 130 pernikahan yang dijalaninya sepanjang hidup. Di usia 22 tahun, Akuku sudah menikahi lima wanita. Di usia 35 tahun, dia menikah untuk ke-45 kalinya.

“Saya dijuluki ‘Bahaya’ karena saya mengalahkan banyak pria dalam hal wanita. Saya sangat gagah. Saya berpakaian dengan gaya dan tahu cara memperlakukan wanita dengan omongan manis. Tak ada wanita yang bisa mengenyahkan pendekatan saya. Saya seperti magnet,” kata Akuku suatu ketika.

Menurut koran Kenya, Standard Media, Akuku menikah pertama kali pada tahun 1939 dan terakhir kali pada 1997 saat berusia 79 tahun. Istri termudanya saat dinikahi berusia 18 tahun yang kemudian memberinya tiga anak. “Beliau memiliki 210 anak, 104 anak perempuan dan 106 anak laki-laki, yang beberapa telah meninggal,” kata Juru Bicara Akuku, Tom.

Keturunan Akuku sekarang hidup tersebar di Kanyamwa dan Aora Chuodho di Kabupaten Ndhiwa dan Karungu di Kabupaten Nyatike, Kenya. Sebagian putra dan cucu-cucunya mendapat pendidikan yang baik dan bekerja untuk pemerintah atau swasta.

Pada 3 Oktober 2010, Akuku menghembuskan napas terakhir akibat penyakit diabetes.

2. Ziona Chana
Pria 66 tahun asal Guwahati, India, ini memiliki 94 anak dan 33 cucu. Puluhan keturunannya itu ia dapat setelah mempersunting 39 istri. “Saya pernah menikahi 10 wanita dalam satu tahun,” katanya kepada media lokal, seperti dikutip dari laman Telegraph.

Bersama semua istri dan keturunannya, ia tinggal di sebuah gedung bertingkat empat dengan 100 kamar, di Mizoram, negara bagian India. Para istri memiliki jadwal memasak secara bergilir di dapur bersama. Sementara para anak dan cucu memiliki jadwal membersihkan rumah bergantian.

Ziona bercerita bertemu dengan istri pertama yang terpaut tiga tahun saat usianya 17 tahun. Sejak menikahi istri pertamanya, Ziona terus menambah istri. Bahkan, pemimpin sekte Kristen lokal ‘Chana’ ini akan terus menambah jumlah anggota keluarganya hingga 400 orang.

3. Bello Maasaba
Pria 87 tahun asal Bida, Nigeria, ini memiliki 185 anak dari 107 wanita yang dipersuntingnya. Dari jumlah itu, hanya 133 anak yang masih hidup. Yang paling bungsu berusia sekitar satu tahun.

Sejak akhir 1980an, menikah seakan menjadi ‘pekerjaan utama’ Bello Maasaba, seorang tokoh spiritual sebuah negara bagian di negaranya. Setiap beberapa bulan sekali, bahkan beberapa minggu, ia menikahi seorang wanita.

Sembilan dari istrinya meninggal dunia, 12 lainnya memilih bercerai. Kini, Bello Maasaba hidup bersama dengan 86 istri, yang tertua berusia 64 tahun, yang termuda bahkan baru 19 tahun. Bersama puluhan anak, mereka tinggal di sebuah rumah besar bertingkat empat yang memiliki 89 kamar.

4. Luiz Costa de Oliveira
Pria 90 tahun asal Brasil ini memiliki 50 anak dari empat orang wanita. Tiga wanita yang memberinya keturunan termasuk saudara ibunya, dan dua saudara perempuannya. “Hal terindah yang pernah Tuhan ciptakan adalah di dunia ini adalah wanita,” begitu katanya.

Dari istri pertamanya, ia memiliki 17 anak. Setelah istrinya meninggal, ia jatuh cinta dengan ibunya sendiri, Maria Francisca da Silva, dan memiliki 17 anak lagi. Setelah itu, ia kembali menjalin hubungan dengan saudara perempuan Maria, Ozelita. Dari Ozelita, ia menambah 15 anak lagi. Dan, yang terakhir dipikatnya adalah bibinya sendiri, Francisca Maria.









Wanita Tergemuk di Dunia Kuat Bercinta 6 Kali Dalam Sehari


Memiliki tubuh terbesar dan tergemuk di dunia tak menghalangi Pauline Potter untuk mendapatkan cinta. Dengan bobot tubuhnya yang mencapai 330 kg ia bahkan masih bisa melakukan hubungan seksual 6 kali dalam sehari.
Berat badan yang terus naik sering membuat wanita dijauhi oleh para pria. Tapi hal ini tidak berlaku untuk Alex, suami dari Pauline Potter yang dinobatkan sebagai wanita tergemuk di dunia oleh Guinness World Record, dengan berat badannya mencapai 330 kg.

Alex (46 tahun) dan Pauline (47 tahun) yang berasal dari California pernah menikah, namun mereka telah bercerai 3 tahun yang lalu. Setelah perceraian tersebut, berat badan Pauline terus naik hingga 127 kg. Pauline menjadi begitu gemuk hingga tak bisa lagi bebas bergerak.

Pauline kemudian dirawat oleh putranya (19 tahun) Dilon yang juga memiliki tubuh tambun dengan berat 114 kg. Dilon menjaga dan melakukan segalanya untuk Pauline, dari memasak makanan hingga memandikan ibunya.

Namun setelah memenangkan Guinness World Record sebagai wanita terberat dan tergemuk di dunia awal tahun ini, mantan suaminya Alex tak bisa menahan diri untuk kembali memulai cinta dengannya. Alex dan Pauline pun kembali menjalin hubungan.

“Dia tidak bisa berjalan, berpakaian sendiri atau bahkan untuk pergi ke toilet, tapi saya putus asa apakah bisa menjadi kekasihnya atau pengasuhnya lagi,” jelas Alex yang hanya memiliki berat badan 63,5 kg, seperti dilansir Thesun, Rabu (23/11/2011).

Alex menambahkan ia merindukan kehidupan seksnya dengan Pauline. Berat badan Pauline mungkin bisa mencapai 444 kg, namun Alex mengatakan mereka akan masih berhubungan seks setiap hari karena itu menyenangkan baginya.

“Ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya membiarkan Pauline pergi. Berat badannya yang terus naik dan menjadi wanita terberat di dunia menyadarkan betapa saya masih mencintainya,” ujar Alex.

Dengan berat badan Pauline yang sangat besar, banyak orang yang mengira ia tidak bisa lagi berhubungan seksual. Namun Alex membantah hal tersebut. Menurutnya, kehidupan seksnya dengan Pauline sangat luar biasa.

“Meskipun beberapa orang mungkin berpikir begitu, Pauline luar biasa di tempat tidur. Dia lebih baik dibandingkan wanita lain yang pernah tidur denganku. Pada hari pertama kami kembali bersama, kami berhubungan seks 6 kali dalam 24 jam,” jelas Alex.

Walaupun satu kaki Pauline saja lebih berat dibandingkan berat badan Alex, namun mereka mengatakan telah menemukan posisi tubuh yang membuat kegiatan seks menyenangkan bagi keduanya.

“Ini benar-benar berbahaya bagi kami untuk berhubungan seks karena setiap saat bisa saja tempat tidur runtuh dan salah satu atau kami berdua terluka serius atau bahkan bisa terbunuh,” lanjutnya.

Pauline mengaku badannya sangat lentur meski dengan bobot yang besar. Latihan senam rutin yang dilakukannya hingga usia 12 tahun-lah yang membuat tubuhnya lentur dan membantu dalam kehidupan seksual.

Alex dan Pauline kembali menghidupkan percintaan mereka saat berlibur di Los Angeles tahun lalu.

“Kebanyakan wanita berpikir menurunkan berat badan adalah cara untuk mendapatkan perhatian mantan mereka, tapi bagi saya itu sebaliknya. Menjadi wanita terberat di dunia adalah yang membuatnya jatuh cinta dengan saya lagi dan kami sekarang berusaha untuk mendapatkan hubungan kami kembali,” jelas Pauline.

Kini Pauline berencana untuk menurunkan berat badannya karena ia ingin memiliki seorang putri setelah hubungannya dengan Alex membaik.

“Saya ingin menurunkan berat badan dan memiliki Alex untuk membantu saya. Tujuan saya adalah menurunkan 90,7 kg lebih dan menjalani operasi penurunan berat badan agar saya bisa bergerak lagi dan tidak bergantung pada siapapun. Dan selalu menjadi impian kami untuk memiliki putri kecil, tetapi mengingat usia dan berat badan saya, saya harus mencoba segera (menurunkan berat badan) atau itu tidak akan pernah terjadi,” tutup Pauline.







Perjuangan Cinta Seorang Istri Sejati (Kisah Nyata)


Buat kalian para Suami, para Istri maupun para calon suami istri, perlu kalian tau bahwa ini adalah satu kisah ‘tragis’ dalam kehidupan berumah-tangga. Saya yakin kalian nanti pasti akan menyesal dan terpaksa membaca ulang dari awal jika melewatkan satu kalimat saja dalam kisah ini dan semoga kita bisa mendapat pelajaran dari kisah ini.
Semuanya berawal dari sebuah rumah mewah di pinggiran desa, yang mana hiduplah disana sepasang suami istri, sebut saja Pak Andre dan Bu Rina.

Pak Andre adalah anak tunggal keturunan orang terpandang di desa itu, sedangkan Bu Rina adalah anak orang biasa. Namun demikian kedua orang tua Pak Andre, sangat menyayangi menantu satu-satunya itu. Karena selain rajin, patuh dan taat beribadah, Bu Rina juga sudah tidak punya saudara dan orang tua lagi. Mereka semua menjadi salah satu korban gempa beberapa tahun yang lalu.

Sekilas orang memandang, mereka adalah pasangan yang sangat harmonis. Para tetangganya pun tahu bagaimana mereka dulu merintis usaha dari kecil untuk mencapai kehidupan mapan seperti sekarang ini. Sayangnya, pasangan itu belum lengkap.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun usia pernikahannya, mereka belum juga dikaruniai seorang anakpun. Akibatnya Pak Andre putus asa hingga walau masih sangat cinta, dia berniat untuk menceraikan sang istri, yang dianggapnya tidak mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasi. Setelah melalui perdebatan sengit, dengan sangat sedih dan duka yang mendalam, akhirnya Bu Rina pun menyerah pada keputusan suaminya untuk tetap bercerai.

Sambil menahan perasaan yang tidak menentu, suami istri itupun menyampaikan rencana perceraian tersebut kepada orang tuanya. Orang tuanya pun menentang keras, sangat tidak setuju, tapi tampaknya keputusan Pak Andre sudah bulat. Dia tetap akan menceraikan Bu Rina.

Setelah berdebat cukup lama dan alot, akhirnya dengan berat hati kedua orang tua itu menyetujui perceraian tersebut dengan satu syarat, yaitu agar perceraian itu juga diselenggarakan dalam sebuah pesta yang sama besar seperti besarnya pesta saat mereka menikah dulu. Karena tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, maka persyaratan itu pun disetujui.

Beberapa hari kemudian, pesta diselenggarakan. Saya berani sumpah bahwa itu adalah sebuah pesta yang sangat tidak membahagiakan bagi siapapun yang hadir. Pak Andre nampak tertekan, stres dan terus menenggak minuman beralkohol sampai mabuk dan sempoyongan. Sementara Bu Rina tampak terus melamun dan sesekali mengusap air mata nelangsa di pipinya. Di sela mabuknya itu tiba-tiba Pak Andre berdiri tegap dan berkata lantang,

“Istriku, saat kamu pergi nanti… ambil saja dan bawalah serta semua barang berharga atau apapun itu yang kamu suka dan kamu sayangi selama ini..!”

Setelah berkata demikian, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan akhirnya tak sadarkan diri.

Keesokan harinya, seusai pesta, Pak Andre terbangun dengan kepala yang masih berdenyut-denyut berat. Dia merasa asing dengan keadaan disekelilingnya, tak banyak yang dikenalnya kecuali satu. Rina istrinya, yang masih sangat ia cintai, sosok yang selama bertahun-tahun ini menemani hidupnya.

Maka, dia pun lalu bertanya,

“Ada dimakah aku..? Sepertinya ini bukan kamar kita..? Apakah aku masih mabuk dan bermimpi..? Tolong jelaskan…”

Bu Rina pun lalu menatap suaminya penuh cinta, dan dengan mata berkaca dia menjawab,

“Suamiku… ini dirumah peninggalan orang tuaku, dan mereka itu para tetangga. Kemaren kamu bilang di depan semua orang bahwa aku boleh membawa apa saja yang aku mau dan aku sayangi. Dan perlu kamu tahu, di dunia ini tidak ada satu barangpun yang berharga dan aku cintai dengan sepenuh hati kecuali kamu. Karena itulah kamu sekarang kubawa serta kemanapun aku pergi. Ingat, kamu sudah berjanji dalam pesta itu..!”

Dengan perasaan terkejut setelah tertegun sejenak dan sesaat tersadar, Pak Andre pun lalu bangun dan kemudian memeluk istrinya erat dan cukup lama sambil terdiam. Bu Rina pun hanya bisa pasrah tanpa mampu membalas pelukannya. Ia biarkan kedua tangannya tetap lemas, lurus sejajar dengan tubuh kurusnya.

“Maafkan aku istriku, aku sungguh bodoh dan tidak menyadari bahwa ternyata sebegitu dalamnya cintamu buat aku. Sehingga walau aku telah menyakitimu dan berniat menceraikanmu sekalipun, kamu masih tetap mau membawa serta diriku bersamamu dalam keadaan apapun…”

Kedua suami istri itupun akhirnya ikhlas berpelukan dan saling bertangisan melampiaskan penyesalannya masing-masing. Mereka akhirnya mengikat janji (lagi) berdua untuk tetap saling mencintai hingga ajal memisahkannya.

Tahukah kalian, apa yang dapat kita pelajari dari kisah di atas?
Kalau menurut Kang Sugeng sih begini, tujuan utama dari sebuah pernikahan itu bukan hanya untuk menghasilkan keturunan, meski diakui mendapatkan buah hati itu adalah dambaan setiap pasangan suami istri, tapi sebenarnya masih banyak hal-hal lain anyg juga perlu diselami dalam hidup berumah-tangga.
Untuk itu rasanya kita perlu menyegarkan kembali tujuan kita dalam menikah yaitu peneguhan janji sepasang suami istri untuk saling mencintai, saling menjaga baik dalam keadaan suka maupun duka. Melalui kesadaran tersebut, apapun kondisi rumah tangga yang kita jalani akan menemukan suatu solusi. Sebab proses menemukan solusi dengan berlandaskan kasih sayang ketika menghadapi sebuah masalah, sebenarnya merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga kita.

“Harta dalam rumah tangga itu bukanlah terletak dari banyaknya tumpukan materi yang dimiliki, namun dari rasa kasih sayang dan cinta pasangan suami istri yang terdapat dalam keluarga tersebut. Maka jagalah harta keluarga yg sangat berharga itu..!”







Ternyata Situasi Panik Bikin Otak Mampu Mengingat dengan Lebih Baik

Pelajar dan mahasiswa sering panik saat menghadapi ujian, apalagi jika belum sempat belajar. Daripada pasrah, detik-detik terakhir bisa dimanfaatkan untuk membaca-baca karena dalam kondisi panik otak lebih mampu mengingat dengan baik.
Situasi panik saat menghadapi ujian dapat memicu pelepasan hormon stres yakni kortisol dan adrenalin. Kedua hormon ini diyakni mampu mengubah mekanisme kerja hipokampus, bagian otak yang mengatur daya ingat dan kemampuan mempelajari sesuatu.

Perubahan mekanisme yang disebut epigenetic modification ini membuat susunan rantai Deoxyribo Nuceic Acid (DNA) pada hipokampus seperti diprogram ulang. Jika biasanya sulit mengingat atau memahami sesuatu, maka segalanya bisa tampak lebih mudah ketika sedang panik.

“Kita sering mengalami, kenangan pahit di masa-masa sulit kadang lebih membekas dibandingkan kenangan-kenangan indah,” ungkap Prof Hans Reul, ahli neurologi dari University of Bristol seperti dikutip dari Telegraph.



Dalam sebuah penelitian di jurnal Experimental Neurology, Prof Reul mengatakan faktor stres yang dialami oleh seseorang menyebabkan kenangan-kenangan buruk lebih mudah diingat. Mekanisme yang sama juga terjadi saat panik, misalnya saat belajar semalam suntuk menjelang ujian.

Tidak semua pelajar dan mahasiswa bisa sukses dengan cara belajar yang serba mendadak, namun Prof Reul mengatakan hasilnya bisa lebih efektif jika seseorang mampu mengelola stres. Artinya, orang tersebut harus tetap fokus meski sedang panik.

Selain itu, mekanisme epigenetic modification hanya muncul sekali waktu dan tidak akan efektif jika setiap saat selalu panik. Makin sering menghadapi stres, otak akan beradaptasi sehingga lama-kelamaan kemampuan mengingatnya tidak akan terpengaruh lagi.







4 Alasan Yang Membuat Pria Enggan Menikah


Mengapa pria kerap menghindar saat wanita mempertanyakan komitmen yang lebih tegas?

Hubungan sudah terjalin mesra. Komunikasi nyambung. Perasaan sayang dan takut kehilangan pun tumbuh kuat. Tapi, mengapa pria kerap menghindar saat wanita mempertanyakan komitmen yang lebih tegas?

John Gray, pakar perkawinan dan penulis buku ‘Men are from Mars, Women are from Venus’ mengatakan bahwa pria memandang komitmen sebagai rantai. Mereka melihat komitmen sebagai sebagai ikatan yang membelenggu langkah dan sarat dengan tanggung jawab.

“Bagi sebagian pria, menjalani sebuah komitmen hanya akan membuat hidup tak santai. Mendengar kata komitmen, kepala mereka langsung dipenuhi dengan rongrongan tagihan, kontrol ketat pasangan, biaya pernikahan dan tabungan untuk masa depan,” kata Gray, seperti dikutip Shine.

Berikut empat alasan jamak yang membuat pria menunda-nunda atau malah mundur dari komitmen?

Takut salah pilih
Tak melulu soal perasaan, sejumlah pria menunda berkomitmen lantaran takut salah pilih. Dengan ego yang selangit, pria cenderung berpikir seribu kali saat mencintai wanita yang memiliki pendidikan dan karier yang lebih bagus. Mereka cenderung khawatir akan hidup dalam belenggu atau kuasa wanita.

Selain itu, pria juga cenderung khawatir dengan kesetiaannya sendiri. Mereka takut tak bisa menjaga kepercayaan yang diberikan pasangan. Bagi mereka, menjaga kepercayaan juga tanggung jawab besar.

Belum siap
Konteksnya adalah merasa belum siap secara moral dan finansial. Mayoritas pria merasa bertanggung jawab atas masa depan pasangan setelah memutuskan berkomitmen. Karenanya, mereka kerap menunda berkomitmen hingga merasa mampu menciptakan kehidupan stabil bersama pasangannya.

Mengejar karier
Ini berhubungan dengan ketidaksiapan secara finasial. Setiap pria memiliki takaran kesiapannya sendiri. Mereka memiliki takaran keberhasilan yang umumnya harus lebih baik daripada pasangannya. Sebagian pria merasa baru bisa berkomitmen setelah berhasil mencapai impiannya di tempat kerja. Sebagai pria, mereka tak peduli usia yang terus bertambah.

Trauma perpisahan
Bagi sejumlah pria, lebih baik hidup melajang dibanding mengalami pernikahan yang berantakan. Ini terutama dialami pria yang pernah mengalami perpisahan tragis atau tumbuh di keluarga bercerai. Mereka umumnya lebih selektif dan memiliki banyak pertimbangan sebelum memutuskan berkomitmen.

Meski secara umum banyak alasan yang melatari, membuat komitmen memang tak bisa dipaksakan. Masing-masing memiliki nilai dan standar demi kehidupan bahagia di masa depan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar