
Alam ini dinamis dan manusia hanya dapat hidup tentram jika mengikuti kedinamisan alam.Alam ini terus berubah,maka hanya manusia yg berharakah,yang bisa bersinergi dengan alam .Dalam menjalani kedinamisan alam ,tentu kita harus memiliki motivasi yg tinggi agar tidak terempas dari peradaban.Jika hamba dikarunia semangat yg besar,dia akan berjalan diatas jalan keutamaan dan akan menaiki tangga dalam derajat yg tinggi.Rosulullah SAW bersabda"sesungguhnya Allah tidak melihat rupa2 kalian,melainkan Dia hanya melihat amal dan hati kalian "(HR Abu hurairah).
Semangat dan motivasi adalah pusat pengggerak,yg membentuk kepribadian,dan mengawasi organ2 tubuh.Semangat adalah bahan bakar jiwa dan kekuatan yg berkobar2,yg aan menggerakkan pemiliknya ntuk melompat tinggi dan memburu nilai2 kemuliaan. Motivasi itu terbagi 2.Motivasi intrinsik dan ekstrinsik.Motivasi yg lahir dari dalam(intrinsik) tentu jauh lebih besar pengaruhnya jika dibandingkan motivasi buatan yg dibuat2 dari luar(ekstrinsi).Setiap perbuatan pasti didasari oleh motivasi tertentu.Teori2 dasar dalam pengembangan sumber daya manusia semuanya mengenai motivasi,mulai dari teori kebutuhan maslow,teori keadilan,teori harapan,dan sebagainya.Benang merah dari semua itu adalah tak mungkin ada perbuatan yg terjadi tanpa dilandasi motivasi apapun.
Dalam kaitan ini,karena hidup itu dinamis ,tidak selamanya kita berada dipuncak motivasi.Tapi bagi para pejuang ,dalm letih pun mereka akan tetap tersenyum.Karrena ,apa yg ditunaikan menjadi jaminan bermaknanya usia dan bermanfaatnya kehidupan.Siapa yg tidak memiliki semangat surgawi,semangat untuk meraih ridlo akan keesaan Allah ,maka setan akan menyibukkannya dg aktifitas berpola negatif.Pribadi yg panjang angan serta mengisi usia dg berfoya ,akan menjadi budak hawa nafsu yg tak pernah terpuaskan .Kalau kita tidak memiliki motivasi yg kuat untuk meraih ridlo Allah SWT ,maa arunia potensi fisik,akal,dan roh itu terlalu berharga untuk disia2kan dalam kekufuran atas nikmat yg dibrkan Allah kepada kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar