Senin, 20 Februari 2012

ILMU JIWA

Mencari Seorang Soul Mate



Buat daftar kualitas yang Anda inginkan pada sosok yang Anda bayangkan sebagai belahan jiwa.
KOMPAS.com – Banyak dari kita yang merasa frustrasi setelah mencoba menjajaki hubungan dengan berbagai pria. Tak seorang pun yang rasanya sesuai dengan keinginan kita, seseorang yang merupakan soul mate kita. Kita berkeluh-kesah, merasa kesepian, sampai-sampai kita lupa rahasia dari hubungan yang sukses: sebelum kita menemukan soul mate, kita harus menjadi soul mate bagi diri kita sendiri. Bagaimana caranya?
Tanyakan pada diri Anda, apakah Anda mau mengencani orang seperti diri Anda? Berkacalah baik-baik, dan temukan kelebihan maupun kekurangan Anda. Lalu, apa yang Anda inginkan dari seorang belahan jiwa?

Menurut Dee Anne Merriman, kontributor untuk majalah Happen, untuk menjalani hubungan yang sukses Anda harus memiliki visi yang jelas tentang diri Anda sendiri dan orang lain. Satu metode terkenal untuk mendefinisikan visi tersebut adalah membuat daftar kualitas yang Anda inginkan pada sosok yang Anda bayangkan sebagai belahan jiwa tersebut. Daftar ini akan memberikan panduan yang sempurna yang digunakan untuk persediaan bagi diri sendiri.
1. Nilai-nilai
Anda tentu ingin seseorang yang dapat diandalkan, dan seseorang yang dapat Anda percaya. Dapatkah Anda bergantung pada dia untuk melakukan apa yang dikatakannya? Bisakah Anda mempercayainya untuk melakukan apa yang benar, dan selalu ada untuk Anda? Melalui nilai-nilai inilah hubungan yang awet dapat terbentuk.
2. Kesehatan emosi dan kedewasaan
Untuk mendapatkan hubungan yang bertahan lama, penting bagi kedua belah pihak untuk menjadi sehat secara emosional dan matang dalam berpikir. Apakah ia memiliki perilaku yang positif? Apakah Anda menyukai diri Anda sendiri? Ketika Anda dan pasangan mampu berdamai dengan diri sendiri, Anda tidak perlu orang lain untuk membuat Anda bahagia.
3. Tanggung jawab keuangan
Anda pasti sering mendengar bahwa uang tidak dapat membeli cinta. Tetapi Anda pasti tak percaya apa yang bisa diakibatkan dari sikap tidak bertanggung jawab dalam mengelola keuangan. Apakah kariernya menuntut gaya hidup yang sesuai dengan ukuran Anda? Apakah ia dapat menggunakan uang dengan bijaksana? Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda bisa menahan diri untuk tidak menghabiskan uang untuk berbelanja yang tak perlu?

4. Penampilan fisik dan kebugaran
Wajar bila kita menginginkan seseorang yang menarik secara fisik. Kita pun mengharapkan seseorang yang juga tertarik secara fisik pada kita. Apakah si dia meluangkan waktu untuk makan dengan sehat, sekaligus melatih badannya agar tetap bugar? Apakah Anda juga termasuk cermat dalam merawat diri? Jangan lupa, hal-hal ini bisa memberikan kesan pertama, lho.
5. Kemampuan berkomunikasi
Hubungan yang sukses bergantung pada komunikasi yang terbuka. Melalui komunikasi, Anda dapat berbagi pikiran, kepedulian pada hal-hal tertentu, dan mimpi atau sesuatu yang selalu ingin Anda lakukan dalam hidup Anda. Apakah dia tegas dalam menyampaikan maksudnya? Apakah dia suka lari dari masalah? Bagaimana dengan Anda? Anda pasti menginginkan seseorang yang dapat menjadi pendengar yang baik, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik juga.
6. Percaya diri
Kepercayaan diri seseorang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi orang lain. Apakah dia memiliki keyakinan diri yang cukup kuat? Apakah dia bertanggung jawab dengan kehidupannya sendiri? Bahkan pasangan yang paling solid pun harus membawa kekuatan untuk suatu hubungan.
Sahabat baik Anda mungkin saja menjadi pasangan Anda. Menjalin hubungan dengan sahabat baik dapat menjadi salah satu cara tercepat dan paling pasti untuk menemukan pasangan Anda.







Memelihara Hewan Menyehatkan Emosi

Secara ilmiah telah terbukti memelihara hewan menguntungkan kesehatan fisik, mengurangi stres, bahkan mendeteksi gangguan penyakit. Beberapa binatang kini juga boleh dibawa pasien yang ingin melakukan tes kesehatan untuk mengurangi rasa takutnya.
Secara umum terdapat tiga manfaat emosional dan sosial dari memiliki hewan-hewan kesayangan.
1. Mudah bergaul
Dalam beberapa dokumentasi penelitian terungkap orang-orang cacat yang menggunakan jasa hewan pelayan tersebut memiliki self-esteem dan secara psikologi lebih baik dibanding orang yang hidup tanpa bantuan.
Orang tuna netra dan anak-anak di kursi roda yang memiliki anjing juga cenderung lebih aktif secara sosial. Pada umumnya para pemilik hewan peliharaan lebih akrab satu sama lain karena memiliki hal serupa untuk diobrolkan, dengan demikian mereka juga lebih mudah berteman.
2. Mengurangi stres
Tidak ada yang bisa mendengarkan semua keluh kesah Anda tanpa syarat dan tanpa menghakimi selain “si doggy” atau “si meong”. Bersama mereka kita bisa mencurahkan segala perasaan dengan bebas. Mereka juga memiliki insting yang seolah bisa memahami suasana hati kita sehingga tanpa diminta mereka akan duduk menemani di samping kita.
Penelitian juga menunjukkan anak-anak yang menghadapi kematian orang tercintanya, pasangan yang bercerai, atau mereka yang trauma, lebih rendah risikonya untuk terkena depresi jika mereka memelihara hewan. Bermain dengan hewan kesayangan selama 15 menit telah terbukti meredakan kecemasan dan stres.
3. Membentuk ikatan
Rasa menyayangi yang timbul kepada hewan-hewan lucu peliharaan kita, begitu pun mereka pada tuannya, akan menyebabkan proses biokemikal dan berpengaruh pada otak. Akibatnya hormon-hormon tertentu akan meningkat, terutama yang berkaitan dengan perasaan nyaman, kepuasan, dan kebahagiaan.








Ketika Perempuan Tidak Lagi Dianggap “Seksi”


Meskipun wajah tak lagi cantik, dan Anda tak lagi diinginkan seperti dulu, masih banyak keuntungan yang Anda dapatkan.
Anda ingat ketika Anda berada di rentang usia akhir belasan hingga 20 tahunan, dan Anda menjadi salah satu perempuan populer di kantor atau di komunitas Anda. Setiap kali Anda melangkahkan kaki ke suatu ruangan, rasanya setiap orang berhenti beraktivitas untuk memerhatikan Anda. Anda mungkin tidak cantik seperti model, tetapi Anda memiliki pembawaan diri yang asyik dan gaya berpakaian yang seru.
Tetapi sekarang, di rentang usia 30-40 tahun ini segalanya berubah. Tren pakaian yang ditawarkan di mal-mal rasanya tidak bersahabat lagi buat Anda. Anda tidak lagi dugem semalaman karena pukul 21.00 Anda sudah mengantuk dan harus menemani anak tidur. Brosur-brosur yang dikirimkan kepada Anda bukan lagi tentang kosmetik, distro, atau gadget terbaru, melainkan home appliance, paket liburan ke Eropa, atau kredit tanpa agunan dari bank.
Wow…. Bak mantan pejabat yang terkena post power syndrome, Anda pun terkena sindrom formerly hot: perempuan yang dulunya populer, tetapi kini luput dari perhatian. Anda tidak lagi langsing, tidak lagi selalu ada di tempat-tempat tongkrongan anak muda, tidak lagi menjadi bahan pembicaraan. Hal ini mungkin akan membuat Anda merasa ada yang hilang dari diri Anda, merasa tidak diinginkan, atau merasa ditinggalkan.

Stephanie Dolgoff, penulis buku ¬My Formerly Hot Life: Dispatches from Just the Other Side of Young, menjabarkan apa yang terjadi pada para perempuan yang telah meninggalkan fase menjadi perempuan seksi di umur 20-an. Menurutnya, Anda tidak lagi dianggap seksi ketika:
* Tidak ada lagi teman-teman Anda yang menyampaikan bahwa si A atau si B sering membicarakan Anda, dan mengorek berbagai informasi mengenai Anda.
* Ketika Anda memasuki sebuah ruangan yang dipenuhi orang, Anda tidak lagi menjadi perhatian. Bahkan, pria-pria pun mengabaikan Anda, seolah Anda tidak ada di situ.
* Ketika Anda berusaha melihat-lihat t-shirt ketat di department store dan butuh bantuan pramuniaga, mereka akan berkata, “Buat anaknya ya, Bu?”
* Pria yang mendekati Anda di kendaraan umum sekarang menanyakan waktu karena mereka memang ingin tahu apakah mereka tidak terlambat, bukan untuk mengajak Anda bicara (lalu meminta nomor telepon).
* Waiter, pramuniaga, atau satpam, tidak lagi memanggil Anda “Mbak”, tetapi “Bu”.
Meskipun demikian, tidak berarti kehidupan dalam fase berikutnya, yaitu di usia 30-40 tahun, sama sekali membosankan. Dolgoff tidak ingin para perempuan berpikir seperti itu. Baginya, ada banyak keuntungan dengan menjadi perempuan yang tidak lagi populer dan khususnya, tidak lagi muda, di antaranya:

Anda tidak mudah terpengaruh orang lain
Saat masih remaja, atau usia awal 20-an, Anda mungkin menyukai lagu-lagu cinta yang mengisahkan patah hati, pengkhianatan, atau kesalahpahaman. Anda merasa lagu-lagu itu begitu nyambung dengan pengalaman Anda sendiri sehingga merasa diciptakan khusus untuk Anda.
Namun sekarang, setelah menikah dan memiliki anak, Anda merasa hidup itu datar-datar saja. Memang, agak membosankan ya, kalau Anda tidak bisa merasakan bagaimana jatuh cinta lagi, diputuskan, lalu menemukan pria baru lagi. Tetapi, dengan kehidupan yang tenang, Anda bisa tidur lebih nyenyak malam hari. Anda juga menyadari bahwa cara berpakaian Anda atau selera musik Anda tidak lagi dipengaruhi orang lain. Ketika ada mal baru atau rumah makan baru dibuka, Anda tidak khawatir dibilang “enggak gaul” karena belum mencobanya.

Anda tetap bisa membeli sepatu yang bagus
Ketika usia bertambah, Anda tak lagi memiliki kebebasan dalam memilih pakaian. Pada usia awal 20-an, Anda mungkin biasa mengenakan tank top, celana pendek, atau jaket dengan tudung kepala. Makin aneh dandanan Anda, makin Anda diperhatikan. Dan orang lain hanya tersenyum melihat kemudaan Anda. Tetapi kalau Anda memilih pakaian gaya anak muda sekarang, Anda mungkin akan dianggap lupa umur, atau mengalami krisis paruh baya. Betapa menusuk rasanya kata-kata tersebut.

Meskipun begitu, Anda bisa tetap mengekspresikan diri Anda melalui sepatu. Sepatu dengan manik-manik, kristal, gesper, atau sepatu berhak tinggi dengan model wedge, sling back, peep-toe, apa pun yang sedang nge-tren sekarang, Anda pun bisa memakainya.
Anda tidak diganggu pria-pria iseng lagi
Anda tentu kesal dengan pria-pria yang bersuit-suit setiap kali Anda muncul, atau bahkan nekat menguntit atau meminta nomor telepon Anda. Anda tidak diganggu anak-anak muda yang mengira Anda masih seumuran mereka karena kini Anda terlihat jauh lebih matang. Jikapun Anda menjalin persahabatan baru dengan seorang pria, hal itu pastilah melalui ajang yang lebih resmi. Entah itu melalui acara kantor, seminar, melalui teman, keluarga, dan lain sebagainya.
Anda menjadi lebih realistis
Ketika masih di usia awal 20-an, kehidupan yang sempurna menurut Anda adalah yang sering terlihat dalam film komedi romantis atau novel. Seorang pria yang layak dijadikan pasangan adalah pria yang tampan dan punya banyak kelebihan. Entah itu bermain musik, olahraga, atau merayu perempuan. Dalam kehidupan nyata pun Anda berpikir karena Anda cantik, Anda akan mendapatkan pria tampan yang setia pada Anda.
Namun, kini Anda menjadi lebih realistis. Anda tahu hubungan pernikahan tidak cukup hanya dilandasi cinta yang berbunga-bunga, tetapi juga komitmen dan tanggung jawab. Anda tidak lagi dipengaruhi oleh apa yang Anda tonton di TV atau baca di majalah. Anda tidak perlu tampil seksi agar bisa dicintai oleh seorang pria. Anda hanya perlu mengetahui siapa diri Anda.









Tips dan trik mendapatkan wanita Idaman

Bagi anda (khususnya pria) Yang akan dan berusaha memikat hati wanita idaman, ikuti tips dan trik berikut ini……
1. Pria itu Harus rajin mandi, paling tidak sehari 2 kali waktu pagi dan sore hari lebih dari itu juga no problem. Hal ini dilakukan karena wanita paling suka dengan pria yang bersih, tidak bau apek dan kalo bisa sih wangi walaupun dikit *wakakak…..* Sepakat kan buat para wanita, kalo ngga’ brati tipikal jorok si wanita ituh. hiks…hiks….
2. Pria itu harus Berpenampilan Rapih, survey membuktikan dari 100 wanita ada sekitar 90 wanita mengingankan pria yang berpenampilan rapih sedangkan 10 wanita lainnya lebih memilih berpenampilan apa adanya saat melakukan kunjungan malam Minggunya (ngapel). Ini artinya hampir seluruhnya wanita menginginkan pria yang berpenampilan rapih, enak dipandang dan kaga’ slenge’an. Sepakat kan…..? hai para wanita, kalo ngga’ berarti fansnya Slanker tuh…..hahahahaha
3. Pria itu harus bisa Memuji Pasangan, naluri wanita itu suka dipuji, coba aja deh puji pasanganmu atau pacar, bila dipuji pasti dia tersipu malu (walaupun kenyataanya ohhh…nooo), dibandingkan dengan dicela pasti dia akan nangis dan tidak mau kenal kamu lagi. Soalnya dia (wanita) mikir punya pacar masa tiap kali ngapel nyela melulu, mending berhenti deh jadi pacar. wakakakak….
4. Pria itu harus bisa Merayu, wanita itu menginginkan pasangan yang suka merayu dan agresif ketimbang pasangan yang pendiam. Selama rayuannya tidak gombal-gombal amat. Pasti deh wanita suka, karena dari rayuan itu akan timbul kalimat-kalimat sayang dan cinta. Hal itu tidak akan terungkap pada pria yang super pendiam. hahahahaha….
5. Pria itu harus bisa menggoda, kodrat wanita adalah suka digoda sedangkan pria adalah menggoda, kalo hal ini ditemukan di diri anda yang kebalik hati-hati deh buat wanita ini bisa dianggap wanita jablay dan gampangan, sedangkan prianya bencong kaleee…..wakakakak…
6. Pria itu harus bisa melawak, untuk mencairkan suasana ada kalanya seorang pria harus punya ide untuk melebur kebuntuan dalam komunikasi. Humor dan percakapan yang tidak penting terkadang disampaikan di sela-sela obrolan. Apalagi menghadapi wanita yang pendiam, si pria harus ekstra keras untuk membuat dia tersenyum dan ketawa.
7. Pria itu harus yang sopan, tidak ada seorangpun wanita yang menginginkan pria yang kurang ajar. Dari omongannya, sikapnya, tata kramanya dalam lubuk hati seorang wanita pengin mendapatkan orang yang bener dan sopan baik tingkah laku dan bertutur kata.
8. Pria itu harus bermodal, ini hal penting untuk para pria yang ingin mendambakan pasangan idamannya. Dia harus bermodal keberanian, bermodal kecerdasan dan bermodal material. Ketiganya harus ada salah satu gak ada saya rasa kurang klop. Masa’ mau mendapatkan wanita idaman cuma modal dengkul…..????. hwakakakak….
Itulah sedikit tips dan trik untuk mendapatkan pasangan idaman khususnya untuk para pria……, Kalo rekan ada yang punya tips lagi kasih tau lewat komentar buat sharing……







Berikan Pilihan kepada Anak


Libatkan anak untuk memilih makanan yang mereka suka.
KOMPAS.com — Anak usia 3 hingga 6 tahun sudah mulai memiliki kemampuan untuk memilih. Dengan pengarahan orangtua, mereka mulai belajar bertanggung jawab terhadap pilihannya.

Hanny Muchtar Darta, CEI, PSYCH-K, ahli Emotional Parenting dari Radani Emotional Intellegence (EI) Center, mengatakan bahwa peran orangtua menjadi kunci agar masa tumbuh kembang anak pada usia ini menjadi optimal.

Orangtua sebaiknya memberikan pilihan kepada anak, mulai dari urusan makan, mainan, hingga berpakaian. Misalkan, saat makan, berikan pilihan jenis makanan apa yang anak inginkan. Menurut Hanny, orangtua sering kali memutuskan makanan apa yang harus dihabiskan anak setiap hari.

Hanny menegaskan, orangtua sebaiknya tidak bersikap sepihak. Anak perlu dilibatkan dalam mengambil keputusan yang terkait dengan kepentingan. Proses pembelajaran ini dimulai sejak dini sesuai dengan perkembangan anak.

“Kata kunci untuk orangtua adalah mencintai, menyayangi, memerhatikan, dan memberikan pilihan untuk stimulasi dan membuat anak bergerak aktif. Memberikan dorongan dan menghargai pilihan anak, dan aktivitasnya juga merupakan bentuk dukungan orangtua untuk menyediakan lingkungan yang aman bagi anak,” papar Hanny dalam sebuah talkshow beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, dalam diri anak akan tumbuh sikap bertanggung jawab. Anak akan melakukan pilihan aktivitasnya dengan baik karena hal itu adalah pilihannya, dan dengan arahan dari orangtua tentunya.







5 Kebiasaan Sepele yang Bikin Kita Bahagia

Sebelum tidur, sediakan waktu untuk menuliskan tiga kejadian menyenangkan di hari itu.
KOMPAS.com — Setiap orang tentu ingin bahagia. Namun, tak semua orang paham, sesungguhnya kita tak perlu menjadwalkan liburan ke luar negeri atau menanti saat mendapatkan hadiah doorprize untuk mencapai kebahagiaan itu. Riset terbaru menunjukkan, melakukan tindakan sepele sehari-hari juga bisa membuat pikiran kita jadi lebih positif. Akibatnya, mood pun selalu bagus. Ayo, bentuk kebiasaan itu mulai dari sekarang.

Pukul 09.00: Minum teh hijau. Mereka yang minum minimal 4 gelas teh hijau dalam sehari berisiko 44 persen lebih rendah mengalami depresi. Senyawa theanine bisa mendorong produksi serotonin dan membuat kita lebih nyaman.

Pukul 12.00: Mulai proses detoks. Bawalah bekal makan siang berupa makanan yang juga bisa membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Misalnya, buah, sayuran segar, ikan, dan gandum utuh.

Pukul 16.00: Jalan sore. Mereka yang aktif bergerak punya kadar endorfin lebih banyak. Hormon ini bisa meningkatkan mood. Lakukan jalan sore santai, setiap hari, kira-kira 20 menit.

Pukul 19.00: Asup zat besi di malam hari. Jika kita memenuhinya dari suplemen, minumlah itu saat makan malam agar penyerapannya maksimal. Apabila kita sedang mengalami gejala perimenopause, maka pastikan suplemen itu mengandung setidaknya 18 mg zat besi.

Pukul 22.00: Tulis diary. Sebelum tidur, sediakan waktu untuk menuliskan tiga kejadian menyenangkan pada hari itu. Ini akan menjadi pengingat bahwa kita adalah orang yang positif.







Yuk, Belajar Optimis


Optimisme akan membantu Anda merasa lebih bahagia dalam menjalani hidup.
KOMPAS.com – Menjadi seseorang yang optimis, menurut studi, bisa menghantar seseorang merasa lebih bahagia. Ternyata, studi ilmiah mengatakan, optimisme bisa dilatih. Begini yang disarankan O Magazine:

Bermain dengan Interpersonal
Jika Anda tersenyum kepada seseorang, ia akan tersenyum kembali. Jika Anda cemberut atau marah-marah, orang itu juga akan berlaku serupa. Riset menunjukkan bahwa ekspresi wajah dan perasaan yang terkait di dalamnya bisa menular, mungkin karena hal itu berevolusi sebagai bahasa nonverbal di antara manusia. Anda bisa menggunakan efek menular ini dengan cara tersenyum kepada orang lain dan menambahkan optimisme dalam diri Anda sendiri.

Korsleting Pesimisme
Seseorang yang memasang wajah bahagia juga bisa memengaruhi otaknya sendiri dengan cara yang positif. Dalam sebuah studi, subyek yang diminta menahan pulpen pada mulut (pose ini membuat kita membentuk wajah seperti orang tersenyum), merating kartun lebih lucu meski mereka tak menyadari bahwa pose ini yang mendorongnya bereaksi seperti ini. Ada alasan biologis atas efek ini, saat Anda merasa sedih, sel otak mengatakan wajah Anda untuk terlihat sedih, dan otot wajah Anda merespon dengan memasang ekspresi depresi akan mengatakan kembali pada otak, ya saya sedang sedih. Secara sadar mengubah otot wajah menjadi tersenyum saat perasaan sedih ternyata bisa mengubah perasaan, lho.

Optimis Menghadapi Sukses dan Kegagalan
Riset menunjukkan bahwa bukan apa yang terjadi yang menentukan mood, tetapi bagaimana Anda menerangkan apa yang terjadi yang punya pengaruh besar terhadap diri sendiri. Jika seseorang yang optimistis menemukan masalah pada program komputer dan ia tak bisa mengerti apa yang salah, ia akan berpikir, “Entah masalahnya ada pada petunjuk manual, atau memang program ini sulit, atau memang hari ini yang kurang bagus.” Para optimis akan melihat kegagalan di luar dirinya, contoh tadi; “petunjuk manual”, “programnya”, atau “hari yang kurang bagus”. Sementara orang yang pesimistis akan melihat sesuatu dari sisi internal diri, global, dan permanen. Untuk menghadapi kesuksesan, seseorang yang optimis akan melihatnya dengan, “Tentu makan malamnya sukses, saya koki yang bagus,” sementara orang yang pesimis akan melihatnya, “Wah, saya sedang beruntung,” ia secara terang-terangan mengaku kalah dari kesuksesan. Jika Anda mulai bicara kepada diri sendiri dengan cara yang positif baik susah maupun sukses, secara perlahan, Anda akan mulai jadi orang yang optimis, tapi hati-hati terlihat sombong, ya.

Mensabotase Hal Baik
Sangat mudah untuk merasa iri. Membandingkan diri dengan mereka yang memiliki paha ramping atau rekening bank yang membludak hanya akan membuat Anda merasa tidak pernah cukup, selalu kekurangan, dan pesimis. Seberapa buruk keadaan, akan selalu ada orang yang mendapatkan perasaan yang lebih parah. Dalam sebuah studi sederhana, responden dibagi dalam 2 grup. Grup pertama diminta menyelesaikan kalimat, “Seandainya saya …” dan grup lain diminta menyelesaikan kalimat, “Saya bersyukur saya bukan seorang …” Ketika para responden diminta meratifikasi rasa kepuasan dengan hidup mereka sebelum dan sesudah tugas ini, mereka yang mengisi kalimat kedua merasa lebih bahagia ketimbang sebelumnya.

Belajar Mengalihkan Fokus
Orang yang pesimistis tak bisa berhenti mendepresikan fakta atau memikirkan hal-hal yang negatif, tetapi mereka bisa memilih untuk tidak tenggelam di dalamnya. Jika Anda melihat lewat lensa kamera, Anda akan melihat bahwa saat satu hal sedang berada dalam fokus, satu lainnya berada dalam kondisi buram. Ini merupakan sebuah distorsi, memang, tetapi kadang kita butuh distorsi untuk melihat sesuatu dalam perspektif berbeda. Mengarahkan diri ke hal yang lain akan membantu Anda menciptakan sebuah cerita alur hidup yang berbeda, hidup yang membuat Anda mampu mengkontrol emosi dan aksi Anda. Karena para periset menunjukkan bahwa mereka yang merasa memiliki kontrol atas diri cenderung lebih optimistis, lalu mengapa Anda tidak mengambil alih ketika Anda tahu Anda bisa mengubah lensa fokus hidup Anda?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar