Powered By Blogger

Kamis, 14 Oktober 2010

renungan



Menghidupkan Kehidupan

Ketika Anda dilahirkan, Anda menangis sementara dunia bergembira. Jalanilah
hidup sebaik mungkin agar ketika Anda meninggal, dunia menangis sementara Anda
bergembira.

Kalimat di atas beberapa kali saya baca di antara buku-buku yang sempat saya
baca. Pada awalnya tidak terlalu saya anggap istimewa. Tapi semakin hari,
semakin saya menemukan makna dari ungkapan tersebut. Lebih-lebih saat ini kita
berada di tengah masyarakat yang hidup dengan melupakan kehidupan.

Kita sering melihat ada orang yang demi memenuhi keinginannya sampai-sampai
menghalalkan berbagai cara. Ada orang yang bekerja keras mengumpulkan harta
benda dengan alasan demi keluarga, dan ketika hartanya berlimpah ruah, anaknya
jadi korban narkoba. Ada orangtua yang bertindak keras pada anak-anaknya dengan
alasan kasih sayang, tapi anaknya merasa tersiksa. Ada orang yang begitu
terkenal dan jadi pembicaraan orang, tapi keadaan keluarganya kacau balau. Ada
orang yang dengan mudahnya mengunjungi berbagai tempat di belahan dunia, tapi
kesulitan menyebrang jalan untuk bertemu dengan tetangganya. Ada orang yang
dengan mudahnya bertemu dengan orang-orang penting, tapi kesulitan untuk
menepati janji kepada anak-anaknya untuk pergi berenang. Ada orang yang
memiliki HP, e-mail, faksimile sehingga tidak pernah kesulitan dalam
berkomunikasi, tapi tidak pernah bersentuhan dengan kemanusiaannya.
Seperti itukah arti kehidupan...?

Sejenak, mari kita bertanya pada diri sendiri: siapa sajakah yang akan menangis
ketika kita meningal? Berapa banyakkah orang yang pernah kita sentuh dan
merasakan kemanfaatan atas keberadaan kita selama kita hidup di planet ini?
Warisan apakah yang akan kita tinggalkan setelah kita menghembuskan napas
terakhir? Hal-hal baik apa sajakah yang akan dibicarakan orang tentang kita
manakala kita sudah tiada?

Salah satu pelajaran dalam kehidupan adalah bahwa jika Anda tidak mengambil
tindakan atas hidup, maka hidup mempunyai kebiasaan untuk mengambil tindakan
atas Anda. Cobalah sejenak untuk mengingat kembali, rasanya baru kemarin kita
menggunakan seragam SD, SMP dan SMA... Semuanya begitu cepat berlalu, semuanya
begitu cepat berakhir... Pertanyaannya: berapa banyakkah pelajaran kehidupan
bisa kita ambil dari periode kehidupan tersebut?.
Cobalah tengok seorang tua yang karena keterbatasan fisiknya, waktunya lebih
banyak digunakan untuk merenung. Cobalah tanyakan padanya: hal-hal apa sajakah
yang dia sesali dalam kehidupannya?. Alternatif jawabannya ada dua, pertama,
dia menyesali atas hal-hal yang telah dia lakukan sepanjang hidupnya, kedua,
dia menyesali atas hal-hal yang tidak sempat dia lakukan sepanjang hidupnya.
Pertanyaannya: kira-kira alternatif jawaban mana yang kemungkinan besar
disampaikannya?.

Suatu waktu, di hari-hari terakhirnya, George Bernard Shaw ditanya di ranjang
kematiannya, "Apa yang akan Anda lakukan jika Anda dapat menjalani kehidupan
Anda sekali lagi?". Ia terdiam, kemudian menjawab sambil menarik napas panjang,
"Saya ingin menjadi orang yang saya inginkan namun tidak pernah saya wujudkan".

Anda, tidak perlu menunggu usia tua untuk merenungi dan menjawab pertanyaan
tersebut, Temukanlah diri Anda. Temukan panggilan hidup Anda. Ingin seperti
apakah Anda menjalani kehidupan ini?. Saya percaya, kita semua memiliki talenta
khusus yang menunggu untuk digunakan, menunggu untuk dimanfaatkan, demi untuk
memberi makna bagi kehidupan kita masing-masing..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar