
MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YG OPTIMAL
Salah satu hal yang penting diperhatikan oleh guru adalah kemampuan mengelola kelas. Bekerja dengan anak didik memerlukan teknik dan strategi agar tujuan belajar tercapai. Tahap awal untuk dapat mengelola kelas dengan baik dimulai dari:
- kepribadian guru—-> humoris, santai, berwibawa, tegas, menyenangkan, disiplin
- kepercayaan diri—-> berwawasan dan terampil
- ketahanan guru—-> tangguh, berani mengambil resiko, berprinsip
- toleransi dan kontrol diri —-> tenang, empati, sabar
- meluangkan waktu untuk menjalin kebersamaan antara guru dan siswa
- membangun komitmen antara guru dan siswa untuk saling menolong, bekerja sama serta membawa kemajuan akademik dan perilaku positif
- kenali kelebihan dan kekuatan individu siswa
- menghargai keragaman yang dimiliki siswa

- memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri
- menyusun rutinitas dan mengikuti jadwal program yang telah direncanakan
- gunakan aturan serta prosedur untuk menghasilkan keharmonisan dalam perilaku dan akademik
BELAJAR DG REMAJA
Mudahnya mengajak belajar anak-anak. Mereka dengan semangat dan gembira menyambut ajakan tersebut apalagi bila dilakukan dengan beberapa permainan. Tapi belajar dengan remaja ehm… harus punya jurus jitu agar mereka mau. Berbagai alasan akan segera dikumandangkan agar terhindar dari acara belajar bersama dengan orang tua. Seiring dengan pertumbuhan masa pubertas, perilaku seperti itu menjadi wajar sepanjang mereka tetap berada di koridor yang sesuai harapan. Beberapa tips untuk belajar bersama REMAJA:
- posisikan anda sebagai teman dekat yang bisa dipercaya, sehingga mereka dapat berbicara secara terbuka, jujur, tanpa keraguan, cemas, atau panik.
- hilangkan kecurigaan, kecemasan berlebihan, takut, atau menggurui saat berinteraksi dengan mereka
- bertemanlah dengan mereka sesuai dengan perilaku dan bahasa yang sering digunakan
- kenali teman mereka dan berinteraksilah dengan intensif penuh kekeluargaan
- ijinkan rumah kita sebagai tempat berkumpul yang nyaman dan mampu mengembangkan kreativitasnya sesuai bakat minat mereka
- ciptakan suasana rumah yang santai, riang dan sehat
- bersikaplah terbuka dan jujur apabila mereka menanyakan sesuatu yang kita tidak tahu. Katakan bahwa kita juga harus mencari jawabannya atau mengajak mereka untuk mencari informasi tersebut bersama-sama. biarkan mereka mengetahui bahwa kitapun masih tetap belajar
- ajaklah mereka untuk membicarakan hal-hal yang mengundang keingintahuan mereka seperti pacaran, perilaku seks sebelum menikah, bahaya narkoba, penyakit kelamin, HIV/AIDS dll
- berikan waktu belajar yang menyenangkan dan menggali pengalaman baru
- biarkan mereka belajar secara berkelompok dengan tetap memberikan perhatian dan pengawasan agar belajarnya menjadi efektif
- membuat aturan dan kesepakatan tentang jadwal kegiatan di rumah, proporsi main dengan belajar, nonton tv, dll
- berikan penghargan atas usaha dan konsistensi mereka terhadap komitmen yang dibuat. penghargaan tersebut dapat berupa masakan, nonton film, acara liburan sesuai permintaannya, dsb
- saat ada hal yang tidak sesuai dengan harapan tetap harus berkomunikasi secara efektif (lihat topik berkomunikasi efektif untuk generasi dan masa depan yang lebih baik)
HAMBATAN BELAJAR
Bila pada tulisan terdahulu kita membicarakan ciri-ciri kesulitan hambatan belajar maka saat ini kita bahas strateginya.
Sebenarnya secara umum kita dapat melakukan beberapa upaya supaya hambatan belajar dapat berkurang seperti:
- mencari tutor sebaya
- mencari dan memantapkan kekuatan potensi anak
- memberikan petunjuk dan struktur belajar yang jelas
- lakukan konsultasi, bimbingan dan pendampingan secara rutin
- memberikan kemudahan dalam metode belajar sesuai dengan kebutuhan anak
Namun demikian ada pula beberapa strategi khusus yang ditujukan untuk hambatan belajar tertentu. Berikut ini ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh pendidik atau orang tua yang anaknya memiliki hambatan belajar tersebut:
1. Strategi pengajaran untuk anak didik dengan kesulitan konsentrasi
- memerlambat kecepatan menerangkan materi kepada anak
- menjaga keterlibatan anak dalam proses pembelajaran
- menggunakan perangkat visual (gambar, bagan, skema)
- melakukan remedial teaching secara intensif
- berikan motivasi, penghargaan secara konsisten
- fokus pada proses belajar berupa konsentrasi/ketekunan melalui penyesuaian bentuk dan jumlah tugas
- memberikan pengawasan secara individu dengan intensif
2. Strategi pengajaran untuk anak dengan hambatan short memory
- ajarkan menggunakan highlighting untuk kalimat yang penting
- perbolehkan menggunakan alat bantu berupa gambar, skema, bagan, alat peraga lainnya
- biarkan anak memecahkan masalah dengan tahapan yang lebih sederhana
- perbanyak latihan dengan mengulang materi
3. Strategi pengajaran untuk anak dengan hambatan belajar yang lamban
- memberikan waktu tambahan belajar
- memberikan banyak contoh, analogi, gambar

- memberikan motivasi, saran, dan rasa percaya diri
- sering menulis materi dengan bimbingan intensif
4. Strategi pengajaran untuk anak dengan hambatan sosial emosi
- membuat daftar perilaku positif yang diharapkan
- membuat sistem penghargaan yang jelas dan terukur
- mengerjakan cara berpikir kreatif
- berbicara terbuka dan penuh perhatian untuk membentuk hubungan saling percaya
- meminta bantuan kepada pihak-pihak tertentu
Semoga anda dapat mengatasi masalah hambatan belajar anak didik yang ada di sekolah. Semoga bermanfaat!
CIRI2 KESULITAN BELAJAR
Pernahkah kita mendengar berbagai keluhan dari rekan kerja atau orang tua tentang anak yang memiliki nilai di bawah rata-rata atau tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik? Apa yang ada di benak kita saat mendengar hal tersebut? Dugaan awal biasanya mungkin IQnya rendah atau malas. Sebenarnya banyak hal yang mungkin terjadi pada anak didik apabila mereka memiliki pencapaian akademik yang rendah.
Hampir di setiap sekolah memiliki siswa yang mengalami kesulitan belajar. Berbagai label sering terucapkan kepada siswa yang tidak bisa memenuhi standar yang diinginkan oleh guru atau sekolah. Perlukah kita melihat lebih jauh apa yang menjadi faktor kendalanya?
Faktor kesulitan belajar tersebut adalah:
- adanya hambatan belajar secara fisik, lingkungan, genetis, penyakit ataupun pola asuh keluarga
- metode pembelajaran yang kurang sesuai dengan kebutuhan belajarnya
- gaya belajar siswa yang unik
Kendala di atas dapat diantisipasi apabila kita mengetahui ciri-ciri kesulitan belajar yang dialami oleh siswa seperti berikut ini:
1. Gangguan persepsi visual:
- melihat huruf/angka dengan posisi yang berbeda dari yang tertulis, sehingga seringkali terbalik dalam menuliskan kembali
- sering tertinggal huruf dalam menulis
- menuliskan kata dengan urutan yang salah misalnya ibu jadi ubi
- sulit memahami kanan dan kiri
- bingung membedakan antara obyek dengan latar belakang
- sulit mengkoordinasi antara mata (penglihatan) dengan tindakan (tangan, kaki, dan lain-lain)
2. Gangguan persepsi auditori
- sulit membedakan bunyi: menangkap secara berbeda apa yang didengarnya
- sulit memahami perintah teruteama perintah yang diberikan dalam jumlah banyak dan kalimat yang panjang
- bingung dan kacau dengan bunyi yang datang dari berbagai penjuru sehingga sulit mengikuti diskusi karena saat mencoba mendengar sebuah informasi sudah mendapatkan gangguan dari suara lain di sekitarnya
3. Gangguan bahasa
- sulit menangkap dan memahami kalimat yang dikatakan kepadanya
- sulit mengkoordinasikan/mengatakan apa yang sedang dipikirkan
4. Gangguan persepsi -motorik
- kesulitan motorik halus (sulit mewarnai, menggunting, melipat, menempel, menulis rapi, memotong, dll )
- memiliki masalah dalam koordinasi dan disorientasi yang mengakibatkan canggung dan kaku dalam eraknya
5. Hiperaktivitas
- sukar mengontrol aktivitas motorik dan selalu bergerak/menggerakkan sesuatu (tidak bisa diam)
- berpindah-pindah dari satu tugas ke tugas berikutnya tanpa menyelesaikan terlebih dahulu
- impulsif
- tidak dapat membedakan stimulus yang penting dan tidak penting
- tidak teratur, karena tidak memiliki urutan-urutan dalam proses berpikir
- perhatiannya sering berbeda dengan apa yang sedang dikerjakan (melamun/berhayal saat belajar di kelas)
Bila kita menemukan anak didik yang memiliki ciri seperti di atas, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah:
- berkoordinasi dengan orang tua agar melakukan konsultasi sengan psikolog/terapis/dokter
- melakukan perubahan strategi pengajaran disesuaikan kebutuhannya
APA MANFAAT PR UNTUK ANAK
Sedihnya kalau melihat buah hati pulang sekolah dengan wajah berlipat-lipat. Saat ditanya mengapa wajahnya BT mereka menjawab,”banyak PR bu. dikumpulin besok lagi!”. Ingin rasanya membantu tapi kita sendiri banyak kerjaan dan mungkin salah pemahaman serta berbeda cara mengerjakan soal bisa membuat berantakan, hasilnya PR tidak selesai. Sebenarnya PR (pekerjaan rumah) memiliki tujuan yang baik hanya kadang guru menjadikannya sebagai pelajaran tambahan di rumah sehingga memberikan dalam jumlah banyak dan cenderung menyulitkan anak didiknya. Lalu harusnya bagaimana ya?
Tujuan pekerjaan rumah adalah:
Sifat dari pekerjaan rumah:
- menyenangkan—> siswa diajak untuk bereksperimen serta bereksplorasi tentang konsep yang telah diajarkan di lingkungan sekitar.
- aplikatif —> siswa menemukan manfaat dari pelajaran tersebut sehingga dapat membantu orang lain atau lingkungannya.
- proses penyelesaian masalah—> lebih menitikberatkan pada keterampilan motorik, berpikir dan sosial emosi.
- peka terhadap lingkungan—>mengembangkan kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungan, komunikasi, dan kepemimpinan.
- merupakan media bagi anak-anak untuk mencurahkan kreativitas serta inovasi dalam penyelesaian masalah.
Bobot PR sebaiknya:
- 20% pengulangan materi (drilling)
- 80% mengembangkan keterampilan motorik, berpikir, sosial emosi
Bentuk PR:
- project
- observasi/wawancara/diskusi
- mencoba/membantu sebuah profesi di lingkungannya
- melakukan percobaan di rumah dengan alat yang ada
- membuat sebuah essay disertai dokumentasi berupa foto, film, ataupun artikel lainnya
- kunjungan ke galeri/museum/pertunjukkan seni dan musik/teater/panti asuhan/wytaguna/pondok pesantren/pasar tradisional/YPAC/panti jompo, dsb

- menciptakan sebuah penemuan baru, dll
Tenggat waktu yang diberikan untuk menyelesaikan tugas:
- bila bersifat drilling maka dapat dikumpulkan 2 hari kemudian
- bila bersifat mengembangkan keterampilan maka waktunya antara 1 minggu sampai 2 minggu
Penilaian PR berorientasi pada proses bukan hasil! Jadi mintalah siswa untuk menceritakan apa yang menjadi kendala, masalah apa saja yang mereka temukan, bagaimana mereka menyelesaikan permasalahan tersebut, siapa saja yang membantu tugas itu, bagaimana perasaan mereka, dan lain sebagainya. Jika hal ini diterapkan maka saya berpikir pekerjaan rumah akan lebih bermakna. Selain pendalaman ilmu dan peningkatan keterampilan, tugas terasa menyenangkan karena mereka dapat merasakan pengalaman belajar yang baru bukan hanya sekedar menjawab soal, mengisi angka, ataupun menghafal teori. Silahkan mencoba!
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR BERBASISKAN EMOSI
KEBERANIAN AKAN MENDATANGKAN KEAJAIBAN (GOETHE)
Komunikasi merupakan bagian yang sangat erat kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar. Hampir 90% kegiatan belajar mengajar menggunakan kemampuan komunikasi. Keterampilan komunikasi dicirikan oleh empat hal yaitu:
berbicara, mendengar, menulis dan membaca. Dari keempat keterampilan tersebut kita jarang sekali mengajarkan anak didik kita untuk mendengar dengan aktif. Apakah mendengar aktif itu? Mendengar aktif adalah kemampuan untuk menyimak dan merasakan maksud pembicaraan dari lawan bicara.
Seseorang dapat dikatakan mampu mendengar aktif apabila:
- tidak memotong pembicaraan
- mampu membaca bahasa tubuh
- rasa peduli yang sangat dalam karena kesabaran dan menahan diri untuk tidak memberi komentar
Mendengar aktif sangat penting untuk medidik anak agar memiliki empati dan menelaah informasi yang diberikan. Dalam hal ini anak didik dilatih untuk menyertakan hati saat mengolah informasi sehingga dapat menghasilkan pendapat yang bijaksana dan menuntun perilaku menjadi lebih positif. Kegiatan mendengar aktif merupakan cara untuk meningkatkan kecakapan emosi positif. Seseorang yang memiliki emosi positif dapat memancarkan gagasan baru yang kreatif serta menyeimbangkan potensi kognitif, afektif dan psikomotorik.
KOMUNIKASI EFEKTIF UNTUK GENERASI DAN MASA DEPAN YG LEBIH BAIK
Beberapa hari yang lalu saya mengikuti seminar tentang komunikasi efektif antara orang tua dan anak dalam merencanakan masa depan anak. Bersama dengan beliau saya selalu menemukan hal baru yang mengasah keterampilan saya sebagai orang tua. Isinya sederhana tapi saat diulas saya sempat terhenyak dan merenungkan apa yang telah saya lakukan selama ini kepada anak saya?Ternyata penyimpangan perilaku pada anak saat ini dimulai dari ketidak sengajaan dalam berkomunikasi (salah ngomong). Penelitian di sebuah negara menyebutkan bahwa kecanduan pornografi, narkoba, hamil di luar nikah, perceraian di pernikahan muda diakibatkan oleh kesalahan dalam berkomunikasi. Mari kita bahas materi tersebut.
Anak sebaiknya dibekali dengan 3 keterampilan:
- keterampilan dasar yaitu baca, tulis, dan hitung
- keterampilan berpikir yaitu memecahkan masalah, mengetahui cara bekerja, berani mengambil keputusan, kemampuan berimaginasi, kemampuan mengemukakan alasan (logika)
- keterampilan kepribadian yaitu keimanan, harga diri, kemandirian, tanggung jawab individu dan sosial, berkomunikasi, kekokohan pribadi, mencari dan mengumpulkan informasi, membentuk dan menggunakan sistem, memahami dan mampu menggunakan teknologi, mengelola sumber daya.
Keterampilan di atas sangat penting dimiliki oleh anak untuk bisa bertahan dan beradaptasi dengan jamannya. Bagaimana dengan kita? sudahkah kita membekali mereka dengan 3 keterampilan di atas? Selama ini kita lebih cenderung memberikan keterampilan dasar baca tulis hitung. Sejak TK anak sudah harus bisa baca dan tulis, dari SD sampai SMP anak kita harus banyak mengikuti berbagai les agar dapat menunjang prestasi di sekolah, saat SMA kita memaksa anak untuk masuk ke perguruan tinggi tertentu dengan jurusan yang bergengsi. Semuanya selalu kita yang menentukan tapi tidak pernah menanyakan apa yang mereka inginkan. Bila anak menolak atau prestasinya tidak sesuai dengan harapan kita, maka sebagai orang tua cenderung:
- marah
- mengkritik
- membandingkan
- memerintah
- memberikan label si..
- mengancam
- menyindir
- sok menasehati
- sok menganalisa
- sok tau (karena merasa sok tua)
Akibat dari kebiasaan orang tua bersikap seperti itu membuat anak tidak betah di rumah, mencari simpati dari orang lain yang bisa mendengarkan curhatan mereka, mencari lingkungan pergaulan yang bebas untuk berekspresi tanpa berpikir resikonya. Selain itu pengaruh ke dalam sisi kejiwaan dan perilaku anak adalah:
- melemahnya konsep diri (emosi labil)
- membuat anak diam, melawan, menentang, tidak peduli, atau sulit kerja sama
- menjatuhkan harga diri dan kepercayaan diri anak
- kemampuan berpikir rendah
- tidak terbiasa memilih dan mengambil keputusan bagi diri sendiri
- selalu iri kepada orang lain
10 kekeliruan dalam berkomunikasi adalah:
- bicara kita tergesa-gesa
- tidak mengenal diri sendiri dan orang lain
- melupakan keunikan setiap anak
- tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan
- tidak bisa membaca bahasa tubuh
- kurang mendengar perasaan
- kurang mendengar aktif ( mendengar dengan empati)
- selalu reaktif dan menggunakan cara-cara marah gaya lama
- tidak bisa memisahkan masalah siapa?
- selalu menyampaikan pesan Kamu harus….
Yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua saat berkomunikasi dengan anak adalah:
- Bicara dengan tenang dan sampaikan tujuan pembicaraan.
- Gunakan kalimat yang jelas dan tidak lebih dari 15 kata dalam satu kalimat. Contoh:
Seorang remaja yang kamarnya berantakan sementara anda menyukai kamar yang rapi dan bersih. Maka katakan kepadanya,”Mama ingin kamu membereskan kamar ini sebelum pergi ke sekolah”.
Bila si anak tidak bisa melakukan saat itu, anda dapat mengatakan, ”Baiklah, kamu dapat melakukannya saat pulang sekolah. Nanti mama periksa”.
3. Baca bahasa tubuh anak saat menghadapi sebuah masalah.
4. Jangkau perasaan mereka dan pahami kebutuhan/keinginannya.
5. Jangan mematahkan harapan/cita-cita anak yang menurut kita ganjil/ aneh. Biarkan saja karena harapan mereka akan segera berubah setiap 6 bulan.
6. Selami dunia imaginasi anak dan belajarlah bersama mereka.
7. Ajarkan anak untuk menerima konsekuensi dari sebuah aturan yang dilanggar.
8. Ajarkan anak untuk membuat perencanaan dalam segala hal dan menepatinya. Berikan waktu yang cukup bagi mereka untuk berpikir saat mengemukakan alasan/ide.
9. Jangan menasehati anak saat mereka mendapatkan masalah. Biarkan sampai mereka tenang dan melepaskan masalahnya baru diberi nasehat.
10. Mendengarkan anak dengan berempati. Misalnya saat anak kita kesal, komentarnya adalah “tampaknya kamu sedang marah/kecewa”. Kemudian saat anak bercerita kita menyatakan ooh begitu, terus bagaimana perasaanmu saat itu? pasti kamu…..ya? sedih bener dong, pasti kamu kecewa/marah, dll.
11. Berikan kesempatan pada mereka untuk memecahkan masalah sendiri dengan berpikir, mengambil keputusan. Jangan terlalu sering dibantu biarkan mereka untuk mandiri dan bertanggung jawab.
12. Saat ada sebuah contoh masalah/ akan memberikan solusi tanyakan bagaimana menurutmu? Libatkan mereka dalam membahas persoalan yang terjadi di lingkungan atau keluarga. Hal ini dapat mengasah keterampilan mereka dalam empati dan kepekaan sosial.
13. Saat kita marah sampaikan alasannya dan harapan anda, bukan kamu harus…atau pokoknya kamu harus_____. Marah tanpa alasan yang jelas akan membingungkan anak karena mereka tidak mengerti. Cara seperti ini dapat membuat anak hanya menangkap kemarahan tanpa belajar memaknai alasannya.
Bila kita mampu melakukan hal di atas maka sebenarnya kita telah mengajarkan
kepada anak cara pengelolaan emosi. Dampaknya anak belajar tentang:
1. self confidence/self esteem—————> bagaimana cara menghargai diri
2. self image/self worth—————–> bagaimana cara melihat diri
3. self concept-—————->bagaimana merasa menjadi diri sendiri
Cara inipun dapat dilakukan oleh guru apabila menghadapi anak didik yang marah/moody/kesal. Semoga bermanfaat!
SEKOLAH ALAM
Sekolah alam hampir sama dengan sekolah alternatif lainnya. Mereka memiliki konsep pendidikan yang unik. Tujuan sekolah ini biasanya
menekankan pada:
- pengembangan potensi anak didik,
- mengukur keberhasilan pendidikan berdasarkan proses,
- memfasilitasi berbagai pengalaman belajar dengan cara yang menyenangkan dan aplikatif.
Pada hakikatnya sekolah alam dapat menggunakan kurikulum KTSP karena dapat mencantumkan keunggulan program lokalnya sesuai dengan sumber daya alam, sumber daya manusia, kondisi finansial, dan visi sekolahnya.
Yang perlu diperhatikan dalam konsep sekolah ini adalah:
- kurikulum yang bersifat tematik dan terintegrasi serta aplikatif
- memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan peka akan kondisi sosial
- sistem penilaian akhir yang sesuai dengan konsep sekolah
Uniknya belajar di sekolah alam adalah cara belajarnya yang menggunakan lingkungan di sekitarnya sebagai media belajar, sehingga mereka lebih banyak belajar di luar kelas. Banyaknya kegiatan eksplorasi dan outing membuat anak didik merasa senang, aktif dan juga kritis. Selain itu motorik dan juga skill mereka pun terasah dengan optimal. Sekolah seperti ini sangat cocok untuk anak-anak yang mengalami hambatan belajar dalam hal konsentrasi dan hiperaktif. Harus diakui sekolah alam saat ini masih cukup mahal dari segi biaya walaupun tidak semahal sekolah internasional. Sebaiknya sekolah seperti ini diperbanyak dan harganya bisa dijangkau oleh masyarakat kebanyakan agar mereka dapat menitipkan anaknya untuk dididik menjadi anak yang cerdas, peduli lingkungan, kreatif dan terampil!
MENINGKATKAN MOTIVASI GURU
Teaching is more than the presentation of fact. Teaching is the development of new ways of thinking, a development that reveals it self in increased skill with the problem of live, in new habit of action in more desirable attitudes, in benefited personality and in an improved character.
Bagaimana pendapat Anda dengan pernyataan di atas? Sungguh tugas yang luar biasa bagi seorang guru untuk dapat merealisasikan hal tersebut bagi anak didiknya. Karena begitu pentingnya peranan seorang guru maka seorang Kaisar Jepang menanyakan kepada panglima perangnya ada berapa guru yang masih hidup?. Mungkin juga karena apresiasi negara Jepang yang tinggi terhadap profesi guru sehingga bangsanya menjadi maju seperti ini. Bagaimana dengan kita? Apakah masih ada semangat untuk berkontribusi pada bangsa dengan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi?! Atau masih berpikiran bahwa hasil kerja harus disesuaikan dengan pendapatan yang diterima setiap bulan? Berbicara motivasi biasanya kita mengoneksikan dengan anak didik. Padahal sebagai guru, terkadang motivasi kita pun Up and Down. Masalah yang bisa menyebabkan turunnya motivasi kerja adalah:
- perasaan malu karena berprofesi sebagai guru
- perasaan minder karena tingkat pendidikan yang rendah
- suasana kerja yang tidak kondusif
- kesempatan untuk meningkatkan kualitas pribadi yang terbatas
- niat yang salah
- perasaan tidak berguna karena memiliki keterampilan yang pas-pasan
- ketidakpuasan dengan honor yang kecil
- sulit dan tingginya kualifikasi dalam sistem perekrutan tenaga pendidik
- sering menemukan kegagalan dalam menjalankan profesi ini
Tanpa kita sadari, anak didik dapat dengan cepat menilai apakah kita termasuk guru yang profesional atau tidak. Indikatornya adalah melihat semangat guru dalam mengajarkan materi, wawasan dan kemampuan memberikan ulasan, menguasai IT, mampu mengambil keputusan dengan sikap percaya diri dan tepat, dapat memberikan solusi bagi permasalahan anak didik atau lingkungan kerjanya, senang humor, selalu berpenampilan menarik, pandai bermain musik, dan lain-lain. Guru seperti ini dapat menjadi inspirator, motivator, katalisator, fasilitator dan konselor bagi siswa. Memang saat ini untuk mendapatkan The best teacher perlu dilakukan standarisasi dan uji kompetensi. Hal ini sangat erat kaitannya dengan pengembangan dan peningkatan kemampuan guru di era globalisasi. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas maka harus dididik oleh guru unggulan yang berpendidikan tinggi, kreatif, inovatif, melek IT, menguasai bahasa asing secara aktif, memiliki manajemen waktu yang efisien dan efektif serta SEJAHTERA. Mengapa kesejahteraaan sangat penting? Seorang guru yang hidupnya sejahtera, tercukupi kebutuhan dasarnya maka Ia tidak akan mudah menduakan profesi gurunya dengan yang lain. Dengan demikian ia akan fokus dan menjadikan profesi guru sebagai karir sepanjang hidupnya. Fokus pada pekerjaan akan membuat kita terus belajar meningkatkan penguasaan ilmu dan keterampilan diri. Bila hal ini dilakukan secara terus-menerus, maka kompetensi diri menjadi unggul. Bagaimana caranya agar motivasi itu kembali, kemudian dapat merubah performa kita menjadi guru unggulan?
- jangan malu mengakui profesi ini terhadap siapapun,
- hargai nilai kegagalan, karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Anggaplah kegagalan menjadi isyarat kita untuk berubah
- miliki rasa humor
- belajar dari pengalaman orang-orang yang sukses
- bermain musik/mendengarkan musik/lagu atau menonton film untuk mendapatkan inspirasi
- menjaga kebugaran tubuh dan gaya hidup yang sehat
- terus belajar untuk menjadi lebih baik setiap saat
- selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki agar bahagia
- tingkatkan kemauan dan kemampuan untuk melihat peluang pada profesi yang dijalani
Semoga kita termasuk ke dalam komunitas PAHLAWAN PENDIDIKAN yang menjadi AGEN PERUBAHAN bagi kemajuan anak didik INDONESIA!.
TANTANGAN PROFESIONALISME GURU
Semua guru pasti merasa senang saat diberi apresiasi sebagai GURU PROFESIONAL. Berbagai usaha dilakukan agar pekerjaan ini diakui sebagai sebuah profesi yang profesional. Usaha tersebut seperti melanjutkan pendidikan S1-S2, mengikuti sertifikasi, sering mengikuti pelatihan lokal/nasional/internasional, menulis buku/jurnal, memberi pelatihan dan lain sebagainya. Tapi apakah profesionalisme hanya diukur melalui itu semua? Harus diakui bahwa semua hal yang telah disebutkan di atas masih belum terlihat bukti di lapangan. Kadang sebagai pendidik saya sering tergelitik melihat status profesionalisme identik dengan naiknya gaji/tunjangan fungsional atau posisi struktural seorang guru di tempat mengajar/administrasi pemerintah. Tidak mengherankan progres kualitas pendidikan Indonesia sangat lambat.
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan profesionalisme? Profesi berasal dari bahasa Inggris Profession yang berarti pernyataan atau panggilan bahwa seseorang akan mengabdikan diri terhadap suatu pekerjaan secara sungguh-sungguh sebagai karir sepanjang hayat. Oleh karenanya untuk mencapai profesional maka pekerjaan tersebut memiliki kompetensi dan kualifikasi berupa:
- kompetensi yang mengacu pada kadar kemampuan seorang guru dalam melakukan pekerjaan yang menjadi tugas utamanya yaitu mengajar (UU no. 20/2003: kompetensi akademik, pedagogik, sosial dan kepribadian)
- kualifikasi mengacu pada jenjang pendidikan, jabatan fungsional, dan pangkat golongan yang dimiliki guru berkaitan dengan tuntutan pelaksanaan tugas/karir,
Dalam menjalankan profesi guru maka sudah semestinya semua guru memiliki spirit profesional berupa:
- otonomi dalam menentukan tindakan terbaik yang didasari oleh teori dan konsep yang secara terus menerus divalidasi secara empirik,
- self renewal capacity yaitu kapasitas untuk selalu menyempurnakan/memperbaiki pekerjaannya melalui belajar/refleksi agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik.
Mengacu kepada spirit profesional berupa memberikan pelayanan terhadap peserta didik, ternyata banyak terjadi penyimpangan yang kita temukan di dalam kelas berupa:
1. Kekerasan kognitif:
- Memberikan materi tanpa melihat kapasitas anak. Guru menganggap bahwa kemampuan kognitif semua siswa sama sehingga materi, penilaian dan metode pengajaran diberikan dengan sama rata. Pendidik tidak memerhatikan keunikan, gaya belajar dan kemampuan daya serap materi dari setiap siswa. Akibatnya siswa banyak yang frustasi dan tidak bisa mencapai KKM yang ditetapkan. Belum lagi stigma buruk akan segera menempel pada mereka saat guru merasa kesulitan mendidik dan mengajarkan materi kepada siswa yang bersangkutan.
- Mengancam anak didik dengan memberikan nilai buruk/mengurangi nilai apabila berperilaku tidak sesuai dengan harapan guru. Sebenarnya penilaian akademik tidak dapat dicampuri dengan perilaku karena memiliki kriteria dan kompetensi berbeda.
2. Kekerasan afeksi
- Siswa mengadopsi perilaku yang salah dari guru. Namun hukuman berlaku untuk siswa bukan untuk gurunya. Seperti kasus siswa tidak boleh merokok di sekolah tetapi banyak para guru merokok di ruangan guru/sekolah.
3. Kekerasan psikomotorik
- Memberikan contoh cara yang salah dalam melakukan gerakan, sehingga kesalahan konsep tersebut dilakukan oleh anak.
Sungguh miris membacanya tapi itulah kenyataan yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Sumber penyimpangan profesi ini adalah akibat dari:
- kurangnya pemahaman/pengetahuan yang tepat tentang apa yang dilakukan (WHAT, WHY DAN HOW)
- kurangnya fasilitas dan sumber daya
- dukungan kuat dari kepemimpinan pendidikan setermpat
- kurangnya pengakuan terhadap seseorang yang melakukan hal benar/baik
- kontrol dari organisasi profesi dan masyarakat yang masih kurang,
- apresiasi pemerintah terhadap profesi ini yang belum optimal.
Dampaknya pada siswa adalah mereka tidak termotivasi untuk mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Dari uraian di atas kita menjadi tertantang untuk menghilangkan hambatan keprofesionalan guru. Mari kita merubah citra guru dengan standar seadanya menjadi standar luar biasa melalui cara:
- Peduli untuk melakukan kajian nilai-nilai kemanusiaan, nilai falsafah bangsa dan budaya lokal,
- Berinovasi dalam melakukan kajian kurikulum dan materi yang diberikan kepada siswa,
- Aktif mengimplementasikan hasil pelatihan dan pendidikan secara konsisten terhadap diri sendiri dan profesi,
- Berani mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan mengaplikasikannya bersama rekan seprofesi dan siswa,
- Gemar melakukan refleksi dan evaluasi kompetensi diri sebagai seorang pendidik.
Hal ini menjadi bagian dari tanggung jawab terhadap profesi ini. Tanggung jawab profesi ini yaitu:
- menjamin pelayanan prima terhadap siswa
- melindungi siswa dari tindakan yang merugikan
- membangun komunikasi yang sehat di antara pendidik dan peserta didik
- memelihara kepercayaan publik
- akuntanbilitas mengajar (sertifikasi)
Ayo, GURU! Jadikan profesi ini sebagai profesi yang MULIA dan BERMANFAAT karena kita akan mempertanggung jawabkanya dihadapan Yang Maha Kuasa.
MEMOTIVASI SISWA
pada kemampuan guru untuk menarik minat belajar siswa saat beradadi kelas. Banyak faktor yang memengaruhi motivasi siswa seperti:
- Ketertarikan pada materi
- Persepsi dan manfaat materi tersebut di kehidupan sehari-hari
- Keinginan untuk mencapai kesuksesan
- Percaya diri dan aktif dalam mengikuti pelajaran
- Penghargaan serta kesadaran serta ketekunan
- Tingkat kesulitan materi
Untuk memotivasi siswa agar menjadi seorang self motivated dan independent learner maka guru bisa melakukan:
- Sering memberikan masukan yang positif untuk membangkitkan kepercayaan diri siswa. Cara ini dapat membuat siswa merasa bahwa mereka dapat melakukan tugas dengan baik
- Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba dan mengerjakan tugas sesuai kemampuannya. Hal ini secara tidak langsung mengajarkan kepada mereka bahwa kesuksesan dapat diraih selama mereka tekun dan percaya diri.
- Membantu siswa untuk menemukan arti dari diri sendiri dan nilai-nilai hidup utama.
- Ciptakan atmosfir komunikasi dan pembelajaran yang terbuka dan positif.
- Dukung mereka untuk merasakan bahwa mereka sangat berarti bagi orang lain dan lingkungannya.
Strategi umum untuk memotivasi siswa adalah melakukan kerja sama dengan mereka melalui:
- Buatlah standar yang tinggi sehingga dapat memotivasi siswa untuk mencapainya dengan menunjukkan hasil kerja terbaik. Di samping itu kita tetap realistis dengan kondisi siswa agar mereka tidak frustasi karena tidak mampu mengejarnya.
- Bantulah siswa untuk mencapai tujuannya sendiri dengan cara mengingatkan agar terus memerbaiki diri, melakukan evaluasi hasil pekerjaannya, menganalisa kekuatan dan kelemahannya.
- Beritahukan siswa cara mencapai sukses di pelajaran anda dengan jelas. Jangan biarkan mereka berjuang keras menemukan apa yang anda harapkan dari dirinya.
- Berikan penguatan bahwa anda yakin mereka dapat melakukannya dengan baik.
- Hindari intensitas kompetisi antar siswa. Yang paling penting ditekankan dalam proses belajar adalah perhatian yang diberikan oleh siswa, produktif dalam bekerja saat di kelompok, usaha untuk menampilkan yang terbaik dan berani mengemukakan ide.
- Bersemangatlah dalam memberikan materi serta selingi dengan humor agar suasana kelas lebih rileks dan menyenangkan.
SELAMAT MENCOBA!
SEKOLAH YG BAGUS
Ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi buah hati?! kalimat ini sering kita dengar bila ada orang tua mulai sibuk mencari sekolah. penawaran sekolah baik mulai bermunculan dari berbagai sekolah. sebagai orang tua kita harus teliti dalam memilih sekolah karena terkadang kita terjebak dalam paradigma bahwa sekolah bagus lebih ke fasilitas ataupun prestasi akademik saja. berikut ini adalah beberapa faktor sebuah sekolah disebut bagus yaitu:
1. visi misi sekolah jelas dan mudah terukur.
2. program dan kebijakan sekolah transparan dan jelas.
3. SDM yang berkualitas dari segi pendidikan, profesionalisme, kompetensi dan berdedikasi pada pendidikan.
4. memiliki standar pendidikan dan penilaian yang diinformasikan kepada siswa dan orang tua.
5. memiliki kurikulum yang mengakomodir peningkatan akademik, pembangunan karakter, keterampilan hidup dan juga minat bakat siswa.
6. memiliki metode pengajaran yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan siswa dan mengajarkan siswa untuk aktif berperan dalam proses belajar mengajar.
7. memiliki standar pelayanan dan komunikasi yang berorientasi pada kepuasan konsumen ( orang tua, siswa, guru, dan juga masyarakat di sekitarnya).
8. memiliki lingkungan sekolah yang bersih, aman, peduli pada lingkungan hidup, banyak kreasi siswa yang ditampilkan serta mendukung proses belajar.
9. selalu melakukan evaluasi dan perbaikan kualitas sekolah secara kontinu.
10. banyak dukungan dan partisipasi dari orang tua siswa, institusi, dan juga masyarakat dalam program sekolah.
sekarang Anda dapat menilai sekolah manakah yang memiliki kriteria di atas. Terima kasih.
TANTANGAN BAGI PENDIDIK SEKOLAH BERBASIS INTERNASIONAL
Saat ini banyak sekolah berlomba-lomba untuk menjadi SBI. Mulai dari
menawarkan kurikulum luar negeri, fasilitas dengan standar ISO, ada guru luar negeri sampai program bilingual. Benarkah hanya dengan aspek tersebut maka sebuah sekolah dapat menjadi SBI? Saya kadang mendapatkan informasi beberapa orang tua yang kecewa karena SBI yang menjadi tempat pendidikan bagi putra-putrinya tidak sesuai dengan harapan. Menurut mereka (orang tua) banyak kendala yang dihadapi oleh sekolah tersebut untuk benar-benar menjadi SBI dan dapat menghasilkan output sesuai harapan. Memang untuk menjadi SBI yang pertama harus diperhatikan adalah kesiapan SDM dan sekolah untuk merubah orientasi pendidikan terlebih dahulu. Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya mengikuti pelatihan Quality Assurance in Education dan materi pembukanya tentang tantangan bagi pendidik sekolah berbasis internasional. Ternyata ada 3 hal yang perlu diperhatikan oleh sekolah berbasis internasional yaitu: kualifikasi tenaga pendidik, karakter pendidik yang menentukan, dan fasilitas.
1. Kualifikasi tenaga pendidik
- kemampuan verbal
- latar belakang dan jenjang pendidikan
- sertifikasi profesional
- pengalaman mengajar minimal 5 tahun
- ada native teacher
2. karakter SDM yang paling menentukan
- open minded
- team player ( be an active participant)
- problem solver
- kreatif, fast learner
- reflektif, evaluatif, senang memperbaiki kualitas diri, sabar dalam belajar
3. Fasilitas
- sumber pembelajaran
- perpustakaan
- pelatihan profesional
- adanya komunitas profesi
Semoga sekolah berbasis internasional tidak hanya mempromosikan kurikulum, fasilits, guru dari luar negeri dan program sekolah, tapi memperhatikan pula sisi SDM sebagai penentu keberhasilan pendidikan.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar