Kamis, 29 Desember 2011

KATA MOTIVASI ALA PAK MARIO

Mario Teguh Golden Ways 24 Januari 2010: Dipimpin Oleh Resiko


resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 24 Januari 2010, dengan Topik “Dipimpin Oleh Resiko”. Karena akan selalu ada resiko bahkan dalam pekerjaan-pekerjaan yang baik, kumpulkanlah sebanyak mungkin do’a dan harapan baik dari kekasih anda.

Banyak diantara kita membangun kehidupan yang besar, yang sangat beresiko. Sebagian lagi dari kita sedang menunggu kesematan untuk bekerja dan berusaha,yang tidak ada resikonya. Banyak sekali orang yang mau berbisnis kalau tidak ada resikonya.

Resiko adalah ukuran, dampak dari kesalahan, yang justru seharusnya menjadikan kita hebat.
Ada dua orang, yang satu membiarkan pembayangannya tentang resiko;membatasi yang dilakukannya. Tetapi yang kedua, ia membayangkan resiko, yang justru membuatnya lebih hebat.

Kesimpulannya, orang yang takut resiko akan mengkerdilkan upayanya; orang yang menghormati resiko akan menghebatkan dirinya.

Kita harus bedakan antara Kesalahan VS Dosa.
Kesalahan itu wajar bagi siapapun yang belum tahu dan yang belum bisa. Tetapi Dosa justru dilakukan oleh orang2 yang sangat terdidik, yang pangkatnya tinggi, yang ahli mengumpulkan uang.

Berarti yang sulit membangun kehidupan baik, yang tidak begitu pandai cari uang, yang tidak begitu tinggi pangkatnya,justru takut salah; yang pangkatnya tinggi, yang koneksinya banyak justru tidak takut membuat dosa.

Untuk itu harus ada masa dimana kita berlatih membangun kehidupan yang baik, itu tidak takut salah. Orang2 yang gampang ditipu uangnya justru orang yang sulit cari uang.

Jadi kita harus bedakan dulu, yang tidak boleh kita lakukan adalah dosa, karena dosa adalah pengumuman langsung kepada Tuhan “Tuhan aku tahu peraturanmu,tapi aku langgar. Sedangkan kesalahan adalah “Tuhan aku tahu hak-ku untuk berhasil, hanya sekarang aku belum betul2 ikhlas mempercayaimu. Sehingga aku kurang begitu percaya, kalau orang berlaku benar akan dikenali dengan baik.”

Cara mengenali sekeliling kita agar management resiko kita lebih baik adalah dengan baca. Perintah untuk membaca juga membaca kehidupan; dan contoh terbaik dari prilaku kehidupan adalah pada wajah orang.

Wajah kita, cara kita berdiri, warna pakaian kita, bagaimana cara kita mengenakan, semua itu diperhatikan orang. Tampil-lah sebaik mungkin, karena banyak orang mejadi korban dari salah pendapat.

Kalau kita perhatikan saudara2 kita, mereka membawa sebagian dari sifat kita, itu sebabnya kita mudah mengenali. Setiap orang mewakili sifat2 kita juga, maka mudah bagi kita mengenali orang, kalau kita mau melihat sebagian dari diri kita ada pada orang lain.

Tanggung jawab sosial adalah perintah dari Tuhan kepada Kita untuk memajukan yang baik dan mencegah terjadinya keburukan. Hal itu memang tidak diperintahkan kepada setiap orang. Itu diperintahkan kepada para pemimpin diantara kita.

Banyak sekali kita mengatakan “selama bukan aku yang salah, biarkanlah”. Tetapi perlu diingat Tuhan akan menaruh hari2-nya yang kuat, untuk membela saudara kita yang sungainya dicemari untuk alasan ekonomi; yang haknya untuk kepentingan publik belum sepenuhnya dipenuhi dll.

Semua itu akan ada orang yang dibuat oleh Tuhan membela. Mari kita upayakan Indonesia hidup dalam keadilan yang menyejahterakan kita semua.

Ada orang2 yang menyukai resiko. Misalnya dia bergelantungan di bukit tanpa tali. Mereka menyukai element resiko. Tetapi ada orang yang lebih senang di rumah, nonton tv, makan kentang goreng dll.

Yang dikhawatirkan dari sahabat2 Indonesia, setelah program ini selesai, akan kembali ke cara2 hidup biasa. Tidak menjadi pribadi yang lebih berani, yang lebih ikhlas menjadikan Tuhan sebagai pemimpin.

Apa yang akan anda lakukan, jika anda lebih berani?.
Kalau anda lebih berani, anda tidak mungkin melakukan yang anda lakukan sekarang. Anda tidak hanya menerima pangkat hanya itu, tidak menerima gaji hanya itu, tidak menerima perlakuan seperti itu. Anda akan mencoba hal2 yang lebih besar.

Jadi pertanyaannya adalah, apakah kita tertarik kepada keberhasilan?.
Orang itu kadang dibuat harus menyelmatkan diri, kadang orang dibuat tidak suka keadaan disini. Tapi sebetulnya bagi orang yang berfikir, tidak perlu ancaman ini itu; karena tertarik untuk hidup baik.

Kalau kita berfikiran baik, kehidupan ini adalah untuk mencapai hak yang baik. Maka ikhlaslah berlaku baik,jangan biarkan penciptaan anda direndahkan oleh orang lain.

Kita berhak bagi kemuliaan, maka jangan lagi takut resiko. Lebih tertarik-lah kepada janji keberhasilan.

Sebetulnya kalau kita melihat kehidupan ini lebih spiritual, yang namanya resiko itu diberikan kepada orang yang harus memperbaiki diri.

Kalau kita tahu ada resiko, dan resiko itu datang kepada yang harus memperbaiki diri. Berarti jangan sampai pantas diberi masalah. Jadi banyak orang yang mengundang masalah bagi dirinya.

Bagaimana kalau kita tidak melingkarkan kehidupan diseputar rasa takut kita. Bagaimana kalau kita membangun kehidupan diseputar keberanian kita.

Keberanian kita untuk berdagang, keberanian kita untuk melayani dengan santun,keberanian untuk membayar hutang kita, untuk menerima yang pantas bagi kita.

Bagaimana kalau kita befokus pada keberanian kita,dan menyerahkan yang kita takuti itu kepada yang Maha Melindungi Kita. Tuhan itu ada untuk satu tujuan, dan tujuannya adalah kemuliaan kita.

Berfokuslah pada yang anda berani lakukan;serahkan kepada Tuhan hal2 yang berada diluar kendali anda; jadikanlah pribadi anda, pribadi yang lebih disukai orang lain. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Dipimpin Oleh Resiko”









CURHAT JADI OBAT


Anda tahu Istilah CURHAT?, Istilah CURHAT atau mencurahkan isi hati biasanya beredar dikalangan remaja-remaja sekarang atau sering kita sebut ABG. Mereka berbagi cerita dengan teman, baik itu cerita suka ataupun duka, bahkan mereka mempublikasikan curahan hatinya agar dapat dibagi kepada orang-orang yang ia kenal. Biasanya mereka mempublikasikannya melalui blog, maupun situs jejaring sosial. Ada juga curhat melalui telepon ‘Premium Call’, siaran radio atau televisi; semua acara ini dikemas sedemikian rupa menjadi acara yang sangat menarik, tetapi menjadi lahan bisnis yang menjanjikan bagi pelaku bisnis ini.

Tapi mencurahkan isi hati bukan hanya milik para remaja, orang dewasapun sering melakukannya untuk menghilangkan unek-unek yang ada dihatinya atau berbagi kesenangan dengan sahabatnya. Ada sebuah kisah menarik mengenai CURHAT ini; Di Amerika ada seorang penulis buku yang sedang mengalami stress berat dan merasa dia kehilangan ide-ide segar untuk dijadikan bahan tulisannya. Kemudian ia menanyakan pada rekannya mengenai masalah yang dia hadapi tersebut, dan temannya menyarankan ia datang ke seorang psikiater untuk di terapi dan rekannya itu menyarankan agar ia mendatangi seorang psikiater di Jerman yang sangat terkenal. Singkat cerita Si Penulis terbang ke Jerman untuk terapi ke psikiater yang disarankan rekannya tersebut.

Sampai diruang psikiater tersebut, sang psikiater menjabat tangannya sambil tersenyum dan dengan gerakan tangannya menyuruh sang penulis masuk ke ruangannya dan duduk di kursi santai yang telah disediakan. Si penulis kemudian bercerita mengenai masalah-masalah yang ia alami dengan panjang lebar kepada psikiater yang mendengarkan dengan serius dan terkadang tersenyum apabila si penulis bercerita sambil tertawa. Si penulis merasa plong setelah menceritakan isi hatinya kepada psikiater tersebut dan ia merasa bahwa stress yang ia alami mulai hilang setelah terapi yang ia lakukan. Kemudian ia pamit kepada si psikiater dan pulang ke Amerika.

Sesampai di Amerika ia berterimakasih kepada rekannya atas saran yang diberikan untuk mengunjungi psikiater tersebut dan beban yang selama ini ia alami sudah terasa berkurang dan ia akan mulai lagi menulis buku.

Selama beberapa bulan sang penulis berkonsentrasi menulis buku dengan penuh ide-ide cemerlang yang sangat membuat hatinya senang dalam menyusun buku tersebut. Dan beberapa tahun kemudian si penulis telah menghasilkan beberapa buku yang beberapa diantaranya mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan menjadi “Best Seller”.

Si Penulis amat senang dan ia tidak lupa mengirimkan buku “Best Seller” hasil karyanya kepada psikiater yang telah membantunya. Didalam buku itu terdapat ucapan terimakasih si penulis kepada psikiater yang telah mengobati penyakitnya sehingga ia kembali menjadi manusia yang penuh ide-ide cemerlang.

Setelah membaca ucapan terimakasih tersebut sang psikiater mengirimkan sebuah surat kepada si penulis di Amerika;

Dear
Mr. Penulis

Saya sangat senang anda telah berhasil menyusun buku-buku yang sangat hebat dan sayapun turut senang anda kembali menjadi seorang yang penuh ide-ide cemerlang. Tapi saya tidak pantas mendapatkan ucapan terimakasih dari saudara karena saya merasa tidak pernah mengobati saudara. Memang benar anda datang ke tempat praktek saya untuk melakukan terapi, tetapi anda pada waktu itu bercerita panjang lebar dalam bahasa inggris yang pada waktu itu saya tidak mengerti karena saya tidak bisa berbahasa inggris. Tetapi sekarang saya sudah mulai sedikit bisa bahasa inggris dan untuk itu saya menulis surat ini kepada saudara.



Terimakasih.



Terkadang seseorang membutuhkan orang lain hanya untuk mendengarkan isi hatinya dan itu sudah cukup untuk mengobati penyakit dihatinya. Dan apakah kita bersedia menjadi pendengar yang baik untuk membantu saudara-saudara kita, “karena sekarang ini terlalu banyak orang yang ingin berbicara tanpa ada yang mau mendengarkan”.










Mario Teguh Golden Ways 17 Januari 2010: Penjara Bintang Lima

resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 17 Januari 2010, dengan Topik “Penjara Bintang Lima”. Kita ini terpenjara yang paling utama pada banyak orang, terpenjara pada perasaan menunggu dibuat berhasil. Kita ini sedang menunggu dibuat berhasil,sedang menunggu digaji lebih tinggi, sedang menunggu dinaikan pangkat, sedang menunggu dikasihani, sedang menunggu dihitung benar. Bukan sedang menunggu hasil dari kerja keras,dari keberanian untuk memunculkan diri sebagai pelayan terbaik dibidangnya. Berikut resume lengkap yang bisa kami catat:

Apapun yang menjadikan anda menunda yang penting bagi anda adalah penjara; yang menjadikan anda dalam keadaan yang sama, dengan masalah yang sama dan kesulitan yang sama.

Contoh orang2 yang terpenjara:

*Ada seorang wanita karir dia bekerja dalam suatu perusahaan dengan gaji yang sangat tinggi melebihi gaji suaminya. Karena takut kehilangan pekerjaannya, dia rela menunda untuk hamil hingga masuk dalam usia yang sudah rentan untuk hamil. Dia sebetulnya di penjara oleh uang yang tidak seberapa, dan ditukar dengan potensi anak2 yang pintar2 dan lucu2 itu di masa depan.

*Ada seseorang yang menikah dalam pernikahan yang sangat buruk sekali, tetapi dia tidak bisa melepaskan diri dari pernikahan yang buruk itu hanya karena pasangannya seorang yang kaya raya.

Terkadang kita memilih lebih baik bersahabat dengan iblis yang sudah lama kita kenal, daripada berkenalan dengan malaikat baru.

Marilah kita berpihak kepada yang penting bagi kita, dan menyadari bahwa sebagian besar dari kenyamanan yang kita pikir keuntungan,adalah penjara yang mencegah kita masuk ke kehidupan yang lebih baik.

Kita itu diciptakan dengan semua potensi yang ada pada semua mahluk. Seorang bayi dilahirkan dengan potensi menjadi sebaik malaikat atau sekejam iblis.

Media masa sekarang sedang dipenuhi dengan pemberitaan2 yang sebetulnya tidak mendidik anak2 kita. Pejabat2 tinggi direndahkan, orang2 yang berpangkat tinggi dituduh tidak jujur, kemudian mempertahankan dirinya dan tidak tahu siapa yang benar. Orang2 yang terhormat berbicara dengan bahasa orang2 yang tidak terhormat.

Kita merindukan ada seorang peminpin yang tegas dan berani mengatakan semua ini, “Berhenti itu semua, dan berpihaklah kepada yang baik”.

Banyak televisi yang dipenjara oleh ‘income’ dari memberitakan yang tidak baik. Itu penjara, bintang lima memang, tetapi dampaknya bagi kehidupan bangsa menjadi tidak baik.

Kalau begitu, bukan me-label diri kita sebagai malaikat atau iblis, tetapi memeriksa kualitas dari pekerjaan kita bagi orang lain.

Tidak mungkin anda bisa membahagiakan orang lain, kalau yang anda lakukan tidak mendamaikan anda. Atau tidak mungkin anda menjadi pribadi baik, kalau yang anda lakukan tidak menolong orang lain dari kesulitannya.

Hindari jadi orang ‘Low Profile’ dan jadilah anda orang ‘Good Profile’. Jangan menipu orang bahwa anda sebetulnya seseorang yang berwenang. Semua itu harus terlihat pada pandangan mata anda dan pada kata2 dalam kalimat anda.

Kesalahan2 terbesar dalam hidup adalah salah mempercayai orang. Karena kita menduga salah, bahwa orang yang kita percaya sebagai pasangan hidup, sebagai partner, sebagai karyawan yang penting, ternyata meleset.

Ketika seseorang tampil dihadapan kita, otomatis kita membuat penilaian. Anda tidak bisa menghindari penilaian. Orang itu meminta atau tidak, pasti anda menilainya.

Maka sadarilah anda, apapun penampilan anda, itu dinilai. Dan setiap orang membuat keputusan berdasarkan penilaiannya.

Jadi sangat mungkin kita adalah korban dari kesalahan penilaian orang lain, karena kita tidak tahu caranya tampil. Maka hati2lah dengan cara kita menampilkan diri.

Banyak orang tidak sadar bahwa sebagian besar penolakan yang diterimanya, karena penampilannya tidak mencerminkan kebutuhan untuk disetujui.

Orang bisa diputuskan apa pekerjaannya berdasarkan penampilan, dan itu tidak selalu ‘fair’. Tetapi kehidupan bermain dengan peraturan itu. Hormati peraturannya, tampillah yang baik, lalu buktikan bahkan anda lebih baik dari yang mereka duga.

‘Good Profile’ itu dimulai dari bahasa. Kalau orang menyepelekan kita sebelum bicara, tidak masalah. Tetapi kalau kita harus bicara, karena dalam hidup ini harus bicara, maka berbicaralah dengan suara yang menggelegar dan lantang, melihat lurus kedepan.

Dan jika tidak ada yang baik untuk dikatakan, lebih baik diam. Karena peraturan pelayanan mengatakan ‘jika tidak ada yang baik, jangan katakan apapun’. Karena orang yang sudah habis bercerita, dan masih bercerita, pasti ceritanya buruk.

Jadi ‘Good Profile’ itu ada dalam bahasa, karena bahasa adalah pembeda kelas yang sesungguhnya.

Ada dua arahan dalam hidup jika ingin baik, yaitu harus tertarik surga atau takut neraka.

Pengertian bahwa kebaikan yang membayar bagi kebahagiaan, belum sepenuhnya ada dalam kehidupan masyarakat kita. Kita masih di-didik oleh hal2 yang salah, bahwa kebahagiaan bisa dibeli.

Diantara para penjahat, bahwa dipenjara itu bukan sesuatu yang memalukan. Mereka hanya bilang, itu nasib sial. Tetapi bagi orang baik, jangankan dipenjara, bahkan baru dituduh saja, itu sudah perendahan derajat.

Jadi banyak-kan lah orang yang mengerti kebaikan; supaya mereka memiliki rasa malu yang sama dengan orang baik.

Dalam proses kita menjual kebaikan, kita berlaku dengan cara yang membuat orang tidak menyukai kebaikan. Sebagai contoh, anggota dewan yang bicaranya tidak santun, pejabat yang bicara-nya merendahkan orang lain; seolah-olah orang tidak tahu bahwa dia tidak jujur.

Semua hal ini yang perlu kita perbaiki, mulai dari diri kita sendiri. Kalau kita belum sepenuhnya jujur, berbicaralah santun kepada orang yang anda kita tidak jujur.

Cek apakah anda tidur dengan damai, dengan bantal yang lunak. Karena tidak ada bantal yang lebih lunak daripada hati nurani yang bersih.

Tujuan program dalam episode ini, lebih berpihak kepada saudara2 kita yang bebas, tetapi yang terpenjara oleh konsep2 yang tidak baik. Seperti kalau orang dilahirkan dari keluarga miskin – tidak boleh kaya, kalau tidak punya koneksi – tidak ada harapan, atau bekerjalah cari pensiun – walaupun gajinya kecil.

Kita masih terpenjara melihat kebaikan hanya dari satu agama, dari satu suku, atau dari satu bangsa. Kita juga merasa bahwa kalau kita tidak sama kasarnya dengan teman2 kita, maka kita tidak punya tempat.

Banyak sekali orang2 yang sedang dipenjara oleh pengertian2 salah. Dan semua ini yang menuntun mereka untuk betul2 masuk dalam penjara yang sebetulnya. Dan kemudian menjadi bagian dari pemberitaan, karena dia harus membayar lebih mahal untuk penjaranya.

Sebetulnya perjuangan paling sibuk, dan paling banyak menyita waktu anda adalah perjuangan meinggalkan apa adanya anda sekarang. Sebetulnya untuk bisa jadinya nanti.

Bagaimana mungkin menjadi pribadi nanti yang lebih mapan, yang kaya, yang sejahtera, yang berpengaruh; kalau masih menyimpan diri yang santai, yang malas, yang penunda, yang penakut,yang klenik.

Jadilah pribadi yang tidak mempan diramal, jika ada orang berusaha meramal nasib anda, maka tersenyumlah lalu katakan “itu bergantung dariku, bukan darimu”.

Bagaimana mungkin kita bisa menjadi yang sejahtera nanti, kalau kita masih mempertahankan diri kita yang penunda yang malas sekarang.

Bagi orang yang tidak menghormati dirinya, dia akan sediakan dirinya jadi serendah-rendahnya orang, karena banyaknya bayaran.

Kalau ada orang yang mengatakan “Lebih baik dia direndahkan dirinya, dengan dipenjara bintang lima;daripada orang yang bangga dengan kejujurannya yang tinggal dikolong jembatan”; itu adalah perintah bagi kita orang2 baik yang sudah sejahtera, untuk menyisihkan sebagian uang, untuk pendidikan saudara kita yang salah mengerti.

Kita ini terpenjara yang paling utama pada banyak orang, terpenjara pada perasaan menunggu dibuat berhasil. Kita ini sedang menunggu dibuat berhasil,sedang menunggu digaji lebih tinggi, sedang menunggu dinaikan pangkat, sedang menunggu dikasihani, sedang menunggu dihitung benar. Bukan sedang menunggu hasil dari kerja keras,dari keberanian untuk memunculkan diri sebagai pelayan terbaik dibidangnya.

Sebagian besar dari kita ini sedang terpenjara dalam perasaan menunggu; sehingga kalau tidak berhasil, kita marah kepada orang lain.

Gaji dan rejeki yang kita dapatkan adalah keputusan Tuhan. Gaji dan pendapatan itu urusan pribadi, bukan urusan orang lain.

Maka duduk-lah pada malam2 yang sepi, berbicaralah dengan ramah kepada yang menyejahterakan kita, lalau bertanya “Tuhan apakah ada yang harus aku perbaiki, agar mudah bagiku untuk berejeki baik?; jadikanlah tahun 2010 ini menjadi tahun yang cepat mendahulukan yang penting, cepat mununda yang tidak baik bagiku, mendengarkan yang baik, melihat yang baik, membicarkan yang baik. Agar diriku dipihak-kan kepada kebaikan.”

Kalau anda pasrah betul2, anda tahu bahwa penghinaan orang itu membuat bahwa anda seharusnya tegas mencari pergaulan yang baik.

Kalau anda digaji seperti anda dipuaskan dengan bayaran sebanyak kacang; anda itu diberitahu untuk mencari tempat yang lebih menghargai. Tetapi kita tidak ikhlas mempercayai bahwa Tuhan itu akan membayar kita ditempat yang lebih baik, dan menukar Tuhan dengan bayaran kecil.

Bahkan ada diantara kita yang bekerja menjadi tukang suap, menjadi negosiator kepada pejabat, supaya meringankan hukuman kepada klien-nya.

Kita tidak betul2 ikhlas ber-Tuhan, dan menerima hanya yang halal, kita bersedia dibayar dengan gaji yang tidak baik, bekerja pada perusahaan yang merugikan kesehatan masyarakat.

Kalau semua kita baik, tidak akan ada perusahaan yang mencemari lingkungan bisa punya karyawan, karena kita semua menolak digaji dari uang2 yang tidak berkah.

Tidak ada satupun dari kita yang terbebas dari fitnah masa lalu. Maka jangan coba membuat fitnah baru. Lalu jadilah pribadi yang Tuhan cegah dari fitnah2 masa lalu yang masih mau mengigit kita sekarang itu; supaya kita lulus menjadi pribadi yang baik. Hidup damai dalam kebaikan, dan melepaskan diri dari penjara yang menunda kita, masuk ke kehidupan kita yang baru.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Penjara Bintang Lima”.








LEMPARKAN Dadu-mu


Ular-Tangga, permainan semasa kita kecil, adalah contoh yang bagus tentang permainan nasib manusia. Ada petak-petak yang harus dilewati. Ada tangga yang akan membawa kita naik ke petak yang lebih tinggi. Ada Ular yang akan membuat kita turun ke petak di bawahnya.

Kita hidup. Dan sedang bermain dengan banyak papan Ular-Tangga. Ada papan yang bernama kuliah. Ada papan yang bernama karir. Suka atau tidak dengan permainan yang sedang dijalaninya, setiap orang harus melangkah. Atau ia terus saja ada di petak itu. Suka tak suka, setiap orang harus mengocok dan melempar dadunya. Dan sebatas itulah ikhtiar manusia: melempar dadu (dan memprediksi hasilnya dengan teori peluang). Hasil akhirnya, berapa jumlahan yang keluar, adalah mutlak kuasa Tuhan. Apakah Ular yang akan kita temui, ataukah Tangga, Allah-lah yang mengatur. Dan disitulah nasib. Kuasa kita hanyalah sebatas melempar dadu.

Malangnya, ada juga manusia yang enggan melempar dadu dan menyangka bahwa itulah nasibnya. Bahwa di situlah nasibnya, di petak itu. Mereka yang malang itu, terus saja ada di sana. Menerima keadaan sebagai Nasib, tanpa pernah melempar dadu.

Mereka yang takut melempar dadu, takkan pernah beranjak ke mana-mana. Mereka yang enggan melempar dadu, takkan pernah menyelesaikan permainannya.

Setiap kali menemui Ular, lemparkan dadumu kembali. Optimislah bahwa di antara sekian lemparan, kau akan menemukan Tangga. Beda antara orang yang optimis dan pesimis bila keduanya sama-sama gagal, Si Pesimis menemukan kekecewaan dan Sang Optimis mendapatkan harapan.










GAJIKU BUKAN AKU


resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 10 Januari 2010, dengan Topik “Gajiku Bukan Aku”. Kesungguhan berarir adalah kualitas keadaran seseorang untuk tetap berada dalam perjalanan yang telah dirancangnya sebagai jalan menuju kecemerlangan karirnya. Ukuran dari hasil Anda dalam bidang apa-pun, ditentukan oleh kualitas dari kesadaran Anda dalam menapaki langkah-langkah terencana yang secara bertahap memperkuat dan meninggikan Anda.

Jangan abaikan ‘kesejahteraan’ karena ini menjadi dasar dari mudahnya mendapatkan rasa tenang, mudahnya tidak merasa khawatir. Kita tidak boleh khawatir mengenai apa yang akan kita makan besok. Karena setelah itu akan menjadi mudah bagi kita untuk mencapai ‘Kebahagiaan’.

Jadilah pribadi yang sejahtera, karena semua ujian dimulai dari sana. Orang yang paling malas yang paling tidak berguna bagi kehidupan adalah orang yang malas memberi makan dirinya sendiri.

Setelah kita sejahtera dan bahagia, baru kemudian kita membangun kecemerlangan. Untuk apa kita dilahirkan dikehidupan ini, itu dijawab pada tahap ini. Tetapi dasar dari semua ini adalah menjadi pribadi yang mampu membiayai dirnya. Formulanya sangat sederhana “Bangunlah kemampuan yang setidaknya sama dengan keharusan-keharusan kita”.

Orang yang maunya gratis tidak akan mampu membeli. Karena semua tenaga mentalnya digunakan hanya untuk mencari yang gratis2, lupa membangun kepantasan dibayar. Orang yang pantas dibayar malah tidak mau di-gratis-kan.

Untuk itu marilah kita menjadi pribadi yang bernilai, yang kemampuannya diatas keharusan-keharusannya, yang kedamaian hatinya membuat orang lain mensyukuri kehidupan dan menemukan tugas yang sudah ditetapkan Tuhan bagi kita. Tidak ada orang yang tidak punya tugas yang hebat dalam kehidupan ini.

Uang itu memang bukan segala sesuatu, tetapi uang itu penting. Semua orang yang mengatakan bahwa uang itu tidak penting, itu selalu orang yang tidak punya uang. Karena orang yang punya uang itu tahu anaknya harus sekolah disekolah yang baik, tahu istrinya harus diberikan kendara yang baik dan aman, diapun harus menyiapkan ruang tamu yang nyaman untuk memuliakan para sahabatnya.

Kita harus membangun kehidupan yang sejahtera. Jangan anggap uang karena sulit dicapai lalu kita tidak berhak mencapainya. Karena kaya itu adalah hak.

Bagi sahabat2 yang masih merasa minder karena gajinya masih kecil; bersabarlah karena gaji kita itu sementara. Setiap kali kita mendengar sesuatu yang membuat kita kecil hati katakan “ini sementara”. Katakanlah pada diri sendiri “Aku orang besar yang masih berada dalam tahap pembentukan”.

Ambilah orang yang sombong karena harta, anda akan menemukan orang yang lebih kaya dari dia dan tidak sombong. Perhatikanlah suami2 yang sombong kepada istri dan anak2nya, itu selalu orang yang gajinya kecil.

Jadi jika ada orang yang sombong, perhatikan dengan lebih seksama bahwa sesungguhnya tidak ada yang pantas kita somongkan. Karena pada hakikatnya kita ini hanya diijinkan; diijinkan berpangkat tinggi, diijinkan begaji tinggi, diijinkan bernama baik.

Sudah banyak terbukti, orang yang tinggi kedudukannya, kemudian tidak amanah, mereka diturunkan bukan pangkatnya tetapi derajatnya; karena derajat-pun diijinkan Tuhan.

Yang membuat kita bangga dengan diri itu bukan keadaan. Tidak boleh ada orang menilai dirinya berdasarkan keadaan. Orang yang sedang dilebihkan menilai keadaannya lalu dia akan sombong; dan orang yang sedang dikurangkan menilai keadaannya, lalu dia akan minder.

Orang itu harus menilai potensinya. Jika orang menilai potensinya kedepan, dia tidak akan pernah minder. Orang lain gajinya lebih tinggi dari kita, tetapi kita tahu apa yang kita lakukan sekarang bahwa akan bernilai, kita tidak akan pernah minder. Karena kita tidak dibatasi oleh apapun, keculai kesungguhan menjadikan potensi itu kenyataan.

Jadi jika anda mau punya harga diri, hargai potensi anda.

Yang paling baik bagi seorang pekerja adalah melebihkan kontribusi. Kalau anda menghasilkan besar itu hanya masalah waktu, sebelum anda dikenali.

Jadi penyebab mengapa banyak orang yang menganggur, karena mereka bukan mencari pekerjaan, tetapi mereka mencari uang. Buktinya kalau pekerjaannya baik, sementara uangnya tidak cocok maka dia tolak. Jadi orang yang sering gagal mendapatkan pekerjaan, karena dia cari uang. Kalau anda mencari pekerjaan, selalu ada pekerjaan yang kontribusinya ditunggu dari anda.

Jika dunia menilai orang dari kedudukan, maka jadilah orang yang mempunyai kedudukan setinggi mungkin. Jika dunia menghormati karena pangkat, jadilah orang yang berpangkat setinggi mungkin. Karena anda harus berhasil dikedudukan dan pangkat setinggi mungkin, agar masyarakat tahu bahwa ‘derajat’ adalah tingkat tertinggi dari seseoarang.

Sekarang adalah saat yang tepat untuk mengajarkan kesemua orang bahwa derajat itu paling penting; karena banyak orang yang kedudukannya tinggi dan pangkatnya tinggi yang sekarang derajatnya sedang turun. Karir terbaik adalah karir derajat.

Kalau semuanya tidak pasti, maka apapun mungkin. Karena tidak pasti saya jadi jendral, maka mungkin saya jadi konglomerat.

Kenapa kita menggunakan ketidak pastian untuk menakut-nakuti diri, tidak membebaskan kita. Karena setiap batasan punya pembebasan.

Tidak ada jaminan bahwa perubahan akan membawa perbaikan. Tetapi adakah perbaikan yang bisa dicapai tanpa perubahan?. Tidak ada orang yang sama lamanya, berhak dihargai baru. Hanya orang yang memperbaharui diri yang berhak bagi kehidupan yang kualitasnya baru.

Bagi para orang tua, tugas orang tua dalam mendukung karir seorang anak adalah membantu sang anak berhasil dalam pilihan apapun.

Orang tua tidak boleh pilihkan hidupnya, dia hidup dalam pilihannya sediri; maka bantulah dia mencapai keberhaasilan yang maksimal didalam pilihannya.

Tanpa anda sadari sebetulnya ada tulisan harga diwajah kita; karena selalu ada indikasi orang itu pantas dibayar berapa?. Orang yang bicaranya tenang dengan orang yang bicaranya sambil mengangguk, akan lebih tinggi bayarannya orang yang berbicara tenang; karena orang yang berbicara sambil mengangguk adalah orang yang takut ditolak, dan orang menilai dia untuk dibayar tidak mahal.

Orang yang menuntut yang terbaik, akan mendapatkan yang terbaik. Orang yang maunya terima apa adanya, dapat apa adanya. Maka pantaskanlah diri; berpakaian-lah yang baik, berbahasalah yang pantas.

Semua orang2 yang berhasil adalah yang pandai mengabaikan yang tidak berpihak kepada keberhasilannya. Maka dengarkanlah nasihat yang baik, belajarlah untuk mengabaikan komentar yang tidak berpihak kepada keberhasilan anda.

Dengarkan nasihat baik, karena orang yang mendengar nasihat baik membangun pikiran dan perasaannya, dan mempengaruhi kebaikan tindakannya.

Orang yang menyesuaikan prilakunya dengan gaji yang kecil, menjadi pantas digaji kecil. Orang yang digaji kecil harus bekerja paling keras, karena dia paling butuh naik. Dan semua orang yang digaji besar, itu mulainya dari digaji kecil. Dan yang paling berhasil dari orang yang digaji adalah orang yang tidak perlu gajian lagi; karena dia memiliki usahanya.

Anak muda sering melakukan kesalahan dengan kurangnya menghormati orang karena ia menganggap orang ini tidak kaya. Karena hanya orang tampilannya tidak kaya, tidak banyak uangnya, lalu kita menyepelekan. Maka belajarlah untuk menilai orangnya bukan yang dikenakannya.

Dan orang paling mudah dikenali dari bahasanya. Bahasa adalah pembeda kelas yang sebetulnya. Anda tidak boleh tertipu dengan bahasa orang. Orang yang penampilannya sederhana, tetapi bahasanya baik, pasti ia menyimpan kekuatan besar.

Tetapi orang yang kelihatannya besar, pangkat dan kedudukannya tinggi, tetapi bahasanya tidak konsisten, itu tanda ada kualitas yang disembunyikannya.

Jadi berhati-hatilah dalam menilai orang, lebih baik anda menghormati terlalu tinggi, daripada menghormati kurang.

Kalau anda ingin mengetahui seberapa bernilainya anda, perhatikan apa yang anda lakukan waktu orang memuji anda. Apa yang anda lakukan waktu ada orang bilang “Terimakasih”?. Apa yang anda lakukan waktu orang mengatakan “Untung ada Anda”?. Jadi kalau orang sampai mengatakan “untung ada Anda”, anda tahu itu kualitas yang harus anda hormati pada diri anda sendiri.

Gaji kalau tidak disiasati dengan baik itu mengkhawatirkan. Karena naiknya dibatasi oleh perusahaan. Karena inflasi lebih tinggi dari kenaikan gaji, sehingga banyak orang sebetulnya melemah, kalau kita bicara gaji.

Pertanyaannya, sebetulnya Tuhan menentukan pembatasan tidak, pada rejeki kita?, tetunya tidak. Terus kenapa kita memberikan batasan pada gaji. Mengapa anda berkecil hati mengenai gaji, padahal Tuhan tidak membatasi kenaikan gaji. Berarti ada sesuatu yang kita lakukan yang membatasi diri.

Gaji dan Reward itu berbeda. Reward bisa datang dari manapun, karena apapun yang anda lakukan, gaji itu sudah ada standardnya.

Kenapa orang gajian itu gampang stress?, karena dia tahu kisaran kenaikannya gajinya. Bekerja bertahun-tahun pun sudah ketahuan berapa yang dia dapatkan. Ini yang membuat dia kecil hati. Bahwa cita2nya yang besar itu tidak bisa dicapai menlalui gajinya. Itu sebabnya dia minder, lalu dia bilang “Aku gajiku”.

Untuk itu pikirkanlah, segala sesuatu dalam kehidupan ini sementara, termasuk status anda sebagai orang gajian. Meskipun tidak dianjurkan semua orang menjadi wirausahawan, tetapi Indonesia akan kuat apabila sebagian besar pendapatan masyarakatnya karena kewirausahaan, bukan karena gajian.

Akan selalu ada orang yang dihargai lebih tinggi daripada kita. Berarti standard apapun yang ditetapkan perusahaan akan berubah, kalau penghormatan orang2 yang menetapkan gaji itu berubah kepada kita.

Jadi cara meningkatkan gaji yang paling baik adalah menigkatkan penghormatan orang2 yang menggaji kita. Karena hasil baik yang kita bangun melalui hubungan baik dengan pelanggan, membangun suasana organisasi yang damai,meneladankan sikap2 yang setia kepada perusahaan.

Berarti cara membangun penghargaan kepada kita adalah mempengaruhi hormatnya orang kepada kita.

Jadi, hormati diri anda, tingkatkan penghargaan orang kepada yang kita lakukan, buat orang lebih menghargai kehadiran anda, orang mensyukuri datangnya anda. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Rindu Untuk Diperhatikan ”. Jika sekiranya didapati kekurangan – suatu kebahagiaan bagi Kami, apabila sahabat








Mario Teguh Golden Ways 3 Januari 2010: Rindu Untuk Diperhatikan

Sahabat Indonesia yang baik, yang selalu rindu untuk mendapatkan perhatian. Ijinkan kami untuk kembali menyampaikan resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 3 Januari 2010, dengan Topik “Rindu Untuk Diperhatikan ”. Perhatikanlah yang menarik perhatian pria, yaitu wanita yang matanya lebar saat melihat suaminya. Hal ini akan lebih bagus daripada memperhatikan harta, harta itu setelah beberapa saat akan membiasa. Wanita itu harus menjadikan dirinya menjadi menarik bukan sekedar yang dipakainya.

Orang yang diperhatikan selalu dilebihkan, sehingga orang yang perhatian, dari orang lain baik kepadanya, hidupnya akan baik. Itu sebabnya dalam episode ini akan dibahaas “Rindu Untuk Diperhatikan“.

Banyak sekali wanita yang mengeluh tidak diperhatikan pasangannya, karena suaminya terlalu sibuk melanglang dunia, pulang sebagai pahlawan, sehingga terlalu capek untuk hanya sekedar tersenyum. Padahal istrinya sangat ingin menceritakan kejadian selama dirumah.

Rindu untuk diperhatikan menjadi sangat penting sekali, kareana keluarga akan damai kalau masing2 memberikan perhatian yang mendamaikan dan yang menggembiraan.

Ada kepantasan untuk segala sesuatu, begitupun ada kepantasan untuk diperhatikan; dan rata2 orang yang mengeluh tidak diperhatikan, tidak pernah bertanya apakah dia pantas diperhatikan.

Untuk para suami dan istri Indonesia, cobalah kita perhatikan pada waktu awal pernikahan kita. Waktu muda menikah, kita itu sesuai satu sama lain pada usia dan tingkat itu. Kalau masing2 lulus SMP/SMA, masing2 akan sesuai untuk kelasnya waktu itu.

Kita tumbuh dalam pergaulan, dan biasanya yang lebih luas pergaulannya adalah suami. Sehingga suami yang lebih banyak dipuji dan diberikan ucapan terimakasih, tumbuh lebih cepat daripada istinya yang bekerja dirumah.

Hal ini menyebabkan rentang jarak, yang membuat istri merasa tidak diperhatikan, karena diperhatikanpun sudah tidak cocok lagi untuk suami yang sekarang lebih tinggi kelasnya. Itu sebabnya jika keluarga mengharapkan keadaan yang indah, perhatikanlah kepantasan bagi satu sama lain.

Tumbuhlah bersama-sama, jangan biarkan salah satu tidak tumbuh karena batasan2 keluarga atau karir. Wanita sudah berusaha berpenampilan perfect tetapi tidak ditengok-tengok pasangannya, karena kebanyakan dari niatan wanita
berpenampilan seperti itu tidak untuk suaminya. Berapa banyak wanita yang berhias untuk suaminya, kebanyakan wanita berhias kalau mau ke undangan.

Berarti banyak wanita berhias bukan untuk suaminya, tetapi untuk orang lain. Kalau untuk suaminya biasanya hanya cukup menggunakan daster yang sudah lusuh. Jadi kalau mau diperhatikan, tunjukan kualitas anda, bahwa anda layak untuk diperhatikan dari awal.

Untuk itu kepada para istri pastikan anda berhias sebelum suami pulang. Dan perhatian itu bukan hanya kepada yang dipakai, karena pria ketertarikan awalnya mungkin fisik, tapi setelah beberapa saat pria itu lebih intelektual, dia
menginginkan wanita yang bisa diajak bicara dengan cerdas.

Karena sudah tidak cocok lagi jika seorang suami yang pergaulannya luas telah melanglang dunia, bertemu kemabli dengan istri yang hanya nonton sinetron yang sama, bergaul dengan teman2 yang sama, ngomelnyapun tentang hal yang sama.

Jadi anjurannya untuk wanita Indonesia yang super, imbangilah wawasan seorang suami, karena suami lebih tertarik kepada wanita yang sama dalam gelombang pikirannya, dalam bidang yang dikhawatirkan, sehingga suami merasa ada pendamping yang mengangkatnya.

Karena banyak wanita hanya menjadi beban suami. Kalau tidak berbicara, paling tidak wanita itu bertanya mengenai impian2 suaminya. Pertanyaan yang paling sulit dijawab oleh siapapun, setinggi apapun pangkatnya orang adalah ’setelah ini apa?’.

Kalau seoarang wanita bertanya kepada suaminya, “mas setelah ini apa?”, hal ini membuat suami akan terpacu untuk berpikir lebih baik, lebih kuat dan lebih luas. Perlu diperhatikan pula, jangan coba ingatkan masa lalunya.

Banyak wanita salah mengerti mengenai apa yang disukai pria, coba perhatikan ibu2 darmawanita misalnya, mereka bersanggul besar2, karena mereka berpikir semakin tua suami, semakin suka rambut.

Jadi perhatikanlah yang menarik perhatian pria, yaitu wanita yang matanya lebar saat melihat suaminya. Hal ini akan lebih bagus daripada memperhatikan harta, harta itu setelah beberapa saat akan membiasa. Wanita itu harus menjadikan dirinya menjadi menarik bukan sekedar yang dipakainya.

Mengapa kita sedemikain peduli dengan orang yang sudah tidak pantas lagi untuk diperhatikan?, kalau orang sudah tidak pantas lagi untuk diperhatikan, mengapa anda risaukan?, keculai anda terikat dalam ikatan pernikahan. Kalau sudah terikat dalam ikatan pernikahan, maka ini menjadi kewajiban, karena dulu juga kita pernah sangat mencintai dia.

Jika ini terjadi pada pasangan kita, masih bisa di-recandle; ilustrasinya ketika kita lahir sebagai bayi, kita sangat menarik, tetapi ketika dewasa menjadi tidak menarik lagi, pasti ada yang kita lakukan yang mematikan daya tarik kita. Kenalilah apa yang kita lakukan itu, kemudian dibalik.

Perhatian yang paling membaikkan diri kita adalah perhatian dari Tuhan. Tapi berapa banyak diantara kita yang cukup
memperhatikan Tuhan?.

Banyak orang ketika diberkan kesedihan oleh Tuhan, kalimat2nya selalu bernada protes “kenapa aku?”, mengapa orang yang hidupnya tidak sebaik aku hidupnya lebih baik dari aku?”, “bukankah aku sudah baik?”, maka jika samapi hati Tuhan langsung jawab “Jika kamu baik, kenapa kamu menderita?”.

Jadi rumusnya kalau kita sedang merasa menderita, itu peringatan kepada kita, bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki. Karena belum tentu orang yang menjahati kita itu orang jahat; tapi pendapat kita tentang prilakunya yang menjahati kita, sehingga kita merasa sedih. Kalau kita mau diperhatikan Tuhan, perhatikanlah Beliau waktu kita berbahagia.

Setiap orang yang pernah merasa sedih sekali, lalu kemudian selamat; rata2 ia lupa telah diselamatkan. Berarti kalau kita diminta berlaku baik, berlakulah baik juga kepada Tuhan. Semakin baik perhatian kita kepada Tuhan, semakin baik pula perhatian Beliau kepada kita.Kalau kita diperhatikan Tuhan, Tuhan memerintahkan orang untuk memperhatikan kita.

Orang yang sudah meninggal itu menginginkan kita hidup terus dengan baik. Sehingga setelah kita bersedih menangis sebentar, hiduplah untuk harapan baik dia. Karena dia tidak mati, yang mati hanya badannya, jiwa-nya ada dan menyaksikan kita dengan tetap berharap kita meneruskan kehidupan dengan baik. So.. hiduplah dengan baik dalam ingatan kebaikan dia.

Semua penipu kedengarannya bicaranya enak, orang2 baik belum tentu bicaranya enak didengar. Kalau kita hanya mendengar enaknya, kita sering terjebak dalam hubungan2 yang salah.

Itu sebabnya kita sebagai yang berpendidikan, jangan selalu nilai orang yang bicaranya jelek; dengarkan niat dari kata2nya. Kalau orang itu bicaranya enak, tetapi niatnya melakukan sesuatu yang tidak masuk akal; maka orang itu penipu.

Hal lain yang perlu diperhatikan wanita adalah rasa hormatnya pada dirinya. Kalau wanita menjaga rasa hormatnya pada dirinya, maka dia akan tetap dimuliakan pria.

Banyak suami menjadi tidak merasa penting, karena istrinya melihat saja tidak kalau ia pulang.

Kalau kita ingin untuk diperhatikan, berikanlah orang itu kekuatan untuk memperhatikan kita; yaitu perhatian. Orang yang diperhatikan tumbuh perhatiannya kepada kita. Kalau ia tidak tumbuh, kagetkan dengan kelebihan perhatian kita kepada dia.

Kalau kita ingi diperhatikan, lebihkanlah perhatian kita. Karena sebagian orang yang rindu untuk diperhatikan adalah orang yang kurang memperhatikan orang lain. Orang2 ini rata2 adalah type orang yang mengasihani diri sendiri.

Jadi anjurannya…., lebihkanlah perhatian anda kepada orang; semakin anda ingin diperhatikan, lebihkanlah perhatian anda kepada orang. Jadikan orang pusat perhatian anda. Jadikan orang, alasan anda untuk bergembira. Jadikan kegembiraan anda itu, karena anda ada bersama mereka. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Rindu Untuk Diperhatikan ”.










LOGIKA GENERASI BARU



Sahabat Indonesia yang baik, yang hatinya masih ranum bagi cita-cita tinggi. Ijinkan kami untuk kembali menyampaikan resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 27 Desember 2009, dengan Topik “Logika Generasi Baru”. Logikanya orang yang ingin menjadi berhasil, dan akan berhasil adalah orang yang lebih tertarik kedalam keberhasilan. Karena orang yang lebih tertarik kepada kegagalan, memastikan kemungkinan dirinya untuk tidak berhasil, karena dia menjauhi kesalahan. Berikut resume lengkap yang bisa kami catat:

Kita membahas logika generasi baru, supaya nanti saat kita memimpin, saat tumbuh menjadi pribadi2 dewasa, menjadi pribadi yang logikanya sesuai untuk 20 tahun dari sekarang bahkan 40 tahun dari sekarang.

Karena generasi logika baru, mengabaikan tatanan tuntutan, keharusan yang lama digunakan orang untuk membangun karir. Misalnya: Generasi baru tidak bekerja untuk mencari pensiun, sesuatu yang hasilnya nanti. Generasi baru mempunyai kemampuan untuk dibayar tinggi sekarang. Generasi lama liburnya akhir minggu, generasi baru berusaha membangun kemandirian financial,supaya bisa libur kapanpun.

Karena kebebasan yang paling indah adalah kebebasan melakukan yang kita cintai, dan didalam melakukannya kita dihargai dengan tinggi. Jangan lagi merasa bahwa kita harus tua dulu baru berhasil, jadilah yang muda dan berhasil. Jangan lagi harus tua dulu untuk didengarkan, jadilah yang muda dan dihormati.

Dan dalam episode ini kita akan membahas banyak hal, yang akan membongkar paradigma lama, termasuk tidak ada kesalahan yang bisa menjatuhkan orang, sebesar apapun kesalahan adalah cara untuk mencapai keberhasilan. Yang menajatuhkan orang itu adalah dosa yang kecil. Karena kesalahan besar yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan, itu karena tidak tahu dan belum berpengalaman.

Tetapi mengambil hak orang lain, mengecilkan keadilan bagi yang lain, dan membesarkan bagi temannya, berhutang keburukan dalam jabatannya; itu dosa, itu yang membatalkan derajat bagi siapapun. Jadi kalau mau salah, salah-lah, tapi dalam berupaya membangun yang benar. Dan jangan pernah berdosa.

Sebuah koin itu mempunyai dua sisi; yang kalau tidak benar, akan salah. Orang yang menghindari salah, menjauhi kemungkianan benar. Itu sebabnya penakut jarang berhasil. Pemberani itu, karena dia berani menghadapi resiko salah, karena tertarik untuk menjadi benar.

Pertanyaannya adalah, sebagai generasi muda, apakah anda lebih tertarik untuk menjadi benar, atau takut gagal?. Logikanya orang yang ingin menjadi berhasil, dan akan berhasil adalah orang yang lebih tertarik kedalam keberhasilan. Karena orang yang lebih tertarik kepada kegagalan, memastikan kemungkinan dirinya untuk tidak berhasil, karena dia menjauhi kesalahan.

Yakinilah setinggi-tingginya kualitas manusia, adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Kata lain dari manfaat adalah berguna. Orang berguna itu karena digunakan. Jadi orang yang hebat adalah orang yang digunakan untuk melakukan sesuatu yang besar.

Sebagai anak muda, apa yang sedang anda lakukan supaya anda digunakan untuk melakukan sesuatu yang besar?. Apa yang anda lakukan supaya, lebih tahu, lebih bisa dan lebih kuat sebagai anak muda?. Jangan harapkan digunakan melakukan sesuatu yang besar, kalau kemempuannya kecil. Belajarlah, diuji gagal, coba lagi. Orang hebat itu akan terus mencoba, jika terjadi kegagalan, tanpa kehilangan semangat.

Kalau anda yang muda bercita-cita ingin jadi orang besar, sederhanakanlah apa yang ada pada diri anda. Telepon yang anda sukai adalah telepon yang sederhana, tapi powerfull fungsi dan manfaatnya. Ada orang yang tidak simple, baru mau makan saja bertengkar, baru mau nonton saja bertengkar. Jadilah pribadi yang sesederhana mungkin karena kita ingin digunakan. Janganlah tersiggung kalau digunakan orang, karena kita itu penting kalau digunakan.

Apa jadinya anda sebagai anak muda apabila anda tahu banyak, tahu luas, punya bakat tentang itu, kenal orang2 penting dalam bidang itu, tahu orang2 ahli dalam bidang itu, punya riset dalam bidang itu, anda fasih berbicara, anda santun berhubungan dengan orang lain; maka orang tidak akan menunggu anda tua dulu, langsung anda dituakan; karena ketua itu tidak harus tua.

Kalau dianalogikan, apa jadinya seorang ahli renang yang tidak pernah berenang?, dia tidak akan bisa menerapkan semua konsep yang dimilikinya. Begitupun dalam kehidupan nyata, kunci utamanya adalah ‘doing’, karena keterampilan untuk melakukan datang dari melakukan.

Kalau anda punya anak banyak bicara, biarkanlah, karena ini yang membuat dia berani tampil di depan umum. Anda yang tidak tahu malu, itu punya potensi untuk berhasil. Jadi orang yang mau pandai bicara, banyaklah bicara, dan pastikan itu bernilai. Kalau anda mau tahu bicara yang baik di publik misalnya, jangan boroskan tenaga, dengan menghadap ke satu arah badan saya, mata saya, wajah saya dan tangan saya, itu pemborosan tenaga. Variasikan-lah kesemua anggota tubuh anda ini untuk tidak fokus ke satu arah, sehingga semua audiens tidak akan merasa jenuh.

Dalam pengembangan karir yang muda biasanya terjebak kepada mentalnya orang tua. Orang2 yang tua mentalnya itu mementingkan keamanan, orang2 yang muda mentalnya akan mementingkan oportunity (kesempatan).

Organisasi manapun akan bermasalah kalau anggotanya ’security oriented’ (maunya aman). Maka organisasi sekecil apapun yang akan mengalahkan organisasi besar yang karyawannya ’security oriented’. Mulai kapan orang ’security oriented’?, pada usia 40 tahun. Itu sebabnya kalau mau berwirausaha lakukanlah sebelum 40 Tahun. Karena usia 40 Tahun itu anak sudah mau masuk SMA, ruangan harus lebih besar, fasilitas harus di tambah, hingga tidak berani ambil resiko. Kalau yang masih muda dia tidak punya banyak resiko dia akan lakukan apapun.

Itu sebabnya yang muda2 kalau cari istri, carilah istri yang agak berani seperti itu. Kalau anda muda jangan ’security oriented’, generasi muda tidak cari pensiun, tapi cari gaji sebesar mungkin, tidak pensiun nanti, bisa liburan sesegera mungkin.

Sebagai generasi muda, kita batalkan pendapat lama. Bahwa atasan lebih pandai dari kita, batalkan. Atasan lebih berpengalaman dari kita, batal. Atasan lebih berkualitas dri kita, batalkan. Karena sudah terbukti banyak orang2 yang tidak berkualitas di taruh di tempat2 yang tinggi, sementara yang muda2 yang kreatif dan bekerja keras.

Batalkanlah semua standar2 itu. Bedanya anda dengan atasan, adalah anda belum ditunjuk. Jadi anjurannya bersegarlah, tampil-lah, karena banyak anak muda takut kelihatan atau bergaul dengan atasan. Pandailah, bertanyalah, segerakan tugas anda, berdirilah dengan gagah, jangan pernah bilang tidak bisa, “saya coba Pak, tolong bantu saya, jika saya tidak bisa”. Anak muda seperti ini akan cepat ditunjuk. Jadi persaingan anda dengan atasan adalah cepat-cepatan untuk ditunjuk. Kalau anda lebih berperan, lebih setia kepada perusahaan, lebih melayani pelanggan, maka anda akan ditunjuk.

Orang yang membengkokan aturan itu yang tua, sementara yang muda adalah yang membnongkar. Orang2 yang tua pikirannya akan ’security oriented’, ia akan cari yang aman, peraturan yang akan menggeser mereka dibengkok-kan. Sementara anak2 muda lebih ‘oportunity oreinted’, kalau ada peraturan yang menahan mereka, mereka akan bilang “diaganti”. Kalau tidak diganti, dia sesuaikan dirinya. Jadi anak muda tidak membengkok-kan peraturan, anak muda berani salah, tapi takut dosa.

Generasi muda yang menikmati hidupnya adalah ‘have fun’. Jangan kejam kepada diri sendiri, jagan terlalu serius, kalau orang berbuat kesalahan, terimalah dan maafkan. Jangan mudah marah, karena kemarahan itu akan lebih merusak orang yang marah-nya daripada yang dimarahi.

Jadi enteng saja, karena kalau Tuhan akan membuat kita kaya, tidak ada yang bisa menahan. Kalau Tuhan akan mengangkat Jabatan tinggi, tidak ada yang bisa menahan. Serahkan diri kepada Tuhan sebagai pemimpin. Nanti Tuhan yang menugaskan kita sebagai apapun. Caranya anda dibuat menyukai hal2 tertentu. Kesukaan kita pada hal2 tertentu itu ‘recruitment system’. Anda dibuat tertarik pada satu hal. Tetapi jangan lupa, setan tahu anda akan berhasil. Jadi anda juga dibuat tertarik kepada hal2 yang tidak berguna. Maka selalu berhati-hatilah, tapi relax saja.

Ambisius itu tidak dilarang, tetapi pastikan orang melihat bahwa ambisius anda itu menambah nilai bagi mereka. Janganlah ambisius, kalau nanti setelah menjadi pemimpin mengurangi hak orang lain. Orang2 yang ambisinya bagi kebaikan, didukung banyak orang. Itu sebabnya yang kampanye berjanjinya mendatangkan kebaikan, sehingga didukung banyak orang, walaupun faktanya jauh berbeda.

Kalau anda ter-obsesi (tergila-gila) tidak menjadi masalah, karena itu yang membuat anda belajar tanpa letih, berlatih tanpa istirahat, menjual agresif, menerima kegagalan dengan bersemangat. Jadi kalau begini obsesi itu penting sekali.

Terkadang banyak dari kita itu hanya ingin meniru jadinya dari kesuksesan seseorang, tetapi sama sekali tidak mau meniru prosesnya. Jadi jika ada seseorang yang mau kita tiru, jangan tiru jadinya, tapi tirulah prosesnya.

Bagi anak muda yang masih menjadi karyawan dan ingin cepat menajadi pengusaha, lakukan konsep berikut ini: Jika anda sebagai karyawan digaji dengan x rupiah, maka jadikan kualitas pribadi anda 50x. Ini yang membuat anda lebih cepat jadi pengusaha, orang yang kualitas pribadinya lebih besar dari gajinya, ia akan stress, tidak puas, membading-bandigkan dirinya dengan orang lain, dan ini sangat bagus sekali.

Yang bisanya alamiah Tuhan lakukan adalah anda diberikan kesempatan menggunakan kemampuan itu, dibayar dengan nilai lebih besar daipada gaji anda. Itu yang dalam ilmu kewirausahaan disebut ‘Windows Of Opportunity’ (jendela untuk melompat). Dan hal ini hanya tersedia bagi orang2 yang kualitasnya berkali-kali lipat lebih besar dari gajinya.

Sebagian orang bekerja didalam rencana keberhasilan orang lain. Pertanyaannya, apakah orang lain itu merencanakan keberhasilan anda?, belum tentu. Sehingga sebetulnya kita bekerja hanya melakukan hal2 yang tidak mungkin menjadi keseluruhan mesin. Anda hanya menambal knalpot, tetapi anda tidak pernah membangun mobil. Pekerjaan sekecil apapun akan menjadi satu sistem yang besar, kalau pekerjaan itu membantu membuat orang hidupnya lebih mudah dan lebih baik.

Apapun pekerjaan, yang membuat orang lebih mudah dan lebih baik, itu akan menjadi karir sepanjang apapun. Dan itu walaupun kecil kelihatannya, adalah sebuah cikal bakal dari sebuah pelayanan yang membesarkan kehidupan.

Sebuah tim yang baik dibentuk dari individu2 yang baik. Perhatian kita yang berlebihan kepada tim itu biasanya salah, karena satu tim yang besar, biasanya yang bekerja hanya beberapa orang saja. Contohnya ada PokJa, berarti ada kelompok lain yang tidak bekerja, ada pemimpin harian, berarti ada pimpinan kadang2.

Berfokuslah pada kualitas pribadi anda. Anda itu disebut hebat, itu bukan anda tahu banyak, karena banyak sekali orang yang lebih tahu dari anda yang tidak berguna, karena tidak menggunakna kepandaiannya untuk kepentingan orang lain.

Berapa banyak orang yang tidak mau berbicara kalau tidak di bayar, ia tidak mau menulis kalau tidak dibayar. Berarti orang yang ikhlas membantu, tanpa menghitung uang, sebetulnya ada uang disitu dari kebaikan. Orang yang tidak takut miskin karena Tuhan, tidak pernah miskin.

Kalau masih panjang hidup anda, tidak berarti anda tidak boleh santai. Karena anda ingin berhenti bekerja dan pensiun pada waktu anda masih sehat. Tidak ada artinya anda kaya raya, ketika anda tidak bisa lagi menikmati kekayaan hasil jerih payah anda. Maka tergesa-gesalah berhasil, karena anda harus berbuat kesalahan, buatlah kesalahan itu sesegera mungkin, jangan buat kesalahannya nanti setelah tua.

Jadi sebuah cita-cita itu dibuat bukan untuk dicapai. Cita-cita itu dibuat agar anda segera mulai.

Bekerjalah sesegera mungkin untuk mendatangkan kebaikan bagi orang lain, …lalu perhatika apa yang terjadi.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Logika Generasi Baru ”.

2 komentar: